
Pagi hari, Rey bangun tidur langsung ke kamar mandi untuk menyegarkan diri. Ketika selesai mandi, Rey melihat para wanitanya masih terlelap di ranjangnya. Rey berjalan ke arah mereka dan mencium kening mereka satu per satu. Hitomi dan Yuri pun terbangun. Yuri beranjak dan memeluk Rey dengan manja. Sementara Fafa dan Xena masih tertidur. Rey menarik selimut tebalnya dan menutupi tubuh mereka.
Yuri dan Hitomi bergegas ke kamar mandi secara bersamaan, mereka semua sudah tidak merasa canggung sekarang. Mereka mandi bersama.
DING!
[Selamat tuan anda mendapatkan hadiah dari system. 100% Saham dan Kepemilikan MegaCore Tech.]
MegaCore Tech adalah perusahaan chip komputer dengan teknologi modern yang sangat canggih. Dengan total nilai aset 27 trilyun. Rey senang dengan hal hal seperti ini. Dia tersenyum lebar.
Hitomi dan Yuri selesai mandi dan berdandan tipis. Kecantikan mereka sangat alami tanpa make up. Rey mengajak mereka sarapan dan membiarkan Fafa dan Xena yang masih tidur. Saat sarapan Rey meminta Hitomi untuk menghubungi MegaCore Tech. Hitomi segera mencari kontak person perusahaan itu di internet dan menghubunginya.
Seperti yang kita tahu Rey jarang menghubungi duluan perusahaan yang diberikan sistem kecuali dia memang tertarik.
"Sayang mereka ingin bertemu denganmu siang ini." kata Hitomi.
"Oke nanti temani aku kesana..."
"Aku ikut!" seru Yuri.
"Gak usah. Kami kesana membahas bisnis. Bukan bersenang senang.." kata Rey sambil tertawa dan mengusap rambut Yuri. Yuri menurut tapi wajahnya tetap sedikit cemberut.
Di kamar, Xena terbangun dan segera mandi, sementara Fafa mengusap matanya sambil celingukan tapi tidak menemukan siapa pun. Melihat Xena keluar dari kamar mandi, Fafa gantian mandi dengan cepat kemudian mereka berdua mencari Rey ke bawah. Di ruang makan Fafa mengeluh karena Rey tidak membangunkannya. Rey menanggapi dengan tertawa. Mereka melanjutkan sarapan dengan tenang dan damai.
"Siang ini aku dan Hitomi akan mengurus bisnis di pusat kota. Kalau bosan kalian boleh pergi belanja." kata Rey santai dan mentransfer 500 juta ke masing masing wanita itu.
Semua yang tadi cemberut akan di tinggal pergi lagi langsung tersenyum dan memeluk erat lelakinya itu. Siang hari tiba, Rey segera bergegas bersama Hitomi menuju garasi mobil. Tapi kali ini Rey ikut ke mobil Hitomi. Rey duduk di sebelah Hitomi yang sedang menyetir sambil membicarakan semua bisnisnya.
Sementara di tempat lain, Xena, Yuri dan Fafa sedang asik berbelanja. Meskipun kemarin mereka sudah berbelanja tapi namanya juga wanita, mereka tetap senang dengan yang namanya belanja. Apalagi ada barang baru pasti akan segera di sikat.
May terus menekan keluarga Larks, beberpa kali keluarga Larks masih melawan yang pada akhirnya mereka menyerah dan memberikan beberapa perusahaannya kepada May. Di balik semua itu keluarga Larks sebenarnya menaruh dendam kepada May. Mereka tidak tahu yang mereka hadapi sebenarnya bukan May.
Rey dan Hitomi memasuki kawasan industri setelah 20 menit perjalanan. Mereka tiba di MegaCore Tech disambut langsung oleh direktur utama yang ternyata berasal dari luar negeri. Orang ini bernama William Walcott. Dia sudah memimpin MegaCore selama 10 tahun. William banyak mendapat penghargaan tinggi, salah satunya adalah pengembang chip terbaik di benua Euro dan beberapa penghargaan dari negara asalnya.
Mereka bertiga menuju ke ruangan William, mereka mengobrol santai dan membicarakan dokumen kontrak yang baru. Setelah selesai dengan berkas, William mengajak mereka berdua berkeliling. Ketika sedang di departemen riset Teknologi, mata Rey menangkap sosok wanita yang dia kenal. Lita yang sedang bekerja juga menoleh ketika ketiga orang itu masuk.
"Rey!"
"Lita, ngapain kau di sini?"
"Aku kerja di sini sekarang!"
__ADS_1
"Apa tuan mengenalnya?" tanya William sopan.
"Tentu saja! Dia sahabatku..." jawab Rey santai.
William tersenyum cerah, dia kemudian menjelaskan bahwa Lita adalah orang penting di MegaCore. Sebelumnya dia hanya sebagai seorang freelance tester chip chip baru untuk mengetahui kemampuan sebuah chip. Karena kecerdasannya, Lita di rekrut MegaCore untuk menjadi seorang pemimpin divisi riset pengembangan teknologi. Yang tidak Rey ketahui. Lita sudah mendapatkan penghargaan di bidang sains dan teknologi modern. Bahkan MegaCore mulai berkembang pesat saat Lita bergabung. Rey tidak tahu seberapa tertinggalnya dia selama 10 tahun di penjara.
Lita sebenarnya ingin mengobrol lama dengan Rey, tapi karena dia mengutamakan profesionalisme kerja, dia berpamitan dengan Rey untuk kembali ke pekerjaannya. Tapi ternyata William meminta Lita untuk ikut serta menemani. Rey dan Hitomi bersama William kembali melanjutkan berjalan menyusuri setiap divisi, William menjelaskan semua secara detail. Setelah selesai mereka kembali ke ruangan William. Lita terkejut tidak percaya kalau Rey adalah pemilik tempatnya bekerja. Rey hanya nyengir melihat ekspresinya.
Setelah melihat hebatnya perusahaan itu Rey memutuskan untuk menaikkan seluruh gaji bagi karyawan dan para staf kantor menjadi dua kali lipat. Gaji direktur utama menjadi 50 milyar per tahun. Dan gaji setiap pemimpin divisi menjadi 15 milyar per tahun. William terkejut mendengar hal itu, dia merasa bahagia. Lita pun juga demikian. Rey pun berpamitan kepada mereka, dia membiarkan Lita untuk bekerja. Entah kenapa Rey tidak ingin mengganggunya untuk saat ini. Apakah karena dia sudah memiliki empat wanita? Kita tidak tahu.
Di perjalanan Rey merasa mulai kelaparan dan meminta Hitomi mencari restoran terdekat. Hitomi segera membuka maps dan mencari restoran. Setelah dapat mereka melaju kesana. Di restoran Hitomi dan Rey segera masuk dan berjalan menuju ruangan pribadi yang sudah di pesan secara online tadi. Hitomi menggandeng tangan Rey ketika berjalan masuk.
Mereka duduk berdua di meja menunggu hidangan datang. Hitomi seseorang yang memiliki sosok dewasa, dan wajah yang cantik campuran oriental. Semua lelaki akan terhipnotis menatapnya. Rey menatap Hitomi kemudian menghembuskan nafas berat. Dia memikirkan Lita saat ini, Rey tidak tahu harus berbuat apa, dia hanya berjanji pada dirinya bahwa siapapun yang kini menjadi wanitanya, dia akan bersikap adil dan selalu membahagiakan mereka. Setelah makan mereka langsung pergi.
"Terima kasih sayang..." kata Hitomi tiba tiba.
"Untuk apa?"
"Kau mau menyuapiku tadi...hehehe..."
"Bagiku kau yang pertama Hitomi. Dan yang lain setelahmu. Anggap kau adalah Ratu dan mereka selir... apa kau mengerti?"
"Hei, kau pimpinannya, kau yang paling tua dan dewasa. Kau yang paling bisa aku andalkan saat ini... Berilah pengertian pada adik adikmu itu... tapi kau juga harus bijak menyikapi mereka...aku tau kau mampu..."
"Terima kasih sayang..."
Beberapa menit kemudian merekapun akhirnya tiba di mansion. Mereka berjalan ke ruang santai. Di sana Fafa dan Yuri sedang menonton drama favorit mereka dengan asik, begitu melihat Rey datang, mereka berdua segera meloncat dan berlari ke arah Rey dan memeluknya dengan manja. Rey tertawa sambil membalas pelukan mereka. Hitomi hanya tersenyum dan geleng geleng kepala.
Mereka mengeluh akan mati bosan kelau Rey tidak ada. Rey bertanya keberadaan Xena. Mereka bilang bahwa Xena pergi ke rumah sakit untuk menjemput ibunya yang sudah diperbolehkan pulang. Rey pun mengajak mereka untuk menyusul Xena yang langsung di setujui oleh mereka. Kemudian Rey berjalan ke atas untuk mandi, ketiga wanita itu berpandangan dan segera berlari menyusul Rey.
Rey terkejut ketika para wanita itu berlari masuk ke kamar mandi. Walau Fafa dan Yuri sudah mandi, mereka tetap saja langsung melepaskan pakaian dan ikut mandi bersama. Rey hanya tertawa. Mereka berempat mandi bersama dan bercanda. Bibi yang kebetulan lewat di depan kamar Rey mendengar suara tertawa mereka. Bibi hanya tersenyum dan geleng geleng kepala. Bibi merasa bahagia mendengar tuan dan nonanya itu bercanda bahagia.
Bibi sangat menyayangi tuannya itu, bagaimanapun Rey selalu memperlakukan bibi seperti ibunya sendiri. Apapun yang bibi minta pasti dikabulkan oleh Rey. Begitupun sebaliknya, bibi pun menganggap bahwa Rey adalah anaknya, walau bibi merasa tidak pantas karena hanya pelayan. Tapi itu adalah permintaan Rey sendiri dan itu perintah.
Ketika Rey sedang menunggu para wanitanya di bawah. Leon muncul dengan semangat membawa dua kantong besar oleh oleh. Leon menyerahkan kantong itu kepada Rey dan diterima dengan senang hati. Walau Leon adalah supir, tapi Rey menganggap Leon seperti adiknya sendiri. Instingnya mengatakan Leon adalah bawahan yang setia.
Rey meminta Leon untuk mengantarnya ke rumah Xena. Leon segera mengambil Rolls-Royce dan membawanya ke depan pintu masuk. Setelah semua siap, mereka semua berangkat ke rumah Xena. Di perjalanan Rey membeli banyak buah buahan dan makanan untuk ibu Xena.
Mereka tiba di rumah Xena, Rey dan para wanitanya mengikuti asisten rumah tangga Xena menuju ruangan ibu Xena berada. Sedangkan Leon memilih untuk menunggu di depan dengan alasan dia akan berjaga disana. Disana Xena sedang menyuapi ibunya.
"Ibu teman temanku datang untuk menjengukmu..." kata Xena lembut.
__ADS_1
"Halo nyonya bagaimana keadaan anda?" tanya Rey tumben sopan.
"Sudah mulai membaik nak, terima kasih sudah berkunjung... Siapa namamu nak?"
"Namanya Rey bu, dia yang membantu kita selama ini..." jawab Xena menggenggam tangan ibunya.
"Ah, terima kasih banyak nak Rey, maaf tidak mengenalimu..."
"Jangan terlalu sopan kepadaku nyonya, yang penting anda sehat kembali..."
"Ibu... Rey ini pacarku..." kata Xena sambil menundukkan wajah karena malu.
"Ah dasar kau ini... Nak, panggil aku ibu saja jangan nyonya, lebih enak di dengar bukan?" kata ibunya sambil mengelus kepala Xena. Di ikuti anggukan kepala Rey.
Xena mengenalkan mereka semua ke ibu nya. Ibu Xena bahagia karena Xena menganggap teman temannya itu seperti saudari sendiri. Kemudian Ibu Xena meminta Xena untuk mengajak semua orang makan malam. Xena mengangguk. Para wanita itu sepakat untuk membantu Xena menyiapkan makan. Sedangkan Rey bingung mau ngapain.
"Aku harus ngapain nih?" bisik Rey pelan kepada Xena.
"Temani saja mertuamu itu..." bisik Xena sambil tersenyum dan pergi bersama para wanita.
"Apaan sih... Sialan, kenapa aku malah jadi gugup gini!" Rey mengumpat dalam hati.
Rey akhirnya mengobrol dengan ibu Xena, ibunya berterima kasih atas apa yang dilakukan Rey. Rey tidak mempermasalahkan bahkan Rey berjanji untuk menjamin kebahagiaan Xena ke depannya. Ibu Xena terharu dan menggenggam tangan Rey. Beberapa saat kemudian makan malam telah siap. Rey membawa ibu Xena ke ruang makan dengan kursi roda.
Mereka makan malam dengan gembira. Leon pun juga dipanggil untuk ikut serta. Setelah selesai makan malam mereka berpamitan untuk pulang. Rey meminta Xena untuk selalu menemani ibunya agar lekas sembuh. Mereka segera masuk ke dalam mobil dan menjauh dari rumah Xena.
Setibanya di mansion, Fafa berpamitan untuk pulang karena sudah beberapa hari tidak pulang. Rey mengantar Fafa sampai ke mobilnya. Fafa mencium pipi Rey kemudian pergi dari mansion. Hitomi dan Yuri menggandeng tangan Rey masuk ke mansion. Walau tinggal disana, akhirnya Rey meminta kepada Hitomi dan Yuri memiliki kamar masing masing.
Rey memilihkan kamar untuk mereka. Kamar Hitomi di lantai dua tepat di bawah kamar Rey yang di lantai tiga. Kamar Hitomi memiliki akses ke kamar Rey secara langsung melalui tangga pribadi yang memang sudah ada sebelumnya. Rey memang sengaja memilih kamar itu untuk Hitomi. Sementara kamar Yuri berhadapan dengan kamar Hitomi, tapi tidak ada akses langsung ke kamar Rey. Secara keseluruhan kedua kamar itu memiliki fasilitas yang sama, hanya berbeda pada akses kamar utama saja.
Rey kembali ke kamarnya dan berbaring. Rey membuka ponsel dan ada pesan dari Xena.
[Terima kasih banyak sayang...] @Xena_Kassandra
[Tidak apa apa... Kau belum ngantuk?] @Rey_Dmnf
[Aku menemani ibu tidur dulu...] @Xena_Kassandra
[Oke,, istirahatlah...jaga kesehatan...] @Rey_Dmnf
Rey mengakhiri percakapannya, mematikan lampu kamarnya dan segera tertidur.
__ADS_1