
Xena memeluk Rey manja dan seakan tak mau lepas. Hitomi dan para wanita yang lain mengobrol dengan senang, mereka sesekali bercanda dan menceritakan dirinya masing masing saat pertama kali bertemu dengan Rey.
Mereka tertawa geli saat membicarakan pengalaman pertama mereka. Lita mulai merasa akrab dengan keadaan yang cukup baru dalam kehidupannya.
Rey memperhatikan para wanitanya yang sedang mengobrol dan bercanda dengan bahagia.
"Baiklah, sudah larut, sebaiknya kalian pergi beristirahat." kata Rey lembut.
"Hitomi, antarkan Lita ke kamarnya." lanjut Rey.
"Baik sayang."
Mereka dengan patuh berbalik ke kamarnya masing masing. Hitomi membawa Lita ke kamar ke enam di lantai dua.
Lita terkejut saat masuk ke dalam kamar karena melihat ruangan itu di penuhi boneka yang cukup besar.
"Hah! Banyak sekali bonekanya." seru Lita takjub.
"Hm? Ini punya Xena, beberapa hari yang lalu dia membeli banyak boneka." kata Hitomi memandang boneka boneka itu.
"Oh, begitu ya."
Lita membereskan pakaiannya ke dalam lemari yang sudah tersedia di kamarnya.
"Nah, Lita, mulai hari ini, kamar ini milikmu, kamu bisa mengganti kode aksesnya sesuai keinginanmu." kata Hitomi.
"Hm? Terima kasih." jawab Lita senang.
Lita akan tinggal di mansion ini selama rumahnya sedang di renovasi oleh Yoko dan timnya.
"Baiklah, selamat malam." kata Hitomi lembut.
"Selamat malam, Hitomi." jawab Lita senang.
Lita berbaring dengan santai di atas ranjang yang cukup besar itu.
"Ah, aku tidak menyangka bahwa aku akhirnya di miliki oleh orang yang aku cintai. Terima kasih Rey, sudah membuatku bahagia." gumam Lita dalam hati.
Hitomi kembali ke kamarnya, tapi dia tidak tidur di kamarnya, Hitomi berjalan ke sudut ruangan kamarnya dan menarik tangga pribadinya agar bisa langsung menuju ke kamar Rey.
"Sayang, apa kamu sudah tidur?" tanya Hitomi berjalan ke arah ranjang Rey.
"Belum, aku masih bangun. Bagaimana dengan Lita?" tanya Rey lembut.
"Sepertinya Lita menyukai kamarnya, dia juga cukup senang saat berada di kamarnya yang baru." kata Hitomi berbaring di samping Rey.
"Baguslah. ayo kita tidur, kamu pasti lelah setelah seharian membantuku." kata Rey mengelus rambut Hitomi lembut.
Hitomi mengangguk dan berbalik ke arah Rey dan memeluknya dengan mesra hingga akhirnya mereka tertidur pulas.
***
Pagi harinya di kamar Rey,
"Sayang, bangun." seru Hitomi mengelus rambut Rey.
Rey terbangun dari tidurnya.
__ADS_1
"Sayang ayo kita mandi bersama." lanjut Hitomi mengecup kening Rey.
Rey bangun dan mengikuti Hitomi ke kamar mandi. Mereka mandi bersama dengan bahagia, Hitomi membantu Rey untuk membersihkan tubuhnya, begitupun sebaliknya.
Lita yang baru bangun dari tidurnya pergi ke kamar mandi pribadinya untuk membersihkan tubuhnya. Rey selesai dengan mandinya dan memakai pakaiannya dengan bantuan Hitomi.
[Bos, mau tahu tidak?]
"Pura pura telpon aku sekarang." kata Rey dalam Hati.
Ponsel Rey berdering dengan layar kosong, Rey mengangkatnya dengan cepat.
[Hey, dermagamu sudah selesai di belakang, mau kau apakan sekarang?]
"Loh? Sudah jadi?"
[Apa kerjaanmu cuma bercinta saja? Aku cabut kekuatanmu sekarang jadi cacing tuh naga!]
"Hey! Aku sudah kuat sebelum mengenalmu!"
[Oke oke si paling kuat, tapi miskin.]
"Haish... Kembali ke topik kita. Beneran sudah jadi?"
[Yoi Ma Men!]
"Oke, aku minta tolong untuk mengurus kapalnya. Bisa?"
[Apa kau mau bersenang senang lagi dan aku yang sibuk?]
"Ingatlah juga, aku mc di sini, tugasmu kan membantuku, sesuai sinopsis."
Rey pura pura menutup telponnya dan menatap Hitomi.
"Siapa itu sayang?" tanya Hitomi.
"Teman lama. Oh iya, tolong bantu aku mencari informasi tentang kapal pesiar privilage one." kata Rey pura pura bertanya.
"Hah? Kapal pesiar? Untuk apa sayang?" tanya Hitomi penasaran.
"Aku baru ingat kalau teman lamaku itu memberi privilage one kepadaku." kata Rey.
"Eh? Begitu ya? Baiklah aku akan mencari infonya nanti." jawab Hitomi lembut.
"Aneh sekali, kenapa dia baru ingat jika temannya memberi kapal pesiar? Namanya kapal pasti besar kan? Kenapa bisa lupa?" gumam Hitomi dalam hati.
"Jangan banya berpikir, sebaiknya bantu aku mencari informasinya." kata Rey.
Rey tahu apa yang Hitomi pikirkan, Rey dengan sengaja mengatakan hal itu untuk mencegah Hitomi merasa aneh. Kepintaran Hitomi sangat tinggi, jadi Rey takut nanti Hitomi mengetahui kekuatan sistem yang Rey miliki.
Rey berjalan menuju ruang makan di ikuti oleh Hitomi.
"Hitomi, sebaiknya kamu beritahu Lita untuk sarapan bersama." kata Rey.
"Oke, aku akan ke kamarnya dulu." jawab Hitomi berjalan ke arah kamar Lita.
Sementara itu, Fafa, Yuri dan Sabrina sudah berada di ruang makan.
__ADS_1
"Selamat pagi nona nona Rey." seru Rey berjalan ke arah meja makan.
"Pagi juga sayang." jawab ketiga wanita itu hampir bersamaan.
"Sayang, mana kak Lita?" tanya Yuri
"Dia akan segera ke sini bersama Hitomi." jawab Rey.
"Selamat pagi sayang." kata Xena sambil mendorong kursi roda ibunya masuk ke ruang makan.
"Pagi juga Xena." jawab Rey berjalan ke arah ibu Xena.
"Bu, bagaimana kabarmu?" tanya Rey perhatian.
"Sudah baikan nak, kini aku sudah mulai bisa berdiri, walau kedua kakiku masih lemas." jawab ibu Xena semangat.
"Syukurlah bu, aku harap ibu cepat sembuh seperti sedia kala." kata Rey menggenggam tangan ibu Xena.
"Terima kasih nak." jawab ibu Xena lembut.
Hitomi dan Lita menyusul ke ruang makan untuk sarapan, mereka bergabung dan saling menyapa satu sama lain seperti biasa.
"Bu, ini adalah Lita, dia direktur utama di perusahaan MegaCore Tech." kata Rey memperkenalkan Lita kepada ibu Xena.
"Ah selamat pagi nak Lita." sahut ibu Xena menatap Lita dengan kagum.
"Nak Lita ini sungguh cantik." tambah ibu Xena.
"Terima kasih bu." kata Lita sambil duduk di slah satu kursi.
Mereka sarapan pagi bersama dengan gembira. Setelah selesai sarapan, satu persatu dari mereka pergi dengan urusan mereka masing masing.
Fafa, Yuri dan Sabrina pergi ke kampus. Hitomi dan Lita pergi bersama untuk memeriksa semua perusahaan yang di miliki oleh Rey.
Xena belum bisa membantu Hitomi karena Xena harus merawat ibunya hingga sembuh. Sedangkan Rey bersantai di rumah menunggu Lee yang mengabari bahwa dirinya akan datang ke mansion.
"Hey Rey, kemana kamu kemarin?" tanya Lee berjalan ke arah Rey setelah di antar bibi ke ruang santai.
"Aku ada sedikit urusan."
"Oh begitu ya." jawab Lee menganggukkan kepalanya.
"Eh Rey, apa kau tahu kemarin Teddy Larks membujuk Vonta untuk menjadikannya sebagai pengawal pribadi." lanjut Lee.
"Apa Vonta menerimanya?" tanya Rey mengerutkan keningnya.
"Tidak, dia menolaknya." jawab Lee.
"Hah? Kenapa?" tanya Rey penasaran.
"Entahlah, awalnya dia menerima undangan dari Teddy, tapi setelah mereka berbicara, Vonta menolak tawaran dari Teddy." kata Lee menggelangkan kepala.
"Hmm, baiklah, nanti siang undang Vonta untuk makan siang bersama." jawab Rey.
Rey merasa penasaran dengan apa yang Teddy tawarkan kepada Vonta. Rey melanjutkan obrolan ringan bersama Lee.
***
__ADS_1
Sementara itu, Hitomi terkejut saat menemukan sebuah artikel tentang kapal pesiar privilage one dengan nama Rey sebagai pemiliknya.
Di dalam artikel itu menjelaskan semua detail dari kapal pesiar itu. Kapal bernama Privilage One itu sangat besar dan luas. Hitomi ternganga melihat data informasi itu.