
Rey dan para wanitanya ke ruang makan untuk sarapan pagi bersama.
"Xena, kenapa ibumu belum kembali?" tanya Rey khawatir.
"Entahlah, setelah sarapan aku akan menelponnya." kata Xena lembut.
Seperti biasa, setelah sarapan bersama mereka sibuk dengan kegiatan mereka masing masing. Kecuali ketiga mahasiswi yang memiliki jadwal kuliah siang untuk hari ini.
Rey pergi untuk mengunjungi sasana bela diri hari ini karena Vonta menelponnya dan berkata ada hal penting. Ketiga wanitanya ikut serta. Setibanya di sana Vonta dan Lee menyambutnya dengan semangat.
"Selamat pagi bos!" seru Vonta santai dan di jawab dengan anggukan kepala Rey.
"Bos, Teddy Larks sedang menunggumu di dalam." kata Lee.
"Hah? Mau apa lagi dia?" tanya Rey mengerutkan kening.
"Apa perlu aku hajar dia bos?" kata Vonta semangat.
"Tidak perlu, mungkin kali ini dia tidak akan membuat keributan lagi." jawab Rey menggelengkan kepala.
"Baiklah bos, panggil aku kalau dia macam macam, aku mau latihan dulu." kata Vonta menepuk pundak Rey.
"Santai saja." kata Rey menganggukkan kepala.
Rey berjalan masuk bersama ketiga wanitanya, Lee mengikutinya dari belakang.
"Tuan Rey, anda datang." kata Teddy berjalan ke arah Rey.
"Hah? Kenapa kamu di sini? Apa kamu belum jera?" seru Yuri berjalan ke arah Teddy dengan geram.
"Hentikan, Yuri." kata Rey santai.
Yuri berhenti dengan marah sambil mengerutkan keningnya.
"Ada apa kau kesini?" tanya Rey.
"Tuan Rey, selama ini aku salah padamu, dan aku mau mengundangmu makan siang bersama sebagai ucapan permintaan maaf dariku." kata Teddy sopan.
"Sayang, jangan tertipu, mungkin saja dia sengaja mengundangmu untuk makan siang dan memberikan racun di makanan itu." seru Fafa menatap Teddy dengan jijik.
"Tidak tidak, tuan Rey, aku tulus mengundangmu untuk meminta maaf secara resmi, nona Rey maafkan aku karena selama ini, aku telah melakukan kesalahan, aku menyadarinya jika aku bersalah, tolong maafkan aku." kata Teddy membungkukkan badan.
Semua orang yang sedang berlatih di sana melihat ke arah Teddy yang sedang membungkuk hormat ke arah Rey dan mulai mencibir.
"Hah, kemarin kau sangat sombong, apakah kau benar benar Teddy Larks yang terkenal itu." seru salah satu orang.
"Lihatlah, dia membungkukkan badan di depan bos Rey." seru orang lainnya.
Mereka menertawakan Teddy dengan puas dan mengolok oloknya dengan senang. Tapi Teddy tidak marah karena dia telah menyadari kesalahannya dan berniat untuk bergabung bersama Rey.
"Baiklah, aku menerima undanganmu." jawab Rey.
Rey membaca pikiran Teddy benar benar tulus untuk meminta maaf kali ini, maka dari itu Rey menerima undangannya.
"Terima kasih, nanti siang aku akan kembali kesini untuk makan siang bersama." kata Teddy semangat.
Rey mengangguk dan Teddy segera pamitan lalu pergi dari tempat itu.
"Syukurlah, Rey mau memaafkanku dan aku harus memanfaatkan waktu yang baik ini." gumam Teddy dalam hati semangat.
Mereka menatap kepergian Teddy dengan tenang.
"Sayang, apa kamu benar benar menerima undangannya?" tanya Fafa.
"Ya, dia sudah berubah." jawab Rey mengangguk.
"Apa kamu tidak takut kalau ini hanya siasatnya saja?" tanya Lee.
"Jangan khawatir, dia tidak akan berani macam macam kali ini." jawab Rey yakin.
"Baiklah, kalau begitu, nanti aku ikut." kata Lee.
Rey mengangguk dan bersiap siap untuk latihan, sedangkan para wanitanya menonton Rey dengan penuh semangat.
***
Di tempat lain,
Leon mengantarkan Hitomi dan Lita ke kantornya. Sedangkan Xena pulang ke rumahnya untuk mencari ibunya.
"Leon, nanti setelah sampai di kantor, aku sudah menyiapkan tempat untukmu agar kamu tidak merasa bosan selama kami bekerja." kata Hitomi.
"Terima kasih kak, maaf jika aku sudah merepotkanmu." jawab Leon senang.
"Tidak apa apa, Leon, lagipula, akulah yang sudah merepotkanmu, adik kecil." kata Hitomi santai.
Hitomi dan Lita sampai di depan gedung kantornya. Mereka masuk ke ruangan para stafnya dan memulai pembaruan manajemennya.
"Nona Lita, ini laporan keuangan bulan ini." kata salah satu staf keuangan sambil memberikan sebuah dokumen.
"Terima kasih." jawab Lita mengangguk.
__ADS_1
"Nona Lita, perusahaan Pirates Group menginginkan setengah saham dari perusahaan kita, dan mereka menelpon kemari pagi tadi." kata salah satu staf.
"Pirates Group?" tanya Lita.
"Benar nona, sepertinya mereka menginginkan saham kita."
"Baiklah, aku akan menghubungi mereka." jawab Lita santai.
"Hari ini perusahaan kita akan ada perubahan peraturan dan perubahan manajemen. Aku akan membuat pembaruannya siang ini." kata Hitomi santai.
"Pembaruan manajemen?" gumam salah satu staf kaget.
Lita mengumumkan tentang perubahan manajemen yang akan di lakukan siang ini kepada seluruh karyawan MegaCore Tech.
Berita ini membuat semua karyawan bertanya tanya dengan perubahan yang akan terjadi, dan membuat para karyawan itu membicarakannya satu sama lain sesama karyawan.
Di antara mereka ada yang merasa senang karena kemungkinan mereka dapat kesempatan untuk naik jabatan, tapi di sisi lain ada juga yang merasa terancam dengan posisi jabatannya sehingga membuat mereka merasa tidak nyaman.
Tapi niat Lita dan Hitomi tentang merubah manajemen pekerjaannya saja, bukan posisi jabatan mereka. Sesuai yang di perintahkan oleh Rey, seluruh gaji bulanan mereka di naikkan hingga 100% mulai bulan depan, ini semua agar para karyawan semakin serius dalam melakukan pekerjaannya dan sekaligus membuat nyaman para pekerja yang ada di MegaCore Tech.
Sehingga produksi dalam hal apapun bisa lebih meningkat dari sebelumnya.
***
Sementara itu, perusahaan Pirates Group, memutakhirkan produknya dengan menciptakan chipset qualcomm dengan 2,2 nanometernya untuk menekan pemasaran MegaCore Tech yang mempunyai chipset quantum 3 nanometer yang beberapa hari yang lalu telah di rilis ke pasaran dan laku keras.
Perusahaan Pirates Group ini di pimpin oleh seorang yang kaya raya, tapi sangat jarang baginya untuk muncul di publik sehingga perusahaan Pirates Group ini hanya di kenal nama perusahaannya saja, karena pemiliknya sangat misterius.
Saat Rey mulai mengambil alih XTown Commercial Street, pemilik perusahaan Pirates Group ini merasa tersingkirkan setelah menghabiskan dana sebesar 4 trilyun untuk penandatanganan kontrak bersama XTown Commercial Street.
Tapi setelah mereka mengeluarkan dana yang sangat besar, mereka akhirnya gagal untuk menandatangani kontrak dengan XTown Commercial Street itu yang telah jatuh ke tangan Rey sebagai pemilik barunya.
Maka dari itu, orang kaya misterius ini mencari tahu informasi tentang Rey dan berniat untuk menjatuhkan seluruh perusahaan Rey dengan cara mengambil alih MegaCore Tech.
Hitomi dan Lita telah mengetahuinya saat melihat jejak dari perusahaan Pirates Group ini yang telah banyak mengakuisisi perusahaan perusahaan ternama di kota XTown. Langkah penguasaannya hampir mirip seperti yang Rey lakukan.
"Hitomi, sepertinya kita akan mendapatkan sedikit guncangan." kata Lita melihat ke layar laptopnya.
"Ya, sepertinya begitu. Kita harus bersiap siap dan segera memberitahukan ini kepada Rey." jawab Hitomi.
***
Siang harinya, Rey selesai latihan dan keluar gedung sasana bersama ketiga wanitanya untuk istirahat di ikuti oleh Lee di belakangnya.
"Bos, bukankah Teddy akan mengundang kita?" tanya Lee.
"Mungkin dia sedang menuju kemari." jawab Rey santai.
"Sayang, kami akan pulang duluan." kata Fafa.
"Kami tidak tertarik dengan apa yang di lakukan Teddy." jawab Yuri cemberut.
"Hahaha, baiklah." kata Rey menggelengkan kepala.
"Tuan Rey, maaf menunggu lama." kata Teddy berjalan ke arah Rey.
Rey menoleh ke arah Teddy dengan santai, di sertai dengan pandangan kesal Lee yang menoleh ke arah Teddy juga.
"Baiklah, tuan Rey mari silahkan ikut denganku." kata Teddy memimpin jalan menuju ke tempat parkir.
Teddy sudah menyiapkan sebuah mobil Rolls-Royce miliknya untuk membawa mereka ke restoran yang sudah di pesannya. Rey masuk ke dalam mobil itu bersama Lee.
"Tunggu." kata Rey saat mobil itu akan melaju.
"Ada apa, tuan Rey?" tanya Teddy kaget.
"Tunggu sebentar, aku menunggu Vonta untuk bergabung." jawab Rey santai.
Sebelumnya Rey mengirim pesan kepada Vonta untuk makan siang bersama dan Vonta menyetujuinya.
"Baiklah, aku mengerti." kata Teddy sabar.
Beberapa saat kemudian, Vonta tiba di tempat parkir dan bergabung dengan mereka.
"Bos, maaf menunggu lama." kata Vonta senang.
"Tidak masalah, masuklah." jawab Rey santai.
Vonta mengangguk dan masuk ke dalam Rolls-Royce itu. Mereka berangkat menuju restoran yang telah di pesan oleh Teddy.
"Tuan Rey, aku minta maaf karena telah berbuat salah kepadamu, aku benar benar bersalah." kata Teddy tulus.
"Hei, Ted, kenapa tidak dari dulu sikapmu seperti ini." kata Lee santai.
"Lee, aku meminta maaf dengan tulus dan aku tidak memiliki permusuhan denganmu sebelumnya, jika kamu merasa tersinggung, maka aku minta maaf juga kepadamu." kata Teddy.
"Baiklah, jangan di bahas, kita akan makan siang di mana?" tanya Rey.
"Aku sudah memesan ruangan VIP di Leaf Resto." jawab Teddy semangat.
"Hahaha, apa kau tahu pemilik restoran itu?" tanya Lee sambil tertawa.
__ADS_1
"Hah? Aku tidak mengenalnya, aku hanya memesan ruangan saja, bukankah itu wajar?" tanya Teddy.
"Hei Lee, sebaiknya tutup mulutmu." kata Vonta.
Rey menoleh ke arah Lee dan menggelengkan kepalanya.
"Ah, baiklah." kata Lee.
Mereka akhirnya tiba di Leaf Resto. Teddy keluar dari mobilnya di ikuti oleh Lee dan Vonta. Rey mengikuti mereka untuk keluar dari mobil itu, tapi setelah Rey keluar, salah satu pelayan restoran yang melihatnya langsung berlari dan membungkukkan badan ke arah Rey.
"Selamat datang, tuan Rey." sapa pelayan itu hormat sambil membungkuk.
Pemandangan itu membuat Teddy terkejut dengan perasaan yang semakin tidak karuan.
"A-apa restoran ini miliknya?" gumam Teddy dalam hati kaget.
"Silahkan tuan Rey." kata pelayan itu sambil memimpin jalan menuju ruang khusus yang lebih dari ruang VIP.
Lee dan Vonta mengikuti Rey dari belakang. Sementara itu, Teddy berjalan di samping Rey dengan perasaan yang sangat rumit.
"Aku yang mengundangnya untuk makan siang di restoran mewah ini tapi aku sedikit menyesal setelah tahu kalau restoran ini miliknya." gumam Teddy dalam hati.
"Tuan Rey, maafkan aku karena aku tidak tahu kalau restoran ini adalah milikmu, kamu bisa memilih restoran lain jika kamu mau." kata Teddy sopan.
"Tidak apa apa, lagipula ini undangan darimu, tidak baik bagi seseorang yang di undang untuk mengubah rencana seenaknya." jawab Rey santai.
Teddy mengangguk setuju. Mereka duduk di ruangan yang telah di sediakan oleh pelayan itu. Ruangan itu khusus untuk pemilik restoran dengan berbagai ornamen di dalamnya dan memiliki tempat yang cukup luas dan nyaman.
"Bos, aku mau ke toilet dulu." kata Lee.
"Pergilah." jawab Rey santai.
"Bos, sepertinya dia tidak menyukai Teddy." bisik Vonta ke telinga Rey.
"Ya sepertinya begitu, tapi kalau aku lihat, Teddy tulus mengundang kita." jawab Rey pelan.
"Hmm, baguslah." kata Vonta mengangguk.
"Mmm, tuan Rey, bolehkah aku menjadi temanmu?" tanya Teddy penuh harap.
"Tentu saja, kenapa tidak." jawab Rey santai.
"Terima kasih." kata Teddy senang membuat hatinya lega.
"Ted, apa kau yakin ingin berteman dengan musuhmu?" tanya Vonta.
"Aku tidak menganggap tuan Rey musuhku, sebelumnya aku melakukan kesalahan karena tidak melihat puncak gunung yang akan aku daki, dan aku tulus ingin menjadi teman." jawab Teddy semangat.
"Sudah, lupakan saja, sebaiknya kita jangan membahas masa lalu." kata Rey santai.
"Hei, Lee, lama sekali kau ke toilet, apa kau mengeluarkan sebuah candi!" seru Rey melihat Lee yang baru datang.
"Hahaha, aku berbincang sebentar dengan gadis cantik di depan." jawab Lee santai.
"Hah? Apa? Gadis katamu? Memangnya gadis mana yang mau mengobrol denganmu?" kata Vonta dengan candaan.
"Memangnya kenapa! Apakah aku sejelek itu!" seru Lee cemberut kesal.
"Hahaha, sudah sudah, ayo duduk." kata Rey menggelengkan kepala.
Beberapa saat kemudian para pelayan masuk dan membawa beberapa hidangan mewah. Mereka menatanya di atas meja makan dengan hati hati.
"Silahkan tuan Rey, selamat menikmati." kata pelayan itu sopan.
"Terima kasih." kata Rey mengangguk.
"Mari makan semuanya." kata Teddy semangat.
Mereka mengambil makanan itu dengan santai.
"Bos, apa kamu tidak merasa bosan dengan makanan ini?" tanya Vonta santai.
"Tentu saja tidak, meskipun hampir setiap hari aku makan di sini, tapi koki di restoran ini cukup handal, makanan di sini selalu enak untuk di makan." kata Rey sambil mengunyah sepotong daging lobster.
"Benar juga." jawab Vonta santai.
"Tuan Rey, bolehkah aku menanyakan sesuatu?" tanya Teddy.
"Silahkan, jangan sungkan dan panggil aku Rey saja." kata Rey sambil tetap makan.
"Ah baik, sebenarnya aku mau menanyakan tentang kepemilikan saham di perusahaanku yang sebelumnya di miliki olehmu." kata Teddy.
"Hah? Kenapa dengan itu?" tanya Rey.
"Tidak apa apa, aku hanya bertanya saja, kenapa kamu menjual saham itu kepada saingan perusahaanku." kata Teddy penasaran.
"Hah? Sainganmu? Memangnya aku tahu jika itu sainganmu, aku hanya menjual saham, itu saja, dan siapapun yang membelinya aku tidak perduli." jawab Rey berbohong.
"Begitu ya, sebelumnya aku tidak tahu kalau kamu memiliki saham di perusahaanku, dan aku memprovokasimu tanpa bertanya dan melihat, jadi maafkan aku sudah berbuat buruk sebelumnya." kata Teddy sopan.
"Tidak masalah, dan tolong lupakan saja tentang masa lalu, jika kau butuh bantuanku, katakan saja, jangan sungkan." jawab Rey.
__ADS_1
"Terima kasih,,Rey." kata Teddy gembira.
Mereka melanjutkan makan siang bersama dengan tenang meskipun Lee merasa keberatan saat Rey menerima Teddy sebagai temannya tapi Lee menghormati keputusan Rey dan selalu menghargainya,