
Tidak henti-hentinya ratu Carlota mencium kening bayinnya, ia bisa merasaka harum dari tubuh bayi mungil itu, ia menangis terharu akhirnya ia bisa melihat bayi yang selama ini ia dambakan.
Ia sampai tidak memikirkan apapun, tentang seorang dukun atau memikirkan hal janggal saat proses kelahirannya, semuanya hilang begitu saja saat ia melihat dengan damai anak keduanya.
Ratu Carlota meletakan bayinya disampingnya, ia membenarkan posisi duduknya, dan menyelimuti tubuh bayi itu. Namun ratu menjadi terdiam saat melihat mata anak keduanya mengeluarkan cahaya merah.
"Bruk!!!!!!" tubuh ratu Carlota terlempar kearah lemari, lemari tersebut menindih tubuh ratu Carlota hingga tak sadarkan diri.
Fay yang datang untuk memeriksa tubuh ratu yang baru saja melahirkan kaget setelah ia masuk kedalam kamar.
"Ratu!!! ratu...." ucap Fay seraya mengangkat lemari tersebut.
Fay kaget setelah mengangkat lemari, ia melihat ada banyak darah yang keluar dari dalam kaki ratu, segera ia memindahkan tubuh bayi ketempat tidur khusus bayi, lalu ia berteriak meminta bantuan, namun yang datang adalah pangeran Arvand.
"Ada apa!!!" ucap Arvand, ia berlari dengan rasa khawatir.
Fay menyuruh Arvand masuk, betapa kagetnya ia melihat ibunya yang tergeletak, kaca lemari menancap kekedua lengannya, segera Arvand melepaskanya dan membawa tubuh ratu yang sudah bersimbah darah.
"Ada apa!!!" teriak Arvand kepada Fay.
Seraya menangis Fay menjawab, "Aku tidak tahu, aku datang ratu sudah tertimpa lemari!!"
Arvand curiga jika hal keji ini dilakukan oleh bayi itu, ia menatap sinis bayi itu, ia beranjak mendekat dan kemudia mencekik bayi itu, namun Fay berteriak melepskan tangan Arvand yang mencoba mencekik.
"Tidak! tidak apa yang kau lakukan!!" teriak Fay.
Dengan wajah yang merah dan matanya yang melotot Arvand mencoba untuk membunuh bayi ini.
"Lihat gara-gara dia, bunda seperti ini!"
"Apa yang kau katakan!!!!!" ucap tiba-tiba raja Gevar yang masuk kedalam kamar.
Ia lalu menonjok wajah Arvand hingga terjatuh pingsan, Fay terbelalak kaget.
"Fay, ada apa?" tanya raja, seraya menyentuh kain ratu yang melipat kakinya yang sudah penuh darah.
"Saya baru saja masuk, dan melihat tubuh ratu sudah tergeletak dibawah lemari yang jatuh tuan.." ucap Fay ketakutan.
Raja Gevar, memeluk tubuh ratu, ia menangis.
"Bersihkan dan periksa lagi Fay" rintihnya.
Lalu raja Gevar, pergi ia akan ikut serta menguburkan jasad dukun itu. Sudah ada banyak yang datang, seperti keputusan raja, ia ingin kasad dukun ini dikubur disekitar kota Majestic.
Saat proses penguburan jasad dukun itu, saudaranya tidak henti-hentinya menangis, seraya ia tidak pernah lepas mengucapkan.
"Bayi iblis, bayi terkutuk.."
Hal itu tentu membuat raja sangat muak, namun ia tidak bisa marah atau pun mengamuk, jika memang ada sesuatu dari bayi itu, maka ia harus memutuskan dengan cepat, ia akan melakukan apapun demi anak keduanya itu.
"Kau sudah benar...." guman raja kepada Leon.
Leon yang kebingungan langsung bertanya, "Ada apa tuan?"
"Kau tidak salah memilih dukun, kau tahu mereka dikenal sangat kuat dinegerinya...." gumamnya.
"Jadi ada apa dengan dukun itu tuan?" tanya Leon.
"Aku ingin mengadakan pesta sebenarnya, karena anak kedua ku telah lahir, tapi setelah proses kematian dukun ini selesai, kumpulkan semua orang dikerajaan ini..." ucap raja.
Raja Gevar mendekati saudara dukun itu, "Siapa namamu dan saudaramu?"
"Kenapa kau ingin tahu?" ucapnya seraya masih merintih menyentuh nisan kuburan saudaranya.
"Aku sungguh ingin meminta maaf karena ini, ini benar-benar diluar nalar, aku bahkan tidak bisa menjelaskan mengapa tiba-tiba tubuhnya terlempar hingga ia mati..."
Ia menghelan nafas, "Kakaku Jing, aku Sian"
"Baiklah Sian, aku memberikan fasilitas tempat tinggal disini, kau tidak perlu kembali kedesamu, bukankah katamu desamu sering kedatangan para monster?"
Sian berdiri, dengan mulutnya yang hitam ia berbisik.
"Tidak perlu tuan, aku hanya memintamu untuk membuang bayi itu.."
Raja Gevarnest kaget, ia mundur selangkah, "Apa katamu?"
"Tanyakan kepada para selirmu, ada salah satu selir yang melihat iblis itu datang ke kerajaan, dan merasuki bayimu, aku sedikit ragu untuk mengatakannya, kembali lagi kepada percaya atau tidaknya, jika bayimu itu, adalah seorang iblis...."
Ucapan Sian membuat raja Gevar marah, ia sangat tidak terima dengan apa yang dikatakan Sian.
Jing tertawa, "Bukankah kau sendiri yang mengatakannya didalam pikiranmu? jika kau juga memikirkan hal yang sama denganku kan, kenapa kau marah kepadaku?"
"Tolong, bagaimana melepaskan iblis itu dari anakku..."
"Aku sudah mencoba, dan Jing juga sudah mencobanya namun akhirnya ia mati kan"
"Lalu bagaimana yang harus aku lakukan!!!"
"Buang bayi itu!!" teriaknya.
"Tidak!!"
"Kau ingin merawat bayi iblis itu?" gumam Sian.
"Dia anakku!!"
__ADS_1
"Bukan!!!"
Raja Gevarnest, terdiam, ia memejamkan matanya.
"Selamat tinggal, aku senang akhirnya Jing tinggal ditempat yang megah walaupun didalam tanah" ucap Sian beranjak pergi.
Namun raja mengisyaratkan para prajuritnya untuk menangkap tubuh Sian, dan letakan Sian dipenjara bawah tanah.
Sian berteriak melepaskan diri, namun tenangan sangat tidak sebanding dengan dua prajurit yang menangkapnya.
"Tuan! apa yang kau lakukan!! lepaskan aku!"
Raja Gevar mendekat, "Maafkan aku Sian, aku akan meraskaan aman jika kau tinggal disini..." ucap raja beranjak pergi.
Sian masih berteriak melepaskan diri, hingga akhirnya ia dibawa di penjara bawah tanah.
Ratu Carlota sudah sadar, ia baru saja meminum obat yang diberikan oleh Fay, Fay juga sudah membersihkan tubuh ratu.
"Rasanya kakiku tidak bisa aku gerakan, ada yang salah Fay?" tanya Ratu.
Sebelum ratu tersadar, Fay memeriksa semua tubuh ratu, ia juga kaget ketika memeriksa kedua kakinya, jika gerakan otot kaki ratu melemah, Fay mencoba kembali memeriksa namun sama saja, ia tidak bisa mengatakannya, rasanya sangat berat untuk dikatakan, jika ratu mengalami lumpuh total.
Fay menundukan kepalanya, wajahnya murung.
Dengan tersenyum ratu berkata, "Tidak apa, katakan padaku, kau ahlinya kan? kau seorang dokter pasti tahu..."
Dengan berat hati Fay berkata, "Ratu, mengalami lumpuh total, Fay pikir ini karena cedera saat tubuhmu tertindih lemari, tapi itu tidak begitu terkait dalam kelumpuhan ini, setelag Fay periksa saat proses melahirkan ini adalah salah satu efek sampingnya ratu, Fay bingung kenapa bisa terjadi seperti ini..."
Ratu Carlota tersenyum, "Tidak apa, yang terpenting anakku lahir dengan sehat, kau sudah memeriksa bayiku?"
Fay mengangguk, "Sehat ratu...."
Ratu Carlota sempat memikirkan apa yang sedang terjadi, ia sangat sedih ketika memikirkan proses kelahirannya yang mengerikan hingga merengut nyawa seseorang.
"Dukun itu sudah dikubur?"
Fay mengangguk.
Raja Gevar seraya membawa para pasukannya, dan Varegar yang ikut serta mendatangi ruangan para selir, mereka berbaris seraya menundukan kepala.
"Siapa yang menyiapkan minuman untuk ratu?" pekik raja.
Beberapa detik tidak ada sama sekali suara yang menyahut, hening.
"Aku ulangi, siapa yang menyiapkan minuman untuk istriku..."
Satu selir mendekati raja dengan menunduk, ia tidak berani menatap raja, wajahny murung, lalu ia bersujud dihadapan raja.
"Maafkan saya tuan, maafkan saya...."
"Maafkan saya tuan..." ucapnya menangis.
"Beri tahu padaku, kau tahu ada iblis yang masuk bukan"
Dengan terbelalak selir itu menyahut dengan cepat, "Aku tidak melihat, aku tidak melihat adanya sosok iblis yang datang tuan, sungguh..." ucapnya memohon.
"Sungguh?"
Selir itu lalu berusaha mengingat, yang ia lihat hanya angin kencang yang datang.
"Tuan aku hanya merasakan ada angin yang datang dengan kencang kearah dapur, sangat kencang hingga jendela terbuka dan gorden berterbangan..."
Raja Gevar tersenyum, "Baiklah...."
"Maafkan aku tuan...." gumamnya.
"Santai saja aku memaafkanmu..." ucap raja beranjak, ia mengisyaratkan prajurit.
Prajurit itu melangkah kedepan dan, mengeluarkan pedang, menebas begitu saja kepala selir itu hingga terjatuh, para selir yang melihat tersentak kaget, seraya mereka menangis.
Varegar yang terbelalak kaget melihat aksi yang dilakukan prajurit itu tiba-tiba, bahkan darah selir itu menyembur hingga mengenai wajah Varegar.
"Jika ada kejanggalan kenapa hanya diam tidak memberitahu aku?" biskk raja ia lalu beranjak.
"Gila, gila......" teriak Varegar.
Raja terlihat sangat geram, raut wajahnya sangat mengerikan ia berjalan kekoridor diikuti Varegar seraya membersihkan wajahnya yang terkena darah.
"Serius? kau serius tuan? apa yang kau lakukan?"
Raja masih tidak menggubris ucapan Varegar.
"Kau membunuh selir itu?"
"Kau tidak lihat!!! istriku anakku!!!!!! seperti itu!!!! kalau bukan salah selir itu salah siapa lagi? dia tahu iblis itu datang kenapa dia diam saja!!! kau!!! kau juga kenapa menganggap sepele masalah ini! kau jangan mengikuti ku!!!!!!!!!!" teriak raja, lalu ia beranjak pergi.
Fay memberitahu raja tentang apa yang dialami istrinya itu, raja mengetahui tentang penyakit lumpuh total istrinya, ia sangat terkejut ketika tahu hal itu, ia menangis tersedu-sedu dipelukan istrinya, bahkan sempat raja ingin berusaha mencari dukun untuk bisa menyembuhkan penyakit ratu, namun ratu menolak menyuruh raja untuk diam saja, ia sudah tidak percaya dengan para dukun.
"Kau pikir dukun itu yang melakukan hal keji ini kepadamu?" ucap raja.
"Ritual itu, bukanya untuk mendatangkan iblis? jadi dia bukan asli dukun ia dibantu oleh iblis, ia pantas untuk mati!" ucap ratu carlota.
"Apa katamu?"
"Kau tidak tahu, apa-apa sayang, selir itu selir yang menyiapkan minuman untuk mu melihat iblis itu datang keruangan ini, dan merasuki anak kita!" lanjut raja.
__ADS_1
"Lalu kau percaya? dengan hal seperti itu? jadi maksutmu anakku adalah seorang iblis?"
"Kenapa kau seperti ini?"
"Apa?"
Raja Gevarnest menangis, melihat istrinya, lalu ia memeluk ratu Carlota.
Sebelum pergi untuk datang kerapatnya hari ini, ia sempat melihat bayinya yang diletakan dikeranjang bayi, bayi itu masih terpejam tertidur, seraya tubuhnya dilipat dengan kain hangat.
"Aku ragu apakah anakku iblis? apakah dukun itu dapat dipercaya apakah selir itu dapat dipercaya?" batinnya.
Sudah banyak orang-orang yang didatang, mereka duduk dikuris sidang, dimeja bundar. Leon, Varegar, Mahagaskar, dan orang-orang penting lainya, dan tentunya Fay dan Arvand yang ikut serta.
Raja memberikan salam pembukaan, dan langsung membicarakan keintinya.
"Tentang masalah yang datang ke kerajaan, tentang makhluk aneh yang tiba-tiba muncul, tentang potongan samurai, dan kali ini tentang dukun dan kelahiran anak keduaku" ia menghelan nafas.
"Aku akan menjelaskan yang runtut setelah aku banyak berpikir dan selama ini aku diam saja, selama ini aku biarkan semuanya terlihat kebingungan"
"Tentang makhluk dan potongan samurai itu, aku sempat ragu tapi kali ini, aku diyakinkan oleh Mahagaskar, jika ini ada hubungan dengan suku Zao, suku yang telah kita kalahkan dulu, jika dipikir dengan logika pendapat Mahagaskar memang selalu masuk akal, kalian juga sependapat dengan Mahagaskar nantinya, jika aku katakan"
"Yang pertama aku mencari tahu tentang semua kerajaan dimuka bumi ini, tapi mereka tidak menemukan makhluk aneh atau potongan samurai, berarti mereka sengaja meletakan makhluk aneh itu dikota Majestic"
"Kedua, potongan samurai ini sama sekali bukan samurai pada umumnya, Aleris adik Leon datang dikota Lander kota yang terkenal dengan senjatanya yang khas, ia mengatakan jika potongan samurai ini tidak bisa dilihat dialat manapun..."
"Yang ketiga, salah satu dukun yang memeriksa makhluk aneh ini, berkata jika makhluk ini adalah pengikut iblis, dan tempat tinggalnya diteluk alaska"
"Jadi maksut tuan, suku yang dimaksud bersengkongkol dengan para iblis?" ucap Jangsal, salah satu perdana menteri kedua setelah Varegar.
"Betul sekali"
"Atau mungkin mereka merubah tubuhnya menjadi sesosok iblis" pekik Mahagaskar, namun ditepis oleh Varegar.
"Manusia biasa seperti kita, apakah bisa berubah menjadi sesosok iblis?"
"Mungkin saja, mereka akan melakukan hal apapun ketika mereka mulai membuat rencana balas dendam" ucap, Levaron salah satu adipati.
"Nah itu, balas dendam, aku juga ingin memberitahu kalian, terima kasih sebelumnya tentang ucapan yang kalian lontarkan terkait kelahiran anak keduaku"
"Tapi karena kelahiran anak keduaku, istriku mengalami lumpuh total"
Semua orang kaget, mereka terkejut saat mendengarkan ucapan yang keluar dari mulut raja.
"Apa!" teriak arvand, ia sangat syok ketika mendengarkannya.
"Yah, ibumu setelah kejadian itu, dia lumpuh.."
Arvand mendekat dan melotot kearah raja.
"Tidak, tidak mungkin!!!!!!!!!" teriaknya.
Lalu Leon memeggang pundak Arvand, menenangkannya. Namun Arvand menangis ia terjatuh bersujud menangis.
"Sesuai yang dikatakan dukun itu, ia berkata jika para selir melihat para iblis datang, dan selir itu mengatakan memang benar adanya, dan saat proses kelahiran itu dukun itu sangat berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan ratu, dan mereka mengatakan jika bayiku adalah seorang iblis"
Semua orang terbelalak kaget, Arvand lalu dengan cepat mengangkat Hexagram yang ia ambil dari saku bajunya.
"Ini adalah alat yang berhubungan dengan iblis, apakah masuk akal jika seseorang yang sedang melahirkan dibantu dengan hexagram seperti ini" ucapnya, di depan meja bundar.
"Jadi maksut dari ini adalah seorang iblis merasuki bayi?"
"Seperti itu demikian, tapi tidak ada satu pun dukun yang berani melepaskannya"
Semua orang sangat syok ketika mendengarkannya.
"Bukankah ini sudah keterlaluan tuan?" ucap Jangsal.
"Ya, aku bermaksud mengumpulkan kali disini adalah untuk waspada, hal ini sudah membawa istriku sampai lumpuh, bukankah ini sudah keterlaluan? jesper akan datang dan memberitahu tentang hal ini, aku harap kalian bisa waspada dan menjaga istriku dan bayiku"
"Tidak! buang bayi itu" teriak Arvand.
"Apa yang kau katakan?" gumam raja.
"Masih bertanya? bukankah itu bayi iblis?"
Raja menghiraukan Arvand lalu ia melanjutkan pidatonya.
"Ratu akan susah untuk dinegoisasi, sudah aku putuskan untuk merawat bayi itu"
"Tuan tapi jika bayi itu membahayakan kita semua? atau mungkin bayi itu memata-matai kita?" sahut Levaron.
Raja terlihat bimbang.
"Saya tahu tuan, tentang hal ini, saya ikut merasakan sedih, mungkin ini sangat berat untukmu dan ratu Carlota, namun saya tegaskan untuk menjelaskan secara detail dengan istrimu, saya dan orang-orang dikerajaan akan sangat keberatakan jika memang bayi itu adalah iblis, apa lagi sekarang kita juga sedang fokus kepada para monster..."
"Aku memikirkan hal itu....tapi..." gerutunya.
"Apa lagi ayah! kau ingin merawat bayi itu? maka pergilah!"
Uacapan Arvand sedikit menyinggungnya, membuat raja menampar wajah Arvand.
"Diam kau Arvand!"
Setelah diam terlalu lama, setelah memikirkannya, maka raja memutuskan.
__ADS_1
"Malam tiba, kita bunuh bayi itu!"