Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Malam di Estillo Island


__ADS_3

Rey dan Hitomi mengikuti manajer dari belakang, mereka berjalan menyusuir seluruh pulau Estillo dan menunjukkan semua yang ada di pulau itu termasuk kedua hotel yang ada di sana. Rey menggangguk puas mendengar penjelasan dari manajer.


Xena dan yang lainnya sedang asik mengikuti pemandu wisata berkeliling pulau itu, mereka hampir mencoba semua wahana yang tersedia di pulau itu. Akhirnya mereka memutuskan untuk menuju ke restoran yang sudah di siapkan oleh manajer pulau. Rey dan Hitomi juga menuju ke arah yang sama.


Restoran yang terletak di tengah pulau tersebut merupakan restoran yang paling mewah di kota XTown ini, bahkan beberapa menu yang di sajikan berasal dari beberapa negara di benua kuning dan benua biru. Oleh karena itu banyak pengunjung yang pergi ke Estillo Island ini hanya untuk menikmati makanan di restoran ini.


Xena dan yang lainnya sudah tiba di restoran dan di sambut oleh para pelayan restoran dengan hormat. Pelayan restoran itu membawa rombongan Xena menuju meja VIP yang sudah di siapkan oleh manajer tadi. Mereka berjalan mengikuti pelayan ke lantai dua.


Sementara Rey dan Hitomi yang mengikuti manajer baru tiba di restoran itu. Pelayan menyambut mereka dengan hormat dan melaporkan kepada manajer bahwa makanan telah siap. Rey dan Hitomi segera di arahkan untuk bergabung bersama Xena dan yang lainnya.


Mereka makan siang dengan gembira. Rey memutuskan untuk menginap di pulau itu satu hari untuk menyenangkan keluarganya. Semua sangat senang terutama bagi Sabrina karena ini pertama kalinya dia ikut jalan jalan bersama Rey.


Setelah makan siang Rey mengatur kamar untuk para wanitanya sehingga Rey bisa dengan leluasa memilih wanita mana yang akan menemani tidurnya malam ini. Hanya Xena yang ditempatkan satu kamar dengan ibunya.


Mereka menuju ke kamar hotelnya maasing masing, Rey membantu ibu Xena mendorong kursi rodanya menuju kamar.


"Ibu, jangan terlalu capek, istirahatlah dulu, aku akan mengajak Xena berkeliling sebentar." kata Rey lembut sambil menggendong ibu Xena ke tempat tidur.


"Ah, terima kasih nak, ajaklah dia sekarang."


"Jangan khawatir ibu," kata Rey.

__ADS_1


Rey keluar dari kamar hotel bersama Xena. Rey mengajak Xena berkeliling pulau dengan sepada yang di sediakan di hotel ini. Mereka mengayuh sepada dengan santai hingga akhirnya tiba di sebuah bukit yang di kelilingi padang rumput. Mereka turun dari sepeda dan berjalan ke ata bukit yang cukup tinggi itu.


"Wow indah sekali! kota XTown terlihat jelas dari sini." seru Xena


Xena menggenggam tangan Rey dengan lembut dan mereka duduk berdua di sana dengan nyaman.


"Akhirnya aku bisa berduaan denganmu sayang. Aku merindukanmu."


"Aku tahu. Makanya aku mengajakmu berkeliling sendirian." jawab Rey.


"Sayang, apa benar Sabrina menjadi bagian dari kita?"


"Ya, dia memiliki potensi. Apa kamu keberatan?"


"Kau benar Xena. Sejujurnya aku hanya ingin satu orang lagi agar kalian tidak terlalu capek mengurusku kelak, jadi kalian bisa bergantian mengurusku."


"Aku mengerti sayang." jawab Xena lembut.


Sebenarnya Rey sudah memperhitungkan semuanya, dia akan bisa mencapai puncaknya saat menggauli enam wanita dengan masing masing 5 ronde. Dia bukan pria brengsek yang mengoleksi wanita, dia hanya berpikir secara manusiawi, dia juga ingin mencapai sebuah puncak kenikmatan. Tapi entah berapa jumlah wanita Rey nantinya tidak ada yang tahu.


Setelah menikmati pemandangan dari atas bukit mereka memutuskan kembali ke hotel. Sampai di hotel ternyata para wanita yang lain sudah menunggu mereka. Mereka berkumpul dan mengobrol dengan santai di lobi hotel, sesekali mereka bercanda satu sama lain dengan gembira. Akhirnya Hitomi sebagai kakak pertama memutuskan agar Xena menemani Rey tidur malam ini karena hanya Xena yang jarang sekali bersama Rey. Tidak ada yang berani membantah keputusan itu.

__ADS_1


Pemandangan seperti itu membuat para pelayan yang melihat merasa iri, tapi juga kagum. Seluruh staf  dan para pelayan yang berada di Estillo Island ini sudah tahu bahwa bos baru mereka ini memiliki banyak wanita, tentu saja mereka yang merasa cantik juga ingin bergabung. Tapi harapan mereka harus pupus karena bos mereka bukan orang seperti itu.


Karena kepekaan Rey yang tinggi, dia bisa tahu apa yang di rasakan para pekerja wanita di sana. Tapi Rey tetap santai dan tidak memperdulikan mereka selama mereka tidak mengusik ketenangannya.


Waktu berlalu begitu cepat hingga malam pun tiba, mereka kembali ke kamar masing masing. Xena berjalan menggandeng tangan Rey dengan mesra, dan masuk ke kamar hotel Rey.


Di dalam kamar Xena tak bisa menahan rindunya dan tanpa menunggu lagi langsung mencium bibir Rey. Mereka berpindah ke ranjang setelah beberapa saat berciuman di depan pintu. Xena begitu menggebu gebu menciumi bibir Rey.


Dengan tatapan penuh kasih sayang, Xena merangkul leher Rey dengan erat, sementara Rey memeluk pinggang Xena yang ramping. Xena kembali mencium bibir Rey sambil sesekali meremas rambut Rey yang membuat rambut Rey berantakan.


Xena membukakan baju Rey tanpa melepaskan ciumannya. Rey juga melakukan hal yang sama dan dalam beberapa detik saja mereka berdua sudah dalam keadaan setengah telanjang. Rey berlanjut menciumi leher Xena dan sesekali meremas bukit Xena dengan gemas.


Xena mendesah dan meremas rambut Rey yang sudah berantakan itu dengan lembut. Perlahan Rey melepaskan celana Xena. Rey dengan lembut menciumi tubuh Xena dari atas hingga bawah, hingga terdengar suara rintihan Xena yang menikmati tubuhnya yang sedang di jelajahi Rey.


Xena menarik tubuh Rey ke atas dan mereka kembali berciuman dengan semangat. Rey membuka celananya, Xena mengerti dan membalikkan badannya sehingga posisinya berada di atas Rey. Xena mulai menciumi tubuh Rey dengan lembut dan menemukan ekor naga Rey yang sudah mulai mengeras.


Xena langsung memasukkan ekor naga itu kemulutnya sampai ekor naga Rey bertambah besar. Xena dengan nakal mengarahkan ekor naga ke arah sarangnya yang sudah basah dari tadi. Setelah masuk, Xena menaik turunkan pinggulnya secara perlahan, hingga ******* Xena terdengar sangat menggairahkan.


Rey merasakan nikmat dengan gerakan Xena dan meremas kedua bukit Xena dengan sedikit kasar. Bukannya sakit tapi Xena malah menginginkannya lebih. Rey segera membalikkan tubuh Xena dan posisi Xena menjadi di bawah Rey.


Rey mencium bibir Xena sambil memaju mundurkan pinggulnya dengan teratur. Erangan Xena terdengar lagi. Rey mempercepat gerakannya dan sesekali melakukan hentakan tiba tiba yang membuat Xena sesekali melebarkan matanya ketika hentikan kasar itu memukul bagian dalam sarangnya. Xena mengukuti irama Rey.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Xena merasa tersentak dengan semburan yang keluar dari sarangnya yang hangat, Rey tahu Xena mencapai puncak, karena setelah semburan itu tubuh Xena seperti kejang kejang. Rey mempercepat gerakannya dengan kasar dan meremas dan sedikit menggigit bukit Xena. Yang akhirnya membuat Xena mencapai puncak berkali kali. Xena terlihat mulai tidak sadarkah diri.


Rey tersenyum melihat Xena yang sudah terkapar tak berdaya. Rey mencabut ekor naganya dan menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Dia membetulkan posisi tidur dan menyelimuti tubuh Xena. Rey membaringkan badannya dan ikut tidur bersama Xena.


__ADS_2