
Seminggu telah berlalu setelah rapat para petinggi Klan Naga Hitam. Rey juga telah mengumpulkan tambahan 7 poin kemampuan. Hari ini klan mereka akan menjalankan rencana yang telah disepakati. Mereka berkumpul di sebuah tempat rahasia yang berada di perbatasan daerah kumuh dan pinggiran kota JTown. Rey berangkat bersama dengan Jack dan John Ciel ke sana.
Sampai ditempat itu sudah banyak anggota yang sudah menunggu mereka, lengkap dengan senjata untuk memulai perang mafia ini. Ketika semua pasukan sudah lengkap mereka berkumpul.
"Bantai semua orang di sana! Kalian yang bertahan akan mendapatkan yang selama ini kita impikan dan yang gugur, keluarga kalian akan mendapatkan kompensasi yang setimpal. Naga Hitam berangkat!"
Akhirnya ratusan orang bersenjata lengkap berangkat menuju bekas panti asuhan yang sekarang telah menjadi markas utama Klan Koi Emas. Rey hanya berharap tidak banyak korban dari kubunya. Strategi Jack dan Hugo ini benar benar adu banteng. Serangan total dari pintu depan. Selagi bos klan Koi Emas sedang tidak disana maka kesempatan ini tidak boleh di sia sia kan.
Rombongan bar bar ini langsung menuju lokasi dengan kecepatan tinggi. Di bagian depan ada dua truk kontainer dan 2 buah bus yang akan menjadi tombak penghancur apapun yang menghalangi di depannya. Beberapa warga yang melihat rombongan itu juga dibuat ketakutan setengah mati. Beberapa polisi yang sedang patroli dibuat kebingungan dengan apa yang mereka lihat dan segera melaporkan ke kantor.
Di kantor polisi pusat kota JTown. Kepala polisi Dean Hills, yang tahu ada pergerakan aneh dari patroli langsung mengeluarkan perintah siaga. Lebih dari seratus petugas polisi di kerahkan untuk menghentikan pergerakan kelompok misterius uang mengancam keamanan.
"Lapor komandan! sepertinya kelompok itu menuju ke markas utama Klan Koi Emas."
"Apa semua petugas sudah siap?"
"Menunggu perintah komandan!"
"Cegat mereka sebelum sampai!"
Dean yang sudah dibayar mahal oleh Klan Koi Emas tentu langsung melaporkan kondisi ini ke tangan kanan Nick. Kepolisian yang sudah dibayar mahal untuk melancarkan semua bisnis ilegal mencoba menghubungi Tony, tangan kanan Nick. Tapi belum sempat kepala polisi akan melakukan panggilan, suara ledakan terdengar keras dari depan kantor polisi pusat.
BLARRR!!!
__ADS_1
Kepala polisi mendengar ledakan itu semakin panik dan marah, ditambah lagi laporan dari para anggota yang sedang berpatroli bahwa banyak tempat pemerintahan dan tempat bisnis yang berhubungan dengan Klan Koi Emas, di bom dengan serentak.
"APA APAAN INI!"
"Lapor komandan! Sepertinya kantor walikota juga ada ledakan!"
"APA!"
Belum sempat Dean berpikir, polisi yang lain berdatangan membawa laporan masing masing.
"Komandan! ada beberapa titik bisnis yang diledakan secara acak!"
Kini Dean bingung harus memilih menyelamatkan warga atau mencegah perang mafia akhirnya memilih opsi teraman dan memerintahkan para petuga untuk membantu para warga.
Rey mendengar ledakan ledakan bom itu hanya menutup mata berharap tidak banyak korban yang tidak bersalah. Mau bagaimana lagi untuk menyerang sebuah kelompok yang memiliki uang untuk membeli pemerintah dan kepolisian, hal itu harus dilakukan. Selagi polisi sibuk dengan warga, maka pertahanan Klan Koi Emas makin melemah dan tidak terlindungi, dengan itu mereka tidak perlu pusing untuk melawan pihak aparat yang sudah pasti akan berpihak ke kelompok Nick.
"Saatnya beraksi bos!" kata Jack tersenyum sambil melirik Rey.
Rey masih menutup mata dan diam saja. Bus dan truk di barisan depan langsung menabrak gerbang utama markas Klan Koi Emas. Hunian besar yang dulunya adalah panti asuhan kini sudah menjadi markas musuh dan dipenuhi banyak penjaga. Para penjaga melihat rombongan orang bersenjata langsung membunyikan alarm.
Pasukan Klan Naga Hitam seperti sudah mengetahui posisi para penjaga dan langsung masuk ke ruang utama. Adegan tembak menembak langsung terjadi.
"SAATNYA BERPESTA! SERANG! BUNUH SEMUA!"
__ADS_1
Ratusan orang bersenjata lansung turun dari mobil dan menyebar ke segala arah. Pasukan Koi Emas dan para penjaga yang diserang secara frontal oleh Naga Hitam terus mencoba bertahan. Jack, Hugo dan yang lain menyerbu secepat kilat. Puluhan penjaga di bersihkan dengan mudah. Mereka menyerbu lebih dulu seperti tak ingin ketinggalan pesta. Rey turun dari mobil dengan santainya.
Rey yang sudah lama tak melihat bekas panti asuhan itu malah seakan ber nostalgia. Dia berjalan pelan dan melihat sekitar.Sambil berjalan dia bisa melihat banyak darah dan mayat tergeletak. Rey sampai di depan pintu utama dan tetap berjalan pelan. Suara tembakan dan teriakan terdengar seperti di film action. Ditambah darah bercipratan dan mayat berserakan.
Melihat Klan Naga Hitam yang rancananya berhasil dengan mudah, Rey yang tidak kebagian jatah membunuh musuh hanya berdiri di tengah aula besar itu. Dipinggir kolam yang mulai memerah bercampur darah, Rey duduk dan menyalakan rokoknya. Saat semua orang sibuk saling bunuh, Rey malah duduk santai di tengah kekacauan besar itu.
Jack dan pasukannya yang sampai kebagian terdalam bertemu dengan beberapa petinggi Klan Koi Emas yang dikenalnya. Sebuah kelompok besar sudah pasti ada beberapa petinggi untuk membawahi sebuah bidang, sama halnya dengan Klan Naga Hitam. Melihat musuh sudah menyerah, Jack hanya tersenyum dan mendekat. Para petinggi yang mengenal Jack tentu terkejut.
"Gembel ini! Apa kau gila menyerang kelompok kami! Apa kau tidak takut hah?!"
Jack langsung mengarahkan pistol ke kepala salah satu petinggi yang berdiri di paling depan.
"Takut? Kalian lah yang mengajariku untuk tidak takut pada siapapun!"
Jack menarik pelatuk dan memecahkan kepala petinggi itu, dan pada akhirnya para petinggi Klan Koi Emas di ruangan itu di bunuh tanpa ampun. Setelah membereskan semua musuh, Jack pergi mencari Rey. Melihat Rey yang duduk santai sambil merokok membuat Jack tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Bos, mari ke ruang penyimpanannya."
Rey yang dipanggi langsung berdiri dan mengikuti Jack. Mereka berdua berjalan menuju bagian belakang hunian luas itu. Hugo dan yang lainnya juga mengikuti dari belakang sedangkan sisanya masih berjaga. Di bagian belakang mereka melihat ada sebuah rumah kecil terpisah dengan rumah utama. Rumah kecil itu dulunya adalah rumah dari pemilik panti asuhan itu.
Mereka masuk kedalam rumah kecil itu. Jack berjalan menuju sebuah rak besar penuh dengan buku. Jack mendorong sebuah buku berjudul "Legenda Koi Emas" beberapa saat kemudian terdengar suara klik dan lemari itu bergeser kesamping dengan sendirinya. Ketika lemari itu bergeser terlihat sebuah lorong dengan tangga menuju ke bagian bawah.
Rey sedikit terkejut melihat hal ini, dia tidak pernah menyangka Nick membuat hal seperti ini untuk mengecoh musuh musuhnya. Bahkan apabila seseorang menyerang markas pusat Nick di distrik hiburan musuh musuhnya tidak akan menemukan apapun disana. Cerdik dan ambisius itulah pemimpin Klan Koi Emas.
__ADS_1
Mereka menuruni tangga kecil itu, ketika sampai dibawah ternyata tempat itu jauh lebih luas dari yang mereka pikirkan. Tempat itu gelap, beberapa orang mulai menghidupkan senter dari ponsel mereka.