Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Skill Chef Profesional


__ADS_3

Teddy Larks pulang ke rumahnya dengan perasaan kecewa, rencana balas dendam belum selesai dan dia juga tidak berhasil bertemu Fafa.


"Sialan! Sudah banyak uang yang aku keluarkan agar bisa membalas dendam kepadanya tapi sampai sekarang masih belum ada yang mampu!" Seru Teddy geram.


Teddy memerintahkan kepada sekretaris ayahnya untuk mencari tahu tentang orang yang bernama Rey Demonforge. Karena bawahannya sendiri tidak becus dalam mencari informasi.


Sekretaris itu melaksanakan perintah Teddy dengan cepat.


***


Di mansion Rey,


Setelah dari kedai tadi, Rey dengan santai pulang ke mansion bersama ketiga wanitanya.


"Sayang, kamu sudah pulang." kata Xena berjalan menuju Rey.


"Kemana ibu?" tanya Rey melihat sekeliling.


"Ibu sedang istirahat setelah dokter memberikan terapi."


"Hm, baiklah, kalau begitu jangan mengganggunya." kata Rey berjalan ke arah kamarnya untuk mandi.


Fafa dan yang lainnya menuju kamarnya masing masing untuk pergi mandi dan mengganti pakaian mereka.


***


Di tempat lain,


Hitomi membawa Lita berkunjung ke perusahaan milik Rey yang lain. Dari yang besar sampai yang kecil, tidak mungkin menyebutkannya satu persatu.


Mereka berdua terlihat seperti kakak beradik yang sedang berpergian bersama.


Waktu berlalau dengan cepat hingga malam tiba.


Rey menunggu kedua wanitanya itu dengan penuh khawatir karena Hitomi tidak memberi kabar apapun bahkan ponselnya tidak aktif.


Waktu menunjukkan jam sepuluh malam, Rey masih menunggu mereka berdua di ruang santai.


Sementara keempat wanitanya, mereka sibuk dengan urusannya masing masing di kamarnya setelah selesai makan malam bersama.


***


Di rumah Teddy,


"Tuan muda, apa orang bernama Rey yang anda maksud adalah orang ini?" tanya sekretaris itu sambil menyerahkan berkas yang terdapat foto Rey.


Teddy mengambil berkas yang di berikan oleh sekretaris ayahnya itu dan membukanya.


"A-apa apaan datanya ini!" seru Teddy kaget.


Di dalam dokumen itu, terdapat informasi mengenai Rey, Teddy membaca dokumen itu dengan perasaan yang sama sekali tidak percaya tentang apa yang tertulis di dokumen itu.


"A-apakah ini suatu kesalahan? Apa kamu memberikan informasi yang salah?" tanya Teddy dengan rasa tidak percaya kepada sekretaris itu.


"Jadi memang benar di orangnya." kata sekretaris itu sopan.


"Tuan Teddy, informasi yang di kumpulkan tim saya, tidak mungkin informasi yang salah. Bahkan kami mencari tahu asal usulnya dengan teliti. Dia datang dari JTown sebagai pendatang di XTown. Dia tidak memiliki keluarga, dia yatim piatu." lanjut sekretaris itu sopan.

__ADS_1


"Lalu dari mana dia mendapatkan banyak uang sampai bisa seperti ini?" tanya Teddy heran.


"Jika di lihat dari materi, saya juga meragukannya, setelah saya selidiki, dia menjalani kehidupan yang biasa saja." jawab sekretaris itu dengan nada ragu.


"Jadi begitu ya." kata Teddy mengerutkan keningnya.


"Baiklah, kalau begitu, aku serahkan padamu untuk mencari tahu tentang dia lebih lanjut dan dari mana dia mendapatkan kekayaannya." kata Teddy.


"Baik tuan Teddy, saya akan melakukan yang terbaik." jawab sekretaris itu berbalik dan pergi.


"Aneh. Ini benar benar aneh. Dari mana dia bisa mendapatkan kekayaan yang sangat besar, bahkan dia bisa menjadi pemilik tunggal XTown Commercial Street." gumam Teddy mengerutkan keningnya dengan perasaan yang tidak jelas.


"Baiklah, untuk sementara aku akan berhenti memikirkan balas dendamku padanya sampai semua informasinya terkumpul." gumam Teddy melihat ke arah luar dari jendelanya.


Mungkin Teddy sekarang sudah mulai sedikit takut salah melangkah, atau dia mulai sedikit menggunakan otaknya itu.


***


Di mansion Rey,


"Sayang, maaf kami tidak memberi kabar terlebih dahulu karena ponsel kami secara kebetulan kehabisan baterai." kata Hitomi berjalan ke arah Rey yang berada di ruang santai.


"Ah, tidak apa apa, aku hanya mengkhawatirkan kalian, takut terjadi apa apa di jalan. Tapi sekarang aku tahu kalian baik baik saja." jawab Rey merasa lega di hatinya.


"Apa kalian sudah makan malam?" lanjut Rey bertanya.


"Kami belum sempat makan, karena kami takut membuatmu khawatir kalau kami mampir untuk makan malam di luar." jawab Hitomi lembut.


"Baiklah, kalau begitu biar aku siapkan makanan untuk kalian dan sebaiknya kalian mandi terlebih dahulu." kata Rey perhatian.


"Terima kasih, sayang." kata Lita lembut.


"Baiklah sayang, kalau begitu, kami mandi dulu." kata Hitomi berjalan menuju kamarnya.


Lita mengikuti Hitomi untuk mandi.


"Hey, bisakah kau membantu memberiku kemampuan memasak atau apa gitu?"


[Sudah kuduga.]


"Hehehe, ayolah."


[Haish, oke oke. Tunggu saja sebentar.]


Perlahan kepala Rey terasa pusing ketika berbagai ilmu pengetahuan tentang memasak memasuki kepalanya. Darahnya juga terasa mendidih. Tapi kejadian itu tidak berlangsung lama.


[Skill Chef Profesional sudah menyatu denganmu. Bilang apa?]


"Terima kasih, kau memang yang terbaik."


Rey pergi ke dapur dan menyiapkan beberapa bahan makanan tanpa memberitahu bibi. Rey membuka lemari es besarnya itu untuk mencari bahan bahan yang akan di masak.


"Loh? Tuan, kenapa anda tidak memanggil saya untuk menyiapkannya." kata bibi yang baru saja masuk ke dapur dan melihat Rey sedang memasak makanan.


"Ah, tidak apa apa bi, aku sengaja tidak memanggilmu karena sudah lama aku tidak melakukan hal seperti ini." jawab Rey santai sambil memotong sayuran dengan senang,


"Baiklah tuan, tapi biarkan saya membantu anda." kata bibi berjalan ke arah meja dapur.

__ADS_1


Hitomi dan Lita selesai dengan mandinya dan menggunakan baju tidur yang biasa mereka pakai. Mereka turun ke lantai satu dan menuju ke ruang makan. Setelah mereka sampai di ruang makan, mereka tidak menemukan Rey.


"Loh, kemana dia?" kata Hitomi melihat sekeliling.


"Apa dia benar benar menyiapkan makanan untuk kita?" tanya Lita.


"Ayo kita lihat ke dapur." kata Hitomi berjalan ke arah dapur yang berada di belakang mansion.


Rey memasak hidangan laut dengan semangat dan di bantu oleh bibi yang sedang memotong sayuran untuk masakan berikutnya.


Dengan cekatan Rey memasak sea food sperti seorang chef handal yang berada di restoran terkenal, sesekali Rey melempar dan membalikkan wajan nya dengan santai membuat api sesekali menyembur ke arah masakan laut yang berada di dalam wajan itu.


Hitomi dan Lita tercengang ketika melihat Rey yang sedang memasak seperti seorang chef profesional.


"Sayang, kamu benar benar memasak untuk kami?" kata Hitomi menatap Rey dengan rasa tidak percaya.


Lita tidak bisa berkata kata saat melihat ketrampilan memasak Rey seperti seorang chef yang hebat.


"Dulu aku sering memasak sendiri untuk aku makan dan menurutku cukup lumayan enak rasanya, tapi entahlah menurut kalian, jika masakanku tidak enak sebaiknya kalian katakan saja padaku." kata Rey sok keren padahal dulu biasanya dia hanya memasak mi instan saja.


Aroma wangi masakan itu tercium sangat lezat oleh mereka berdua, membuat mereka berdua saling bertukar pandang dengan tidak percaya.


"Apa dia laki laki yang aku sayangi selama ini?" gumam Hitomi dalam hati karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat di hadapannya.


"Sayang, aku benar benar tidak tahu kalau kamu bisa memasak." kata Hitomi kagum.


Rey tersenyum tenang, bibi juga merasa kagum dengan ketrampilan Rey dalam memasak, tapi bibi meragukan akan cita rasanya karena belum mencicipi.


Rey menyelesaikan masaknya, dia memasak sebanyak empat hidangan yang berbeda dan terlihat sangat sederhana, tapi Hitomi, Lita dan bibi merasa kagum walau masakan buatan Rey terlihat sederhana.


"Baiklah bi, tolong siapkan semuanya dan bawa ke ruang makan." kata Rey.


"Baiklah, tuan." kata bibi menganggukkan kepala.


Rey mengajak Hitomi dan Lita ke ruang makan dengan santai. Hitomi dengan perasaan yang semakin kagum kepada Rey mengikutinya ke ruang makan dengan gembira.


Lita tidak berbicara sedikitpun karena ini pertama kalinya dia melihat laki laki yang menurutnya tampan dan kaya itu memasak untuknya.


Dengan perasaan yang semakin kagum akan sosok Rey, Lita bertekad jika seandainya makanan Rey tidak enak, dia tetap akan mengatakan bahwa makanannya sangat enak dan akan memakannya sampai habis.


Mereka menunggu bibi untuk menyiapkan makanan yang Rey masak dengan tidak sabar di depan meja. Sebelum membawanya ke ruang makan, bibi mencicipi masakan Rey terlebih dahulu.


Bibi mengambil sendok dan mencelupkannya ke makanan yang di buat oleh Rey.


"Wah! Ini! Tidak mungkin!" kata bibi kaget saat mencicipi makanan yang di buat oleh Rey.


Tanpa terasa bibi meneteskan air matanya saat merasakan masakan yang di buat oleh Rey. Saat bibi mencicipi makanannya, rasa yang tidak asing terlintas di benaknya.


Bibi mengingat saat saat masih kecil yang selalu di manjakan oleh ibunya dan selalu di buatkan makanan kesukaan oleh ibunya.


"Kenapa lama sekali." kata Hitomi tidak sabar.


"Sabar sebentar, mungkin bibi sedang mempercantik tampilannya agar terlihat lebih lezat untuk di makan." kata Rey santai.


Bibi datang dengan membawa beberapa hidangan yang di masak oleh Rey dan menaruhnya di atas meja makan dengan lembut.


"Aah, akhirnya datang juga makanannya." seru Hitomi yang sudah tidak sabar ingin merasakan masakan dari orang yang sangat di cintainya.

__ADS_1


__ADS_2