
Leon datang bersama ibunya yang bernama Lacey Braid. Mereka berjalan menuju ke halaman belakang untuk menghadiri undangan Rey.
"Leon, ibu Lacey, akhirnya kalian datang." seru Rey berdiri menyambut Leon, terutama ibu Leon.
"Maaf kakak bos, aku sedikit terlambat, tadi di jalan ada sedikit kemacetan." kata Leon.
"Tidak apa apa, Leon."
"Bagaimana kabarmu, nak?" tanya Lacey berjalan ke arah Rey.
"Aku baik baik saja bu, bagaimana dengan kabar ibu?" tanya Rey.
"Syukurlah dan aku sehat sehat saja, terima kasih banyak nak sudah mengundang kami untuk makan malam bersama." kata Lacey lembut.
"Kalian juga keluargaku, oiya, Leon, ibu, mereka teman temanku. Dan ini Leon dan ibunya, anggap saja dia ibu dan adikku." kata Rey memperkenalkan mereka.
"Salam kenal, semuanya." kata Leon membungkuk hormat. Mereka semua kagum dengan Leon yang di anggap adik oleh Rey tetap rendah hati.
"Leon carilah tempat dudukmu, mari ibu, silahkan duduk." kata Rey mengarahkan Lacey ke tempat duduk yang sudah di siapkan.
"Baik nak, terima kasih." kata Lacey lembut.
"Ibu dan Leon, makan yang banyak ya." kata Hitomi sambil mengambilkan makanan untuk Lacey.
"Terima kasih nak." kata Lacey.
Mereka dengan senang makan malam bersama di mansion Rey.
Semua orang yang paling dekat dengan Rey hadir di meja besar itu dan saling berbicara dengan santai.
"Nak, gadis mana yang paling beruntung memilikimu?" tanya Lacey menatap para wanita Rey yang duduk sejajar dengannya.
"Ah, ibu, pertanyaan macam apa itu?" kata Rey garuk garuk kepala.
"Bu, apa ibu tidak tahu, lihat kakak kakak cantik itu semuanya milik kakak bos!" seru Leon santai.
"Eh? A-apa! Jadi gadis gadis cantik ini --- hap!"
Belum juga Lacey meneruskan kata katanya, Leon segera membungkam mulut ibunya dengan sepotong daging membuat ibunya tidak meneruskan ucapannya dan melanjutkan makannya dengan lahap.
"Ah, ini enak sekali." seru Lacey mengunyah sepotong daging sapi yang Leon berikan.
Sementara itu yang lain tertawa saat melihat tingkah Leon dan ibunya.
Para wanita Rey juga tertawa dengan tingkah ibu Leon yang tiba tiba lupa dengan topik pembicaraan tadi.
Rey menggelengkan kepala dengan senyum merekah di wajahnya.
__ADS_1
***
Di sebuah tempat karaoke ternama di kota XTown, Allen Oneal sedang memanjakan diri dengan beberapa gadis.
"Sayangku, lagu apa yang kamu sukai?" tanya salah satu gadis dengan manja.
"Terserah, yang penting aku bisa melihat kalian semua menari." kata Allen menenggak botol wine dengan tenang.
Para gadis itu dengan senang hati mulai menyanyi dan menari untuknya.
Allen Oneal adalah seorang ketua dari kelompok mafia Hellfire, dia menguasai hampir 98% kegiatan kriminal di kota XTown ini, anak buahnya mencapai empat ribu orang yang tersebar di seluruh kota XTown, mereka sering memeras, merampok bahkan mereka tanpa segan sering membunuh orang yang tidak mau mereka perintah.
Selain itu setiap pengusaha dan pemilik usaha kecil yang ada di kota XTown ini sudah terbiasa dengan pajak yang harus mereka bayar kepada Hellfire agar mereka mendapatkan keamanan di kota ini.
Setiap pedagang kaki lima dan toko toko yang berada di sepanjang jalan, mereka semua melakukan hal yang sama untuk membayar pajak keamanan kepada Hellfire.
Siapa yang tidak tahu dengan Allen, bos Hellfire, bahkan di setiap pelosok desa di pinggiran kota XTown ini semua orang pasti mengenalnya, tapi Rey bukan berasal dari kota XTown jadi dia tidak tahu tentang keberadaan orang ini.
***
Di mansion Rey,
Rey selesai dengan acara jamuan makan malamnya, dan menuju ke ruang paviliun mansion untuk berkumpul bersama.
Mereka mengobrol dengan gembira hingga waktu berlalu dengan cepat.
"Bos, jadi kapan aku akan memulai pekerjaanku?" tanya Vonta santai.
"Santai saja dulu, kemungkinan besok aku akan meminta Hitomi dan Lita untuk menyiapkannya untukmu, jadi kamu juga bisa membagi waktu dengan latihan." kata Rey menepuk pundak Vonta.
"Baiklah, apapun yang kamu inginkan, aku akan melakukannya dengan senang hati." kata Vonta senang.
Sementara, Cameron sedang asik mengobrol dengan para wanita Rey di lantai dua, mereka membawa Cameron untuk berkeliling mansion.
Para wanita Rey memperlihatkan semuanya kepada Cameron tentang semua yang ada di mansion ini dengan gembira, bahkan mereka membawa Cameron untuk melihat lihat ke kamar para wanita itu. Hanya lantai tiga adalah zona terlarang bagi orang lain.
Mereka berjalan mengelilingi mansion dan sesekali melakukan candaan kepada satu sama lain.
"Bos, apa kau tidak merasa kelelahan dengan semua gadis gadis itu?" tanya Vonta bercanda.
"Hahaha, tentu saja aku akan kelelahan jika di lakukan secara bersamaan." jawab Rey sambil tertawa.
"Hahaha." Vonta tertawa geli.
Beberapa saat kemudian, Vonta dan Cameron berpamitan untuk pulang.
"Sayang, apa kau tidak lelah?" tanya Hitomi berjalan ke arah Rey.
__ADS_1
"Ya, lumayan." jawab Rey.
"Baiklah, ayo kita tidur." lanjut Rey mengajak semua wanitanya untuk tidur bersama.
Mereka mengangguk semangat sambil mengikuti Rey berjalan ke arah kamarnya. Mereka masuk dan membuka pakaiannya masing masing.
"Hah? Apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian membuka pakaian?" tanya Rey menatap mereka.
"Jangan banyak bertanya!" seru Yuri berlari ke arah Rey dan langsung memeluknya.
Rey terlempar ke atas ranjang dengan pasrah. Sontak para wanitanya yang lain berlari ke atas ranjang itu secara bersamaan.
Mereka bercanda dengan gembira hingga suara tawa mereka terdengar sampai lantai bawah. Mereka berperang seperti biasa, bedanya karena bekerja dengan enam wanita, Rey akhirnya bisa sampai puncak. Di akhiri dengan pelepasan benih Rey kedalam rahim Hitomi. Entah jadi atau tidak, belum ada yang tahu.
Rey berbaring dengan nyaman di kerumuni oleh para wanitanya yang cantik, hingga akhirnya mereka tertidur dengan pulas.
***
Pagi hari di mansion Rey,
"Sayang, bangun." kata para wanita dengan penuh kasih sayang.
Rey membuka matanya dengan perlahan. Para wanitanya bergantian untuk mandi, sementara yang lain menunggu dengan tenang sambil mengganggu Rey yang tertidur lagi.
Dengan tenang Rey terbangun, tapi saat melihat para wanitanya masih berada di sampingnya, Rey kembali berbaring untuk melanjutkan tidurnya.
Para wanita itu memeluk Rey dari berbagai arah, sehingga Rey merasa nyaman dengan itu. Beberapa menit kemudian, Hitomi yang baru saja mandi keluar dari kamar mandi.
Lita masuk ke kamar mandi, menggantikan Hitomi yang sudah selesai mandi.
[Bos, berhati hatilah beberapa waktu ini, aku merasakan kekuatan besar di kota ini.]
"Hah?" kata Rey membuka matanya dengan perlahan.
[Ya, seperti itu lah pokoknya.]
"Pengguna lain?" tanya Rey dalam hati.
[Tidak, tapi dia benar benar kuat. Hampir setara denganmu.]
"Bos atau anak buah?"
[Anak buah.]
"Apa! Anak buahnya saja hampir setara denganku? Manusia macam apa itu?"
[Berusahalah bos, tidak ada yang instan di dunia ini. Jangan jadi pemalas. Hehehe.]
__ADS_1
Rey berpikir sebentar dan pergi untuk mandi bersama agar cepat.