Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
MMA Bangkit


__ADS_3

Gedung arena olah raga itu kembali bergemuruh ketika salah satu petarung itu terlempar ke luar dari atas ring.


Danis terbaring tidak sadarkan diri, membuat wasit memutuskan bahwa Vonta yang menjadi pemenang di pertarungan ini.


"Sudah aku duga dia mempunyai kekuatan yang berbeda di antara petarung lain yang ada di sini." gumam Rey menatap Vonta sambil tersenyum tipis.


Lee yang duduk di samping Rey tidak percaya melihat rekan satu sasananya dengan mudah mengalahkan Danis.


"Sialan! Aku baru tahu dia kuat sekali!" seru Lee semangat.


Teddy Larks melihat Vonta dengan gembira dan memerintahkan George untuk membujuknya agar mau menjadi anak buah.


"Tapi bos, dia rekan satu sasana dengan Rey, ini mungkin akan cukup sulit untuk membujuknya." jawab George sedikit kecewa.


"Sialan kau! Aku tidak mau tahu! Berapapun yang dia minta, aku akan membayarnya, asalkan dia mau bertarung dengan Rey." seru Teddy marah.


"Ah, baiklah bos, akan aku usahakan." jawab George menundukkan kepalanya.


Di dalam ring, Vonta memilih lawan untuk pertarungan berikutnya.


"Baiklah! Siapa lagi yang akan maju melawanku?!" seru Vonta melihat ke arah para petarung yang duduk di kursi sebelah area ring.


"Brengsek, aku akan kalah dengan mudah jika melawannya." kata salah satu peserta menatap Vonta penuh kekaguman.


"Aku menyerah sekarang saja lah." gumam peserta lain yang melihat pertarungan Vonta dan Danis, hal itu cukup membuat semua lawannya merasakan ketakutan.


Semua petarung tidak ada yang berani maju untuk menantangnya.


"Tuan, anda tidak mau mencoba?" tanya Lee kepada Rey.


"Dia bukan musuhku." jawab Rey santai.


Panitia segera memberi waktu lima menit untuk memberikan kesempatan kepada para petarung yang sudah terdaftar untuk melawan Vonta di atas ring.


Dua menit berlalu, para peserta masih tidak ada yang berani maju untuk menantang. Lima menit kemudian masih tidak ada peserta yang maju ke atas ring. Panitia naik ke atas ring sambil membawa mic.


"Baiklah! Apa sudah tidak ada peserta lain yang akan menantang petarung ini?" seru panitia.


"Jika tidak ada yang akan maju untuk menantangnya, maka aku umumkan bahwa pemenang kejuaraan bela diri tahun ini adalah Vontavius Porter dari sasana MMA!!" seru panitia pelaksana itu semangat.


Para penonton yang sedang menyaksikan pertandingan bergemuruh dan meneriakkan yel yel yang sangat kompak.


"Sialan! Apa tidak ada petarung yang bisa mengalahkannya?" kata Teddy mengerutkan keningnya.


Karena Vonta dan Rey adalah rekan satu sasana, mereka tidak di perbolehkan saling bertarung pada acara tahunan ini.


Rey dan Lee naik ke atas ring dan mengangkat Vonta ke atas untuk merayakan kebangkitan sasana beladiri MMA dengan gembira.


"Selamat Vonta! Kau sudah membawa sasana kita ke posisi paling atas di kota XTown!" seru Lee menepuk pundak Vonta dengan gembira.


"Haha, sudah aku duga kalau kau lebih kuat dari semua peserta yang ada di kejuaraan ini." kata Rey sambil tertawa.


"Hahaha, terima kasih, tapi seandainya kita tidak berada di sasana yang sama, aku yakin kau yang akan memenangkan pertandingan ini." kata Vonta menatap Rey.


"Ah belum tentu." jawab Rey merangkul pundak Vonta dengan senang.

__ADS_1


Mereka merayakan kemenangan ini dengan senang di atas ring. Vonta akan mewakili XTown untuk bertanding antar kota yang berada di negara ini.


Vonta juga mendapatkan sejumlah uang sebagai hadiah dan mendapatkan gelar resmi sebagai petarung nomor satu di XTown.


Para penonton yang menyaksikan kemenangan Vonta, menyerbunya untuk memberikan ucapan selamat. Para peserta pertandingan juga melakukan hal yang sama.


Pelatih yang tidak hadir sudah di beritahu oleh Lee melalui pesan dari ponselnya. Pelatih sangat gembira ketika membaca pesan yang dikirim oleh Lee kepadanya.


"Hahaha, akhirnya sasana ini mempunyai anggota yang cukup berbakat." gumam pelatih dengan senang.


"Eh tapi kenapa bukan Rey yang menang ya?" tanya pelatih dalam hati.


Mereka membubarkan diri setelah acara tahunan itu selesai dan mendapatkan juara baru untuk mewakili XTown di kejuaraan antar kota.


Rey dan Lee mengundang Vonta untuk makan malam bersama. Vonta dengan senang hati menerima undangan dari Rey.


Mereka pulang ke rumah masing masing setelah janjian akan malam malam bersama di Leaf Resto jam delapan malam. Rey kembali dan telah sampai di mansion dengan santai.


"Sayang, kamu sudah pulang." seru Hitomi berjalan ke arah Rey.


"Iya, kalau belum, aku tidak mungkin ada di sini." jawab Rey bercanda.


"Sayang, kamu pasti capek kan, bagaimana kalau aku mengantarmu mandi dan aku akan memijatmu." kata Hitomi menggandeng tangan Rey.


"Baiklah."


Mereka berdua ke lantai tiga dan masuk ke kamar Rey. Xena dan ibunya baru keluar dari kamarnya dan menuju ke ruang santai. Xena tidak tahu jika Rey sudah pulang, dia mengirim pesan kepada Rey dengan ponselnya.


Yuri dan Sabrina sedang asik di kamarnya melihat lihat beberapa pakaian yang di jual secara online di internet. Mereka berdua keasikan dengan kegiatannya sampai tidak mengetahui jika Rey sudah pulang.


Rey membuka pakaiannya dan berdiri di bawah siraman shower dengan air hangat yang menyegarkan. Hitomi mengikutinya dari belakang dan melepas semua pakaiannya juga. Hitomi memeluk Rey dari belakng dengan lembut.


Hitomi memijit pundak Rey dari belakang di bawah siraman air shower yang hangat dan menyegarkan, dengan terampil jari jari Hitomi yang ramping itu memijat pundak Rey dengan lembut hingga membuat Rey merasa nyaman.


Tiga puluh menit berlalu, Hitomi menghentikan pijatannya dan mengambil sabun untuk membersihkan tubuh Rey.


Wajah Hitomi terlihat merah saat melihat lekukan tubuh Rey yang semakin berotot dan atletis. Hitomi membersihkan seluruh tubuh Rey dengan lembut.


Rey mengambil sabun dan melakukan hal yang sama kepada Hitomi. Perlahan Rey membersihkan bagian lekukan tubuh Hitomi yang sangat seksi.


"Hitomi, aku perhatikan dadamu semakin membesar." kata Rey santai sambil ******* ***** kedua bongkahan itu seperti anak kecil menemukan mainan baru.


"Eh?! Apa?!" kata Hitomi menundukkan kepalanya karena malu.


Hitomi merasa senang sekaligus malu sehingga membuat wajah Hitomi terlihat semakin merah. Mereka selesai mandi dan mengenakan pakaian.


"Sayang, aku membelikan pakaian ini untukmu." kata Hitomi menyerahkan pakaian yang dia beli tadi siang di mall.


"Oh, terima kasih Hitomi, kau memang tahu seleraku." kata Rey mengambil pakaian yang Hitomi berikan kepadanya.


Rey mencium kening Hitomi dengan lembut.


"Hitomi, sebaiknya mulai hari ini, kau harus tidur di sampingku setiap hari." kata Rey memeluk Hitomi dengan lembut.


"Bagaimana dengan yang lain?"

__ADS_1


"Siapa yang akan protes, kau ratunya disini, lagipula mereka boleh sesekali tidur bersama kita." jawab Rey santai.


Hitomi mengangguk dengan gembira. Sebenarnya Rey berniat untuk segera menikahi Hitomi. Tapi dia menunggu waktu yang tepat, bagaimanapun Rey harus menemui orang tua Hitomi yang tinggal di luar negeri.


"Malam ini aku mengundang temanku untuk makan malam di Leaf Resto, apa kamu mau menemaniku ke sana?" tanya Rey.


"Apa aku tidak mengganggu kalian nantinya, sayang?" tanya Hitomi berbalik dan kembali memeluk Rey.


"Tentu saja tidak."


"Baiklah, kalau begitu aku akan mengikutimu kemanapun kamu pergi, tentu dengan ijinmu." kata Hitomi senang.


Rey senang memiliki wanita yang benar benar menghormati dan menghargainya. Hitomi membantu Rey untuk memakai pakaiannya dan menata rambut Rey yang sebenarnya tidak bisa di tata.


Yuri dan Sabrina menuju ke ruang santai dengan senang setelah selesai memesan beberapa pakaian di internet.


"Halo kak, halo ibu." seru Yuri berjalan ke arah Xena yang sedang menonton televisi bersama ibunya.


"Hai Yuri, Sabrina." jawab ibu Xena menatap mereka berdua.


"Eh kak, apa Rey sudah pulang?" tanya Sabrina.


"Sepertinya belum." jawab Xena santai.


Beberapa saat kemudian Rey dan Hitomi berjalan ke ruang santai keluarga.


"Loh, sayang, kamu sudah pulang." kata Xena berjalan ke arah Rey semangat.


Xena memeluk Rey lembut tanpa menghiraukan ibunya ada di situ.


"sayang aku merindukanmu." kata Xena manja.


"Benarkah?" jawab Rey mengelus rambut Xena lembut.


"Bagaimana dengan pertandingannya? Apa kamu menang?" tanya Yuri.


"Aku tidak bertanding, teman satu sasanaku yang menang." jawab Rey santai.


Rey berjalan ke arah ibu Xena.


"Halo ibu. Maaf akhir akhir ini aku tidak bisa menemanimu di sini." kata Rey sopan.


"Ah, tidak apa apa nak, ibu sudah cukup senang melihatmu baik baik saja." jawab ibu Xena.


"Nak, kapan kalian akan menikah?" lanjut ibu Xena bertanya.


UHUK! UHUK!


Rey merasa kaget dengan pertanyaan ibu Xena hingga hampir menyemburkan ludahnya.


"Sabar bu, Rey masih sangat sibuk saat ini." jawab Xena.


Rey hanya diam kebingungan.


O iya bu, malam ini aku tidak bisa makan malam bersama, aku memiliki undangan dari temanku untuk makan malam bersama." kata Rey mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Baiklah nak, tidak apa apa." jawab ibu Xena lembut.


Rey memberitahu kepada para wanitanya bahwa dia akan pergi bersama Hitomi untuk menghadiri undangan makan malam bersama teman temannya.


__ADS_2