Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Have Fun Forever


__ADS_3

Rey memejamkan matanya sejenak dan membuka mata dengan perlahan. Di pandangan Rey kini, grafik saham emas tidak ada pergerakan saat ini tapi 15 menit kemudian akan naik secara signifikan.


"Eh? ini?"


Belum juga Rey melanjutkan kata katanya, Yuri dengan polosnya menyela pembicaraan Rey.


"Sudah ah! Aku menyerah." seru Yuri cemberut.


"Tunggu! Yuri segera beli saham emas di titik 6000 poin sebanyak 100 juta lembar." seru Rey penuh semangat.


Rey tanpa rahu meminta Yuri membeli 100juta lembar saham emas karena 15 menit yang akan datang akan naik dengan cepat dan turun lagi satu menit kemudian. Yuri mendapat kiriman uang dari Hitomi sebanyak 600 milyar. Yuri segera membelanjakan uangnya untuk membeli saham emas sebanyak permintaan Rey.


"Ah! Banyak sekali saham yang kau beli!" kata Fafa.


"O jelas! Aku lah yang lebih keren daripada kamu!" kata Yuri menjulurkan lidahnya kepada Fafa.


Hitomi menggelengkan kepalanya melihat tingkah Yuri yang benar benar seperti anak kecil. Dan akhirnya, benar saja setelah 15 menit, saham emas itu meroket tinggi hingga ke titik 15000 poin. Yuri sangat bahagia dan memberitahu Rey.


"Bagus! Segera jual di titik 15500!" seru Rey.


Yuri menjual seluruh sahamnya sebanyak 100 juta lembar dengan hasil yang cukup mencengangkan. Yuri melompat dengan girang saking takjubnya melihat notifikasi di ponselnya bahwa di rekeningnya telah masuk uang dengan jumlah 1,55 trilyun. Semua wanita Rey menutup mulutnya dengan kedua tangan dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Rey tertawa dengan puas.


"Baiklah, segera transfer kembali kepada Hitomi." kata Rey.


Setelah semua uang kembali ke rekening Hitomi. Rey segera membagikan bonus kepada para wanitanya. Mereka masing masing mendapatkan 100 milyar dari Rey.


"Terima kasih sayang!" seru Yuri melompat ke pelukan Rey.


Mereka semua merayakan kemenangan besar ini dan mendentingkan gelas anggur bersama. Sementara itu, Sabrina malah menangis saat melihat notifikasi di ponselnya bahwa rekeningnya bertambah 100 milyar.


"Sabrina, kenapa kau menangis?" tanya Rey sambil mengelus rambut Sabrina dengan lembut.


"Maafkan aku sayang, aku menangis karena terlalu bahagia. Seumur hidupku aku belum pernah memiliki uang pribadi sebanak ini." kata Sabrina menundukkan kepalanya.


Rey memeluk Sabrina dengan lembut.


"Sudahlah, kau ini nona Rey! Berapapun uang yang kau minta padaku, akan aku beri. Jangan menangis lagi, anggap ini tangisan terakhirmu, aku tidak mau melihat air matamu lagi." kata Rey sambil menghapus air mata Sabrina dengan tangannya.


Sabrina mengangguk dan memeluk Rey dengan erat. Dia kembali mengambil gelas wine nya dan bergabung dengan para saudarinya. Mereka semua menghabiskan hampir 10 botol wine. Hingga membuat para wanita itu satu persatu ambruk di lantai.


Rey menggelengkan kepalanya melihat tingkah para wanitanya yang kebanyakan minum itu. Rey menggendong satu persatu wanitanya untuk di pindahkan ke dalam kamar mereka masing masing. Setelah selesai, Rey berbalik menuju kamarnya dan segera tidur.


***


Rey bangun pagi karena tidak mabuk, dia berolahraga sebantar dan mulai membersihkan diri.


"Hm? Kenapa system belum muncul juga?" tanya Rey dalam hati.


Setelah selesai mandi Rey turun ke ruang makan di sambut oleh tiga orang wanitanya. Sabrina mencium bibir Rey dan duduk kembali di kursi meja makan. Yuri dan Fafa juga melakukan hal yang sama bergantian. Mereka kemudian sarapan pagi bersama.


Hitomi dan Xena belum bangun dari tidurnya karena mereka tidak mempunyai kegiatan untuk hari ini. Berbeda dengan Fafa, Yuri dan Sabrina, mereka harus bangun pagi setiap hari untuk pergi kuliah. Setelah sarapan, mereka bertiga berpamitan kepada Rey untuk berangkat ke kampus.


Ponsel Rey berdering, terlihat nama Lee di layarnya.


[Ada apa?]


[Halo tuan Rey! Nanti siang akan ada pertandingan antar seni beladiri, apa anda mau mewakili sasana MMA?]


[Hah? Pertandingan? Kenapa harus aku?]

__ADS_1


[Ya sepertinya anda memang layak, setidaknya anda bisa bertarung.]


[Aish, oke lah aku akan mencobanya, tapi aku tidak janji akan menjadi pemenangnya!]


[Baiklah, aku akan menunggu anda di sasana nanti siang. Sampai jumpa, tuan Rey!]


Waktu berlalu dengan cepat, siang hari telah tiba. Para wanita Rey yang berkuliah mengajak Rey untuk makan siang di luar, tapi karena Rey sudah ada janji bersama Lee, dia akan menyusul mereka nanti. Rey berangkat ke sasana untuk menemui Lee. Mereka berdua bertemu di depan sasana dan masuk bersama.


"Coach!" teriak Lee berlari ke arah gurunya,


"Ada apa Lee? Semangat sekali kau." jawab seorang pelatih yang tampak sudah tua namun tubuhnya benar benar masih bugar.


"Coach, tuan Rey setuju ikut serta dalam pertandingan antar beladiri."


"Hm? Bagus bagus. Kalau begitu persiapkan dirimu nak, acara akan dimulai jam 3 sore nanti."


"Baiklah coach." jawab Rey.


"Aku kan cuma iseng disini, kenapa malah jadi serius begini. Kalau begini aku kan harus repot repot mengontrol tenagaku. Haish, merepotkan sekali." lanjut Rey dalam hati.


Rey pergi dari sasana untuk menyusul ketiga wanitanya makan siang di sebuah cafe. Lee ikut serta karena di ajak oleh Rey. Tidak butuh waktu lama, Rey sudah tiba di sana dan berjalan menghampiri mereka bertiga.


"Ah, sayang lama sekali, makanannya jadi dingin." seru Yuri ketika melihat Rey datang.


Rey segera duduk bersama Lee dan mulai makan beberapa hidangan yang sudah di pesan oleh para wanitanya.


"Tuan Rey, beruntung sekali anda memiliki tiga wanita cantik ini." seru Lee polos sambil menggelengkan kepalanya karena heran.


"Ini baru tiga, masih ada dua lagi di rumah." jawab Rey santai.


"Hah? Yang benar saja." seru Lee kaget.


"APA!" seru Lee menggelengkan kepala dengan heran sekaligus penasaran dengan kehidupan Rey.


"Apa anda serius tuan?" lanjut Lee penuh semangat.


"AKu tidak pernah bohong."


"Kalau begitu, ajari saya agar bisa mendapatkan banyak gadis seperti anda!" seru Lee semangat.


"Apa yang kalian bicarakan hah!" seru Fafa mennyipitkan matanya ke arah Rey dan Lee.


"Eh? Tidak ada apa apa." jawab Lee polos.


"Hm? Jangan macam macam!" seru Yuri


"Tidak kok!" jawab Lee menggelengkan kepala.


Rey hanya tersenyum santai. Dia berdiri dan menuju kasir untuk membayar makanan mereka dan Lee mengikuti Rey.


"Tuan, ajari aku mendapatkan wanita."


"Hah? Beneran yang kau bilang tadi? AKu kira bercanda."


"Tentu!"


"Kalau begitu, pelajaran pertamamu hari ini adalah... Kau harus kaya dulu."


"Hah? Kaya?"

__ADS_1


"Iya! Kaya."


"Kenapa jadi sulit begini."


"Ya memang, tapi itulah pelajaran pertamamu."


"Sial! Jadi itu syarat utamanya. Lalu gimana caranya biar aku kaya tuan?"


"Tentu saja kau harus bekerja keras untuk mendapatkan uang yang banyak."


"Hey! Siapa yang harus bekerja keras?!" tanya Yuri yang tiba tiba muncul.


"Hm? Aku sedang bicara dengan Lee, bukan kamu." jawab Rey sambil mengelus rambut Yuri.


"Oh gitu, aku kira kamu bicara padaku." kata Sabrina ikut menimpali.


"Maaf, ini urusan lelaki, nona Rey." jawab Lee sambil bercanda.


***


Sementara di mansion, Xena dan Hitomi sedang makan siang bersama ibu Xena di ruang makan.


"Makan yang banyak bu, biar cepat sembuh. Nanti dokter terapinya aku suruh datang kemari mulai hari ini." kata Xena.


"Tidak usah di panggil kemari, besok saja di rumah." jawab ibu Xena.


"Kenapa harus di rumah? Tinggal di sini saja bu, Rey akan sangat senang jika ibu di sini sampai benar benar sembuh." kata Hitomi.


"Ah, ibu tidak mau merepotkan dirinya." jawab ibu Xena.


"Rey tidak akan merasa di repotkan bu, percaya padaku." kata Hitomi.


"Betul itu bu." tambah Xena.


"Ah, baiklah kalau begitu." jawab ibu Xena sambil tersenyum.


***


Di sebuah rumah besar. Terlihar Teddy Larks sedang berbincang bincang dengan George di kamar tamu.


"Bos, ada berita di sport center akan ada pertandingan antar seni beladiri." kata George.


"Kapan?"


"Nanti jam tiga sore, info nya begitu."


"Apa kau ikut?"


"Tidak bos, aku tidak pernah ikut pelatihan bela diri apapun, aku hanya suka berkelahi saja."


"Hm... Baiklah! Kalau begitu, aku akan memanfaatkan acara ini untuk mencari petarung yang terbaik, untuk membalas dendam kepada si brengsek itu!"


"Baik bos, aku akan membantumu."


***


Sementara itu di XTown Sport Center. Banyak orang mulai berdatangan di gedung itu. Rey dan Lee segera mencari coach mereka untuk persiapan acara tahunan ini. Rey di beri celana dan sarung tangan khas MMA dengan lambang dari sasana nya.


Di gedung arena olahraga sudah di penuhi dengan peserta dan orang orang yang ingin menyaksikan acara tahunan ini. Selain sasana MMA ada banyak juga dari sasana bela diri lain seperti kungfu, taichi, muay thai, judo, taekwondo, karate, jiu jitsu dan yang lain sebagainya.

__ADS_1


Semua sasana beladiri mewakilkan tiga anggotanya masing masing untuk mengikuti ajang bela diri ini. Total ada tujuh sasana yang berasal dari XTown dan yang lainnya berasal dari luar kota. XTown memiliki acara setiap tahunnya untuk memilih sasana beladiri yang terbaik untuk di ikutsertakan dalam acara antar negara. Para peserta kini sudah bersiap siap untuk memulai acara.


__ADS_2