
Rey dan ketiga gadisnya bertemu Lee di depan pintu mansion.
"Selamat pagi bos!" seru Lee yang baru saja datang ke mansion.
"Ya." Rey mengangguk.
"Bos, apa ada pekerjaan untukku hari ini?" tanya Lee.
"Sepertinya belum untuk saat ini, sebaiknya nanti kau tanya saja pada Vonta." jawab Rey santai.
"Baik bos." jawab Lee semangat.
"Sepertinya ada yang aneh denganmu hari ini, Lee." kata Fafa melihat Lee yang sedari tadi kelihatan sedang dalam suasana hati yang baik.
"Aneh bagaimana?" tanya Lee.
"Apa kamu sedang jatuh cinta?" tanya Fafa sedikit mengejek.
"Hahaha, tahu dari mana kalau aku sedang jatuh cinta." kata Lee tertawa.
"Biar aku lihat ponselmu." kata Fafa merebut ponsel Lee yang sedang di pegangnya dari tadi.
"A-Apa!" seru Lee kaget saat ponselnya berpindah tangan dengan cepat ke tangan Fafa.
"Hahahaha, sayang, lihat ini!" seru Fafa memperlihatkan chat Lee dengan Marina Shafir.
'Hah? Marina Shafir? Seperti tidak asing dengan nama itu.' gumam Rey dalam hati.
"Apa kau sudah bertemu dengannya, Lee?" tanya Rey.
"Hah? Belum bos, i-itu hanya chat biasa." kata Lee gugup.
"Kenapa kau jadi gugup?" tanya Rey santai.
"Hahahah, maklum saja sayang, dia kan belum pernah bertemu dengan gadis cantik, apalagi sampai berbalas pesan." kata Yuri mengejek Lee.
"Mungkin chat ini yang pertama baginya, bahkan dia belum pernah bertemu." kata Sabrina.
'Sial, kenapa aku lupa mengunci ponselku.' gumam Lee dalam hati, sambil menggaruk kepalanya.
***
Siang harinya, Hitomi dan Lita pergi bersama untuk berbelanja di mall.
Mereka membeli beberapa pakaian yang cocok untuk mereka hingga waktu pun berlalu dengan cepat.
Hitomi dan Lita segera menuju ke mobilnya dan meninggalkan mall itu setelah selesai berbelanja.
Mereka masuk ke dalam mobil dengan santai.
"Ayo jalan." kata Hitomi.
"Oke." Lita mengangguk dan menginjak pedal gasnya dengan tenang.
"Baiklah, sebelum kita melihat rumahmu, sebaiknya kita pergi ke The Green Group terlebih dahulu untuk melihat keadaan di sana." Kata Hitomi.
"Ya." Lita mengangguk setuju.
__ADS_1
Letak perusahaan The Green Group tidak terlalu jauh dari mall, hanya sekitar 15 menit perlalanan.
Mereka berdua tiba di depan gerbang perusahaan The Green Group.
"Selamat pagi nona, ada yang bisa saya bantu?" tanya penjaga itu sopan.
"Ya, kami mau bertemu dengan manajermu." jawab Hitomi.
"Maaf nona, bolehkah saya tahu nama anda?" tanya penjaga itu.
"Bilang saja kepada manajer bahwa nona Rey ingin bertemu." jawab Hitomi.
"Baik nona, tunggu sebentar." kata penjaga itu.
Penjaga itu segera menelpon manajer untuk memberitahunya.
[Ya, ada apa?]
"Tuan, ada tamu yang ingin bertemu dengan anda." kata penjaga itu.
[Siapa?]
"Dia bilang namanya nona Rey." jawab penjaga itu.
[Hah? Nona Rey! Segera persilahkan masuk dan setelah dia masuk, aku tidak menerima tamu dulu untuk hari ini.]
"Baik, tuan." jawab penjaga itu.
Penjaga itu kembali kearah mobil Hitomi.
"Tidak apa apa, terima kasih." jawab Hitomi.
Penjaga itu segera membukakan palang pintu dan mempersilahkan Hitomi untuk menuju gedung utama.
Sementara itu manajer dengan cepat menuju ke lantai bawah untuk segera menyambut kedatangan pemilik baru yang akan menjadi bos nya di masa mendatang.
Manajer memanggil para stafnya untuk menyambut kedatangan bos nya.
"Apa! Bos baru kita datang?!" kata para staf itu kaget.
Mereka bersiap siap untuk menyambut bos barunya dengan semangat.
"Bos baru kita baik atau tidak ya?" tanya salah satu staf penasaran.
"Entahlah, tapi kedengarannya dia seorang wanita." kata salah satu staf lain sambil melihat ke arah pintu kantor.
"Benarkah? Jadi semakin penasaran saja. Apa dia cantik dan masih lajang?" kata salah satu staf itu semanagat.
Mereka berbaris di depan pintu kantor dengan rapi.
Lita memarkirkan mobilnya di depan pintu kantor dengan santai.
Saat Hitomi dan Lita keluar dari dalam mobil, mereka melihat para staf dan manajer sudah berbaris rapi di depan kantor.
"Selamat datang nyonya Rey." seru para staf sambil membungkuk hormat.
"Ya, terima kasih." kata Hitomi mengangguk.
__ADS_1
"Nyonya Rey, perkenalkan nama saya Akira Tozawa." kata manajer itu memperkenalkan diri.
"Dan ini para staf kantor kita." lanjut manajer itu sopan.
"Baik." Hitomi mengangguk.
"Sekarang, sebelah mana kantormu?" tanya Hitomi santai.
"Sebelah sana nyonya, mari silahkan." jawab Akira sopan.
Akira memimpin jalan untuk menuju ke ruang kantornya.
"Silahkan nyonya." kata AKira mempersilahkan Hitomi untuk duduk di kursinya.
"Terima kasih." jawab Hitomi lalu duduk di kursi manajer itu.
"Namaku Hitomi, aku istri pertama tuan Rey, ini Lita, dia adalah nyonya Rey yang ke enam. Kamu harus mengenal semua istri tuan Rey, jadi tidak ada kesalahan ketika mereka berkunjung kemari." kata Hitomi dingin.
"Baik nyonya, saya mengerti." jawab Akira mengangguk.
"Baiklah, berikan semua laporan bulan ini kepadaku." kata Hitomi.
"Baik nyonya." jawab Akira.
Akira memberikan berkas dokumen perusahaan ini kepada Hitomi.
Hitomi membukanya dan mulai membaca dengan teliti.
"Baiklah, sambil aku memeriksa laporan ini, kamu bisa menjelaskan kepada kami tentang kegiatan yang ada di kantor ini." kata Hitomi.
"Baik Nyonya." jawab Akira patuh.
"Nyonya, perusahan kita sedang mengerjakan beberapa proyek, di antaranya proyek pembangunan sebuah perumahan mewah di XCS, dengan jumlah bangunan sebanyak seribu unit untuk pengerjaan awal. Sementara itu, di luar kota kita sedang mengerjakan sebuah kawasan perumahan elit di kota JTown dengan jumlah bangunan sebanyak 1600 unit untuk awal." kata Akira hati hati.
"Hah? Bukankah itu proyek kita?" kata Lita.
"Ya, sepertinya begitu, karena pemilik sebelumnya bukan Rey, maka wajar saja jika mereka mendapatkan proyek di perusahaan kita. Tapi sekarang, bukankah itu akan menjadi keuntungan perusahaan kita?" kata Hitomi.
"Benar juga." Lita mengangguk setuju.
"Apa kamu tahu, bahwa XCS adalah milik kami?" tanya Hitomi.
"Tidak nyonya." jawab Akira.
"Baiklah, begini, XCS adalah perusahaan milik kami, maka dari itu, semua akan untung, di satu sisi perusahaan kita membutuhkan bahan baku, tenaga kerja ahli dan sebagainya. sedangkan di sisi lain, perusahaan ini memiliki yang di butuhkan. Maka bisa di katakan keuntungan akan berlipat ganda karena semua di kerjaakan oleh kita sendiri." kata Hitomi.
"Bahkan kemungkinan besar proyek yang berada di kota JTown termasuk hitungan kita." Kata Lita semangat.
"Aah iya, saya mengerti nyonya." kata AKira senang saat mendengar penjelasan Hitomi.
"Akira, apakah proyek yang berada di kota JTown itu bekerja sama dengan Larks Group?" tanya Hitomi.
"Eh? Dari mana anda tahu nyonya?" kata Akira terkejut.
"Tentu saja, karena Larks Group sudah bekerja sama dengan kami sebelumnya, bahkan di sana investornya adalah Rey, bukankah uang investasi itu otomatis kembali lagi kepadanya? Kita tidak rugi apapun di sini." jawab Hitomi senang.
Akira membayangkan bonus berlipat ganda ketika semua proyek ini selesai, dan dia sangat bahagia.
__ADS_1