Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Masalah tidak akan habis


__ADS_3

"Ada apa, sayang?" tanya Hitomi menggandeng tangan Rey saat dia baru tiba di mall.


"Tidak ada apa apa." jawab Rey santai.


"Apa kalian sudah puas belanjanya?" lanjut Rey bertanya.


"Sepertinya sudah, kalau aku lihat, mereka sudah mulai bosan." jawab Hitomi menatap ke para wanita yang lain yang sudah mulai bosan.


"Hahah, kalau begitu, ayo kita ajak mereka pulang." kata Rey.


"Eh, Hitomi, tolong pesankan beberapa hidangan dari restoran kita untuk di rumah, aku mengundang Vonta dan yang lainnya untuk makan malam bersama." lanjut Rey.


"Baik sayang, aku akan segera memesannya." jawab Hitomi membuka ponselnya dan menelpon Leaf Resto.


"Sayang, kemana saja, saku mencarimu dari tadi." seru Yuri berjalan ke arah Rey.


"Aku dari toilet tadi." jawab Rey.


"Apa kau sudah puas belanjanya?" lanjut Rey mengelus rambut Yuri.


"Sudah, ini cukup membosankan." seru Yuri dengan wajah cemberut.


"Hahaha, kemana yang lain?" tanya Rey santai.


"Aku tadi lihat Fafa dan Kak Lita sedang memilih beberapa pakaian, tapi aku tidak melihat kak Xena dan Sabrina." jawab Yuri melihat sekeliling.


"Kemana mereka?" tanya Rey.


"Entahlah." jawab Yuri menggelengkan kepala.


"Baiklah, akan kucari." kata Rey berjalan menuju toko pakaian yang cukup besar itu.


***


Di tempat lain,


Teddy Larks pulang ke rumahnya bersama sekretaris ayahnya dengan rasa malu karena telah melakukan kesalahan untuk memprovokasi Rey.


"Tuan muda, maafkan saya, saya tidak bisa membantu anda untuk membalas dendam kepada tuan Rey." kata sekretaris itu menundukkan kepala.


"Tidak apa apa, seharusnya aku tahu lebih awal kalau Rey sangat kuat, dan aku benar benar menyesalinya." jawab Teddy menggelengkan kepala.


"Tuan muda, kelihatannya tuan Rey cukup baik, jika saja tadi orang lain, mungkin kita tidak akan mendapatkan pengampunan yang sangat mudah." kata sekretaris itu lembut.


"Ya, kau benar, aku benar benar beruntung karena Rey memberiku kesempatan." kata Teddy menundukkan kepala.


"Sebaiknya kita jangan memprovokasi dia lagi, lebih baik bekerja sama di masa mendatang." lanjut Teddy.


Sekretaris ayahnya itu bernama Xia Brookside, dia sangat cantik dan pintar, meskipun umurnya lebih tua dua tahun dari Teddy tapi bagi Teddy tidak menjadi masalah.


"Xia, maafkan aku sudah membawamu ke dalam masalah yang tidak berguna ini." kata Teddy menggenggam tangan Xia.


"Tuan muda, saya hanya ingin membantu anda kalau dalam masalah, jadi sudah sepantasnya saya harus selalu berada di sisi anda." kata Xia menundukkan kepala.


"Jangan panggil aku tuan muda, panggil saja namaku, bukankah kita sudah tidur bersama." kata Teddy.


"Aah! I-itu..."


"Sudah, jangan di bahas, maukah kamu menjadi kekasihku yang sebenarnya?" tanya Teddy serius.


"Tuan muda, saya takut jika tuan besar tahu tentang kita dan tuan besar pasti akan marah." jawab Xia menundukkan kepala.


"Masalah ayahku biar aku yang hadapi, aku harus bertanggung jawab sebagai laki laki yang sudah mengambil kesucianmu." jawab Teddy yakin dan tulus.


"Tuan muda, apakah ini semua nyata?" tanya Xia sedikit rasa tidak percaya.


"Kemarilah." kata Teddy lembut sambil menarik lengan Xia membuat Xia jatuh di pelukan Teddy.


Teddy mencium keningnya dan berlanjut untuk mencium bibir Xia.


"Apakah masih terasa mimpi?" tanya Teddy setelah mencium bibir Xia.


"Tidak." jawab Xia menggelengkan kepala dengan malu malu membuat wajahnya terlihat merah dan cantik.


***


Di mall,


Rey memanggil para wanitanya untuk membantu mencari Sabrina dan Xena. Mereka menyebar ke berbagai tempat yang terdapat di mall itu.


Beberapa saat kemudian Xena dan Sabrina berjalan menuju ke arah Rey yang sedang celingukan mencari mereka.


"Sayang, kamu lagi ngapain?" tanya Xena lembut.


"Xena! Darimana saja kamu, aku mencari kalian dari tadi, bahkan yang lainnya juga ikut mencari kalian," jawab Rey kesal.


"Maaf sayang, aku tadi mengantar Sabrina untuk memesan pakaian di dalam." kata Xena menundukkan kepala.


"Iya sayang, maafkan aku juga, aku mencari pakaian di sini tapi aku tidak menemukan yang cocok, jadi aku memesan pakaian dari desainer pakaian yang ada di dalam sana," kata Sabrina lembut.


"Baiklah, lupakan saja, aku tadi hanya mengkhawatirkan kalian saja." jawab Rey lega saat mendengar ucapan kedua wanitanya itu.


"Apa kalian sudah selesai belanjanya?" lanjut Rey bertanya.


"Sudah." jawab mereka berdua mengangguk.


"Kalau begitu, ayo kita pulang." kata Rey santai dan berjalan menuju lantai satu.


Xena dan Sabrina menggandeng tangan Rey dengan senang menuju ke arah lift. Hitomi dan yang lainnya sedang mencari Xena dan Sabrina di lantai dua dan satu, tapi mereka tidak menemukannya.


Jadi mereka memutuskan untuk ke lantai satu dan menunggu kabar dari Rey.

__ADS_1


[Sayang, apa mereka sudah ketemu?] - Hitomi_Wales.


[Sudah, mereka sudah bersamaku dan kami sedang menuju ke lantai satu.] - Rey_Dmnf


"Ah, syukurlah." gumam Hitomi lega saat membaca balasan pesan dari Rey.


"Ayo kita ke lantai satu, Xena dan Sabrina sudah ketemu." kata Hitomi kepada para saudarinya.


"Ah, syukurlah." seru Yuri senang.


Mereka menuju lantai satu untuk berkumpul bersama.


"Yuri!" teriak Sabrina melambaikan tangan saat melihat Yuri dan yang lainnya keluar lift.


"Ah, itu mereka." seru Yuri menunjuk ke arah Rey yang sedang duduk di bangku bersama Xena dan Sabrina.


Mereka menghampiri Rey dengan santai.


"Darimana kalian! Kami mencari sampai jungkir balik kesana kemari." seru Yuri cemberut.


"Sudah sudah, ayo kita pulang." kata Rey tenang.


"Hitomi, apa makanannya sudah di pesan?" lanjut Rey bertanya.


"Sudah sayang, mereka akan mengantarkannya tepat waktu." jawab Hitomi.


Mereka berjalan bersama di mall itu dengan gembira membuat semua perhatian orang yang berada di sana tertuju pada mereka.


Bahkan sebagian orang membicarakan mereka saat terlihat melintas di depannya. Seperti biasa, Rey tahu apa yang di bicarakan para pengunjung itu, tapi Rey tidak menghiraukannya.


***


Di tempat lain,


Lee dan teman temannya di beri kabar oleh Vonta tentang pekerjaan yang di berikan Rey kepadanya ketika mereka sedang nongkrong bersama di kedai kecil dekat sasana.


Lee dan teman temannya mengucapkan selamat kepada Vonta dengan senang.


"Hei, Vonta, jika ada lowongan pekerjaan lagi, berikan pada kami!" seru Lee senang.


"Ya, betul, Jangan lupa dengan kami." tambah seorang temannya yang lain.


"Tenang saja, aku pasti tidak akan melupakan kalian, suatu saat nanti aku pasti membutuhkan kalian untuk membantuku." seru Vonta senang,


Kekasih Vonta sangat senang dengan berita yang di dengarnya.


"Sayang, selamat ya, aku ikut berbahagia untukmu." seru Cameron memeluk Vonta dengan gembira.


"Rey mengundang kita untuk makan malam bersama, sebaiknya kamu merias diri dengan cantik, jangan mempermalukan kita." kata Vonta mencubit hidung Cameron.


"Tentu saja aku akan merias diriku dengan cantik agar kamu tidak tertarik dengan gadis lain." seru Cameron sambil bercanda.


***


"Leon, sebaiknya jemput ibumu untuk makan malam bersama." kata Rey.


"Ah? Baik kakak bos, aku akan segera menjemputnya, ibuku pasti sangat senang dengan ini." seru Leon senang.


"Hahaha, bagus kalau ibumu senang, aku juga ikut senang, Leon." jawab Rey santai.


"Baiklah kakak bos, kalau begitu, aku pamit pulang dulu untuk menjemput ibu." seru Leon semangat.


"Oke, hati hati, Leon." jawab Rey mengangguk.


Bibi dan beberapa pelayan membawa barang belanjaan yang di beli oleh para wanita Rey.


"Banyak sekali belanjaannya." kata salah satu pelayan itu sambil menggelengkan kepala.


"Sudah jangan banyak komentar, cepat bawa dan bereskan." kata Bibi tegas.


"Baik, bu." seru para pelayan itu hormat.


Mereka membawa barang belanjaan itu ke dalam mansion.


"Bi, bawa ke sini saja tas belanjaannya, kami akan membukanya di sini." seru Yuri semangat.


"Baik nona." jawab bibi sopan.


Bibi segera memerintahkan kepada para pelayan untuk membawa ke ruang keluarga. Semuanya berbelanja dengan senang sampai tidak terasa belanjaan mereka sangat banyak dan bahkan ada yang di antarkan kurir yang di sediakan di mall itu.


Barang barang memenuhi hampir seluruh ruang keluarga hingga membuat bibi yang melihat kejadian ini menggelengkan kepalanya dengan takjub.


"Wah! Banyak sekali!" seru Rey menggelengkan kepala.


"Apa kalian membeli toko pakaian?" lanjut Rey bercanda.


Mereka tertawa dengan puas dan senang. Mereka membuka satu persatu bungkusan bungkusan itu sampai harus di bantu oleh empat pelayan.


Sementara itu, Hitomi seperti biasa hanya membeli satu pasang pakaian saja dan itu pun tidak terlalu mewah, yang penting cocok untuk tubuhnya.


"Hah? Ini tas Gucci." kata pelayan dalam hati dengan takjub sambil menghitung tas itu dan semuanya ada enam tas.


"Tas Gucci ini sangat mahal, ini keluaran terbaru yang sangat terbatas, bahkan hanya ada dua puluh buah saja yang di produksi." gumam pelayan lain dalam hati yang cukup tahu tentang tas Gucci.


Para pelayan itu semakin tercengang saat melihat harga yang masih menempel di pakaian pakaian itu. Para pelayan itu menggelengkan kepala dengan kagum saat membantu membukakan bungkusan bungkusan itu satu persatu.


"Tuan Rey, pesanan dari Leaf Resto sudah datang." kata Bibi sambil mengajak kurir pengiriman yang di sediakan oleh Leaf Resto,


"Baik bi, tolong siapkan di halaman belakang, sebentar lagi akan ada tamu undangan yang datang." kata Rey.


"Baik tuan." jawab bibi membungkuk sopan sebelum berbalik dan pergi.

__ADS_1


Bibi segera menata hidangan yang di pesan oleh Rey di atas meja besar di halaman belakang dengan hati hati. Sementara itu, Rey sedang asik menonton para wanitanya yang memperlihatkan pakaian masing masing antara mereka dengan gembira hingga akhirnya waktu pun berlalu.


"Tuan Rey, ada tamu yang sudah datang." kata bibi membungkuk hormat.


"Baik bi, aku akan segera ke sana." jawab Rey santai.


Rey ke ruang tamu bersama Hitomi.


"Hei, Lee." sapa Rey senang.


"Duduklah." lanjut Rey menatap Lee dan teman temannya.


"Vonta tidak bersama kalian?" tanya Rey santai.


"Tidak, sepertinya dia bersama Cameron." jawab Lee santai.


"Bos, rumahmu besar sekali." seru salah satu teman Lee melihat sekeliling.


"Iya bos, besar sekali, sepertinya rumah ini tidak berujung." tambah yang lainnya semangat.


"Sudahlah, ini hanya rumah biasa, kalian mau minum apa?" tanya Rey santai.


"Apa saja, yang penting bisa di minum." jawab teman Lee bercanda.


"Hahaha, baiklah, kalau begitu aku akan menyiapkannya." kata Rey menoleh ke arah Hitomi.


Hitomi menuju ke ruang wine untuk mengambil beberapa botol wine. Sementara itu, Vonta pun tiba di mansion Rey.


"Tuan Rey, tuan Vonta ada di sini." kata bibi sopan.


"Baik bi, suruh masuk saja." kata Rey.


"Baik tuan." kata bibi hormat.


Bibi mengantar Vonta dan Cameron ke ruang tamu.


"Terima kasih bi." kata Cameron mengangguk kepada bibi.


Vonta bergabung di ruang tamu bersama yang lainnya. Sementara Cameron di ajak oleh Hitomi ke ruang keluarga.


Rey mengobrol dengan santai dan sesekali bercanda satu sama lainnya. Sementara Cameron semakin akrab dengan para wanita Rey yang berada di ruang keluarga.


"Tuan Rey, makanannya sudah siap." kata bibi membungkuk hormat.


"Baik bi, terima kasih." jawab Rey santai.


"Baiklah, ayo kita makan, sepertinya kalian sudah kelaparan kan?" lanjut Rey senang.


"Ya, kami sangat kelaparan!" seru Lee bercanda.


Mereka tertawa dengan gembira sambil berjalan ke arah halaman belakang. Sementara itu, bibi memberitahu Hitomi kalau makanan sudah siap.


Hitomi menuju ke halaman belakan bersama yang lainnya. Mereka duduk di kursinya masing masing.


"Xena, apa ibu sudah bangun?" tanya Rey.


"Aah, aku lupa memberitahumu, ibuku pulang ke rumah bersama dokter Zayn." jawab Xena.


"Kenapa baru memberitahuku." kata Rey mengerutkan kening.


"Iya maaf sayang, aku benar benar lupa." jawab Xena lembut.


"Ya sudah, kalau begitu ayo semuanya, kita makan." seru Rey.


Mereka mengambil makanannya dengan semangat. Sambil mengobrol satu sama lain, mereka semakin akrab dengan suasana rumah Rey yang hangat seperti ini.


Rey sengaja tidak memberi batasan kepada teman temannya yang paling dekat, sehingga mereka merasa nyaman saat bergaul bersama Rey.


Mereka semakin menghormati Rey sebagai temannya, bahkan mereka bersumpah akan selalu setia dengan pertemanan dengan Rey apapun yang terjadi.


***


Di tempat lain,


Teddy sedang berbaring di samping Xia, berencana untuk bergabung bersama Rey untuk menjadi temannya dan sekaligus sebagai rekan bisnis, tapi Teddy merasa malu dengan dirinya sendiri setelah memperlakukan Rey dengan buruk sebelumnya.


"Sayang, apa yang kamu pikirkan?" tanya Xia memeluk Teddy dengan erat.


"Xia, bagaimana menurutmu jika aku menemui Rey untuk meminta maaf secara resmi?" tanya Teddy.


"Itu ide yang bagus, menurutku, semakin cepat kamu menemui tuan Rey maka semakin baik, apalagi jika tuan Rey dengan tulus memaafkan kita, maka masa depan kita akan semakin baik." jawab Xia lembut.


"Hmm, aku setuju, kalau begitu, besok aku akan mencari dan menemuinya." kata Teddy menganggukkan kepalanya.


Teddy sudah menyadari kalau perlakuannya sangat salah terhadap Rey selama ini, maka dari itu Teddy berniat untuk meminta maaf secara resmi kepada Rey nanti.


***


Di mansion Rey,


Rey dan teman temannya makan malam bersama dengan nyaman dan tenang, sesekali mereka saling mengejek satu sama lain terutama Lee, dia selalu menjadi bahan ejekan semua orang yang ada di sana.


Rey merasa senang karena Teddy yang selalu mengusiknya kini telah menyerah dan berjanji tidak akan membuat masalah lagi kedepannya.


Tapi di sisi lain, seseorang yang misterius sedang mencari informasi tentang Rey karena Rey sudah mengusik ketenangan mereka dengan mengambil alih XTown Commercial Street yang telah mereka kuasai selama beberapa tahun.


Rey belum menyadari kalau bahaya di masa mendatang akan sangat merepotkannya karena seorang misterius tersebut memiliki banyak anak buah di seluruh kota XTown ini dan salah satunya adalah Allen Oneal.


Allen adalah seorang ketua dari kelompok mafia yang bernama Hellfire dan mereka menguasai seluruh jalanan di kota XTown ini.


Hanya dengan menjentikkan jarinya maka ketua mafia Hellfire itu akan segera melaksanakan semua perintah dari orang yang misterius itu.

__ADS_1


__ADS_2