Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Memeriksa Pulau


__ADS_3

Kapal itu bergerak menuju ke Devirium Island, Rey ingin memeriksa pulau pribadinya itu. Dan dia tidak akan kesepian di pulau itu karena mengajak Rufio dan teman temannya. Saat ini, rombongan itu berjalan jalan di kapal pesiar. Mereka terus saja terkagum kagum seolah tidak ada yang bisa di lakukan selain kagum. Mereka masih memuji fasilitas yang ada di kapal pesiar itu.


"Wah kolam renangnya besar sekali..."


"Lihat ada helikopternya..."


"Sial lihat itu, bukankah itu submarine mini..."


Mereka terus saja membahas apa yang mereka lihat. Mereka tak bisa menahan diri untuk tidak menelan saliva masing masing. Mereka tidak membayangkan bisa berdiri di kapal pesiar mewah itu. Rey berjalan menuju geladak dengan segelas wine di tangannya. Dia memandangi lautan luas sambil bersandar di pagar. Akhirnya setelah kekaguman mereka berhenti, mereka mulai menikmati fasilitas yang ada.


Beberapa orang mulai berfoto dan selfie di sana, dan beberapa mengobrol dengan santai. Kapal itu mulai melaju dengan kecepatan penuh melaju memecah ombak menuju titik lokasi yang diberikan Rey kepada One.


***


Di tengah laut, sebuah kapal pesiar berukuran medium sedang berlayar dengan tenang. Di kapal pesiar itu, puluhan wanita cantik memakai bikini sedang berpesta. Di geladak, seorang pria gemuk sedang berbaring di kursi pantai. Seorang gadis seksi dengan dada yang besar berbaring di pelukannya.


"Sayang, katanya kau akan membelikan aku tas baru kan?" kata wanita itu sambil tersenyum. Dia mengelus perut pria itu dengan lembut.


"Tentu! Tas Louis Vuitton itu kan? Kau tau apa yang harus kau lakukan bukan?" kata pria itu sambil tertawa yang membuat perutnya bergoyang goyang. Dia tersenyum nakal sambil membelai wanita itu.


"Ah sayang! Kau nakal!" seru wanita itu dengan kesal dan berdiri. Dia tiba tiba diam tak bergerak ketika akan pergi. Dia terkejut. Pria yang masih berbaring itu, tersenyum licik.


"Kau tidak jadi pergi? Buat aku senang sekarang..." Kata pria itu sambil menarik wanita itu ke pelukannya. Dia sangat senang karena wanita itu diam tak bergerak. Ketika dia akan menyentuh wanita itu lagi, dia menyadari kalau wanita itu tidak menatapnya. Mata wanita itu menatap ke satu titik. Pria itu kesal wanitanya mengabaikannya. Dia menoleh ke arah pandangan wanitanya.


Disana dia melihat sebuah kapal pesiar besar bergerak ke arah mereka. Kemudian melewati kapal pesiar mediumnya. Kapal pesiar medium itu sempat bergoyang karena gelombang yang di sebabkan oleh kapal pesiar besar. Pria itu marah dan cemburu melihat kekayaan besar melewati mereka. Namun tidak bisa melakukan apa apa.

__ADS_1


Benar, kapal pesiar besar itu adalah kapal Rey. Dia tidak tahu bahwa dia sedang merusak kesenangan seseorang ketika kapal besarnya itu lewat.


***


Kapal Rey mulai mendekati pulaunya. Jaraknya kira kira hanya kurang dari sepuluh menit. Rey berjalan memasuki aula di mana semua orang sedang berkumpul menikmati waktu.


"Nikmati waktu kalian! Kalau kurang aku akan buka botol Conti lagi nanti. Mari kita minum!" seru Rey mengangkat gelasnya.


Semua orang mengangkat gelas mereka keatas untuk menghormati Rey. Kemudian mereka mulai bertanya tanya kemana tujuan mereka. Rey hanya tersenyum. Terlihat tanda lampu peringatan mengambang di tengah laut. Semua orang tahu itu adalah tanda perbatasan sebuah pulau pribadi seseorang. One menghubungi Rey bahwa kapal mendapat peringatan menjauh muncul di ruang kemudi kapal. Tapi Rey tidak perduli.


Rufio dan teman temannya mencoba memberi tahu Rey, namun percuma. Setahu mereka orang yang memiliki pulau pribadi biasanya sangat kaya atau berkuasa. Jika mereka terlanjur masuk ke perbatasan mereka hanya bisa berharap pemilik pulau adalah orang yang baik. Karena jika pemiliknya tidak baik, mungkin mereka harus menerima konsekuensi yang parah.


Melewati perbatasan pulau pribadi sama dengan membobol rumah seseorang. Apalagi sudah ada lampu peringatan perbatasan tadi. Dan kapal Rey ini mengabaikan peringatan itu dan masuk begitu saja. Anak anak orang kaya ini mulai panik dengan apa yang dilakukan oleh Rey. Terlihat dua speedboat mendekati kapal mereka dan beberapa jetski memutari kapal berkali kali. Mereka terlihat tidak seperti penjaga keamanan biasa. Dari pakaian yang mereka pakai seperti pakaian militer tapi berwarna hitam polos.


Semua orang di kapal gugup ketika para penjaga merapat ke kapal pesiar. Rey satu satunya orang yang masih tenang. Sebenarnya Rey terkejut, tapi bukan karena takut.  Rey terkejut bahwa keamanan terjamin yang di maksud sistem adalah seperti ini. Rey hanya mengira bahwa pulau pribadinya hanya berisi vila dengan pemandangan laut dan aman karena penghuninya hanya Rey.


Mendengar kata kata Rey semua orang kaget. Apa? Apa yang terjadi? Tunjukkan identitasku? Mereka saling memandang dengan cemas.


"Tuan Rey, apa pemilik pulau ini teman anda?" tanya Rufio penasaran.


"Teman? Gak juga sih..." kata Rey sedikit terkejut dan menggelengkan kepalanya.


Semua orang bingung. Kalau Rey bukan teman pemilik pulau ini, bagaimana dia bisa begitu tenang? Ini benar benar konyol! Dalam sekejap semua orang tertekan. Nafas mereka benar benar tercekat.


"Pulau itu milikku...." lanjut Rey dengan santai.

__ADS_1


Semua orang terdiam. Mereka terkejut lagi. Pulau ini milik Rey! Mereka semua menarik nafas dalam dalam karena tidak percaya. Seseorang menunjuk speedboat yang dan sedikit berteriak.


"Lihat mereka pergi..."


"Gila!! Tuan Rey benar benar pemilik pulau!"


Mereka semua menatap Rey kaget. Bahkan Rufio tertegun di tempatnya. Dia menelan salivanya keheranan. Luar biasa! Ini sangat mengerikan. Rufio sudah terkejut bahwa Rey memiliki kapal pesiar ini dan bahkan mobilnya koenigsegg. Tapi ternyata tidak berhenti di situ saja. Dia tidak menyangka Rey memiliki lebih dari itu. Semakin dia mengenal Rey, semakin dia merasa Rey seseorang tak terbayangkan.


Kapal mulai merapat di dermaga kecil pulau itu. Mereka semua turun dari kapal pesiar dengan cepat. Mereka melihat sebuah vila raksasa di dekat pantai, mereka terkejut lagi. Mereka berasal dari keluarga kaya di XTown. Tapi mereka belum pernah melihat vila mewah di sebuah pulau pribadi seperti ini sebelumnya. Vila raksasa itu menunjukkan aura teknologi yang kuat dari penampilannya.


Mereka memasuki vila dengan rasa penasaran. Di dalam, dekorasinya sangat mewah. Sinar matahari dengn lembut merayap melalui jendela modern yang di rancang dengan cantik. Semua fasilitas vila berteknologi tinggi. Perabotannya berasal dari bahan bahan terbaik. Puluhan pelayan bekerja di sana. Di belakang vila ada lapangan golf. Rey juga terkejut sebenarnya ketika dia berjalan jalan melihat vilanya.


Sayangnya, vila itu berada jauh dari kota dan berada di tengah lautan luas. Dia hanya bisa datang ke sini kalau niatnya berlibur saja. Seandainya pulaunya dekat dekan kota di pasti langsung pindah ke sini.


"Vila ini luar biasa!" kata Rufio memuji.


"Aku senang kalian semua menikmatinya. Nikmati saja, kalau butuh sesuatu bilang kepada pelayan. Ya kalo kebetulan tidak ada biar nanti aku suruh orang naek helikopter berbelanja di kota."


Mata Rufio melebar. Yang lain juga bengong. Mereka tidak tahu harus berkata apa. Rey terlalu kaya. Dia akan pakai helikopter hanya untuk berbelanja. Kalau tadi mereka tidak melihat ada helikopter di kapal pesiar mungkin mereka berpikir kalau Rey hanya bercanda. Tapi nyatanya Rey akan melakukannya. Tidak seorang pun dari mereka yang akan melakukan hal konyol seperti itu.


Saat ini mereka agak miris juga, sebelum mengenal sosok Rey, mereka merasa bahwa mereka menjalani kehidupan yang baik dan mereka cukup kaya. Mereka tidak pernah membayangkan ada kehidupan yang lebih baik dari yang mereka miliki. Tapi dengan melihat kehidupan yang Rey miliki, mereka menyadari bahwa pemikiran mereka salah. Walaupun mereka semua milyarder, di bandingkan dengan Rey mereka semua adalah orang miskin. Saat ini Rey sedang menjungkir balikkan dunia mereka dengan waktu singkat. Status sosial di sini begitu terasa. Rasa hormat dan kagum kepada Rey benar benar naik dengan sangat tajam.


Rey menghubungi Hitomi, dan meminta maaf karena pergi tiba tiba. Dia meminta Hitomi untuk memberi tahu Leon agar mengambil mobilnya yang masih di tempat parkir kanal XTown. Hitomi menghela nafas, dia tahu bahwa lelakinya itu pergi jauh lagi. Rey meminta Hitomi untuk menjemputnya besok di kanal. Hitomi senang karena merasa di utamakan oleh Rey.


Malam pun tiba.

__ADS_1


Rey meminta pelayan untuk menyiapkan panggangan di tepi pantai. Rey membuka sebotol Romanee Conti. Ada banyak hal yang tersedia di vila. Mereka menemukan kepiting raja dan daging sapi asli negara kangguru. Semua makanan ini langsung diangkut melalui udara dari negara asalnya setelah di sembelih. Bahan makanan ini benar benar masih segar. Mereka semua berpesta dan bercanda canda.


Rey benar benar tahu caranya membuat orang kaya bertekuk lutut tanpa melalui kekerasan. Dengan membuat mereka terkejut saja sudah cukup untuk membuat namanya melekat di benak mereka. Malam yang indah itu pun berlalu.


__ADS_2