
Semua orang di pelelangan menunjukkan ekspresi aneh di wajah mereka. 152 milyar terlalu mahal untuk mansion biasa itu. Bahkan harga pasarannya jauh di bawah harga 100 milyar.
"153 milyar!" kata Rey sambil menatap Rice.
"Tadi kau menaikkan harga dengan cepat? hanya segitu kemampuanmu? 160 milyar!" Rice mencibir.
"Hanya segitu katamu?! 170 milyar!"
Orang orang terkejut. Mereka berdua sudah tidak waras. Harga itu benar benar mengerikan. Rice mulai ragu ragu, menyadari wajah Rice berubah Rey mulai mengejek Rice.
"Ah.. gak menarik sama sekali... ternyata omongan aja yang besar... Apakah biar terlihat kaya menawar segitu?" kata Rey santai.
Walaupun Rey tidak mengucapkan kata kata kasar, semua orang bisa mendengar ejekan dalan ucapannya itu. Mata Rice merah, hatinya panas karena marah.
"KAU MEREMEHKANKU BRENGSEK! 180 MILYAR!" teriak Rice.
Ruangan itu langsung gempar. Harga mansion biasa itu mencapai 180 milyar. ini benar benar tidak wajar. Semua orang menatap Rice. Rice yang tahu dirinya menjadi pusat perhatian mengangkat kepalanya dengan bangga.
"Ini bukan masalah besar kan? Lagi pula aku sangat suka mansion itu..." kata Rice sok keren di hadapan para tamu yang memandangnya heran.
Rice menatap Rey dengan penuh ejekan. Rice dengan jelas memprovokasi Rey. Hitomi menggenggam erat lengan Rey. Rey menatap Hitomi dengan lembut dan mengusap tangan Hitomi yang tegang untuk menenangkannya. Rey mengambil gelas wine di hadapannya. Dia meminum wine itu dengan santai.
"HEY SEKARANG GILIRANMU!" teriak Rice tidak sabar.
"Apa maksudmu?" tanya Rey santai.
"GILIRANMU MENAWAR! BODOH!" seru Rice.
"Mansion itu? Bukankah kau sendiri yang bilang sangat suka dengan mansion itu, aku baru sadar kalau kau sangat menginginkannya. Apalagi kau menaikkan harga sampai 180 milyar, aku gak nyangka lho kau benar benar sangat ingin memilikinya... Jadi aku gak akan merebutnya darimu... Silahkan saja... Semua orang yang kenal aku tahu kalo aku ini orang baik hati..." kata Rey pura pura sopan.
Semua orang disana berusaha untuk menahan tawa mereka. Orang baik apanya? Memberikan kesempatan pada Rice untuk memiliki mansion idaman? Rey benar benar mengerikan! Dia menipu Rice dengan elegan. Rufio dan Trent tidak menyangka akan menjadi seperti itu. Rey benar benar cerdas dan kejam! Rice bengong, dia dipenuhi amarah sekarang. Dia baru sadar telah di jebak di permainannya sendiri.
__ADS_1
Apalagi Rice menawar dengan lantang tanpa paksaan, jadi tidak bisa menyalahkan siapapun. Hal itu menimbulkan gelak tawa, suasana di ruangan itu berubah menyenangkan, hanya Rice yang sedih disana. Morris melirik Rice tak berdaya. Sebagai pemimpin lelang dia hanya bisa menutup kesepakatan terakhir. Morris mengumumkan selamat kepada Rice yang telah membeli mansion biasa dengan harga 180 milyar.
Wajah Rice berubah menjadi gelap. Dia merasa seperti habis buang air besar di muka umum. Bahkan mansionnya lebih besar dari yang dia beli ini. Ini benar benar konyol. Rice mencoba sebisa mungkin menahan diri. Dia seolah akan menjadi gila. Ekspresi paman Rice juga tidak baik, metode Rey ini sangat menyeramkan. Dia menatap keponakannya dengan marah dan putus asa. Jika ini bukan tempat umum dia sudah menghajar Rice.
Keponakannya itu membuang 180 milyar untuk membeli mansion biasa. Dan yang pasti sebuah lelang tidak bisa di batalkan, itu adalah aturan. Paman Rice menyuruhnya diam karena membuat masalah yang sangat memalukan. Pelelangan pun dilanjutkan hingga tiba di property terakhir. Tanah di belakang mansion Rey yang terdapat sungai besar yang alirannya langsung ke laut. Rey hanya berniat untuk membuat dermaga kecil untuk kapalnya, selanjutnya belum ada rencana.
Lelang tanah incaran Rey dimulai, banyak orang menawarkan harganya, sedangkan Rice hanya diam memperhatikan, dia tidak berani berbicara apapun. Dia memikirkan nasibnya nanti ketika dia pulang pasti akan dihajar oleh ayahnya. Sedangkan Rey diam dan menunggu, melihat penawaran yang begitu banyak, sepertinya Rey sadar ada sesuatu di lahan itu yang membuat menarik banyak peminat.
Penawaran yang terus menerus itu berhenti di angka 380 milyar. Tak ada yang menawar lagi. Harga ini sudah sangat tinggi untuk sebuah lahan seluas satu kilometer persegi di samping sungai besar. Sepertinya tanah ini memang mempunyai banyak potensi di lihat banyak yang menawar hingga harganya setinggi itu.
"Sepertinya sudah harga tertinggi..."
"Iya, 380 milyar sebagai penutup.."
"Aku tidak yakin, lihatlah, Rey sepertinya tertarik."
Mereka mulai diskusi sambil memandang ke arah Rey. Rey selalu membuat kejutan untuk mereka. Mereka menunggu apa yang akan di lakukan Rey. Seberapa jauh dia akan melangkah. Rey tersenyum.
"400 milyar."
"Seberapa kaya tuan Rey itu?"
"Ini benar benar mengerikan..."
"tawaran 400 milyar dan banyak yang menghormati...siapa orang ini?"
"Sepertinya dia bukan sekedar pemilik Mobs Games..."
Semua orang bertanya tanya identitas asli Rey. Seorang pria paruh baya yang melakukan penawaran 380 milyar menoleh ke arah Rey. Setelah memperhatikan wajah Rey, matanya agak terkejut, kemudian dia tersenyum dan mengangguk. Dia menyerah dengan hormat kepada Rey, tidak ada gunanya untuk melanjutkan. Morris sangat bahagia. Dia akan mendapat banyak keuntungan.
"Tawaran tuan Rey adalah 400 milyar. Ada yang ingin menawar lagi?" tanya Morris sebagai pemimpin lelang.
__ADS_1
Ruangan itu hening. Harganya sudah sangat tinggi, siapa yang akan menawar lagi katanya? Kemudian mereka menatap Rice. Mereka ingin tahu apa yang akan Rice lakukan. Rice bisa merasakan tatapan kejam mereka. Dia berharap ada lubang di lantai untuk melompat dan bersembunyi disana. Morris menunggu beberapa saat dan tidak ada yang memberikan tawaran lain. Hitungan mundur di mulai.
"Selamat tuan Rey! Anda pemenang lahan ini!" seru Morris mengumumkan hasil.
Morris sangat senang, menjual lahan yang terhitung kecil dengan harga fantastis sangatlah sempurna baginya. Semua orang bertepuk tangan. Pelelangan berakhir. Banyak orang datang dan bersulang untuk Rey. Rice melihat itu dengan marah. Seorang paruh baya mendekati Rey.
"Tuan Rey! Saya tidak menyangka bisa bertemu dengan anda!" kata pria itu sambil tersenyum.
"Kau siapa?" tanya Rey penasaran.
"Maaf, perkenalkan saya Jason Golston, ketua teknologi CyberWar Live." jawab Jason dengan tersenyum.
"Oh,,berarti apa kau teman Javier?"
"Bisa dibilang begitu Tuan, semalam beliau memberi tahu saya bahwa INVAX Assets berinvestasi di CyberWar Live sebanyak 5 trilyun, otomatis menjadi pemegang saham terbesar di perusahaan kami. Bukankah INVAX itu milikmu tuan Rey?"
Semua orang yang sedang berkumpul tentu terkejut. Javier Noah. CyberWar Live. INVAX Assets. Nama nama itu saja sudah membuat pengusaha besar merinding. Ini menunjukkan status yang sangat tinggi. Dan Rey berhubungan dengan semua itu. Pandangan mereka terhadap Rey langsung berubah. Latar belakang Rey sangat menakutkan. Rufio dan Trent menelan ludah. Mereka memandang Rey dengan tidak percaya.
Pria di depan mereka ini memiliki terlalu banyak identitas rahasia. Rice yang masih di situ terpaku, dirinya menjadi linglung seketika.
"Cepat juga mereka menyelesaikan tugas yang aku kasih..." jawab Rey santai di ikuti anggukan kepala Jason.
"Tuan Rey, saya ingin mentraktir anda dan Javier makan malam kapan kapan. Saya harap anda berkenan." tanya Jason sopan.
"Oke, udah lama juga gak ketemu Javier, kabari saja aku nanti."
Jason sangat senang, dia berpamitan kepada Rey untuk pergi lebih dahulu. Semua orang sadar dari percakapan tadi hubungan Rey dan Javier sangat dekat. Pandangan mereka kepada Rey menjadi antusias. Sebaliknya Rice pucat seperti menghadapi kematian di depannya. Mengetahui seberapa kuat dan banyaknya rahasia tentang Rey menyadarkan otaknya. Rey adalah orang yang tidak bisa dia singgung sama sekali. Dalam sekejap kemarahan dan kebenciannya menjadi puncak rasa takut membuatnya sangat putus asa. Ingin rasanya dia melarikan diri dari tempat itu.
Rey sedang berbicara dengan para pengusaha kaya. Rey juga mengenalkan Hitomi kepada mereka. Rey banyak menerima kartu nama dan menyerahkan semua kepada Hitomi. Sikap itu menunjukkan kepada semua orang disana bahwa jika ingin berbisnis dengan Rey harus melalui Hitomi. Perjamuan pun selesai. Rey membuka ponselnya sambil berjalan keluar menuju mobilnya.
Beberapa pesan penting masuk di ponselnya sejak kemarin tapi Rey memang belum membukanya. Sebuah pesan berisikan laporan dari INVAX Assets tentang investasi di CyberWar Live. Juga ada pesan dari Paul menginformasikan bahwa perencanaan game baru mereka sudah memasuki tahap beta tes. Game ini bernama Battle of The Year, sebut saja BOTY. Paul juga mengirim game itu ke ponsel Rey agar Rey mau mencobanya.
__ADS_1
Rey meminta Hitomi untuk menyetir mobil sementara Rey mencoba game barunya itu. Rey sangat puas dengan game itu. Rey berencana membicarakan keamanan game ini terhadap peretas dengan Javier. Teknologi milik SEAL Group adalah pilihan terbaik untuk bidang ini. Dan untuk kelompok penguji game, Rey akan memberikan kepada CyberWar Live untuk media promosi.
Hitomi membawa Rey kembali ke rumah Hitomi karena lebih dekat. Selain itu agar dia bisa menikmati waktu lebih lama berduaan dengan Rey. Lagipula Rey tidak mempermasalahkan itu. Mereka melewati malam itu dengan mesra.