Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Union Jack


__ADS_3

Rey menelpon Leon untuk mengajaknya makan malam bersama.


[Halo kakak bos, ada yang bisa ku bantu?]


"Tidak ada Leon, aku menelponmu untuk mengajak makan malam bersama, kemarilah." kata Rey santai.


[Oh, baik kak, aku akan ke ruang makan.]


Leon menuju ke ruang makan setelah selesai mencuci mobil.


"Duduklah, Leon." kata Rey melihat Leon yang baru saja masuk.


Beberapa menit kemudian, bibi datang dengan membawakan beberapa hidangan bersama para pelayan dan menyajikannya di atas meja makan.


"Silahkan tuan, semoga anda menyukai hidangan baru kami." kata bibi mengangguk.


"Hidangan baru?" tanya Rey menatap makanan yang tampak asing di depannya.


"Iya tuan, ini hidangan yang telah kami buat dengan menggunakan resep keluarga secara turun temurun." kata bibi menunjuk ke salah satu hidangan dengan jamur union jack sebagai bahan utamanya.


"Lalu yang ini adalah resep dari keluarga salah satu pelayan dengan memakai kerang darah sebagai bahan utamanya." lanjut bibi menerangkan dengan jelas dan sopan.


"Kelihatannya sangat lezat." kata Hitomi menatap hidangan jamur itu.


"Terima kasih bi, aku merasa senang dengan semua masakan yang di sajikan untuk kami." kata Rey mengangguk.


"Kalau begitu, selamat menikmati tuan." kata bibi membungkuk hormat.


"Ini sangat enak!" seru Rey saat mencicipi jamur yang sangat jarang di pasaran ini.


Selama ini Union Jack belum ada yang bisa membudidayakan, jamur ini hanya tumbuh di alam liar, maka dari itu jamur jenis ini sangat mahal di pasaran, harganya bisa mencapai sepuluh juta per ons.


"Ayo Leon, cobalah." kata Rey santai.


Rey mengambilkan jamur itu untuk kedua wanita yang berada di sampingnya.


"Terima kasih sayang." kata Lita saat menerima jamur itu di piringnya.


Mereka mencicipi semua hidangan yang di siapkan oleh bibi. Bibi merasa senang saat mendengar Rey dan kedua wanitanya sangat menyukai hidangannya.


'Syukurlah jika mereka menyukainya.' kata bibi dalam hati.


Tiba tiba ponsel Rey berdering. Terlihat nama Vonta di layar ponsel itu.


"Ada apa?" tanya Rey mengerutkan kening.


[Aku sudah membereskan semua yang ada di Golden Star Hotel.]


"Baguslah." jawab Rey mengangguk.


[Aku mau minta ijin pulang dulu bos, jika ada sesuatu hubungi saja.]


"Baiklah, terima kasih Von, lalu bagaimana dengan Lee?" tanya Rey santai.


[Mereka semua sudah pulang, dan mereka juga sangat senang dengan bayaran mereka.]


"Oke, titipanku sudah kau terima kan?" tanya Rey.


[Sudah bos, terima kasih banyak. AKu tidak menyangka sama sekali.]


Rey menutup teleponnya dan kembali makan.


***


Sementara itu, Vonta berpamitan kepada manajer dan para pelayan yang ikut membantu membereskan semua bekas kekacauan tadi siang.

__ADS_1


Vonta menuju ke samping hotel untuk mengambil mobil Rey yang sudah di berikan kepadanya.


"Akhirnya mimpiku jadi kenyataan!" seru Vonta senang saat memasuki Ford Mustang Shelby itu.


Vonta menyalakan mobilnya dengan santai dan menuju ke rumahnya untuk beristirahat.


***


"Sayang, ini benar benar enak, baru kali ini aku makan jamur se enak ini." kata Lita senang sambil memakan jamur itu dengan lahap.


Hitomi merasakan hal yang sama karena bagi mereka ini pertama kalinya mereka makan union Jack. Sedangkan Leon, sudah sangat sering makan jamur seperti ini karena tepat di belakang rumahnya adalah hutan kecil yang cukup luas, jadi Leon sering mencari jamur ini untuk di konsumsi, tapi meskipun sering memakannya, Leon merasakan bahwa masakan bibi memang benar benar enak.


"Leon, menurutmu bagaimana dengan jamur ini?" tanya Rey menatap Leon yang sedang asik dengan makanannya.


"Menurutku masakan bibi memang enak, walau aku sering makan jamur ini tapi aku rasa jamur yang di masak oleh bibi ini sangat istimewa." jawab Leon santai.


"Hah? Kau sering makan jamur ini?" tanya Rey kaget.


"Hm, jika musim hujan, aku bahkan makan ini setiap hari." jawab Leon.


"Waaah, sepertinya sangat enak jika aku bisa makan jamur ini setiap hari." kata Rey senang.


"Tentu saja, jika musim hujan datang, aku akan membawakan jamur ini setiap hari untukmu kak." kata Leon semangat.


"Benarkah?" tanya Rey senang.


"Kapan aku berani berbohong padamu kak?" jawab Leon santai.


"Hahaha, terima kasih Leon." kata Rey tertawa.


Mereka kembali makan dengan tenang dan sangat menikmatinya hingga akhirnya semua hidangan yang ada di meja makan itu bersih tak tersisa.


Bibi yang melihat pemandangan itu merasa puas dan senang karena masakannya benar benar habis tak tersisa di sana.


Rey dan kedua wanitanya merasa kekenyangan sampai mereka tidak beranjak dari kursi meja makannya. Sementara, Leon sudah selesai makan duluan dan pamit pulang ke rumahnya sekitar tiga puluh menit yang lalu.


"Aku bahkan tidak mampu berdiri, bagaimana caranya aku mandi." seru Lita memegangi perutnya.


"Hahahaha." Rey hanya tertawa sambil menggeleng senang.


***


Sementara itu, Vonta tiba di rumahnya.


"Sayang, bagus sekali mobilnya, apakah ini Ford Mustang Shelby?" seru Cameron senang saat melihat Vonta keluar dari mobil itu.


"Ya." jawab Vonta mengangguk.


"Mustang ini pemberian Rey." lanjut Vonta senang sambil mengelus mobil itu dengan gembira.


"Benarkah, sayang?" seru Cameron gembira.


Cameron masuk ke dalam mobil itu dan melihat interior yang begitu enak di pandang.


"Nyaman sekali duduk di sini." kata Cameron sambil duduk santai di sisi kemudi mobil itu.


"Sayang, ajak aku berkeliling." lanjut Cameron berkata sambil menatap Vonta dengan wajah memelas.


"Hahaha, baiklah, aku akan mengajakmu berkeliling." kata Vonta tertawa senang.


Vonta membawa Cameron berkeliling kota XTown dengan senang hati.


"Sayang, ini sangat indah. Lihat itu!" seru Cameron menunjuk air mancur di boulevard depan XTown Commercial Street.


***

__ADS_1


Di mansion Rey,


Hitomi dan Lita malah ketiduran di kursi meja makan itu. Rey tertawa melihat kedua wanitanya itu tertidur pulas karena terlalu banyak makan.


Rey menggendong satu persatu para wanitanya itu untuk di baringkan di tempat tidurnya. Rey berbaring di tengah tengah mereka dengan nyaman hingga akhirnya dia ikut tidur dengan pulas. Sedangkan ketiga gadisnya sudah terlebih dulu pergi tidur.


***


Di jalanan kota XTown,


"Sayang, bagaimana dengan mobilmu yang lama?" tanya Cameron menatap Vonta yang sedang mengemudi.


"Mobil itu kamu pakai saja, di masa mendatang, kamu tidak akan kekurangan uang lagi, karena gajiku cukup besar sekarang." kata Vonta mengelus rambut Cameron.


"Terima kasih sayang." jawab Cameron mencium pipi Vonta.


Vonta mengantar Cameron pulang setelah dua jam berkeliling kota XTown.


"Sayang, ibuku sedang tidak ada di rumah, apa kamu mau mampir?" tanya Cameron genit.


"Memangnya ibumu kemana?" tanya Vonta kaget.


"Ibuku ke rumah nenek tadi siang." jawab Cameron santai.


"Baiklah! Kalau begitu aku akan menemanimu." seru Vonta senang.


Vonta memeluk Cameron dan menggendongnya untuk masuk ke rumah Cameron. Dengan lembut Vonta menurunkan Cameron dan mencium bibirnya.


Mereka saling membalas ciumannya hingga akhirnya mereka sudah sampai di pintu kamar Cameron. Cameron membantu membukakan kancing kemeja Vonta dengan lembut.


Dengan mulut mereka yang masih menempel, Vonta melepas baju yang di pakainya. Vonta membukakan kaos yang di pakai Cameron.


"Sayang, sebaiknya kita mandi dulu." kata Cameron lembut.


"Baiklah." jawab Vonta mengangguk.


Mereka pergi ke kamar mandi dan berendam di bathub dengan santai.


"Sayang, berapa gaji yang di berikan Rey kepadamu?" tanya Cameron penasaran.


"Gaji bulananku sekitar 2,9 milyar." jawan Vonta santai.


"Apa! Banyak sekali gajimu." seru Cameron kaget.


"Gaji macam apa itu! Gaji pejabat saja tidak sampai segitu per bulannya." lanjut Cameron senang sambil membalikkan badannya ke hadapan Vonta.


Cameron memeluk Vonta dan mencium bibirnya dengan lembut. Mereka tidak kuasa menahan nafsu masing masing hingga dengan perlahan mereka bercinta di rendaman bathub itu.


Cameron melenguh saat tongkat Vonta mulai mengebor ke bibir lobang Cameron dengan perlahan. Vonta membungkam lenguhan Cameron dengan ciuman di bibirnya.


Cameron menghentakkan pinggulnya dengan teratur hingga Vonta merasakan kenikmatan saat lobang Cameron menyempit seakan akan lobang itu memijat tongkatnya.


Dengan perlahan Cameron menaik turunkan pinggulnya hingga terdengar cipratan air yang bergelombang di dalam bathub itu.


Cameron merasakan ledakan di dalam lobangnya yang terasa sangat nikmat. Vonta membalikkan posisinya saat Cameron tersentak ketika ledakan lobangnya menyembur membanjiri tongkat Vonta.


Vonta memegang kendali saat ini dengan posisi Cameron yang terlentang di dinding bathub itu, Vonta memaju mundurkan pinggulnya dengan teratur hingga membuat Cameron mendesah kembali dengan suara yang semakin keras.


Vonta membungkam kembali mulut Cameron dengan bibirnya hingga saat Vonta menaikkan temponya dengan cepat, Cameron tidak bisa mendesah dengen keras lagi tapi dia semakin menggoyangkan pinggulnya mengikuti irama yang Vonta mainkan.


Tidak lama kemudian, Vonta mengeluarkan tongkatnya dan akan menyiramkan lahar panasnya di luar lobang Cameron yang terlihat merah dengan sedikit cairan putih yang keluar dari mulut lobangnya.


Vonta berseru saat menyiram lahar panasnya ke arah wajah Cameron yang di sambut dengan bibir manisnya. Mereka kemudian melanjutkan mandinya dengan santai.


"Sayang, ini sangat indah." kata Cameron saat berada dalam pelukan Vonta di bathub.

__ADS_1


Mereka selesai mandi dan segera mengenakan pakaian mereka. Cameron memakai pakaian tidur yang tipis tanpa memakai apapun di dalamnya membuat pemandangan itu sangat indah.


Mereka berbaring dan saling memeluk hingga akhirnya mereka tertidur dengan pulas di dalam kamar Cameron.


__ADS_2