
DING!
[Selamat tuan anda mendapatkan hadiah dari system. 70% saham di Mobs Games.]
"Eh? Ini kan developer game yang sering aku mainin..." kata Rey senang. Dia menjadi sumringah karena dia memiliki saham besar perusahaan game favoritnya. Rey segera beranjak, dia mencuci mukanya dan mengambil asal satu kunci di deretan gantungan kunci kunci mobil nya. Dia melewati ruang makan kemudian mencomot 3 potong roti di meja, bibi yang melihat itu hanya geleng geleng kepala sambil tersenyum.
Rey meninggalkan mansion, baru kali ini dia sedikit tertarik dengan sebuah perusahaan. Maka dari itu dia akan memastikannya sendiri. Sambil menyetir sesekali dia menggigit roti yang dia comot tadi. Rey tiba di sana dengan cepat, dia memakirkan mobilnya di depan gedung. Rey menatap gedung kantor itu dengan senang. Mobs Games, salah satu developer game besar di negara ini.
Game moba yang sering di mainkan oleh Rey, keluaran dari developer ini dan merupakan tiga besar game terlaris di negara ini. Dan sekarang juga masuk di sepuluh besar di luar negeri. Laba bersih perusahaan ini hampir 1,5 trilyun. Rey kagum dengan gedung spektakuler Mob Games yang memiliki tema taman teknologi itu. Rey memasuki gedung dan menyapa resepsionis, Rey memberitahunya ingin bertemu dengan direktur. Resepsionis langsung menghubungi sekertaris direktur Mobs Games.
Direktur Mobs Games bernama Jake Thompson. Sekertaris Jake membeku ketika menerima panggilan dari resepsionis. Jake sudah memberitahunya bahwa jika suatu waktu pasti ada orang penting datang. Orang itu bernama Rey Demonforge, pemegang saham sekaligus pemimpin tertinggi Mobs Games. Sekertaris itu tidak mengira Rey datang secepat itu.
Sekertaris Jake bergegas turun dan mengirim pesan kepada Jake yang kebetulan sedang rapat di luar kantor. Sekertaris menemui Rey sambil tersenyum lebar.
"Tuan Rey, saya Linda, maaf tuan Jake sedang keluar rapat, tapi beliau akan segera kembali. Anda dipersilahkan istirahat di ruangannya."
"Kembalilah bekerja, aku akan berkeliling saja." kata Rey sambil meminta tanda pengenal untuk karyawan. Linda mengira Rey meminta tanda pengenal karyawan untuk melakukan inspeksi tersembunyi, apalagi Rey juga menyuruh Linda untuk tidak memberitahukan siapapun dia ada di sini. Padahal Rey hanya penasaran saja seperti apa kantor game yang di sukainya itu.
Rey berkeliaran tidak jelas di kantor itu, di departemen pengembangan dia melihat hampir ratusan staff bekerja disana. Rey tersenyum puas dan melanjutkan jalan jalannya, Ketika dia menyusuri lorong Rey mendengar suara berisik, dua orang pria sedang berdebat sengit.
"Bos, game ini nantinya akan sangat laris..."
"Hei Andy, kau kan udah jadi designer game ber tahun tahun, aku tahu rancanganmu bagus tapi kau juga harusnya tahu game kayak gini udah banyak! Gak akan sukses! Aku lebih milih rancangannya Phillip."
Andy Williams, pria yang menghadapi manajernya akhirnya kehilangan kesabaran karena mendengar alasan yang menurutnya tidak masuk akal.
"Bos, kau menolak rancangan kami hanya karena tidak memberimu hadiah saat perayaan saat itu kan!" Anda pikir kami tidak tahu anda sudah menggelapkan dana alokasi game baru milik tim kami!"
Rey menyipitkan matanya saat mendengar hal ini, manajemen internalnya ternyata sangat buruk. Memikirkan hal ini Rey dengan santai ngeloyor masuk.
"Ternyata ada masalah serius ama manjemen internal kantor ini." kata Rey santai sambil masuk ke ruangan.
__ADS_1
"Kau siapa sih!" Manager itu meneriaki Rey.
"Gak penting sih... Yang pasti kau nerima suap dan menggelapkan dana. Kau pikir bisa lolos?" kata Rey mengambil proposal desain milik Andy tadi. Rey memandangi proposal itu, sesekali dia tersenyum, desain tiu memang sangat bagus, hanya dengan sedikit revisi akan menjadi game yang laris. Tapi manager itu menolak agar dana proyek ini bisa untuk dirinya sendiri.
Rey berusaha tetap tenang tapi gagal, ya temperamen manusia ini memang ajaib sih. Sedetik lalu dia senang bisa saja sedetik kemudian marah marah tidak jelas. Akhirnya Rey meraung marah.
"APA KAU GAK BISA BEDAKAN MANA HAL BAGUS DAN TIDAK! MANAGER MACAM APA KAU!"
Manager itu melihat Rey dengan marah, apalagi melihat tanda pengenal yang dipakai Rey.
"ANAK MAGANG SEPERTIMU TAHU APA HAH!" teriak manager itu menggebrak mejanya. Andy yang melihat sikap Rey, jadi berani karena merasa ada yang mendukung. Kemudian dia juga menggebrak meja manager itu.
"BISA BISANYA ORANG KAYAK KAU JADI MANAGER! MENTANG MENTANG MASIH SODARA SAMA WAKIL PRESDIR!"
"Jadi gitu? Gara gara dia masih saudara wakil presdir saja?" kata Rey sambil mencibir.
"MEMANG KENAPA! KAU DI PECAT!" seru manager itu lagi.
Rey tidak perduli dengan ocehan manager itu karena ponsel di kantongnya berdering. Terlihat nomor asing di sana.
[Tuan Rey, ini Jake, maaf tadi saya rapat, saya sudah kembali, anda sekarang dimana tuan Rey?] kata Jake sopan.
[Departemen pengembangan, manager macam apa yang kau pekerjakan? Barusan dia memecatku...]
Jake yang baru saja naik lift, lututnya mendadak lemas ketika mendengar Rey berbicara seperti itu. Dia hampir saja terjatuh. Berita yang sangat spektakuler, ada orang yang memecat pemimpin perusahaan. Mantap! Jake buru buru menekan lift menuju ke lantai delapan. Di ruang manager, sudah tiba bagian keamanan yang di panggil oleh manager untuk mengusir Rey. Tapi sekuriti itu membeku saat Jake masuk ke dalam ruangan.
"Tuan Jake? Kenapa anda disini?" Semua orang yang berada di ruangan itu hanya bengong melihat Jake datang.
"Mulai besok kau tidak perlu kerja lagi, Ambil gajimu dan pergi dari sini." kata Jake santai. Manager itu bengong kemudian mengumpat dengan marah.
"Hahaha Apa? Kau tidak ingat saudaraku itu wakil presdir! Kau berani Jake? Kau hanya direktur!" Manager itu dengan sombong berkata seperti itu. Jake diam saja.
__ADS_1
"Kalo gitu pecat aja keduanya sekalian..." Jawab Rey santai.
Manager itu tertawa keras mendengar hal itu, walau di dukung Jake pun tidak akan punya wewenang untuk memecat wakil presdir. Jake yang kesal dengan hal itu maju selangkah dan menampar wajah manager itu dengan keras.
"Bukan aku yang akan memecat tapi beliau yang jabatannya lebih tinggi tidak hanya mampu. Bahkan menghancurkanmu sangat mudah." kata Jake santai. Manager itu kaget bukan main. Andy yang dari tadi berdiri di sana juga takjub. Pria yang dari tadi mendukungnya ternyata orang penting.
"Kau kuberi wewenang Jake, kau tau apa yang harus kau lakukan!" kata Rey dingin.
"Terima kasih tuan Rey, aku akan memecat mereka dan memasukkan ke daftar hitam, apa itu cukup?"
"Managermu itu menggelapkan dana, apalagi dia saudara presdir, siapa tau dia terlibat kan? Selidiki semua dan bawa ke hukum." kata Rey santai. Ketenangan yang dimiliki Rey ini yang menakutkan. Manager itu lemas, dipecat saja mungkin hal yang masih untung, tapi dia tidak sengaja menyeret kerabatnya ke kasus penggelapan. Manager itu putus asa, setidaknya kalau terbukti dia bisa di penjara sepuluh tahun dengan dana penggelapan sebesar itu.
***
Andy masih sangat terkejut, tidak menyangka orang ini petinggi kantornya. Andy meminta maaf kepada Rey karena merasa tidak sopan, tapi Rey tidak mempermasalahkannya. Rey meminta Jake untuk mengumpulkan semua orang karena dia ingin mengumumkan sesuatu. Manager itu sudah di usir keluar oleh sekuriti, kerabatnya juga di pecat saat itu juga.
Jake mengumpulkan semua orang di aula departemen pengembangan. Semua orang merasakan takut, mereka menunggu dan akan bertemu orang dengan posisi tertinggi di Mobs Games. Mereka juga sudah mendengar bahwa manager dan wakil presdir di pecat. Mereka yang pernah menjilat manager merasa was was.
Paul, seorang pria jenius yang merupakan teman Rey, yang bertemu di kantor Javier ternyata bekerja di Mobs Games. Dia sedang berbincang dengan rekannya, membicarakan seperti apa bos besarnya itu. Tiba tiba ruangan menjadi hening. Paul yang penasaran melirik ke arah pintu. Dia terkejut bukan main ketika melihat bos besarnya ternyata adalah teman baiknya, Rey.
Rey yang melihat Paul melongo hanya nyengir saja.
"Lah! Ngapain pada berdiri, ayo duduk semua!" kata Rey santai. Semua orang terkejut bos besar mereka orang sesantai itu. Banyak di antara mereka menghela nafas lega.
"Jadi gini, gak usah basa basi, aku gak suka kalo ada yang menusukku dari belakang. Di sini, yang mampu yang di bayar mahal! Berani menjilat atau menyuap, silahkan keluar! Ingat itu baik baik!" kata kata sederhana Rey ini membuat takut semua orang yang ada di sana.
"Tadi aku melihat proposal rancangan yang menarik, kita akan fokus mengerjakan itu dulu. Kerja samalah dengan baik. Andy! Rapatkan proposalmu nanti dengan masing masing kepala divisi!"
Andy menganggukan kepalanya dan tersenyum senang. Matanya menngisyaratkan ungkapan terima kasih kepada Rey.
"Dan satu lagi, Paul! Kau yang akan menjadi ketua pengawas proyek ini, aku tau kau mampu!."
__ADS_1
Paul mengangguk dengan semangat. Setelah selesai membahas masalah disana. Rey keluar menuju lobi untuk pergi. Rey menyempatkan diri untuk menelepon Hitomi menanyakan masalah di Oico. Dari penjelasan Hitomi sepertinya dia sedang memeriksa banyak berkas dan mengumpulkan bukti permainan kotor di sana. Rey kemudian meminta Hitomi untuk segera ke mansion untuk membahas bukti yang di temukannya.
Dari hal hal yang terjadi ini Rey menduga, perusahaan yang diberikan oleh sistem adalah perusahaan yang memiliki masalah masalah sendiri. Rey merasa sistem sedang mengujinya.