Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Alamat


__ADS_3

Sementara itu, Hitomi dan Lita tiba di XTown Commercial Street dan menuju ke rumah Lita yang sedang di renovasi.


"Selamat sore nona Rey." sapa Zayda.


"Sore juga, Zayda." jawab Hitomi.


"Zayda, kapan rumah ini selesai?" tanya Lita santai sambil melihat sekeliling.


"Menurut perkiraan, rumah ini akan selesai sekitar satu minggu lagi nona." jawab Zayda.


"Apakah kita bisa masuk untuk melihatnya?" tanya Hitomi.


"Tentu, silahkan nona, mari ikut dengan saya." jawab Zayda.


Hitomi dan Lita mengikuti langkah Zayda menuju ke dalam rumah itu.


"Nona Rey, inilah yang membuat renovasi rumah ini agak sedikit lama." kata Zayda sambil menunjuk ke arah kubah besar yang berada di tengah ruangan itu.


"Wah, sepertinya ornamen nya cukup rumit." kata Lita sambil melihat ke arah kubah besar itu.


"Benar nona, sesuai permintaan tuan Rey tentang kubah ini, beliau meminta kubah ini di beri ornamen yang cukup rumit. Ornamen ini menjadi salah satu yang paling klasik di antara yang lainnya, maka dari itu pengerjaannya akan sedikit memakan waktu." kata Zayda sambil menjelaskan.


"Hito, kenapa Rey memesan ornamen yang sangat rumit ini?" tanya Lita.


"Bukannya kamu tahu kalau Rey menyukai hal hal klasik seperti ini? Apa kamu tidak melihat di setiap sudut mansion? Di sana terdapat banyak ornamen yang cukup klasik bahkan beberapa ornamen dia pesan secara khusus dari pemahat asing yang ternama." jawab Hitomi sambil menatap kubah besar itu.


"Benar juga, pantas saja setiap kali aku berkeliling di mansion selalu menemukan ornamen yang sangat rumit. Tapi aku menyukainya, dengan banyaknya ornamen seperti itu, mansion Rey terlihat lebih mewah dari kebanyakan mansion mansion yang lain." kata Lita sambil berjalan mengikuti Zayda.


"Ya, aku setuju." tambah Hitomi sambil mengangguk.


Zayda membawa Hitomi dan Lita ke taman di belakang rumah yang sebelumnya tidak ada.


"Wah! Bagus sekali." kata Lita sambil melihat sekeliling.


"Eh? Zayda, bukankah di tempat ini dulunya sebuah rumah?" tanya Lita.


"Ya, memang benar sebelumnya di sini ada satu bangunan tiga lantai, tapi kami merobohkannya dan kami jadikan sebuah taman sesuai permintaan tuan Rey. Dan rencananya di ujung selatan sana akan ada kolam renang yang cukup unik. tapi itu belum selesai." jawab Zayda sambil menunjuk ke ujung taman.


"Hito, tidak mungkin aku tinggal di sini sendirian." kata Lita.


"Hah? Kenapa?" tanya Hitomi.


"Bayangkan saja sendiri, jika kamu tinggal di rumah sebesar ini, apa kamu tidak merasakan kesepian." kata Lita sambil mengerutkan kening.


"Hmm, masuk akal juga, tapi menurutku rencana Rey tidak seperti itu." jawab Hitomi sambil melihat sekeliling.


"Maksudmu?" tanya Lita.


"Ya, kemungkinan besar, Rey akan membawa kita semua ke sini sesekali waktu, bukankah sifat Rey seperti itu." jawab Hitomi.


"Benar juga, bahkan aku merasa heran dengan diriku sendiri, kenapa setelah bersama kalian aku merasa tidak ingin berpisah ya." kata Lita sambil menggaruk kepalanya.


"Itu artinya kamu sudah menjadi bagian keluarga kami, aku pun merasakan hal yang sama, terkadang aku sendiri bingung, kenapa aku bisa menerima gadis lain untuk bersama Rey, tapi entah bagaimana, setelah bergabung bersama, ikatan kami semakin erat." kata Hitomi.

__ADS_1


"Sudahlah, jangan di bahas, mungkin kita sudah di takdirkan untuk selalu bersama sama." kata Lita sambil menepuk bahu Hitomi.


***


Sementara itu, Rey yang berada di ruang keluarga sedang menemani para gadisnya yang sedang asik menonton tv.


Tiba tiba Rey merasakan rindu kepada Xena.


Rey membuka ponsel dan menelpon Xena.


[Halo sayang! Aku merindukanmu!]


"Ah cepat sekali mengangkatnya. Ya, aku juga, apa kau sudah makan?" tanya Rey.


[Sudah, sayang.]


"Syukurlah, bagaimana dengan ibumu?" tanya Rey.


[Ibu semakin membaik, kemungkinan beberapa hari lagi aku bisa kembali untuk membantu Hitomi lagi.]


"Syukurlah." kata Rey.


"Sayang! Apakah itu kak Xena?" tanya Yuri sambil berjalan ke arah Rey.


"Ya." Rey mengangguk.


"Berikan padaku, aku merindukannya." seru Yuri sambil merebut ponsel Rey dengan senang.


[Baik, lalu bagaimana denganmu?]


"Aku baik dan aku merindukanmu, kapan kamu kembali?" tanya Yuri.


[Mudah mudahan secepatnya, ibu sudah mulai membaik dan sepertinya Hitomi juga membutuhkan bantuanku untuk mengurus perusahaan kita.]


"Syukurlah kalau ibu sudah semakin membaik." seru Yuri.


"Hei Yuri, siapa yang sedang kamu telpon?" tanya Fafa.


"Kak Xena." jawab Yuri.


"Hah? Kak Xena? Berikan padaku ponselnya!" seru Fafa sambil merebut ponsel dari tangan Yuri.


"Hati hati, nanti ponselnya jatuh." kata Sabrina yang melihat kedua saudarinya yang sedang rebutan ponsel.


"Hai kak, bagaimana kabarmu?" tanya Fafa.


[Hei Fa, aku baik baik saja, lalu bagaimana denganmu?]


"Syukurlah, aku baik kak, bagaimana kabar ibu?" tanya Fafa.


[Ibu semakin membaik, dan beberapa hari lagi aku akan segera bergabung kembali bersama kalian.]


"Syukurlah kalau ibu sudah semakin membaik, eh, ngomong ngomong saku sangat menrindukanmu kak." kata Fafa.

__ADS_1


[Ya, aku juga merindukan kalian.]


"Sudah sudah, berikan padaku, bukankah kalian punya ponsel masing masing. Kenapa merebut ponsel punyaku." kata Rey sambil mengambil ponselnya kembali.


"Hehehe, maaf sayang, kami hanya ingin tahu kabar kak Xena dan kami sangat merindukannya." jawab Fafa sambil merangkul lengan Rey dengan manja.


Rey hanya menggelengkan kepala saja.


"Baiklah Xena, sampai bertemu besok." kata Rey sambil melihat Fafa yang sedang memeluk tangannya.


[Baik sayang, istirahatlah dan jangan terlalu banyak begadang.]


"Jangan khawatir, bukankah di sini banyak yang mengurusku." jawab Rey.


[Baiklah, aku senang mendengarnya dan akan menunggumu besok.]


"Oke." jawab Rey.


Rey mengakhiri panggilan telponnya.


***


Di sisi lain, Lee telah tiba di tempat yang telah Rey perintahkan.


Lee membuka ponsel dan menekan tombol untuk menghubungi Rey.


Tapi beberapa kali Lee mencoba menelpon Rey, panggilannya di alihkan terus karena Rey sedang menggunakan ponselnya.


"Sial! Sibuk bener dah si bos ini." gumam Lee.


"Baiklah, biar aku kirim pesan saja." gumam Lee sambil menggelengkan kepala.


Lee mengetik pesan kepada Rey.


[Bos, aku sudah sampai di alamat yang telah kau berikan.] @ Lee_Tampan.


Lee segera mengirimkan pesannya.


Beberapa saat kemudian pesan Lee di balas oleh Rey.


[Bagus.] @ Rey_Dmnf.


[Bos, lalu apa yang harus aku lakukan?] @ Lee_Tampan.


[Rekam situasi di lingkungan itu dan kirim pasaku setiap lima belas menit sekali.] @ Rey_Dmnf.


[Oke siap!] @ Lee_Tampan.


Lee menyiapkan kamera ponsel dan mulai merekam situasi di daerah itu dengan santai.


Alamat yang di berikan oleh Rey kepada Lee adalah alamat kediaman Baron.


Sementara Rey mendapatkan alamat rumah Baron dari One dan Two.

__ADS_1


__ADS_2