
Xena telah sampai terlebih dahulu di Golden Star Hotel, dia berjalan menuju lobi untuk menunggu Rey dan yang lainnya datang.
"Selamat datang nona Rey." sapa pelayan dengan hormat.
Para pelayan hotel sudah di beritahu sebelumnya bahwa Rey dan keempat wanitanya akan datang untuk pertemuan bisnis di hotel ini, maka dari itu pelayan yang melihat Xena, langsung menyambutnya dengan hormat. Pelayan itu membawa beberapa minuman untuk di sajikan kepada kekasih majikan mereka. Para pelayan juga sudah sempat di berikan foto keempat wanita Rey oleh manajer hotel agar mereka tidak melakukan kesalahan sedikit pun.
"Nona, jika anda membutuhkan sesuatu, silahkan memanggil saya kembali." kata pelayan penuh hormat.
"Baiklah, terima kasih." jawab Xena lembut.
Xena sudah pernah ke hotel ini ketika di undang saat merayakan pergantian pemilik hotel ini. Tapi saat itu dia belum mengenal Rey dan hanya mewakili restorannya dulu yang kini telah di beli oleh Rey.
Rombongan Rey telah sampai di hotel dan mereka berjalan menuju lobi. Mereka melihat Xena duduk di lobi dan menghampiri dan duduk bersama sambil mengobrol santai. Sementara Fafa pergi ke lantai 7 terlebih dahulu untuk menemui ibunya.
Para pelayan yang melihat Rey di kelilingi oleh wanita cantik membuat mereka kagum dan sedikit iri. Tidak sedikit yang ingin menjadi bagian dari mereka.
Harry Gates, manager hotel ini bergegas menuju lobi ketika salah satu pelayan memberitahunya bahwa Rey sudah tiba di sini.
"Selamat datang tuan Rey!" seru Harry ketika tiba di lobi sambil membungkuk hormat.
"Ah, Harry! Duduklah." jawab Rey santai.
"Maaf tuan Rey, saya tidak sempat menyambut kedatangan anda tadi."
"Tidak masalah Harry, lagipula aku kemari hanya untuk menghadiri undangan keluarga Amore."
"Ah kalau begitu, kami akan memberikan yang terbaik."
Harry memanggil pelayan untuk segera melayani tamu tamu di ruang VIP lantai 7.
***
Fafa masuk ke ruang VIP yang sudah di pesan oleh ibunya. Fafa berjalan mendekati dan duduk di samping ibunya.
"Di mana kekasihmu?" tanya ibu Fafa.
"Ada di lobi bu, dia menyuruhku untuk kemari terlebih dahulu."
"Oke! Jadi sekarang kita mulai saja." seru nenek Fafa dengan wajah masam.
Fafa merasa ada yang tidak beres ketika melihat wajah nenek dan saudaranya yang hadir di sana. Ibu Fafa mengangguk dan memulai rapat keluarga mereka.
"Fafa sudah mendapatkan investor besar untuk perusahaan keluarga kita. Investor akan menyuntikkan dana sebesar 10 triliun, tapi ada syarat yang harus kita penuhi." kata ibu Fafa.
__ADS_1
"Baguslah! Lalu apa syaratnya itu?" tanya nenek Fafa.
"Syaratnya sangat mudah, investor menginginkan Fafa untuk memegang kendali atas perusahaan kita." jawab ibu Fafa.
"Apa!! Tidak bisa!! Aku tidak akan memberikan posisiku kepada anakmu!!" teriak nenek Fafa dan memandang Fafa dengan jijik.
"Betul! Syarat seperti itu tidak akan kami terima! Beraninya kau akan menjadikan Fafa memegang perusahaan kita!" seru paman Fafa.
"Sialan kau Lanny! Apa kau sengaja ingin menyingkirkanku!" teriak nenek Fafa marah.
"Hey Lanny, apa tidak ada rencana lain? Cukup bilang saja pada investor kalau Fafa akan menjadi pemegang perusahaan. Sangat mudah bukan?" kata paman Fafa santai.
"Maaf, kalau seperti itu, aku yang tidak setuju." kata Fafa menatap pamannya.
"Apa katamu! Hey bocah tengik! Kau tidak tahu apa apa soal bisnis! Dasar sialan!" seru paman Fafa marah sambil menunjuk wajah Fafa.
"Yang di katakan pamanmu benar, kita hanya cukup berbohong sedikit bukan?" tanya nenek Fafa.
"Tidak!" seru Fafa berdiri dari duduknya.
"Hey bocah! aku tidak berbicara denganmu tapi ibumu!" seru nenek Fafa.
"Ibuku tidak memutuskan apapun di sini, karena aku yang mendapat investor ini!" balas Fafa.
"Hahahaha! Itu lebih baik!" seru paman Fafa.
"Apa kau yakin akan melepas kursi direktur utama di perusahaan?" tanya nenek Fafa.
"Jika kalian tidak setuju syaratnya, aku akan keluar dari perusahaan." jawab ibu Fafa tenang.
"Baik! Sudah di putuskan! Kursi direktur utama akan aku serahkan ke pamanmu! Dan mulai saat ini perusahaan ini tidak ada hubungannya lagi dengan keluarga kalian!" seru nenek Fafa.
"Keluar! Kalian sudah tidak ada hubungan dengan keluarga Amore lagi!" teriak paman Fafa.
"Apa maksudmu brengsek!" teriak ibu Fafa ke arah paman Fafa.
"Itu sudah aturannya!" seru nenek Fafa sambil menunjuk pintu untuk mengusir mereka berdua.
"Baik! Terima kasih sudah pernah menjadikan kami sebagai bagian anggota keluarga kalian." kata ibu Fafa dengan hormat.
"Ibu, ayo kita pergi." kata Fafa lembut sambil menggandeng tangan ibunya keluar ruangan itu.
Ternyata ibu Fafa tidak merasa sedih sama sekali, bahkan ibu Fafa merasa bahagia karena terlepas dari semua beban yang selama ini selalu menyiksanya. Fafa dan ibunya menuju lobi di mana Rey dan yang lainnya menunggu mereka.
__ADS_1
"Loh Fa? Sudah selesai?" tanya Hitomi mengerutkan kening.
"Sudah."
"Cepat sekali? Lalu gimana tawarannya?"
"Mereka menolak kami, dan keluarga Amore tidak ada hubungannya lagi dengan kami." jawab ibu Fafa sedikit ragu.
"Bagus kalau gitu! Itu akan mengurangi beban untuk anda nyonya. Lagipula cepat atau lambat, Fafa akan menjadi seorang Demonforge." kata Rey dengan lembut.
"Eh? Kenapa orang ini tahu kalau selama ini aku memikul beban yang besar?" tanya ibu Fafa dalam hati.
"Oh iya ibu, perkenalkan ini Rey Demonforge, dia pacarku. Lalu mereka semua saudariku." kata Fafa mengenalkan ibunya pada mereka.
"Ah, maaf, terima kasih nak, dan maaf karena sudah merepotkan kalian semua."
"Jangan sungkan seperti itu ibu, gimana pun anda akan menjadi ibu kami bukan?" kata Yuri menggengam tangan ibu Fafa dengan lembut.
"Baiklah! Kalau begitu mari kita pindah ruangan. Bukankah kita belum makan malam." seru Rey dengan santai.
Harry sudah menyiapkan ruang VVIP yang terbaik untuk Rey, dia memberitahu pelayan untuk menyiapkan hidangan yang paling mewah di hotel ini.
"Mari nyonya." kata Rey lembut sambil mengulurkan tangan kepada ibu barunya.
Rey berjalan paling depan bersama ibu Fafa di ikuti oleh keempat wanitanya menuju ke lantai 7 dan memasuki ruangan yang paling besar dan mewah untuk makan malam.
***
Sementara keluarga Amore sedang asik mengobrol, terdengar derap langkah kaki yang masuk ke ruangan sebelah tempat mereka berada. Paman Fafa yang penasaran melongok ke luar ruangan.
"Hah? Kenapa Lanny masuk kesana? Siapa mereka yang bersamanya?" kata paman Fafa dalam hati.
Paman Fafa segera memberitahu nenek Fafa tentang rombongan itu. Nenek Fafa terkejut mendengar hal itu, karena untuk memesan ruangan VVIP di hotel ini harus mengeluarkan sekitar 15 juta, belum dengan makanannya, untuk kelas VVIP bisa mencapai harga 60 juta untuk satu paket makan malam.
"Bu, sepertinya Lanny masuk dengan beberapa orang, sepertinya itu teman teman Fafa." kata paman Fafa sambil berbisik kepada nenek Fafa.
Di ruang sebelahnya, ketika masuk ke ruangan VVIP itu, ibu Fafa tersentak kaget ketika melihat meja yang cukup besar di penuhi dengan hidangan mewahnya.
"Ah, nak Rey, apa ini kamu yang pesan? Apa tidak berlebihan?" tanya ibu Fafa sopan.
"Bu, Rey ini pemilik Golden Star Hotel, jadi ibu tenang saja, semua ini hal yang biasa baginya." jawab Hitomi memegang pundak ibu Fafa dengan lembut.
"A-Apa! Jadi hotel ini miliknya!!" seru ibu Fafa terbata bercampur kaget.
__ADS_1