
*) untuk mempermudah penulisan dialog kami menggunakan "..." untuk berbicara. '...' untuk bicara dalam hati, dan [...] untuk suara digital. Thank You.
***
Rey dengan cepat menyerang Allen dengan kekuatannya.
SWUSH!
SWUSH!
Pukulan cepat Rey dapat di hindari Allen dengan mudah.
'Sialan! Cepat juga gerakannya, pukulanku juga bisa di hindari dengan mudah' gumam Rey dalam hati saat melihat gerakan Allen yang sangat cepat.
"Awaaas!" teriak Vonta saat melihat posisi Rey yang sedang lengah ketika Allen menyerang balik.
Allen menyerang balik ke arah Rey dengan cepat.
"Rasakan ini!" seru Allen melayangkan pukulannya dengan cepat.
BUAGH!
BUAGH!
BUAGH!
"Uggh!" Rey terlempar kembali setelah menerima tiga pukulan secara beruntun dari Allen tepat di bagian dadanya.
Hitomi pingsan saat melihat Rey terlempar sangat kuat dan menabrak dinding.
"Hahaha, bagaimana dengan itu!" seru Allen tertawa senang.
"Hei, Lee, apa kau bisa bangun?" tanya Vonta menahan rasa sakitnya.
"Ak-akan aku usahakan." jawab Lee berusaha untuk bangun.
"Bawa nona Hitomi pergi dari sini." kata Vonta kepada Lee.
"Hm, jangan khawatir, aku akan mencoba membawanya pergi." kata Lee mencoba untuk berdiri.
'Sialan, aku terlalu meremehkannya.' gumam Rey berdiri kembali.
'Zero, lepaskan 75% kekuatanku.' lanjut Rey memegangi dadanya yang terasa nyeri.
[Cie kalah cie]
'Berisik! Cepat!'
[Sudah.]
Rey merasakan kehangatan yang begitu menyegarkan, seakan akan semua energi yang ada di ruangan itu terserap ke dalam tubuhnya.
Rey berdiri dengan tenang dan melangkahkan kakinya ke arah Hitomi.
"Hitomi." kata Rey mencoba membangunkan Hitomi yang telah pingsan.
"Vonta, bawa Hitomi pergi!" seru Rey menatap Vonta yang sedang membantu Lee berdiri.
"Serahkan padaku!" seru Lee berusaha berjalan ke arah Rey yang sedang menggendong Hitomi.
"Bawa dia pergi dari sini, aku akan menahannya." kata Rey.
Lee mengangguk dan segera mengambil Hitomi dari gendongan Rey sebelum berbalik dan pergi.
"Vonta, bagaimana dengan lukamu?" tanya Rey kepada Vonta yang berpegangan pada tembok.
"Jangan khawatirkan aku, aku tidak apa apa!" seru Vonta kembali berdiri.
__ADS_1
Rey mengangguk, sementara itu beberapa anak buah Allen tidak tinggal diam melihat Vonta bangun dan berdiri kembali, mereka menyerang Vonta dengan serentak.
Vonta segera menghindar dari serangan mereka sambil menahan rasa sakitnya. Rey yang sedang melihat keadaan sekitar setelah Lee membawa Hitomi pergi merasa nyaman.
Tapi sebelum Rey berbalik untuk melihat Allen, Rey kaget baru menyadari bahwa Allen sudah berada tepat di depan matanya, Rey menahan serangannya yang begitu cepat dan mendadak itu dengan penuh kekaguman.
"Berani beraninya kau mengabaikanku yang masih ada disini!" seru Allen menyerang kembali dengan pukulannya.
Tapi Rey membalas pukulan Allen dengan pukulan juga.
BRUAGH!
Kedua tinju itu saling berbenturan dengan keras hingga suaranya terdengar sangat mengerikan seperti suara patah tulang dari salah satu kepalan tangan mereka.
KRAAK!!
"Arrgh!" Allen mundur beberapa langkah dengan kepalan tangannya yang gemetar.
'Sialan! Keras sekali pukulannya!' gumam Allen geram saat kepalan tangannya terasa sangat sakit dan gemetar.
"Bagaimana dengan itu?" tanya Rey cuek.
"Lumayan!" seru Allen senang.
"Lumayan katamu!" seru Rey mengepalkan tangannya dan mengarahkan tinjunya ke arah Allen dengan cepat.
'Ap-apa! Kecepatannya bertambah!'
BUAGH!
BUAGH!
BUAGH!
"Aaarrrgghhh!" teriak Allen dengan rasa sakit yang sangat menyiksa saat ketiga pukulan Rey tepat mengenai dadanya.
'Sialan! Aku lengah!' gumam Allen memegangi dadanya yang kesakitan.
"Hahaha, aku mulai menyukaimu!" seru Allen tertawa dan kembali berdiri dengan santai.
"Akhirnya aku menemukan lawan yang cukup kuat untuk menemaniku bertarung!" lanjut Allen senang saat merasakan kekuatan Rey yang meningkat.
'Apa apaan? Kenapa dia tertawa.' gumam Rey.
Sementara itu, Vonta sedang berusaha melawan beberapa anak buah Allen dengan susah payah. Beberapa kali Vonta terkena pukulan dari anak buah Allen dengan keras, tapi Vonta berusaha menahan mereka dengan sekuat tenaga.
Tapi, tidak terduga, seseorang membantu Vonta dengan cepat dan merobohkan beberapa orang dengan mudah.
"Leon!" seru Vonta saat melihat Leon datang untuk membantunya.
Leon ternyata datang kembali ke Golden Star Hotel setelah membawa Lee dan Hitomi pulang ke mansion. Leon memutuskan kembali ke Golden Star hotel untuk membantu Rey yang sedang dalam masalah.
"Bro, apa kamu tidak apa apa?" tanya Leon memapah Vonta untuk berdiri.
"Tidak apa apa, terima kasih sudah membantuku." kata Vonta kaget saat melihat Leon dengan mudah menjatuhkan tiga orang dengan cepat.
"Eh, Leon dimana Lee?" tanya Vonta melihat sekeliling.
"Setelah sampai di mansion dia langsung pergi, aku kira dia kembali ke sini." jawab Leon.
'Kemana dia?' gumam Vonta heran.
Sementara itu, setelah sampai di mansion, Lee segera berlari keluar mansion Rey dan menuju ke markas teman temannya yang tak terlalu jauh dari mansion Rey. Sesampai di sana, Lee menabrak pintu dengan keras.
"Ada apa Lee?!"
Lee menceritakan kejadian itu kepada teman temannya dengan nafas terengah engah.
__ADS_1
***
Di Golden Star Hotel,
Rey menghentakkan kakinya ke belakang untuk melompat ke arah Allen dengan cepat. Dengan kepalan tinjunya Rey melayang ke arah Allen, Allen sudah memperkirakan pergerakan Rey dengan tepat sehingga dia dengan cepat membalas tinju Rey dengan tinjunya.
BUAGH!
BUAGH!
BUAGH!
Tinju mereka berbenturan berulang kali tapi belum ada yang menyerah. Rey mengeluarkan kemampuannya untuk melayangkan tinju ke arah Allen dengan cepat, tapi Allen melakukan hal yang sama.
Dengan begitu, setiap pukulan yang di layangkan oleh Rey, Allen menahannya dengan tinjunya kembali, suara benturan tinju itu terdengar sangat menyakitkan bagi orang orang yang mendengarnya.
Para pelayan yang melihat kejadian itu merasa ngilu bahkan sebagian pelayan wanita terjatuh pingsan saat mendengar suara benturan antara kedua pukulan itu.
'Sialan! Bos dan orang itu sama kuat!' gumam salah satu anak buah Allen yang menyandera para pelayan di sudut ruangan.
Rey dan Allen mundur beberapa langkah untuk mengambil nafas terlebih dahulu. Tapi beberapa detik kemudian mereka kembali saling menyerang dan benturan demi benturan terdengar di telinga semua orang yang menyaksikan pertarungan itu dengan rasa ngilu.
'Sialan! Tidak sia sia tuan Rey menyewa orang ini untuk menjadi pengawalnya, dia lumayan kuat.' gumam Allen sambl terus menyerang Rey dengan keras.
Allen tidak mengira jika yang bertarung dengannya adalah Rey, tapi Allen mengira kalau yang bertarung dengannya adalah pengawal Rey.
'Baiklah, sudah cukup main mainnya.' gumam Rey dengan santai.
"Makan nih!" seru Rey melayangkan tinju kuat ke arah Allen dengan cepat.
Allen sudah mengetahui arah pukulan Rey dengan tepat sehingga Allen melayangkan tinjunya untuk menahan tinju dari Rey.
BRRUAAAAGH!
"AaaarrrggghH!!" Allen terpental hingga menabrak dinding samping itu sampai roboh.
"Booosss!!" teriak anak buah Allen yang melihat bosnya terlempar sangat keras sampai dindingnya roboh.
"Uggh!" Allen merasakan kesakitan yang sangat menusuk.
"Siaalaan!" teriak Allen mencoba untuk berdiri.
"Bagaimana dengan itu?" tanya Rey santai sambil memasukkan sebelah tangannya ke dalam saku celana.
"Sialan! Terima ini!" seru Allen dengan cepat menghentakkan kakinya dengan kuat dan menuju ke arah Rey untuk melayangkan tinjunya.
Tapi tiba tiba Allen berhenti sebelum tiba di depan Rey.
"A-apa ini!" seru Allen kaget saat mencoba menggerakkan tangannya tapi tangannya tidak merespon dan tidak merasakan apa apa saat ingin menyerang Rey.
"Hahahaha! Ada apa denganmu?" tanya Rey tertawa.
"Sialan! Ta-tangaku patah!" seru Allen gemetar sambil melihat ke arah tangan kanannya.
Allen segera melompat ke arah kaca jendela dan melarikan diri dengan cepat.
"Sialan! Awas kau! Aku akan kembali setelah tanganku sembuh!" teriak Allen sebelum melompat dan melarikan diri.
"Bo-booss!" seru anak buah Allen yang sedang menjaga para pelayan.
"Hei, bosmu sudah melarikan diri, kini giliran kalian!" kata Leon menatap para anak buah Allen itu.
"Sialan!" seru salah satu anak buah Allen yang terpojok setelah ditinggalkan oleh bosnya.
Mereka mundur beberapa langkah dengan hati hati saat Leon dan Vonta mulai mendekati mereka.
"Sebaiknya kita pergi dari sini." bisik salah satu anak buah Allen kepada teman temannya.
__ADS_1