
"Sayang itu indah sekali." seru Xena senang.
"Kalau begitu kita ambil yang ini saja." kata Rey sambil menunjuk ke arah lemari tas itu dan meminta pelayan untuk segera membungkusnya.
Pelayan dengan sigap mengambil dan membungkus tas untuk di berikan kepada mereka. Xena merasa bahagia dengan apa yang di berikan oleh Rey kepadanya.
"Sayang, terima kasih banyak." kata Xena sambil mencium pipi Rey.
"Semua nona Rey harus terlihat cantik, maka dari itu sudah sepantasnya aku membelikan segalanya untuk kalian." kata Rey santai.
Sementara Hitomi yang sudah selesai dengan kunjungan ke semua perusahaannya, segera menuju ke mall terdekat dari kawasan rumah Xena. Insting wanita memang menakjubkan bukan? Mereka bisa tahu di mana posisi lelaki yang di cintainya berada.
Rey dan Xena melanjutkan jalan jalan di mall itu, setelah membeli tas, Rey mengajak Xena ke toko perhiasan. Mereka memilih sebuah toko perhiasan yang sepi pengunjung. Ketika masuk mereka di sambut ramah oleh pelayan toko. Mereka melihat lihat perhiasan yang di pajang di sebuah lemari kaca.
Rey dan Xena adalah pelanggan pertama toko itu hari ini, maka dari itu pelayan di toko itu sangat baik dan dengan semangat melayani mereka.
"Tuan dan nona, jika perhiasan yang di sini tidak ada yang cocok, kami bisa menunjukkan perhiasan lain yang kami simpan." kata pelayan tersenyum.
"Hm? Oke, antar kami kesana." jawab Rey.
"Baiklah tuan, mari ikuti saya."
Pelayan itu memimpin jalan menuju ruangan khusus untuk pelanggan VIP mereka, karena Rey dan Xena adalah pelanggan pertama mereka hari ini, pelayan itu tidak ragu ragu membawa mereka ke ruang VIP.
"Lihat itu sayang!" seru Xena menunjuk ke arah kalung yang di pajang di patung seorang wanita.
"Oke, pelayan, aku ambil itu." kata Rey pada pelayan.
"Apa!"
Pelayan itu kaget ketika Rey memilih kalung yang sudah lama di pajang di sana, karena harga kalung itu sangat mahal, belum ada yang membelinya setelah sekian lama.
"Tuan, kalung ini harganya 25,2 milyar, apa tuan ingin membelinya?" tanya pelayan itu ragu.
"Yap, tentu saja, harga tidak masalah bagiku."
"Ah, sayang, kalung itu terlalu mahal untukku." bisik Xena ke telinga Rey lembut.
"Tidak masalah, jika kau menyukainya, aku akan membelikannya, bukankah aku sudah bilang kalau nona Rey harus terlihat cantik?" kata Rey sambil mengelus rambut Xena.
"Baiklah tuan, saya akan mengemasnya dengan baik." kata pelayan itu.
"Sialan! Sudah tampan, kaya lagi!" lanjut pelayan itu dalam hati.
Rey segera membayar kalung itu, dia menyerahkan kartu hitam kepada pelayan.
__ADS_1
"Ah pantas saja dia membeli kalung ini tanpa berpikir, kartu hitam ini paling tidak bernilai triliunan." kata pelayan itu dalam hati.
Setelah menyelesaikan prosedur pembayaran, Xena masih melihat lihat perhiasan yang lain ketika ponsel Rey berdering. Rey mengangkat ponselnya karena itu panggilan dari Hitomi.
[Sayang, kalian dimana?]
[Di mall dekat rumah Xena, di lantai 6 di toko perhiasan. Kau mau menyusul?]
[Baiklah aku kesana.] seru Hitomi sambil memasuki lift dan menutup panggilan ponselnya.
"Sayang, apa Hito mau kesini?" tanya Xena.
"Sepertinya iya." jawab Rey sambil mengangguk.
Kemudian Rey meminta pelayan untuk menunjukkan perhiasan lain yang menarik untuk Xena. Selang beberapa menit, Hitomi sudah muncul di sana.
"Sayang!" seru Hitomi berjalan ke arah Rey dan Xena.
"Lah? Cepet bener?" jawab Rey menoleh ke arah Hitomi.
"Aku tadi sudah disini ketika aku menelponmu." jawab Hitomi berjalan ke arah Xena.
"Hitooo, lihat ini bagus tidak?" seru Xena sambil menunjukkan tas yang di belinya tadi.
"Eh? Ini keluaran baru kan? Bagus banget!" jawab Hitomi melihat tas itu dengan teliti.
"Yuri lagi pergi sama temannya, dan hari ini aku memang udah janji mengajak Xena jalan jalan." jawab Rey santai.
Pelayan yang dari tadi memperhatikan interaksi mereka menjadi bingung dan penasaran.
"Eh? Apa maksudnya? Kenapa mereka berdua memanggilnya sayang? Jangan jangan mereka berdua memang wanitanya?" gumam pelayan dalam hati.
"Hitomi, kenapa kau tidak sekalian melihat perhiasan di sini, jika ada yang kau suka, aku akan membelikannya." tanya Rey santai.
"Tidak usah sayang, sudah terlalu banyak perhiasan yang kamu belikan, bahkan belum semuanya aku buka kotak kotak yang ada di rumah." jawab Hitomi lembut.
Pelayan itu semakin tercengang ketika mendengar kata kata Hitomi.
"Seberapa kaya orang ini?" ucap pelayan dalam hati.
***
Di mansion, Yuri sedang asik mengajak Sabrina berkeliling di dalam mansion, Yuri juga memamerkan beberapa perhiasan yang di belikan oleh Rey. Bahkan Yuri memperlihatkan saldo rekening banknya kepada Sabrina, sehingga Sabrina benar benar merasakan iri kepada Yuri.
"Yuri, kau memang sangat beruntung!"
__ADS_1
"Tentu saja, selain dia baik dan kaya, dia adalah pria tampan yang menjadi banyak impian para wanita."
Yuri dengan sengaja memamerkan semuanya kepada Sabrina agar iri kepadanya. Setelah dari kamar, Yuri mengajak Sabrina ke lantai bawah dan menuju ke garasi.
"Apa apaan mobil mobil mewah sebanyak ini?!" seru Yuri terkejut melihat isi garasi itu.
"Hehehe, lihat ini."
"Wah, cantik sekali ferrari ini, apalagi warnanya biru, benar benar warna favoritku. Apa ini milikmu Yuri?"
"Yap, ini hadiah pertama kami jadian!"
"Kenapa tidak pernah membawanya ke club?"
"Buat apa? Lebih enak nebeng Rey, bisa bermesraan di jalan."
"Eh? Huft! Apa masih ada pria di dunia ini seperti Rey?!"
Yuri semakin senang dengan wajah Sabrina yang semakin iri kepadanya.
***
Kembali ke mall, Hitomi, Xena dan Rey membeli beberapa perhiasan di toko tadi, dan pelayan itu gembira karena dia akan mendapatkan banyak bonus dari pembelian mereka hari ini.
Hari sudah sore menjelang malam, Rey dan Xena kembali ke rumah Xena. Sedangkan Hitomi meminta ijin Rey untuk pulang ke rumahnya sebentar dan nanti malam baru kembali ke mansion.
Hitomi tidak ingin mengganggu Xena karena dia tahu selama ini hanya Xena yang jarang berduaan dengan Rey.
***
Di sebuah rumah besar tak jauh dari pusat kota, Fafa sedang sibuk membantu ibunya untuk menyiapkan makan malamnya, karena ibunya mengundang keluarga pengusaha besar. Yang Fafa tidak tahu disini, ternyata ibunya mengundang pihak keluarga Larks.
"Bu, siapa yang ibu undang untuk makan malam bersama kita?"
"Rahasia!"
Ibu Fafa berniat untuk mengenalkan Teddy Larks kepada Fafa. Setelah Teddy mencari informasi tentang Fafa, dia sengaja memberikan proyek besar kepada ayah Fafa agar Teddy bisa memiliki Fafa.
"Bu, jika ibu ingin mengenalkanku kepada seorang pria sebaiknya batalkan saja niat ibu itu! Aku sudah punya pacar, bukankah ibu tahu jika ferrari itu di belikan oleh pacarku!" seru Fafa kepada ibunya sambil cemberut.
***
Di rumah Xena, Rey dan Xena baru saja tiba, Xena dengan mesra menggandeng tangan Rey berjalan ke ruang santai. Ternyata ibu Xena sudah dari tadi masuk kamar untuk beristirahat. Xena melihat kesempatan untuk berdua dengan Rey, Xena menarik tangan Rey ke arah kamarnya.
"Sudah lama aku tidak berduaan denganmu sayang!" kata Xena menatap wajah Rey dengan lembut.
__ADS_1
Rey mengerti apa yang di inginkan oleh Xena. Tanpa menunggu lama Rey mencium bibir Xena dengan lembut. Xena merasa senang karena Rey mengerti apa yang dia inginkan. Dengan lembutnya, Xena membalas ciuman lelakinya itu. Rey menutup pintu kamar Xena dan menguncinya dari dalam. Xena yang sudah menahan keinginannya hingga saat ini, dia melepaskan semuanya dengan penuh semangat.
Rey kembali mencium bibir Xena dan menggendongnya ke atas ranjang. Xena merangkulkan lengannya ke leher Rey dan kembali berciuman.