
Sementara itu, para penguasa kaya yang sudah bertahun tahun menjadi raja di XTown ini membicarakan orang kaya pendatang baru yang telah menguasai beberapa perusahaan besar termasuk Real Estate Castle Group.
Mereka saling berhubungan satu sama lain dan membicarakan Rey yang telah mengambil alih Real Estate Castle Group itu.
Di mata para penguasa kaya di kota XTown ini, Rey tidak di kenal sama sekali, bahkan mereka baru saja mendengar namanya saja tanpa mengetahui wajah orang Rey.
Para penguasa itu mengadakan pertemuan dengan orang orang kaya tingkat satu di kota XTown ini di sebuah hotel atau lebih tepatnya di Golden Star Hotel yang merupakan milik Rey, tapi para penguasa kaya itu tidak mengetahui kalau hotel tersebut di miliki oleh Rey.
Gebrakan penguasaan mayoritas perusahaan tentu membuat gempar, sedangkan di internet dan sosial media seperti Facebook, Instagram, Tik Tok dan bahkan Youtube, nama Rey sudah mulai terkenal, tapi itu hanya namanya saja tanpa menhetahui sosok wajahnya seperti apa.
Rey menjadi pusat perhatian para netizen yang selalu mencari berita di internet, ketika sebuah artikel yang menyebutkan bahwa Rey memiliki 86% perusahaan yang berada di kota XTown ini. Inilah penyebab utama berita tentang Rey baru heboh sekarang, hanya kurang 24% saja, XTown akan ada di genggamannya.
Berita tersebut jelas menjadi ternding topic utama di seluruh negara Jamkha, tapi semua orang tidak mengetahui dengan jelas sosok Rey yang sebenarnya.
Bahkan di tik tok kekayaan Rey di sebarkan dengan artikelnya yang menyebutkan beberapa perusahaannya seperti MegaCore Tech, Estillo Island, XTown Commercial Street, Capital Bank dan Oico Group.
Semua orang merasa penasaran dengan kehidupan Rey seperti apa, dan bahkan ada orang kaya dengan sengaja menyewa detektif untuk menyelidiki Rey secara pribadi.
Semuanya tak lepas dari bantuan Zero, sistem Rey. Saat Zero mendeteksi begitu banyak berita tentang Rey di internet dengan cepat Zero memberi perintah di setiap perusahaan untuk tidak membeberkan sosok asli Rey bahkan Zero memerintahkan untuk merahasiakan foto Rey agar tidak terjadi hal hal yang tidak di inginkan.
Sementara itu, Rey yang baru selesai sarapan pagi bersama sedang berkumpul di belakang mansion dengan santai.
"Hitomi, bagaimana kalau kita semua pergi untuk bersenang senang?" tanya Rey menatap Hitomi yang sedang asik dengan laptopnya.
"Eh? Sepertinya itu ide yang bagus." jawab Hitomi.
"Aku ingin berbelanja." seru Fafa semangat.
"Aku setuju! Aku juga ingin membeli sesuatu." kata Yuri lembut.
Satu persatu para wanita Rey mengangguk setuju dengan rencana yang Fafa katakan.
"Baiklah kalau begitu, Hitomi kirimi adik adikmu beberapa juta." kata Rey.
"Baik sayang." jawab Hitomi lembut.
Rey berbalik dan menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih santai.
Hitomi mengirim uang kepada para wanita Rey masing masing dua milyar.
"Lita, aku belum punya nomor rekeningmu, bolehkah aku memintanya?" tanya Hitomi.
"Ah, tidak apa apa, aku masih punya simpanan uang." kata Lita.
"Hei, kak Lita, sebaiknya simpan uangmu, dan jangan sampai kamu bilang seperti itu lain kali, karena kalau kamu tidak menerima pemberian dari Rey makan kamu akan membuat Rey marah dan menendangmu dari sini." kata Yuri cemberut.
__ADS_1
"Hah? A-apa itu di haruskan?" tanya Lita menatap Yuri kaget.
"Kak, aku harap kamu mengikuti ucapan Yuri, ini benar benar bukan omong kosong, jika kamu tidak percaya, coba saja untuk menolaknya." kata Sabrina lembut.
Lita menoleh ke Hitomi dan Hitomi mengangguk sebagai tanda bahwa itu adalah benar.
"Baiklah.." kata Lita memberikan nomor rekeningnya kepada Hitomi.
Hitomi mengirim dua milyar kepada Lita.
"Apa!" seru Lita kaget saat menerima notifikasi di ponselnya.
"I-ini, dua milyar?" tanya Lita sangat terkejut saat melihat saldonya bertambah banyak.
"Biasakan dirimu mulai dari sekarang, karena kamu sudah bukan wanita biasa lagi, kamu adalah nona Rey mulai sekarang." kata Xena menggenggam tangan Lita lembut.
"Baik," jawab Lita mengangguk dengan patuh meskipun dia merasa kalau ini seperti mimpi.
"Ah, terima kasih Tuhan, engkau telah memberikan kebahagiaan kepadaku." gumam Lita dalam hati sambil menghela nafasnya dengan bahagia.
"Sebaiknya aku siap siap dulu." seru Yuri berjalan menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya.
"AKu juga." seru Sabrina dengan senang dan mengikuti Yuri ke arah kamarnya sendiri.
Rey turun dari lantai tiga menuju ke belakang mansion untuk kembali bergabung bersama para wanitanya.
"Belum sayang, mungkin sebentar lagi." jawab Xena.
Baiklah, kita tunggu dokternya datang terlebih dahulu, aku akan menyuruhnya untuk di sini dulu dan menemani ibumu selama kita jalan jalan." kata Rey.
"Baik sayang." jawab Xena lembut.
Beberapa saat kemudian dokter datang ke mansion.
"Tuan Rey, Dokter Zayn sudah di sini." kata bibi sopan.
"Terima kasih bi." jawab Rey lembut.
Bibi mengangguk, berbalik dan pergi. Sebelumnya, Rey sudah memberitahu bibi jika nanti Dokter Zayn sudah datang, Rey meminta agar bibi mengantarnya ke belakang mansion.
"Selamat pagi, tuan Rey, nona Rey." sapa Zayn membungkuk hormat.
"Ah, dokter Zayn, silahkan duduk." kata Rey.
"Dokter Zayn, bagaimana kondisi ibu?" lanjut Rey bertanya.
__ADS_1
"Saya rasa, penyakit yang di derita ibu anda talah sembuh, dan beberapa hari terakhir, ibu anda sudah mulai menunjukkan kemajuannya dengan cepat." jawab Zayn sopan.
"Syukurlah." kata Rey mengangguk senang.
"Oiya, dokter, bisakah anda merawat ibuku sebentar selama kami keluar?" tanya Rey santai.
"Tentu saja." jawab Zayn hormat.
"Ah, kalau begitu, terima kasih, dok." kata Rey.
Rey menoleh ke arah Hitomi dan menganggukkan kepala sebagai tanda agar Hitomi mengirimkan sejumlah uang kepada Dokter Zayn.
Hitomi mengangguk dan mengirim 20 juta kepada Dokter Zayn.
"Ini sudah kewajibanku tuan Rey dan tolong jangan sungkan kepadaku." kata Zayn senang saat melihat notifikasi di ponselnya.
"Tenang saja." jawab Rey mengangguk.
"Kalau begitu, saya pamit dulu untuk segera memeriksa ibu anda." kata Zayn sopan.
"Baiklah." kata Rey menganggukkan kepala.
Yuri dan Sabrina kembali ke belakang mansion dengan gembira.
"Baiklah, apa kalian sudah siap?" tanya Rey beranjak dari duduknya.
"Hmm, kami siap!" seru Fafa semangat.
Mereka menuju ke garasi mobil dengan gembira.
"Tunggu!" seru Rey menggelengkan kepala.
Setelah di pikir pikir, Rey memutuskan untuk tidak membiarkan para wanitanya mengemudi sendiri dengan mobil masing masing, tapi Rey memutuskan untuk memanggil Leon untuk datang ke mansion.
Rey menelpon Leon dengan santai.
[Halo kakak bos, ada apa ya?]
"Hei Leon, bagaimana kabarmu?"
[Ah, seperti biasa bos, saya merasa bosan dengan kehidupan saya saat ini.]
"Hahahaha, Kalau begitu, kemarilah Leon, aku butuh sedikit bantuan."
[Baik kakak bos!]
__ADS_1
Leon menutup panggilan itu dan dengan semangat berlari menuju ke mobil BMW nya.