
Pintu lift terbuka dan direktur utama itu berlari menuju ke depan gedung dengan terengah engah dan akhirnya direktur itu melihat Rey yang sedang berkumpul bersama para wanitanya.
"Eh? Ada apa dengan tuan Zuna?" tanya para karyawan yang melihat direktur itu berlari menuju keluar.
"Tuan Rey, maaf menunggu lama." ucap direktur utama itu sambil membungkukkan badan kepada Rey.
"A-apa? Siapa orang itu? Sampai sampai tuan Zuna membungkukkan badan dengan sangat hormat?" tanya resepsionis itu penuh tanda tanya.
"Tidak apa apa." kata Rey tenang kepada direktur utama.
Direktur utama merasakan hawa dingin yang begitu menusuk hingga ke tulang saat melihat tatapan Rey yang begitu tenang.
"Tuan Rey, silahkan masuk." kata direktur itu mempersilahkan Rey untuk masuk ke ruang tamu VIP.
"Oke." jawab Rey mengangguk dan mengikuti langkah direktur itu ke dalam ruangan.
"Silahkan duduk, tuan Rey." kata direktur utama itu dengan hormat.
Rey duduk bersama kedua wanitanya di ikuti dengan Lita.
"Tuan Rey, perkenalkan nama saya Yoko Zuna, saya menjabat sebagai direktur utama di perusahaan ini sejak enam tahun yang lalu." kata Yoko sopan.
Yoko Zuna adalah direktur utama di perusahaan ini sejak awal XTown Commercial Street di dirikan. Yoko berasal dari kota Swits sebelum pindah ke kota XTown ini.
"Baiklah, perkenalkan ini adalah istri pertamaku, Hitomi Wales dan ini adalah istri ketigaku, Fafa Amore, sedangkan yang ini, calon istriku yang ke enam, Lita Marriot." kata Rey memperkenalkan para wanitanya dengan santai.
Rey memilih memperkenalkan mereka sebagai istri, toh bagaimanapun nanti mereka jadi istri Rey.
"Eh? Calon istri?" kata Lita dalam hati, dia kaget dan bingung dengan kata kata Rey yang seenak jidatnya sendiri.
"Ah begitu, salam kenal nona nona Demonforge." kata Yoko sambil membungkuk ke arah para wanita itu.
"Lalu, dimana wakil direkturnya?" tanya Rey dengan santai.
"Sebentar tuan Rey, saya sudah memanggil mereka." jawab Yoko sopan.
Tak lama kemudian, Wakil direktur, manajer dan para asistennya datang satu persatu dan masuk ke dalam ruangan itu.
__ADS_1
"Selamat siang, tuan Rey." kata wakil direktur membungkuk hormat.
"Perkenalkan nama saya Devon Dudley dan saya menjabat sebagai wakil direktur utama di perusahaan ini sejak empat tahun yang lalu." lanjut wakil direktur itu sopan.
Devon Dudley berasal dari kota yang sama dengan Yoko Zuna dan merupakan saudara dari istri Yoko yang bernama Yulisa Dudley.
"Selamat siang, tuan Rey." kata manajer membungkukkan badan dengan hormat.
"Perkenalkan saya Zayda Ramier, saya menjabat sebagai manajer di perusahaan ini sejak dua tahun yang lalu, dan ini adalah wakil manajer bernama Yoshi Tatsu, dia menjabat selama dua tahun juga di perusahaan ini." kata manajer itu dengan sopan sambil memperkenalkan wakil manajernya.
Zayda Ramier adalah gadis cantik yang berasal dari Serma. Dia terlahir sebagai anak orang kaya di kota Serma itu. Tapi Zayda tidak mau memanjakan dirinya dengan uang pemberian orang tuanya dan dia memutuskan untuk mencari pekerjaan yang menurutnya cukup untuk menghidupi dirinya sendiri.
Sementara itu, Yoshi Tatsu, adalah teman kuliah Zayda yang asli dari XTown walau punya sedikit darah oriental. Mereka bersahabat dari bangku kuliah, hingga akhirnya Zayda merekomendasikan Yoshi untuk menjadi wakilnya pada direktur Yoko.
"Selamat siang, tuan Rey." sapa Yoshi hormat.
"Baiklah kalau begitu mari kita bicarakan pekerjaan." kata Rey melihat ke arah Yoko.
"Baik tuan Rey, ini adalah berkas dokumen bulan ini yang sudah kami siapkan untuk di laporkan kepada anda." kata Devon menyerahkan map berwarna biru ke tangan Rey.
Rey kini menjadi pemilik XTown Commercial Street dengan keseluruhan aset mencapai 1500 trilyun dengan penghasilan lebih dari 63 trilyun per tahunnya. Dengan ini Rey menjadi orang terkaya di kota XTown ini. Tapi belum banyak orang yang mengetahuinya.
Beberapa pelayan membawakan beberapa botol wine yang di pesan oleh direktur Yoko dan segera menuangkan ke dalam gelas gelas yang sudah di tata oleh pelayan itu sebelumnya.
"Tuan Rey, saya bersulang untuk anda." kata direktur Yoko sambil mengangkat gelas wine ke arah Rey dan para wanitanya.
Para bawahannya juga mengikuti direktur Yoko mengangkat gelas wine nya ke arah Rey dan para wanitanya. Rey mengangkat gelasnya dengan tenang membalas mereka semua.
Setelah Hitomi selesai membaca dokumen laporan yang di berikan oleh Devon, Hitomi mengangguk ke arah Rey sebagai tanda jika laporan itu tidak ada masalah. Rey membalas anggukan Hitomi dengan santai.
"Tuan Rey, ijinkan saya untuk memperlihatkan seluruh lantai yang ada di gedung ini." kata Zayda sopan.
"Ah, tidak perlu." jawab Rey santai.
"Baiklah, tuan Rey." jawab Zayda sedikit kecewa.
"Sungguh laki laki yang tegas dan sempurna. Selain sikapnya yang sangat tenang dengan temperamen seperti itu, dia terlihat sangat tampan." gumam Zayda dalam hati dengan kekaguman kepada Rey.
__ADS_1
"Aku tidak perlu berkeliling untuk melihat semuanya. Gedung ini seratus lantai. Cukup tunjukkan saja rekaman cctv di setiap lantai dan ruangan di gedung ini." kata Rey meminum wine nya dengan elegan.
"Aah, sungguh benar benar tampan." gumam Zayda dalam hati ketika melihat Rey yang sangat tenang ketika sedang berbicara.
"Baik, tuan Rey." lanjut Zayda beberapa saat.
Zayda memerintahkan Yoshi untuk menyiapkan rekaman cctv itu lengkap dengan proyektor di ruangan itu. Yoshi mengangguk dan segera pergi untuk menyiapkan apa yang di minta bos besarnya.
Sementara menunggu, Rey mengobrol dengan Yoko dan Zayda dengan santai. Penampilan Zayda sangat profesional dengan setelan jas hitam membuat lekukan pinggangnya terlihat sangat indah. Dia memakai rok mini yang selaras dengan warna jasnya, membuat Zayda terlihat lebih elegan.
Sesekali Rey melihat ke arah Zayda dengan tatapan yang sangat dingin, tapi Rey mengakui bahwa Zayda memang terlihat berbeda dari beberapa wanita, selain cantik, dia memiliki temperamen yang begitu mirip dengan Hitomi.
Zayda sering kali mencuri pandangannya ke arah Rey dengan penuh kekaguman.
"Sialan! Kenapa dia terlihat sangat tampan! Ah! Sudahlah Zayda jangan bermimpi, dari ceritanya dia sudah punya enam istri, apa kamu mau jadi yang ke tujuh!" kata Zayda dalam hati sambil memperhatikan Rey yang sedang mengobrol.
Walaupun Zayda tahu kalau Rey memiliki banyak wanita, tapii Zayda merasa tidak keberatan jika seandainya Rey mau mengambilnya sebagai salah satu dari wanitanya. Padahal nyatanya belum tahu Rey mau.
Rey kembali melirik Zayda setelah Rey mendengar suara hati Zayda yang sedang bergumam. Dan benar saja, Rey tidak perduli. Jika di ingat ingat lagi dari Hitomi, Xena, Fafa, Yuri, Sabrina dan Lita. Hanya Lita saja yang ditunjuk oleh Rey secara langsung untuk menjadi wanitanya, yang lain? Mereka menawarkan diri mereka sendiri kepada Rey hingga akhirnya Rey juga mengakui mereka.
Beberapa saat kemudian, Yosi membawa beberapa perangkat seperti layar lacd yang tidak terlalu besar tapi cukup untuk di lihat, cpu komputer, proyektor serta beberapa peralatan lain. Ada empat pekerja yang sudah di siapkan oleh Yosi untuk menyeting semuanya hingga siap di gunakan.
"Tuan Rey, mari saya tunjukkan semua aktifitas yang berada di gedung ini." kata Zayda.
"Baiklah." jawab Rey mengangguk.
Zayda menyalakan proyektor dan menampilkan sebuah ruangan yang berada di lantai basement.
"Tuan Rey, ini adalah lantai basement yang merupakan tempat parkir kendaraan seluruh penghuni di gedung ini, luasnya sekitar 7.865 meter persegi. Tapi seperti yang anda lihat, tempat ini sudah penuh dengan berbagai mobil yang di parkir di sana."
"Hm? Menurutku sebaiknya kita harus memisahkan tempat parkir yang penuh sesak itu ke bangunan lain, misalkan di lahan sebelah gedung ini, tempat itu cukup luas untuk kia bangun lagi beberapa lantai khusus untuk tempat parkir kendaraan." kata Rey santai sambil menatap layar proyektor.
"Tuan Rey, jika tempat parkir di pindahkan, lalu lantai basement akan kosong?" tanya Yoshi.
"Tentu saja tidak. Lantai itu masih bisa di gunakan dan di alih fungsikan untuk keperluan lain. Misalnya tempat hiburan malam seperti club, bar, pub dan diskotik." jawab Devon menatap Yoshi.
"Tepat sekali." tambah Zayda.
__ADS_1