Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Memahami Teknik Bela Diri


__ADS_3

Mereka melanjutkan makan siangnya dengan tenang.


Teddy Larks dan anak buahnya menutup taman kuliner di sport center itu hingga membuat orang orang disana harus mencari makan keluar dari kawasan arena olah raga.


"Tuan Teddy, terima kasih sudah mentraktir kami makan siang." kata salah satu anak buahnya dengan semangat.


"Tidak masalah, aku sengaja mengumpulkan kalian disini untuk membicarakan sesuatu dengan kalian semua." kata Teddy tenang.


Teddy membicarakan rencana kepada para anak buahnya agar membantu Edward untuk mengalahkan Rey apapun caranya, bahkan Teddy akan memberikan bonus masing masing 2 juta kepada semua anak buahnya.


Awalnya Edward tidak setuju dengan rencana Teddy, tapi demi uang, dia terpaksa menyetujui rencana bos barunya itu.


"Baiklah, jika kamu sampai kalah, maka seluruh anak buahku akan membantumu mengalahkan Rey, apapun yang terjadi. Tapi ingat, jangan sampai kalian mengatakan bahwa ini semua perintah dariku!" seru Teddy sambil melambaikan tangannya.


***


Rey dan para wanitanya selesai makan siang dan keluar setelah membayar tagihan di kedai itu.


"Sayang, siang nanti aku akan pulang ke rumah dulu, ibuku menelpon tadi pagi, katanya ayahku akan pulang malam ini." kata Fafa.


"Baiklah, sampaikan salamku untuk ayah dan ibumu." jawab Rey.


"Tentu saja." kata Fafa.


"Kalau begitu, aku juga akan pulang, terlalu malas untuk melihat orang bertarung." kata Yuri polos.


"Aku juga." tambah Sabrina.


"Kenapa malah kalian pada pulang? Lalu siapa yang akan memberiku semangat?" kata Rey bercanda.


"Aku percaya padamu, sayang. Kamu akan menang dengan mudah tanpa ada yang menyemangatimu di sana." jawab Yuri santai.


"Hmmm, betul juga, aku setuju dengan Yuri." tambah Fafa sambil berjalan.


"Baiklah, kalau begitu, jangan salahkan aku jika pulang nanti aku membawa gadis cantik ke rumah." kata Rey santai.


Fafa dan kedua wanitanya segera menggandeng tangan Rey sambil membujuknya untuk tidak menambah wanita lagi.


"Sayang, jangan begitu, apa kami berlima tidak cukup cantik untukmu? tanya Yuri sambil cemberut.

__ADS_1


"Hahaha, tentu saja kalian yang paling cantik, tapi itu tidak bisa menjadi jaminan, untuk melarangku pulang dengan membawa gadis lain ke mansion." jawab Rey masih bercanda.


"Sayang, kamu jahat." seru Yuri memukul tangan Rey dengan manja.


Rey menggelengkan kepalanya dengan senang.


"Sudah, sudah, aku hanya bercanda, lagipula aku sudah merasa bahagia mempunyai lima wanita yang cantik dan pintar." kata Rey sambil melambaikan tangannya dengan santai.


Merekapun tiba di arena olah raga, ketiga wanita itu berpamitan untuk menyelesaikan kegiatan masing masing. Rey dan Lee pergi menemui coach mereka untuk melakukan persiapan.


Teddy Larks membubarkan anak buahnya agar mulai bersiap untuk acara nanti sore.


***


Sementara itu, Hitomi, Xena dan ibunya sedang berkeliling di sebuah pusat perbelanjaan di kota XTown dengan santai.


Hitomi mengajak Xena dan ibunya pergi untuk jalan jalan setelah ibu Xena selesai terapi. Mereka membeli banyak barang keperluan yang di butuhkan oleh ibu Xena.


Hitomi juga membelikan beberapa pakaian untuk Rey dan untuk ibu Xena. Mereka bertiga berjalan di area pusat perbelanjaan ini dengan senang, sampai mereka lupa waktu untuk makan siang.


"Sebaiknya kita makan siang dulu, aku hampir lupa dengan isi perutku." kata Hitomi menatap ibu Xena dan di jawab dengan anggukan kepala.


Xena mendapatkan tempat yang cukup bagus dengan ruangan khusus VIP. Mereka segera masuk dan mulai memesan makanan yang mereka inginkan.


***


Di sport center, Rey dan Lee sedang mengobrol dengan coach nya untuk meminta beberapa masukan dari pelatih mereka itu.


"Baiklah, aku akan mengajarkanmu teknik dasar MMA yang singkat kepadamu, anak muda." kata pelatih.


"Teknik apa itu?" tanya Rey penasaran. Karena setahu Rey berkelahi itu cukup menghajar lawannya sampai pingsan, itu sudah cukup. Rey tidak pernah perduli dengan teknik apapun, selama dia menang, ya sudah.


[Sudah, menurut saja sama orang tua. Lagi pula aku sudah mengunci sedikit kekuatanmu agar kau tidak menghajar orang sampai mati.]


Rey tersenyum getir mendengar ucapan sistem di kepalanya. Ya karena memang Rey kalau marah tidak akan menahan apapun untuk menghabisi musuhnya.


"Karena kamu belum pernah mengikuti pelatihan resmi di sini maka aku akan memberimu pelatihan singkat saja." kata pelatih sambil mempraktikan ketrampilan teknik MMA miliknya.


"Lihat gerakannya dan ikuti! Pada dasarnya MMA bukan sekedar menghajar lawan. Ini bukan jalanan, anak muda." seru pelatih sambil memukul mukul sandsack di depannya dengan perlahan.

__ADS_1


Gerakan pelatih sangat halus dan lembut, tapi sangat mematikan jika pukulan itu mengenai lawannya. Pelatih melepaskan kekuatan pada setiap pukulannya. Pengendalian kekuatannya sangat bagus.


Selama ini Rey hanya menghajar lawan dengan segenap kekuatannya. Dia kini tahu bahwa energi bisa di salurkan ke setiap bagian tubuh yang akan di gunakan. Seperti saat pelatih itu memukul, dia menyalurkan semua kekuatan di tangan, hanya dengan hentakan pelan, pukulan itu terlihat sangat menyakitkan.


Rey memperhatikan gerakan pelatih dengan seksama, dengan adanya system di otaknya. Rey cukup melihat satu kali gerakan saja, maka dia akan merekamnya di otak dengan jelas. Bisa di bilang Rey mampu meniru apapun yang dia lihat sekarang.


Pelatih mempercepat gerakannya untuk memukul, menendang dan menangkis sandsack itu. Rey mengikuti gerakan pelatih di sampingnya.


Gerakan demi gerakan yang pelatih praktikkan kepada Rey dengan cepat di serap oleh Rey, hingga hanya dalam waktu 15 menit, Rey menguasai semua gerakan yang di perlihatkan oleh pelatihnya.


Lee tercengang saat melihat gerakan Rey yang semakin cepat memukul dan menendang sandsack itu.


"Sialan! Cepat sekali dia belajar. Hanya dengan sekali lihat gerakan pelatih dia sudah bisa semuanya." kata Lee dalam hati sambil menggelengkan kepala dengan kagum.


Pelatih juga merasa senang dengan pemahaman Rey yang cepat, hingga pelatih memberikan tambahan gerakan spesial kepada Rey.


"Hahaha, bagus bagus!" seru pelatih yang menyaksikan gerakan Rey saat memukul sandsack itu.


"Tidak ku sangka kau sangat cepat belajar." lanjut pelatih dengan semangat.


Pelatih itu merasa beruntung memiliki anggota seperti Rey yang cepat memahami apa yang dia ajarkan kepadanya.


Tiga puluh menit berlalu, Rey siap dan telah menguasai gerakan yang di ajarkan oleh pelatihnya.


"Baiklah, aku harus mengingatkanmu sesuatu, anak muda." seru pelatih sambil menepuk pundak Rey.


"Apa itu?" tanya Rey mengerutkan keningnya.


"Jika kamu bertanding nanti, gunakan sedikit tenagamu agar tidak melukai lawanmu, dan ingatlah ini hanya ajang bela diri, bukan pertarungan yang sesungguhnya." kata pelatih dengan serius memperingatkan Rey. Karena pelatih itu sadar ketika melihat Rey berlatih, pelatih bisa merasakan kekuatan yang sangat besar dari dalam tubuh Rey.


Pelatih sadar kekuatan Rey bahkan melebihi dirinya. Maka dari itu pelatih memperingatkan Rey dari sekarang, sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan,


"Ah, baiklah." jawab Rey mengangguk ke arah pelatih dengan hormat.


"Baguslah anak muda," kata pelatih sedikit tenang.


"Baiklah, bersiap siaplah, karena kemungkinan besar pertarungan hari ini akan menentukkan siapa yang terpilih untuk kejuaraan antar negara." kata pelatih semangat.


"Tenang saja coach." kata Rey berjalan ke ruang ganti untuk bersiap siap masuk ke dalam arena.

__ADS_1


Lee dengan semangat menemani Rey. Sore itu, di arena olah raga, para penonton sudah berkumpul dan bergemuruh di sana dengan semangat. Arena ring telah di perluas oleh penyelenggara agar petarung bisa dengan leluasa bergerak ketika melawan lebih dari satu orang petarung sekaligus.


__ADS_2