
Setelah mendengar percakapan mereka, semua orang yang lewat memandang Brayden. Lagipula, mereka tertarik dengan pertanyaan ini. Brayden menganggukkan kepalanya dan bersiap siap untuk menjawabnya.
"Baiklah, aku bisa menjelaskannya pada kalian. Aku sudah ada disini sebelum kalian sampai di sini. Aku sudah berkonsultasi dengan salesman di sini dan mengetahui bahwa persyaratan untuk membeli mobil ini sangat ketat. Pertama, harganya 10,5 miliar, itu tidak terlalu mahal."
Mendengar kata kata Brayden, kebanyakan orang heran. Mereka semua menjadi terdiam dan mengerucutkan bibirnya. Rufio dan teman temannya juga tidak tahu harus berkata apa. Lagipula mereka hanya menganggapnya konyol.
Apakah kamu bercanda? Tidak mahal kepalamu! Kamu pamer? Ini 10,5 miliar lho! Dan kau pikir itu tidak terlalu mahal? Kau bicara omong kosong!
Pada saat ini, kebanyakan orang ingin mengatakannya di depan Brayden, sambil mungkin sedikit memukul wajahnya. Tapi mengingat statusnya, mereka tidak berani mengatakannya.
Bagaimanapun keluarganya kaya, ayahnya adalah ketua Morton Group, salah satu perusahaan terbesar di dalam negeri. Dia adalah pewaris utama. Modal awalnya adalah sekitar 178,5 miliar. Mungkin Brayden tidak pamer. Lagipula, 10,5 miliar bukanlah uang yang banyak baginya, jadi menurutnya harga mobil itu lumayan. Namun, itu banyak yang bagi orang lain.
Seandainya mereka tahu tentang ini, mereka tidak akan membuang waktu mereka untuk ini. Hitomi berdiri di sana dan juga terkejut dengan harganya. Walaupun dia sudah hidup dengan Rey, tetap saja dia tidak bisa merubah kebiasaan terkejut mendengar uang banyak. Dan ternyata Rey juga terkejut.
"Apa kau yakin harganya 10,5 milyar?" Rey ragu.
"Ya, aku yakin." Brayden menjawab.
Melihat reaksi Rey, Brayden terkejut. Orang orang yang lewat juga terkejut. Mereka mulai bertanya tanya. Rey seharusnya juga pewaris kaya seperti Brayden. Apakah dia juga berpikir mobil ini terlalu mahal? Sementara semua orang terkejut, Rey ragu ragu beberapa saat dan berguman.
"Ini sangat murah! Aku pikir harganya sekitar 30 miliar..."
Setelah mendengarnya, semua orang tidak tahu harus berkata apa. Obrolan macam apa ini! Semua orang memaki dalam hati mereka. Orang ini sama saja! Murah dari mana! Bagaimanapun banyak orang merasa sakit hati dengan obrolan absurd ini. Rasanya seperti dia menampar wajah mereka. Pada saat ini, kebanyakan orang merasa tidak bahagia, seolah mereka dipermalukan.
Rufio berdiri di sana dan memiliki perasaan campur aduk. Dia merasa betapa bodohnya dirinya. Dia seharusnya tahu Rey tidak akan berpikir itu mahal. Brayden menganggukan kepala dan melanjutkan.
"Ya, itulah yang aku pikirkan ketika aku tahu harganya. Tapi aku mengerti kenapa sulit untuk di dapatkan. Jumlah mobil ini terbatas. Hanya ada 200 unit di dunia. Jika kamu ingin membelinya, kamu harus memiliki ferrari 458 atau ferrari v12. Lalu, mobil ini hanya boleh di jual untuk miliuner papan atas atau pembalap papan atas. Artinya, jika kamu ingin membelinya, kamu harus menjadi miliuner papan atas atau pembalap papan atas."
Ketika dia selesai, itu menimbulkan kehebohan besar, seperti menjatuhkan bom lain. Orang orang yang lewat mulai bergosip tentang hal itu.
"Astaga! Brayden Morton tidak memenuhi syarat?"
"Kamu pasti bercanda! Tuan Morton tidak memenuhi syarat?"
"Wow itu luar biasa! Jika demikian, aku ingin tahu orang seperti apa yang akan memenuhi syarat untuk membeli mobil ini."
Dalam sekejap, itu menimbulkan kehebohan di ruang pameran. Rufio dan teman temannya juga terkejut dengan apa yang Brayden katakan. Mereka tidak pernah menyangka seseorang seperti Brayden tidak memenuhi syarat. Tapi mereka langsung mengerti mengapa itu terjadi. Menurut persyaratan untuk membeli mobil, Brayden mungkin tidak memiliki kualifikasi untuk membelinya.
Memang Brayden Morton, yang selalu menjaga profil tinggi, adalah orang kaya. Namun, dia hanya pewaris keluarga Morton. Untuk saat ini dia bukan orang mandiri. Yang berarti miliuner teratas adalah ayahnya, bukan dia. Sekarang ini, Aset pribadi Brayden hanya bernilai 42 miliar.
Karena itu, jika seseorang ingin membeli mobil itu, ayahnya memiliki kualifikasi tersebut. Tapi Brayden tidak memilikinya. Setelah mereka mengetahuinya, keraguan yang mereka miliki menghilang. Sementara itu, Rey berdiri di sana dan bergumam pada dirinya sendiri.
__ADS_1
"Aku mengerti."
Setelah itu matanya berkilau cerah. Rey menatap Hitomi yang berdiri di sana.
"Hitomi!" Rey berteriak.
Setelah mendengarnya, Hitomi menatap Rey dengan terkejut.
"Ada apa sayang?!"
"Sepertinya kau bosan dengan mobilmu kan?" Rey segera bertanya padanya.
"Eh? Apa? Apa itu maksudnya sayang?"
"Yap, sepertinya kau memang sudah bosan dengan mobilmu! Bagaimana kalau aku membelikanmu Ferrari v12?" kata Rey sambil menaik turunkan alisnya.
Jujur saja, Rey ingin membeli Ferrari Monza Sp2 saat melihatnya. Meskipun dia tidak bisa mengendarainya di jalan, dia bisa membelinya sebagai koleksi. Selain itu, dia memiliki sebuah pulau kecil. Jika dia ingin mengendarainya, dia bisa membangun jalan baru di sepanjang pulau. Dengan cara itu, dia bisa mengendarai mobil balap itu.
Apa yang Rey katakan menarik banyak perhatian orang lewat. Kebanyakan orang memandang Hitomi dengan cemburu. Itu ferrari v12! Harganya 2,1 miliar! Dia sangat beruntung! Pacarnya menawarkan untuk membelikannya sebuah ferrari! Itulah yang semua orang perjuangkan sepanjang hidup mereka! Hitomi bisa memilikinya tanpa beban!
Orang orang ini menjadi lebih cemburu dan iri. Hitomi masih terkejut. Dia sendiri tidak tahu berapa harga ferrari v12. Yang dia tahu hanya mobil ferrari itu mahal. Sementara yang lain masih terkejut, Brayden terdiam sejenak dan menyadari tujuan sebenarnya Rey. Dia menatap Rey dan bertanya dengan kaget.
Pada awalnya Brayden tidak mengerti mengapa Rey membeli ferrari v12. Lagipula, Rey mengubah topik pembicaraan mereka terlalu cepat. Semenit yang lalu, mereka berbicara tentang ferrari monza sp2 dan tiba tiba dia mengatakan kepada semua orang bahwa dia ingin membelikan wanitanya ferrari v12. Tapi saat berikutnya, Brayden tahu mengapa Rey melakukan itu. Dia akan membeli ferrari monza sp2 itu.
"Iya, aku mau beli satu." Rey menjawab dengan anggukan.
Setelah mendengar apa yang di katakan Rey, semua orang tercengang.
"Kamu bercanda kan? Aku sudah menjelaskan sedetail mungkin. Jika kamu ingin membelinya, kamu harus memenuhi persyaratan status mereka. Tapi kamu----,,,"
Brayden tidak tahu bagaimana menjelaskannya lagi. Dia tidak memandang rendah Rey, Brrayden tahu Rey tidak masalah dengan harganya. Tapi apa yang ingin Rey lakukan ini jauh melampaui kekuatannya. Dia tidak sanggup meraihnya. Bagaimanapun, sebagai anak orang kaya, Brayden tidak memenuhi syarat pembelian mobil itu. Tidak mungkin Rey bisa memenuhi persyaratan ketat ini.
Mendengar apa yang Rey katakan, orang orang yang lewat mulai bergosip.
"Astaga! Orang ini benar benar---,,,"
"Apakah dia tidak menyadari keterbatasannya?"
"Benar! Lagipula, Brayden sudah memberitahu tentang persyaratannya."
"Hanya orang kaya top dunia atau pembalap kelas atas yang memenuhi syarat untuk membelinya. Apa dia pikir dia salah satunya! Dia pasti bercanda!"
__ADS_1
Pada saat itu, kebanyakan orang yang lewat menggelangkan kepala dan berpikir Rey melebih lebihkan dirinya sendiri. Mungkin Rey sekaya Brayden. Tetapi jika dia ingin membeli mobil itu, dia jauh dari kualifikasi. Itulah satu satunya pikiran yang ada di benak semua orang.
Sedangkan Rufio, dia mengerutkan kening mendengar keputusan Rey dan berpikir sama dengan orang lain. Tapi dia berubah pikiran ketika dia memikirkan identitas Rey. Dia mulai percaya bahwa hal itu mungkin saja terjadi. Melalui hari hari berteman dengan Rey, Rufio tahu satu hal tentang dia. Rey tidak bisa di tebak. Dia tahu Rey memiliki mobil mobil edisi terbatas. Dengan itu membuktikan bahwa Rey berasal dari keluarga kaya dan berkuasa.
Oleh karena itu, Rufio berpikir Rey mungkin memenuhi syarat untuk membeli mobil itu. Setelah di tertawakan, Rey hanya tersenyum dan berkata.
"Terkadang, kau harus mencoba semuanya."
Setelah itu dia berjalan ke penjaga stand di bawah mata curiga Brayden.
"Halo tuan? Ada yang bisa saya bantu?"
Penjaga stand, Edith Herbert, yang bekerja di sini, tersenyum dan bertanya.
"Oke! Aku ingin membeli dua mobil." kata Rey.
"Baiklah, mobil mana yang ingin anda beli tuan?" jawab Edith dengan tersenyum.
"Ferrari v12 dan monza sp2." jawab Rey santai.
Setelah mendengarnya, Edith di hinggapi keterkejutan dan segera menjelaskannya. Jujur saja, Edith tidak berpikir Rey memenuhi syarat untuk membeli mobil itu. Karena profesional, dia masih mengingatkannya dengan tersenyum. Dia tidak ingin bahwa Rey merasa malu setelah dia mengetahui dia tidak memenuhi syarat.
"Aku tahu itu. Jika kau ingin mengkonfirmasi identitasku, kau dapat melakukannya sekarang."
Edith terkejut, tetapi bereaksi dengan cepat.
"Baiklah, silahkan isi formulir aplikasi dan tuliskan informasi anda di sana. Saya akan segera memeriksanya untuk mengetahui apakah anda memenuhi syarat."
Rey mengisi informasi tentang dirinya. Ketika mengisi kolom aset, Rey ragu ragu beberapa saat. Tidak mungkin dia menuliskan semuanya bukan? Bisa muntah darah orang yang mendengarnya. Kemudian dia hanya menulis tiga aset saja. Mobs Games, SEAL Group dan Winner Group. Edith melihat itu, dia merasa ragu akan hal itu.
Dia hanya mengambil aplikasi dan berkata.
"Baik tuan, saya akan memeriksanya."
Dia berbalik untuk menuju ke ruangan belakang stand. Dia masuk ruangan itu dan menggelengkan kepalanya.
"Dia pasti sudah gila! Bagaimana mungkin." gumamnya dalam hati.
Dia mulai menelpon untuk memverifikasi informasi. Pertama dia melakukan panggilan ke perusahaan Mobs Games, dia menjelaskan mengapa dia menelepon, dia mulai memverifikasi informasi dengan Mobs Games. Beberapa saat kemudian, dia mendengar jawaban dari sana.
Dan Edith langsung mematung.
__ADS_1