
Bibi dan beberapa pelayan yang sedang memeriksa seluruh ruangan mansion mendengar suara suara itu. Bibi hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum mendengar suara aneh itu. Berebda dengan para pelayan yang masih muda, mereka gelagapan bingung harus bersikap bagaimana.
Rey yang sedang asik dengan kegiatan mengajar biologi di dalam kamar sebenarnya tahu kondisi mansion yang selalu ramai. Karena itu memang rutinitas para pekerja yang bekerja di mansion. Tapi Rey masa bodoh dengan semua itu. Yang penting tidak ada yang mengganggu, itu tidak akan jadi masalah.
Erangan Xena terdengar jelas saat ekor naga Rey masuk terlalu dalam di sarang milik Xena. Tapi Xena tidak merasakan sakit, justru Xena merasakan kenikmatan yang luar biasa yang membuat dirinya reflek menghentakkan gerakan dengan semangat.
Xena mengeluarkan ekor naga Rey dan memasukkan kembali dengan cepat. Tarian Xena sangat terampil dan teratur, Xena menaik turunkan pinggulnya dengan cepat.
Suara ******* Xena kembali terdengar di telinga Rey dengan lembut. Rey membalikkan posisi Xena yang mulai merasakan jika dia akan segera mencapai puncaknya.
Rey memasukkan ekor naganya ke dalam sarang Xena dengan semangat. Rey memaju mundurkan pinggulnya dengan cepat hingga Xena melenguh saat dia mencapai puncak kenikmatan dan memeluk erat tubuh Rey.
Xena terkulai lemas dan berbaring di samping Hitomi yang sudah tertidur. Yuri memeluk Rey dari belakang dengan lembut dan berbisik meminta giliran.
Rey membalikkan badan Yuri hingga Yuri berada di bawah tubuh Rey. Rey meremas bukit Yuri dengan gemas sambil menciumi perut Yuri dengan lembut.
Yuri mengerang lembut merasakan kenikmatan yang indah. Sabrina sedang menyaksikan Yuri dan Rey membuatnya merasakan getaran yang begitu hebat di bagian bawah tubuhnya.
Bagi Sabrina, hal ini adalah pengalaman keduanya setelah beberapa hari yang lalu dia menyerahkan segelnya kepada Rey.
Yuri berbisik kepada Rey untuk segera memasukinya. Rey bangkit dan mengarahkan ekor naganya ke arah sarang Yuri yang sudah basah.
Yuri melenguh lembut. Rey menggerakkan pinggulnya maju mundur dengan pelan. Rey melihat sarang Yuri yang begitu kecil dan indah tanpa di tumbuhi rerumputan di sekitar sarangnya.
Dengan perlahan, Rey mulai maju mundur dengan irama yang cukup santai, sementara Sabrina memeluk leher Rey dari belakang dan mengarahkan kepala Rey agar bisa mencium bibirnya.
Yuri berteriak merasakan nikmat saat Rey mempercepat iramanya. Rey tidak menghiraukan erangan Yuri karena Rey sedang sibuk dengan ciuman yang di berikan Sabrina. Irama yang dimainkan Rey semakin cepat membuat erangan Yuri terdengar sangat keras.
Yuri berteriak kecil menandakan dia sudah mencapai puncaknya dengan kenikmatan yang luar biasa. Rey melepaskan ciumannya dengan Sabrina dan memeluk Yuri dengan erat.
__ADS_1
Yuri mencium bibir Rey dengan lembut. Rey perlahan mencabut ekor naganya dari dalam sarang Yuri. Yuri terkulai lemas dan bahagia.
Rey berbalik dan kembali mencium Sabrina dengan sedikit kasar. Rey menggendong Sabrina dari ranjangnya dan berjalan menuju ke kamar mandi.
Hitomi, Xena dan Yuri terkulai lemas dan berbaring di atas ranjang dengan nyaman. Rey dan Sabrina saling membalas ciuman sambil berjalan ke arah kamar mandi.
Sabrina menurunkan ciumannya ke arah leher Rey dengan lembut dan bersemangat. Perlahan Rey mengangkat sebelah kaki Sabrina sedikit ke atas dan mulai mengarahkan ekor naganya ke arah sarang Sabrina yang sudah basah kuyup.
Sabrina melenguh dan mengerang nikmat yang begitu indah. Rey mulai memompa pinggulnya dengan pelan. Sarang Sabrina sangat kecil dan ini kedua kalinya ekor naga Rey memasuki sarang itu.
Bagaimana tidak sempit, itu sarang mahasiswi polos semester pertama, dimasuki torpedo raksasa milik om om. Dengan hati hati Rey memasukkan ekor naganya untuk mencapai kedalaman yang sempurna.
Rey mencapai kedalaman yang pas, Rey merasakan jepitan sarang Sabrina yang semakin menyempit. Erangan Sabrina semakin terdengar keras.
"Sabrina, kalau sakit bilang saja." kata Rey lembut.
Sabrina mulai mengikuti irama yang di mainkan oleh Rey, Sabrina merasakan nikmat yang sangat luar biasa. Sabrina sudah dua kali mencapai puncaknya dengan irama yang Rey mainkan.
Rey mempercepat iramanya dengan sedikit kasar. Lagi lagi Sabrina mencapai puncak untuk ketiga kalinya. Rey menatap wanitanya yang tak berdaya itu. Rey menghentikan gerakannya dan merasakan sarang Sabrina berkedut pelan. Rey tersenyum dan mencabut ekor naganya dari dalam sarang Sabrina.
Sabrina mencium bibir Rey dengan lembut. Karena Rey tidak mencapai puncak, dia menyalakan shower dan menyirami tubuh untuk meredam nafsunya. Rey juga memandikan Sabrina dengan lembut. Rey menggendong Sabrina yang lemas seperti orang pingsan dan meletakkan di sebelah Yuri.
Rey tidur di tengah sambil memeluk keempat wanitanya. Ada rasa senang di hatinya menutupi rasa kecewa karena tidak mencapai puncak. Akhirnya dia tertidur pulas.
***
Pagi harinya keempat wanitanya bangun hampir bersamaan. Mereka menatap wajah tampan Rey yang tidur di tengah tengah mereka. Mereka berempat menciumi wajah Rey membuat dirinya terbangun. Rey tersenyum menatap mereka semua.
Hitomi menarik tangan Rey ke arah kamar mandi untuk mengajak mandi bersama. Rey mengikuti Hitomi ke arah kamar mandi.
__ADS_1
Tiga wanitanya juga ikut untuk mandi bersama. Sesekali mereka saling melemparkan candaan satu sama lain hingga mereka tertawa dengan gembira bersama di kamar mandi.
Setelah mandi, Rey memakai pakaian yang di siapkan oleh Hitomi.
[Bosku! Aku mengambil alih 100% kepemilikan XTown Commercial Street loh!]
"Eh? Apa? Seluruh XTown Commercial Street?"
[Yoi!]
"Apa ada masalah?" tanya Rey.
[Bisa ya bisa tidak, nikmati saja dulu.]
"Muncul di depanku sini, ku hajar kau!"
[Hey, aku bisa membunuhmu saat ini juga lho.]
"Ah iya, lupa."
[Untung ceritanya masih panjang.]
"Hehehe."
Rey berjalan menuju ke ruang makan menyusul para wanitanya yang sudah turun lebih dulu. Mereka sarapan pagi bersama dengan gembira.
***
Di jalan, Fafa dengan perasaan kecewa mengemudikan mobil dengan kencang menuju mansion Rey. Fafa kecewa karena ayahnya tidak jadi pulang ke rumah karena ada pertemuan penting tentang perusahaannya.
__ADS_1