
"Lita, bagaimana menurutmu?" tanya Rey santai sambil menatap Lita.
"Sepertinya, rumah ini sudah cukup untukku." jawab Lita lembut.
"Oke lah, kalau itu menurutmu yang terbaik." kata Rey santai.
"Nah, Yoko, kau sudah mendengarnya secara langsung, istriku bilang kalau dia menginginkan rumah yang ini saja." lanjut Rey.
"Baiklah, tuan Rey. Kalau begitu, aku akan segera memperbaiki rumah ini sesuai keinginan anda." kata Yoko hormat.
"Bagus, kalau begitu, aku mengandalkanmu." kata Rey.
"Jangan khawatir tuan Rey, serahkan semuanya pada saya." kata Yoko semangat.
"Baiklah, semua beres, ayo kita pulang." kata Rey menatap Hitomi dan yang lainnya.
Para wanita itu mengikuti Rey keluar rumah. Yoko mengantarkan Rey dan para wanitanya sampai ke depan rumah.
Hitomi masuk ke dalam mobilnya bersama Rey, Lita mengikuti mereka dari belakang bersama Fafa.
"Selamat jalan, tuan Rey." kata Yoko membungkukkan badan dengan hormat.
Rey menganggukkan kepalanya. Hitomi menginjak pedal gasnya dengan santai dan mulai menjauh dari XTown Commercial Street.
Yoko dengan senang menelpon manajer dan para stafnya untuk melakukan diskusi dalam sebuah rapat yang sangat mendadak.
Manajer Zayda dan wakilnya, Yoshi beranjak ke arah ruang rapat di ikuti dengan para stafnya. Sementara itu, Rey dan para wanitanya sedang berkendara santai menuju ke mansion Rey.
"Sayang, sepertinya Lita sangat cocok untuk di jadikan CEO, dia pintar, cantik dan sepertinya dia terlihat sangat sederhana, itu yang aku suka darinya. Mungkin aku akan membimbingnya agar dia bisa di andalkan nantinya, sekaligus membantuku mengurus semua perusahaan." kata Hitomi senang.
"Ya, dia memang seperti itu. Dia sangat cantik dan pintar sepertimu, lembut seperti Xena, ceria seperti Fafa, tenang seperti Sabrina dan kepolosannya seperti Yuri." jawab Rey menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Benarkah aku cantik dan pintar?" tanya Hitomi manja.
"Tentu saja, jika tidak, aku tidak akan menjadikanmu orang yang sangat aku percaya." jawab Rey.
"Ah, terima kasih, sayang." kata Hitomi.
Sementara itu, di mobil Fafa.
"Kak, kenapa kakak tidak ikut tinggal di mansion Rey saja, di sana lebih nyaman dan lebih luas." kata Fafa.
"Hmmm, bukannya aku tidak mau, tapi aku sudah merasa nyaman di rumah itu, dan hari ini rumah itu menjadi sejarah untukku, apapun yang terjadi, aku tidak akan beranjak dari rumah itu." kata Lita lembut.
"Hmm, begitu ya. Lalu bagaimana perasaan kakak setelah menjadi bagian dari kami?" tanya Fafa santai.
"Ya, awalnya aku ragu dengan hubungan seperti ini, tapi setelah melihat dan merasakan kehangatan kalian saat menyambutku, aku merasa nyaman dengan ini." jawab Lita.
"Hm, syukurlah, aku senang mendengarnya." kata Fafa.
__ADS_1
"Eh kak, nanti setelah sampai mansion, kakak akan lebih senang saat bertemu dengan tiga wanita lainnya di sana." lanjut Fafa berseru senang.
"Benarkah? Seperti apa mereka? Lalu siapa saja namanya?" tanya Lita penasaran.
"Mereka sangat unik kak, dengan masing masing sikap dan kepribadian yang sudah menjadi ciri khasnya. Misalkan kak Xena, dia sangat lembut dan halus saat dia berbicara, lalu ada Yuri, dia sangat ceria tapi sifatnya sangat ceroboh dan sangat polos, ada juga Sabrina, dia tenang, pendiam dan jarang mengobrol tapi dia yang paling takut kalau kehilangan kami semua, apalagi kehilangan Rey." kata Fafa tersenyum.
"Benarkah? Aku jadi penasaran." kata Lita senang.
Beberapa saat kemudian, mereka tiba di gerbang mansion Rey yang besar. Kedua penjaga membukakan gerbang itu dan membungkukkan badan dengan hormat.
Lita yang melihat mansion itu tercengang bahkan rahangnya hampir terjatuh karena rasa kagumnya.
"Ah, besar sekali." seru Lita melihat sekeliling.
"Tentu saja besar, tidak hanya besar, mansion ini sangat indah." kata Fafa.
Mereka menuju ke garasi dan keluar dari mobil. Saat keluar dari mobil, lagi lagi Lita merasa terkejut saat melihat mobil sport mewah berjejer panjang di garasi.
"Ah, banyak sekali mobil mewahnya." kata Lita kagum.
Hitomi menggandeng Lita dan membawanya masuk ke dalam mansion.
"Sayang, kamu sudah kembali." seru Yuri berlari ke arah Rey dengan senang.
Yuri melompat ke pelukan Rey dengan manja.
"Sayang, aku sangat merindukanmu." lanjut Yuri menatap Rey dan mencium bibirnya.
"Eh? Siapa dia?" tanya Xena.
"Namanya Lita, dia bagian dari kita, bagaimana menurutmu? Cantik kan?" seru Fafa berjalan menuju ke arah Lita dan menarik tangannya untuk di perkenalkan kepada Xena.
"Kak, ini kak Lita." lanjut Fafa.
"Hai, apa kabar?" tanya Xena lembut.
"Baik." jawab Lita mengangguk.
Yuri baru sadar kalau Rey membawa wanita lain ke mansion. Dengan perlahan Yuri turun dari pelukan Rey dan berbalik sambil mengerutkan keningnya.
"Siapa dia?" tanya Yuri menunjuk Lita dengan jarinya.
"Dia bagian dari kita sekarang." jawab Rey santai.
Yuri menghampiri Lita yang sedang mengobrol dengan Xena dan Fafa. Rey menggelengkan kepalanya saat melihat Yuri berjalan ke arah mereka. Rey menghiraukannya dan berjalan ke arah Sabrina.
"Siapa kamu?" tanya Yuri mengerutkan keningnya.
"Ah, a-aku Lita." jawab Lita memberikan telapak tangannya ke arah Yuri untuk menjabat tangannya.
__ADS_1
Yuri menghiraukannya dan mengerutkan kening ke arah Lita membuat Lita merasa canggung dengan apa yang di lakukan oleh Yuri. Yuri melihat Lita dari atas ke bawah dan dengan polosnya, Yuri mengangkat rok yang Lita pakai ke atas.
"Aaaah!" teriak Lita menutup roknya kembali.
"Lumayan, cantik, putih dan mulus." kata Yuri mengelilingi Lita untuk memperhatikannya.
Lita menundukkan kepalanya karena merasa gugup sampai dirinya hampir menangis.
"Baiklah! Kamu di terima!" seru Yuri memeluk Lita dengan erat.
Hitomi, Fafa dan Xena langsung tertawa saat melihat tingkah laku Yuri yang sangat kocak itu. Yuri tertawa dengan geli saat melihat raut wajah Lita yang sepertinya akan menangis. Rey menggelengkan kepala melihat kejahilan Yuri seperti itu.
"Hahaha, kenapa dengan wajahmu kak?" kata Yuri sambil tertawa.
"Maaf kak, aku hanya bercanda." lanjut Yuri memeluk Lita dengan lembut.
Lita merasakan kegembiraan saat tubuhnya di peluk oleh Yuri dengan hangat.
"Siapa namamu tadi?" tanya Yuri memegang tangan Lita.
"Lita." jawab Lita lembut.
"Baiklah, sekarang kamu jadi kakak ku juga." seru Yuri.
Rey mendatangi Sabrina dan memeluknya, kemudian mengajak Sabrina ke arah Lita untuk di kenalkan.
"Lita, ini Sabrina." kata Rey memperkenalkan Sabrina kepada Lita.
Lita berjabatan tangan dengan Sabrina dan Sabrina memeluk Lita untuk menyambutnya.
"Selamat datang di keluarga kami, kak." kata Sabrina memeluk Lita.
"Terima kasih, Sabrina." jawab Lita.
Mereka berkumpul dan mengobrol dengan senang membuat ruangan itu terlihat sangat ramai dan hidup. Rey berjalan ke arah Xena dan memeluknya dari belakang.
"Bagaimana kabar ibu?" tanya Rey mencium kening Xena dengan lembut.
"Sudah semakin membaik, hanya aku yang kurang baik." jawab Xena menundukkan kepala.
"Hah? Kamu sakit?" tanya Rey kaget.
Xena menggelengkan kepalanya.
"Lalu kamu kenapa?" tanya Rey mengelus rambut Xena dengan lembut.
"Aku tidak apa apa, aku hanya terlalu merindukanmu." jawab Xena menundukkan kepalanya.
"Hahahaha,,"
__ADS_1
Rey pun tertawa dan memeluk Xena dengan erat.