Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Kings Global Holding


__ADS_3

Keesokan paginya, Rey bangun lebih awal. Setelah berolahraga sebentar, dia segera mandi. Selesai mandi Rey tidak melihat Xena di ranjang. Sepertinya dia turun untuk membantu ibunya. Pesan masuk ke ponsel Rey, ternyata pesan itu dari Jason. Pesan itu berisikan ajakan untuk bertemu di sebuah tempat bernama Sky Garden di pinggiran kota XTown bersama dengan Javier.


Itu adalah tempat yang sempurna untuk negosiasi bisnis. Banyak pengusaha kaya di XTown sering mengadakan jamuan makan di sana. Jason mengatur pertemuan di sana menunjukkan bahwa dia sangat mementingkan Rey dan Javier. Rey mencari alamat itu di aplikasi maps. Rey tersenyum melihat titik lokasinya ternyata melewati Rumah Sakit Umum XTown.


"Sepertinya aku bisa mampir sebentar menemui Lita." kata Rey dalam hati.


Rey turun ke bawah, Xena dan ibunya sudah menunggunya untuk sarapan bersama. Setelah itu Rey berpamitan kepada Xena dan Ibunya dengan alasan pertemuan bisnis dan akan kembali setelah selesai. Rey menghubungi One untuk ikut dan segera datang dengan membawa salah satu mobilnya. Di perjalanan dia membeli sekeranjang buah dan seikat bunga.


Rey tiba di rumah sakit, ternyata ibu Lita sudah membaik dan di pindahkan dari ICU ke ruang rawat. Rey menuju ruang rawat setelah bertanya lokasinya kepada resepsionis.


"Hey Lita!" kata Rey menyapa.


"Rey, kenapa kau kesini?" tanya Lita gembira melihat Rey.


"Aku mau ke Sky Garden, kebetulan lewat sini jadi aku mampir saja." kata Rey sambil melirik ke arah tempat tidur ibu Lita.


Rey melangkah ke sebelah tempat tidur dan menyapa ibu Lita. Rey dengan santainya memperkenalkan diri sebagai pacar Lita. Ibu Lita tersenyum melihat tingkah Rey. Ibu Lita tidak mempermasalahkan hal itu, karena Lita sendiri sebenarnya sering bercerita tentang Rey. Ibu Lita bernama Kaitlyn Marriot. Dia mempersilahkan Rey duduk.


Rey meletakan keranjang buah dan bunganya. Rey duduk di kursi sebelah tempat tidur Kaitlyn.


"Bagaimana keadaan anda, Nyonya?"


"Ah aku tidak apa nak, sudah baikan sekarang."


Mereka berdua kemudian mengobrol dengan santai dan melakukan percakapan yang cukup mendalam. Waktu terus berlalu. Sudah saatnya Rey pergi.


"Nyonya, saya ada pekerjaan, jadi saya pamit dulu." kata Rey sambil berdiri.


"Baiklah nak, saat aku sembuh, datanglah ke rumah, aku akan memasak untukmu nanti."


"Oke nyonya, tenang saja." jawab Rey sambil mengangguk dan berbalik untuk pergi.


"Lita, antarkan Rey keluar."


"Baik bu," jawab Lita langsung menyusul Rey.


Lita mengantarkan Rey untuk keluar dari rumah sakit.


"Rey, terima kasih udah mau jenguk ibuku."


"Dasar wanita konyol, bicara apa kau ini! Bukankah dia akan menjadi mertuaku?"


Jawaban Rey ini mampu membuat wajah Lita memerah. Lita tidak mengatakan apa apa selain menunduk malu. Ketika mereka sampai di depan pintu rumah sakit, pasangan ini mampu menarik perhatian. Bagaimanapun Lita adalah wanita yang cantik. Walau selama di rumah sakit dia tidak pernah berdandan, kecantikan alaminya tetap memukau.


"Kau tidak perlu mengantarkanku, kembalilah, ibumu lebih butuh dirimu."


Lita hanya mengangguk saat dirinya melihat Rey berjalan menjauh.


"Rey! Tunggu!"


Mendengar panggilan itu Rey berhenti dan berbalik. Dia melihat Lita berjalan mendekat. Rey menatap wajah Lita dengan penasaran. Tiba tiba Lita mencium bibir Rey. Hal itu hanya berlangsung dalam hitungan detik. Lita menutupi wajahnya dan dengan cepat berlari ke dalam rumah sakit. Rey hanya berdiri di sana.


"Dasar wanita konyol." Rey tertawa melihat tingkah Lita dan kemudian berbalik pergi.


Semua orang yang lewat memandang dengan iri. Mereka merasa cemburu melihat wanita cantik mencium seorang berpenampilan urakan.


"Apa apan itu tadi!"


"Brengsek! Aku lebih tampan darinya. Mau maunya wanita tadi itu!"

__ADS_1


Rey merasakan tatapan benci semua orang tapi tidak perduli. One segera menyiapkan mobil ketika tadi melihat bos nya. McLaren P1 berhenti di depan Rey, kemudian One keluar dan membukakan pintu mobil untuk Rey.


"Silahkan tuan."


Rey mengangguk dan duduk di dalam mobil. Pemandangan yang sukses membungkam semua orang. One menyalakan mobil dan dengan cepat pergi meninggalkan rumah sakit. Sedangkan kini Lita sudah di ruang rawat ibunya. Dia mengingat kejadian di rumah sakit tadi dan jantungnya berdetak dengan kencang. Kaitlyn dari tadi memperhatikan putrinya. Dia tersenyum penuh pengertian.


"Kalau kau suka, jangan di lepaskan. Sepertinya Rey pria yang baik." kata ibu Lita yang membuat wajah Lita semakin merah.


Kini Rey sedang menikmati perjalanan menuju Sky Garden.


DING!


[Selamat tuan anda mendapatkan hadiah dari system. 80% saham dari Kings Global Holding.]


Sebuah perusahaan yang sangat kuat. Perusahaan ini adalah induk dari Kings Club. Sebuah klub yang hanya dibuka untuk milyarder. Salah satu klub pebisnis kelas atas di dunia. Sulit untuk menjadi anggota klub ini. Keanggotaan akan menghabiskan banyak uang bagi seorang milyarder sekalipun. Seorang anggota harus membayar setidaknya 100 juta, itu masih mudah bagi milyarder.


Calon anggota harus mengisi formulir dengan sidik jari mereka dan menjelaskan aset mereka secara rinci. Yang harus diperiksa ketat oleh manajer klub dan semua anggota senior yang kemudian mereka yang memutuskan pantas atau tidaknya calon anggota menjadi bagian dari club. Oleh karena itu, klub ini hanya memiliki lima ribu anggota resmi di seluruh dunia. Para anggotanya terdiri dari milyarder, selebriti, atlet bintang, dan ada juga para bangsawan.


Rey tiba di Sky Garden. Dia masuk sendirian, sementara One bersembunyi untuk melindungi Rey dalam diam.


Sky Garden, sebuah perkebunan besar dan menjadi salah satu resort terbaik di XTown. Sangat mewah, ada hamparan rumput luas dan air mancur. Orang orang bisa pergi memancing, berperahu, atau menunggang kuda di perkebunan ini. Hiburan di sini termasuk lengkap. Rey berjalan sesuai dengan alamat yang di berikan Jason. Tiba tiba dia berpapasan dengan seseorang yang di kenalnya. Pria itu juga memperhatikan Rey dengan semangat.


"Apakah kau Rey?"


"Kau? Mmmm... Owen bukan?"


Rey menatap pria itu dengan penasaran. Rey dan Owen bertemu saat program pertukaran pelajar, karena itu, mereka pernah menjadi teman satu asrama. Rey dipilih ikut program itu karena memang nilainya di atas rata rata dan tampan, sedangkan Owen, dia memang sekedar pintar saja. Sejak di tempatkan di satu asrama, mereka bisa di sebut sebagai teman.


"Dengar dengar kau lulus dari universitas ternama di Flytown." tanya Rey.


"Aku sudah lulus lama, sekarang aku wakil presiden CyberWar Network Tech. Kau tahu? Mereka membayarku 250 juta per tahun." kata Owen penuh dengan kesombongan.


"Oh gitu... Biasa aja sih..." kata Rey santai.


Rey berpikir 250 juta per tahun sangat kecil. Bahkan pelayan mansionnya saja gajinya lebih dari itu. Senyum di wajah Owen menghilang. Dia mengutuk Rey dalam hati.


"Kau sibuk apa sekarang?" tanya Owen.


"Menghilangkan bosan...."


"Rey Rey... Kau harus memandang jauh ke depan! Aku dengan gaji segini aja merasa tidak cukup, apalagi kalau gaji kecil." kata Owen seolah kawatir dengan Rey, padahal dia pamer.


Owen menatap wajah Rey, dia ingin melihat ekspresi iri dari Rey, tapi nyatanya tidak sama sekali. Sikap Rey membuat Owen kesal. Dia sudah berusaha keras untuk pamer tapi reaksi Rey biasa saja. Usaha yang sangat sia sia. Owen melihat dua orang berjalan menuju ke arahnya. Wajah Owen sumringah, dengan cepat dia berjalan menyambut mereka.


Hari ini Owen datang ketempat ini untuk mendapat kesempatan menemui bosnya. Dia mendengar bahwa bosnya akan bertemu dengan tamu tamu terhormat hari ini. Owen ingin menjilat bosnya.


"Tuan Golston, Tuan Noah... Sangat kebetulan sekali..." sapa Owen kepada Jason dan Javier.


Jason melihat Owen dia berpikir sejenak, akhirnya Jason ingat bahwa Owen adalah orang yang dia wawancarai beberapa hari yang lalu.


"Bukankah kau pegawai baru itu? Ngapain kau di sini?" tanya Jason.


"Ah saya kebetulan sedang melihat lihat restoran disini, saya ada rencana mengadakan reuni di sini..."


Javier menyadari ada Rey tak jauh dari sana dan berbisik kepada Jason. Jason sedikit kaget, dia pun pergi melewati Owen. Owen sangat bahagia bisa ber bas basi dengan bosnya. Dia tersenyum puas dan berencana untuk pamer kepada Rey. Tapi dia tiba tiba terkejut dan terpaku di tempat. Dia melihat Jason dan Javier berjalan ke arah Rey dengan senyum cerah.


"Tuan Rey!" mereka menyapa Rey dan saling bersalaman.


"Tuan Rey, ternyata anda sudah di sini..." kata Jason.

__ADS_1


"Yah tadi sekalian ada urusan pribadi sih..." jawab Rey santai.


"Kemarin saya ingin menyusul ke JTown untuk menemuimu, tapi ternyata ada yang tidak beres dengan bisnisku di luar negeri, aku akan mentraktirmu minum nanti untuk maafku." kata Javier.


"Kenapa kalian ini sopan sekali. Panggil namaku saja. Apa kau perlu bantuanku Javier?"


Javier dan Jason terkejut. Ada terlalu banyak informasi dari kata sederhana Rey. Memanggil nama berarti berteman. Perlu bantuan? berarti koneksi Rey benar benar menakjubkan. Mereka semakin penasaran dengan identitas Rey.


"Terima kasih tawarannya Rey, tapi masalah itu sudah beres." kata Javier tertawa senang.


"Ya udah kalo gitu."


"Sudah sudah,, kalo begitu ayo kita masuk, kita bisa ngobrol sambil minum bukan?" ajak Jason.


Javier dan Rey mengangguk bersamaan dan berjalan masuk. Baru dua langkah, Jason tiba tiba berhenti dan berbalik.


"Hey kau!


Owen langsung bersemangat. Dia merasa Jason akan mengundangnya. Sepertinya dia melakukan pekerjaan dengan baik bisa menjilat Jason. Tapi angan angan Owen langsung runtuh.


"Panggil pelayan untuk melayani kami di ruangan nomer satu." seru Jason santai dan kemudian pergi tanpa menoleh ke belakang.


Owen merasa putus asa. Dia berdiri dengan tatapan kosong. Dia sedang kacau. Apa yang terjadi? Mengapa Rey mengobrol dengan bebas bersama bosnya dan Javier Noah? Javier sangat sopan kepada Rey. Dia tidak bisa melupakan bagaimana bosnya dan Javier Noah memanggil Rey. Tuan? Owen tidak bisa memahaminya. Ada apa ini? Sejak kapan teman satu asramanya ini begitu besar?


Dia ingat dengan jelas bahwa Rey hampir tidak bisa memenuhi kebutuhannya semasa sekolah! Apalagi Rey yatim piatu! Tapi sekarang, bagaimana bisa? Rey mengobrol dengan orang orang besar. Owen hanya bisa bengong. Dia sedang bingung. Dia berusaha keras untuk mendekati bosnya. Dia pikir bosnya akan mendukungnya, tapi hasilnya terlalu kejam. Mendukung? Jason bahkan tidak ingat nama Owen! Usahanya sia sia.


Rey berjalan bersama Jason dan Javier ke ruangan yang telah di pesan. Mereka mengobrol santai.


"Rey, selamat telah menjadi pemegang saham terbesar di CyberWar, kau benar benar menghargaiku!" kata Javier.


"Aku yang harusnya berterima kasih, kalau Betty tidak memberitahuku, darimana aku bisa tahu proyek ini ada." kata Rey tersenyum.


"Lalu, apa rencanamu selanjutnya?" tanya Javier sambil meminum anggurnya.


"Gak banyak sih, aku mau promosi game baru, namanya BOTY, kantorku baru saja menyelesaikannya." jawab Rey tenang.


Rey memang sudah merencanakan hal ini, jadi dia tidak menutupi apa langkah yang diambilnya. Jason dan Javier terkejut. Mereka menatap Rey.


"Sebentar! Apa kau bos dari Mobs Games?"


"Hehehehe..." Rey menjawab pertanyaan itu dengan tertawa dan mengangguk.


"Luar biasa Rey! Bisa beri kami beta tes?"


"Sebenarnya CyberWar akan mengangkat game game baru, dan BOTY ada di daftarnya. Kami baru tahu ternyata game itu dari developer milikmu!"


Jason dan Javier sangat gembira. Ini diluar ekspetasi mereka. Kebetulan sekali. Rey juga terkejut, mereka menyetujui rencana Rey begitu saja. Mereka memutuskan untuk tanda tangan kontrak nanti.


Owen bolak balik di luar pintu ruangan pribadi itu. Dia masih berpikir untuk masuk dan menyanjung Jason. Tak lama kemudian seorang pelayan datang dengan membawa beberapa hidangan. Pintu di buka setelah pelayan itu mengetuk. Pelayan masuk ke ruangan mereka.


Rob, kebetulan lewat di ruangan itu setelah menemui seorang klien. Dia melihat Rey duduk di sana. Rob segera masuk tanpa permisi untuk menyapa bos nya.


"Bos! Anda di sini?" sapa Rob.


Rey kaget Rob tiba tiba muncul di hadapannya. Jason juga kaget dengan kemunculan Rob, siapa yang tidak tahu Rob, pengecara legendaris di XTown. Bahkan Javier hanya bisa mengedipkan matanya berulang kali karena ikut terkejut.


"Rob?" tanya Jason dan Javier heran.


"Eh? Tuan Golston? Tuan Noah?"

__ADS_1


Rob baru menyadari bahwa dua pria besar duduk di sebelah Rey. Rob kebingungan dengan suasana seperti ini. Seberapa kuat bosnya itu? Rey duduk di tengah. Dua bos terkenal duduk si sebelahnya. Saat ini Rob menatap Rey. Matanya penuh dengan rasa hormat. Owen hampir berlutut di luar pintu. Dia merasa ketakutan. Dia menyesal telah sombong di depan Rey. Jika Rey sampai buka mulut, jelas saja masa depannya dijamin suram.


__ADS_2