
"Aku baik baik saja, hanya mendapatkan beberapa pukulan saja."
"Maafkan aku sayang, karena diriku, sekarang kamu jadi sasaran kemarahan Teddy Larks." kata Fafa menundukkan kepalanya.
"Ah tidak masalah, lagipula bukankah kau ini wanitaku?" jawab Rey santai.
"Sayang, siapa dia?" bisik Yuri menanyakan Lucky.
"Oh, hampir lupa, dia ini katanya senior di sini, namanya Lucky." kata Rey menggaruk kepalanya.
"Hai kak, senang bertemu denganmu."
"Salam kenal kak, namaku Yuri."
"Salam kenal juga untuk kalian nona nona."
"Tuan Reeeeeyyy!" teriak Lee sambil berlari.
"Maaf saya baru datang dan saya baru saja mendengar jika sekelompk orang ingin menghajar anda, lalu dimana mereka?" seru Lee sambil menggaruk kepalanya dan melihat sekeliling.
"Mereka itu anak buah Teddy Larks, dan Rey sudah membereskannya." jawab Lucky.
"Benarkah?" seru Lee dengan semangat.
"Memangnya ada masalah apa dengan tuan muda sombong itu?" tanya Lee santai.
"Gak tau juga sih, mungkin karena kapan hari dia di cuekin ama Fafa saat ingin berkenalan dengannya." jawab Rey santai.
"Apa benar itu nona?"
"Ya, sepertinya memang itu masalahnya."
"Baiklah semuanya, saya permisi dulu untuk ke atas, sepertinya ada beberapa masalah untuk di selesaikan." kata Lucky yang di jawab anggukan kepala oleh Rey.
Lantai dua markas SSCC adalah kantor pengurus club, yang tidak memperbolehkan anggota biasa untuk masuk. Lucky berjalan ke arah tangga untuk menuju kesana.
Lucky adalah seorang senior di club, dia cukup berpengaruh di SSCC, dia sempat menjadi orang penting sebelum anggota baru mulai masuk.
Sabrina melangkah cepat memasuki bar dan mendekati Yuri. Sabrina yang sempat keluar sebentar setelah berbicara dengan Yuri sebelumnya, tidak diperbolehkan masuk oleh anak buah Teddy yang tadi. Jadi, Sabrina tidak tahu apa yang terjadi.
"Yuri, ada apa?" tanya Sabrina.
"Sepertinya orang yang bernama Teddy Larks ingin membuat masalah di sini." jawab Yuri.
"A-apa katamu? Apa maksudmu Teddy yang mengendarai Lamborghini?"
"Apa kau mengenalnya?"
"Siapa yang tidak kenal, semua wanita di sini tahu siapa dia."
"Hmmm, sebaiknya kau jauhi laki laki seperti dia. Tidak pantas dijadikan teman apalagi jadi pacar!"
__ADS_1
"Sayang! Lihat ini!" seru Fafa sambil memperlihatkan video diponselnya.
"Eh? Siapa yang merekamnya?" tanya Rey mengerutkan kening.
"Mana aku tahu, ini sudah tersebar di twitter! Kamu sangat keren di sini sayang!"
***
Di kantor Oico, Hitomi sedang sibuk dengan laporan keuangan Oico Group.
"Nona Hitomi, maaf jika laporannya agak berantakan." kata Lena hormat.
Lena adalah wakil direktur utama yang baru, dia berasal dari salah satu keluarga terpandang di kota XTown. Lena baru lulus kuliah baru baru ini dan melamar ke perusahaan Oico Group. Hitomi menerimanya setelah melihat beberapa prestasi yang dia capai di kampusnya.
Dengan nilai di atas rata rata, Hitomi menerima Lena dengan senang.
Selain nilai dan prestasi yang di miliki Lena di kampus, Lena juga memiliki temperamen yang cukup bagus, dengan tinggi badan 170 cm dan wajah yang cantik membuat daya tariknya semakin banyak, bahkan Hitomi sebagai seorang wanita, memberi nilai untuk penampilan Lena dengan angka 9,2.
"Tidak apa apa, aku bisa memaklumi karena ini untuk pertama kalinya kamu bekerja, tapi lain kali aku tidak akan menerima berkas laporan yang seperti ini." jawab Hitomi melihat ke arah Lena.
"Baik nona, saya akan berusaha sebaik mungkin dan bekerja sesuai perintah anda." jawab Lena membungkukkan badannya.
"Baiklah, aku akan memberimu kesempatan, tapi lain kali aku harap kamu menjadi lebih baik lagi."
"Baik nona Hitomi."
***
Rey dan Lee sedang berjalan di parkiran sebuah gedung. Lee mengantar Rey ke gedung ini untuk mendaftar sebuah klub bela diri. Rey mendaftarkan diri untuk masuk ke dalam klub MMA, atau mixed martial Arts. Berbeda dengan klub bela diri lain yang hanya berfokus ke salah satu cabang bela diri, Rey melihat bahwa klub bela diri ini membawahi beberapa seni bela diri.
Yuri dan Sabrina masih berada di markas SSCC sedangkan Fafa yang menemukan Rey telah menghilang, berpamitan untuk pulang.
Setelah berkenalan di tempat latihan seni bela diri MMA, Rey berpamitan kepada guru dan teman teman anggota untuk pulang. Karena Rey memang belum bisa mengikuti pelajaran seni bela diri di hari pertamanya. Dan dia tidak perduli. Apa lagi yang mau di latih? Tujuan utamanya hanya untuk mengisi waktu luang dan memuaskan hasrat berkelahinya saja.
Rey segera pulang, tiba di mansion dia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
***
Di kantor, Hitomi selesai dengan laptopnya dan segera pergi dari perusahaan Oico Group.
"Baiklah, sepertinya sudah selesai, kalu begitu aku akan pergi dulu." kata Hitomi sambil berdiri dari kursi direktur utama.
"Baik nona Hitomi."
Lena mengantarkan Hitomi sambil membawakan tasnya menuju ke depan pintu masuk kantor. Hitomi membuka pintu mobil dan masuk kedalamnya.
"Selamat jalan nona,"
Hitomi menginjak pedal gasnya dengan santai, dan menjauh dari kantor Oico Group. Dia berencana untuk mengunjungi Golden Star Hotel dan Leaf Restaurant untuk memeriksa semua berkas laporan.
Meskipun semua perusahaan selalu mengirim laporannya melalui email namun Hitomi memiliki insting yang bagus, sehingga akhirnya dia ingin membaca laporan laporan itu secara langsung.
__ADS_1
***
Di mansion, Rey memakai pakaian santai setalah selesai mandi.
Rey mengambil kunci Koenigsegg miliknya lalu turun akan menuju garasinya. Tiba tiba ponselnya berdering, terlihat nama Yuri di layarnya.
[Sayang! Kenapa kamu pergi tanpa memberitahuku?] kata Yuri cemberut.
[Eh? Bukannya kamu sedang sibuk sama Sabrina tadi?]
[Aku kira kamu hanya ke toilet, eh ternyata kata Lee yang barusan datang, kamu sudah pulang!]
[Hehehe, yaudah tidak usah cemberut, aku akan ke rumah Xena dulu, aku udah janji akan berkunjung.]
[Hmmm, Baiklah kalau begitu hati hati.]
Rey mengakhiri panggilan telepon itu dan melangkah menuju mobilnya.
***
Yuri cemberut telponnya ditutup sepihak.
"Heh, kenapa dengan wajahmu?" tanya Sabrina.
"Tidak apa apa, hanya sedikit kesal saja." jawab Yuri ketus.
"Hahahaha..."
"Heh! Apanya yang lucu?"
"Ya kamulah yang lucu!"
"Sudahlah lupakan saja! Eh, Brie, mau ikut gak ke rumahku?"
"Hah? Memangnya boleh? Bagaimana dengan Rey? Apa dia mengijinkan kamu membawa teman pulang?"
"Mmm, Rey bukan orang seperti itu, dia pengertian, perhatian dan jika aku meminta sesuatu padanya, dia akan memberikanku tanpa bertanya."
"Yang bener?"
***
Rey menginjak pedal gas dengan santai keluar dari gerbang mansionnya.
Seperti biasa di jalan kawasan area mansion, penampakan mobil mewah itu sudah menjadi hal biasa bagi orang orang. Mobil itu sudah terlalu sering mondar mandir di area ini.
Rey berbelok ke arah kanan dan masuk ke gerbang tol. Rey menginjak pedal gasnya dengan cepat, sehingga mobil melaju hingga 355 km/jam.
Dengan semangat Rey menjajal mobilnya yang belum pernah dia coba untuk mencapai limit kecepatannya.
Hanya butuh 10 menit untuk sampai ke gerbang keluar yang panjang jalannya sekitar 54 kilometer.
__ADS_1
Rey merasa puas dengan hasil pencapaiannya dengan mobilnya ini.
Akhirnya Rey tiba di rumahnya Xena.