
Arvand duduk disebuah batang kayu dihutan, ia tidak perduli dengan ucapan orang tuanya bahwa ia sedang keluar tanpa izin, ia menatap danau hijau membentang luas didepannya, ia bermain lempar batu disana.
Ia tidak pernah hidup bebas, semua yang ia lakukan tidak jauh dari kerajaan, ia ingin memberontak namun ia tidak mempunyai tenaga, ia takut hal yang terjadi waktu itu, terulang kembali.
Sudah beberapa jam Arvand hanya duduk melempar batu, hutan itu sangat sepi bahkan tidak jarang rusa atau hewan lainnya yang lewat.
"Kenapa kau disini?" ucap Varegar, seraya mengicar rusa dengan panahnya.
Arvand terkejut karena Varegar yang tiba-tiba datang seraya membawa busur panah.
"Kau membuat terkejut aku saja..." gumam Arvand.
Varegar berhenti memanah, ia memasukan busurnya, lalu ia mendekat. Dengan senyuman Varegar menundukan kepalanya, Arvand mengangguk.
"Kenapa kau disini pangeran? bukankah ada banyak tempat indah di kota Majestic?" tanya Varegar seraya duduk disamping Arvand.
"Aku tidak tertarik..."
Varegar membuka tas kecil diperutnya, ia mengeluarkan sebatang rokok lali menyalakannya, ia sempat menyodorkan kepada Arvand, tapi Arvand menolaknya.
"Aku tidak merokok..."ucap Arvand.
"Aku pikir kau sedang nostalgia...."
Arvand menatap varegar, karena ia tidak paham maksud dari ucapan Varegar.
"Fay...."
Arvand mencoba mengingat siapa nama itu.
"Ah Fay?" pekiknya.
"Bukankah saat kecil kau sering bermain dengan Aleris dan Fay disini?"
Arvand mengangguk ia kembali mengingat masa lalu, dimana dia, Aleris, dan Fay adalah sahabat sejati.
"Karena pekerjaannya, ia harus tinggal disebuah kota, sudah sangat lama bukan kau tidak bertemu dengannya" tanya Varegar.
"Kau akan bertemu dengannya" ucap Varegar berdiri.
Wajah Arvand mendongak menatap Varegar didepannya.
"Sekarang?"
"Bukankah, ratu Carlota sudah akan melahirkan?"
Arvand tersentak is berdiri, "Apa?"
Varegar memutar bola matanya, "Bagaimana pangeran tidak tahu?"
"Aku datang beberapa jam lalu disini.."
"Aku memburu rusa hari ini karena perintah ratu.." gumamnya.
Arvand merasa ada yang aneh, kenapa ibunya menyuruh Varegar untuk memburu rusa?
"Ada apa dengannya?" tanya Arvand.
"Tidak tahu, ratu hanya menyuruhku untuk membawa rusa ke kerajaan"
Varegar lalu kembali ke kerajaan setelah mendapatkan seekor rusa, begitu pun Arvand ia kembali ke kerajaan itu, karena rasa penasaraanya tentang ibunya yang menyuruh Varegar memburu rusa.
Didalam sebuah kamar milik ratu Carlota, sudah ada raja Gevar, dan seorang dukun, Arvand bisa melihat wajah ibunya itu kesakitan dan penuh air keringat, perut ratu Carlota sudah mulai kontraksi.
Tidak henti-hentinya ayahnya menyemangati istrinya, tangan ratu Carlota meremas kedua tangan raja gevarnest, ia sangat merasakan kesakitan, Arvand bisa mendengarkan suara rintihan dari mulut ibunya. Ia sangat khawatir.
Dukun itu menarik tangan Varegar yang keberatan membawa daging rusa dipunggungnya, ia geram karena Varegar sangat lama kembali ke kerajaan.
Varegar sangat kebingungan juga sangat takut, ketika baru pertama kalinya ia melihat seorang yang akan melahirkan. Suara langkah cepat berlari menuju ruangan ratu. Leon dan Mahagaskar datang, mereka kaget ternyata ratu Carlota memamg benar akan melahirkan.
Raja Gevarnest sudah tahu apa yang diinginkan istrinya saat ingin melahirkan anak keduanya, ia ingin ada banyak yang mendampinginya saat proses melahirkan.
"Ratu Carlota menyuruhku untuk membawa seekor rusa, memangnya ada apa ya?" gumam Varegar.
Dukun itu menatap sinis Varegar, bahkan ia tidak menjawab pertanyaan darinya, Varegar mundur ia berdiri bersama dengan Leon dan Mahagaskar di ambang pintu.
Arvand masih menatap aneh kearah dukun itu, dengan kasar ia memotong daging rusa, lalu ia mengambil darah dari tubuh rusa, ia masukan kedalam gelas, dan tanpa basa-basi ia menyodorkan kearah mulut ratu, dimana ratu masih merintih kesakitan.
Segera Arvand menepis, dan memeggang tangan dukun itu. Semua kaget dengan reaksi Arvand.
"Kenapa? kenapa darah?" ucap geram Arvand.
"Diam kau! kau masih anak-anak kau tidak tahu apa yang terjadi!" pekik dukun itu seraya melepaskan genggaman Arvand.
Arvand melotot kearah ayahnya, "Kenapa yah? kenapa kau diam saja"
Raja Gevarnest bahkan terdiam menangis, ia hanya menatap istrinya itu.
"Biarlah Arvand, ini adalah cara ampuh untuk ibumu..."
"Apa?!"
Arvand lalu duduk disamping raja.
"Ada apa? kenapa kau membiarkan dukun gila itu melakukannya!!"
"Kau tidak tahu apa-apa bodoh!!!!" teriak raja, setelah ia terdiam terlalu lama.
Varegar, Leon, dan Mahagaskar tentunya penasaran dengan apa yang terjadi, lalu Leon mendekat kearah Arvand menyuruhnya untuk menunggu bersamanya diluar.
__ADS_1
Namun Arvand menepisnya, ia berdiri dan menatap dukun itu dengan tajam, "Kalau kau apa-apakan ibuku, kau berurusan denganku.!"
Saat Arvand beranjak, ia menepis gelas yang dibawa dukun itu, sehingga menumpahi bajunya.
"Raja! kau bisa keluarkan anakmu!" teriak dukun itu.
Raja Gevar memperintahkan Leon untuk mengeluarkan Arvand dari sini, menarik tubuh Arvand untuk keluar dari ruangan ini memang butuh kekuatan yang sangat banyak, hingga Varegar dan Mahagaskar membantu Leon.
"Siapa dia yah? kenapa dengan bunda?! kenapa kau diam saja!!! kenapa!!!!!!" teriaknya, lalu leon menutup pintunya.
Raja Gevarnest rela melalukan apapun demi istrinya, bahkan sebelum ia mendatangkan dukun itu kemari, ia tidak kuasa melihat kesakitan yang muncul dari istrinya.
"Kau tidak memberitahu anakmu?" ucap dukun.
Raja Gevarnest menjawab, "Kau lihat sendiri? dia tidak akan setuju, cepat masukan darah itu"
Ratu Carlota masih merintih kesakitan, ia tidak pernah merasakan kesakitan yang luar biasa, dulu saat ia melahirkan Arvand, prosesnya sangatlah mudah tapi entahlah kenapa saat proses melahirkan anak kedua, rasanya ia benar-benar tidak bisa menahan sakit.
"Kau masih tidak tahu apa yang terjadi?" ucap raja Gevarnest.
Dukun itu masih bungkam, ia masih meraba-raba perut besar ratu. Setelah meminum darah rusa itu, memang ratu Carlota sedikit tenang, rasa sakitnya sudah mulai mereda, tapi ia merasakan kantuk yang luar biasa.
"Ratu, jangan tidur jika kau tertidur anakmu menghilang"
"Kau hanya mengatakan jika ada sesuatu yang terjadi didalam bayinya, sampai saat ini aku tidak tahu apa itu!" pekik raja.
Dukun itu berdiri, "Kau tidak benar-benar mencintai istrimu jika kau tanya dalam keadaan yang seperti ini...." ucap dukun itu lalu ia beranjak mengambil sesuatu dari dalam tasnya.
Ia mengambil Hexagram yang terbuat dari besi, heksagram adalah bintang bersudut enam dan hasil penggabungan dua segitiga sama sisi, kegunaanya untuk konteks dalam berbagai agama.
Raja Gevarnest kaget, "Kenapa, kenapa kau ambil itu! kau pikir anakku seorang iblis?" teriak raja Gevarnest.
"Kau ingin anakmu mati?"
Jari tangan ratu Carlota menyentuh tangan raja, ia menatap dengan penuh harap.
"Sayang, biarkan saja, yang terpenting anakku selamat" rintih ratu carlota.
Dukun itu menempelkan hexagramnya diatas perut ratu, tiba-tiba ratu Carlota berteriak histeris karena ia sangat merasakan sakit luar biasa dirahim dan sekitaran pahanya.
Hal itu membuat Arvand sangat geram dan khawatir, ia mendobrak-dobrak pintu kamar, namun ia tidak bisa membukanya karena pintu itu terkunci.
Varegar, Leon, dan Mahagaskar mencoba menenangkan Arvand.
"Kaliam tidak khawatir?" gumam Arvand, wajahnya sudah dipenuhi oleh air mata.
Arvand lalu menatap Varegar, segera ia menarik baju Varegar dengan wajahnya yang penuh amarah. Mata Arvand melotot.
"Dimana Fay? kau berbohong? bukankah kau bilang ia akan datang kesini!!!!" teriak Arvand.
Varega terdiam, bahkan disituasi seperti ini sepertinya ia harus diam dan menerima apa yang Arvand lakukan padanya.
"Pangeran...." ucap Mahagaskar menarik pelan tubuh Arvand agar menjauh dari Varegar.
"Katanya dia akan membawa Fay kesini tapi....tapi kenapa yang datang dukun menjijikan itu" tangisanya tak kuat ia tahan, ia menangis didada mahagaskar yang kekar.
Leon menundukan kepalanya, ia juga sama, terlihat sangat bingung ketika raja Gevarnest memerintahkan pasukannya untuk mencari dukun yang ahli dalam hal ini, kenapa ia tidak menjemput Fay saja, dimana Fay adalah masih orang kami.
Jika hal ini terjadi, maka ia sangat menyesal ikut mencari dukun itu, bahkan ia melihat langsung ketika darah itu disuguhkan untuk ratu.
"Fay sedang dalam perjalanan, aku tidak tahu apa yang terjadi" bisik Varegar.
Leon memejamkan matanya, "Semoga Fay segera datang, tak kuasa aku melihat ratu"
Angin malam menyerbu kota Majestic dengan kencang, tidak seperti biasanya angin kencang datang tiba-tiba seperti ini, malam ini semua penduduk dikejutkan datangnya Gerhana bulan.
Memang sudah dua tahun lamanya tidak terjadi gerhana bulan, semua penduduk keluar melihat takjub gerhana bulan itu.
Raja Gevarnest tidak henti-hentinya menangis, bahkan sampai malam pun bayinya tak kunjung keluar dadi perut ratu Carlota. Sampai Arvand masih setia menunggu didepan pintu, ia mendoakan ibunya jika tidak ada sesautu yang terjadi.
Para prajurit mengatakan jika malam ini terjadi gerhana bulan. Leon langsung terbelalak, bukankan mitos itu benar? jika hari lahirnya bertepatan dengan gerhana bulan maka bayinya akan menghilang.
Ia menepis pikiran jelek itu, ia lalu keluar dari pintu kamarnya, ia melihat langit dan benar sedang terjadi gerhana bulan.
Dukun itu beranjak, seraya membawa hexagramnya, ia berdiri dan berhenti dijendela kamar.
"Ada apa kenapa?" tanya raja.
Namun dukun itu tidak menggubris, ia menatap bulan.
"Gerhana bulan...." rintih dukun.
Raja Gevar, melotot ia lalu berdiri dan melihat apakah yang dikatakan dukun itu benar.
"Tenang...." ucap dukun.
Ia lalu mengangkat kedua tanganya seraya memeggangi hexagram itu, ia memejamkan matanya seraya membaca mantra, entahlah mantra apakah itu, yang didengar raja Gevarnest hanyalah ocehan tidak jelas.
Tiba-tiba, ratu Carlota menjerit untuk kesekian kalinya, kali ini teriakanya sangat keras dari sebelum-sebelumnya, membuat semua orang yang didekatnya merasakan sakit ditelinganya.
Dukun itu, kembali ia menempelkan hexagram didahi ratu, ia kembali memeriksa, tapi syukur akhirnya setelah ditunggu-tunggu, terbuka sedikit lebar dari sebelumnya.
Raja Gevarnest mencium tangan istrinya, berharap sakit yang dialami istrinya cepat reda.
"Aku akan mencobanya, karena sudah terbuka dengan lebar" gumam dukun itu.
Ratu Carlota tidak henti-hentinya berteriak saat bayinya akan dikeluarkan, ia berusaha mengejan seraya meremas tangan suaminya.
Akhirnya setelah penantian panjang bayi itu telah keluar, raja dan ratu dapat mendengar tangisannya, ia sudah keluar sekian lama dari rahim, akhirnya ia dapat melihatnya indahnya dunia. Namun saat dukun itu menggendong bayinya, ia melihat bayi itu, mata dari bayi itu muncul cahaya merah, dan tiba-tiba juga ia menatap sekilas jika ada gigi tajam yang menempel di gusinya, dukun itu lalu memberikan bayinya kepada ayahnya, raja Gevarnest.
__ADS_1
Raja Gevarnest sangat senang, karena terharu ia meneteskan air matanya, lagi-lagi dukun itu melihat mata bayi yang tiba-tiba muncul cahaya merah.
Ia lalu memejamkan matanya dan membaca mantra, namun mantra itu belum selesai ia baca, tiba-tiba tubuhnya terlempar jauh hingga menabrak tembok, hingga tembok kamar hancur.
Raja Gevarnest dan ratu Carlota tersentak kaget.
Arvand yang masih menunggu duduk dipintu kaget, karena tembok yang tiba-tiba hancur, ia terbelalak setelah melihat tubuh itu tergeletak direruntuhan bangunan, ia menatap kearah kamar.
Matanya tidak bisa ia bendung, ia melihat adiknya yang sedang digendong ayahnya, namun ia mengurungkan niatnya, ia beranjak mendekati dukun itu.
Ia memeriksa denyut nadi dilehernya, namun denyut nadinya berhenti, ia tidak menemukan denyut nadi itu, ia lalu memeriksa nafasnya, nafasnya juga berhenti, ia memeriksa detak jantungnya namun, jantungnya berhenti.
"Dia mati!" pekik Arvand.
"Apa!?!?" ucap raja Gevarnest seraya mendekat.
"Ada apa ini?" tanya Arvand.
"Bawa kemari anakku" rintih ratu Carlota.
Lalu raja Gevarnest menyerahkan bayi itu, ia segera memanggil para prajurit untuk membawa tubuh dukun ini.
Arvand mendekat, "Adikmu..." ucap lembut ratu Carlota.
Dengan ragu ia menatap bayi itu.
"Laki-laki.." ucap lirih ratu.
Ia menatap wajah bayi itu.
"Kenapa dengan dukun itu?"
Ratu Carlota menggeleng ia tidak tahu sama sekali, ia hanya menjelaskan jika tiba-tiba saja tubuhnya terlempar.
Arvand mengelilingi kamar itu, lalu ia menemukan hexagram, "Apa ini? kenapa ada benda ini disini!!!!"
Ratu Carlota menjelaskan, namun perkataanya berhenti saat seseorang datang.
"Bayi itu iblis!!!!! aku bisa merasakaanya, bayi itu iblis!!!" teriaknya seraya menunjuk kearah bayi yang digendong ratu.
"Berani, beraninya kau berkata seperti itu kepada sang ratu!!!!" teriak Arvand.
"Aku tidak salah, mantra saudaraku terhubung denganku, ia kau semua apa yang ada dipikirannya selama proses melahirkan, tapi setelah saudaraku mati karena bayi itu, aku sudah tidak bisa membaca mantra!!!!!! sialan!!!!" teriaknya.
"Prajurit!!!!!!! bawa dia keluar!!!" teriak ratu.
Masih dengan ocehan yang gila, dia pergi dengan para prajurit yang membawa paksanya.
"Apakah yang dikatakan dia benar?"
"Tidak! mereka hanya membantu persalinan ku, tapi tidak dengan mentra gilanya"
Arvand lalu menujukan hexagram, "Kau meminum darah rusa..." gumamnya.
"Kenapa? karena hal itu kau mengira adikmu iblis?"
Arvand menatap mengerikan kearah bayi itu.
"Fay sudah datang, ia akan membantu ibu membersihkan semuanya" ucap Arvand beranjak pergi.
Arvand berhenti ketika ia melihat beberapa orang yang berdiri didepan kerajaan, seraya saudara dukun itu masih menangisi saudaranya yang sudah terbujur kaku.
"Apakah yang dikatakan olehnya benar?" gumam Varegar kepada raja.
"Kenapa, kenapa sampai membawa hal ini kepada anakku...." gerutunya.
"Kau akan membuangnya?"
Raja menatap kearah Varegar.
Mendengarkan hal itu, Arvand lalu mendekat.
"Aku menemukan ini" ucap Arvand seraya memperlihkan hexagram yang ia bawa.
Leon, Mahagaskar, dan Varegar tersentak, karena melihat apa yang dibawa Arvand.
"Aneh bukan tiba-tiba tubuhnya terlempar, dan mati begitu saja, kau harus bertanggung jawab" gumam Arvand.
"Diam kau!!!!!!!" teriak raja.
"Fasilitaskan tempat tinggal yang layak untuknya, kita akan mengubur jasadnya." ucap raja beranjak pergi, diikuti Varegar.
Lalu para prajurit itu membawa jasad dan saudaranya pergi.
"Ada apa pangeran..." ucap Mahagaskar.
"Kenapa kalian mengizinkan dukun menjijikan ini untuk membantu bunda melahirkan?" tanya Arvand.
"Maaf pangeran, aku juga ikut mencari dukun itu, tapi setahuku karena sudah sangat mepet kita mencari, ratu juga sudah mulai kesakitan, tuan raja lalu memutuskan untuk membawa dukun ini kesini" sahut leon.
"Aku akan menjelaskannya nanti" ucap Arvand beranjak pergi.
"Apakah bayi itu memang iblis?" ucap Leon.
"Suuut!!!" sahut Mahagaskar.
Leon menatap langit dan ternyata gerhana bulanya sudah selesai, bertepatan dengan keluarnya bayi itu dari rahim ratu.
Apakah akan terjadi sesuatu dari bayi itu? kenapa dukun itu bisa mati? kalau tidak karena bayinya? kenapa tubuhnya terlempar? apakah yang dikatakan saudarinya benar? adik dari pangeran Arvand Iblis?
__ADS_1