Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Rencana Menjalani Hidup


__ADS_3

Pesawat yang yang dinaiki Rey mendarat dengan mulus di kota XTown. Sebuah kota metropolis yang maju dan masih tetap berkembang. Hari masih malam ketika Rey tiba. Tanpa berpikir panjang Rey segera mencari hotel untuk beristirahat sambil menunggu pagi.


Pagi harinya Rey membuka ponsel berniat untuk mencari tempat tinggal. Setelah berkutat lumayan lama dengan ponselnya. Rey menemukan sebuah Mansion besar yang menarik perhatiannya. Kemudian dia mengirim pesan ke nomor yang tertera di iklan tersebut. Tak lama setelah mendapat balasan dan lokasinya, Rey bergegas check out dari hotel dan mencari taksi untuk mengantarnya.


Setibanya disana di depan gerbang besar dengan dua orang penjaga keamanan berdiri di samping posnya. Terlihat seorang wanita cantik oriental berdiri menunggunya, wanita itu adalah sekertaris dari direktur agen property yang dihubungi Rey. Direktur agen property itu sengaja mengirim orang terbaiknya setelah mendengar bahwa ada orang yang akan membeli mansion termahal yang mereka tawarkan.


"Halo apakah anda tuan Rey?"


"Yap..."


"Perkenalkan saya Hitomi Wales, saya akan mengantar anda.."


"Baiklah.."


Lalu Hitomi mempersilahkan Rey masuk kedalam mansion, sambil melihat isi mansion tersebut, Hitomi menjelaskan secara detail tentang Mansion itu. Mansion besar dengan luas tanah dua ribu meter persegi. Mansion itu sendiri adalah bangunan tiga lantai seluas tujuh ratus meter persegi.


Lantai utama mempunyai satu ruang tamu, ruang santai, ruang makan, dapur yang luas lengkap dengan peralatan, ruang penyimpanan anggur dan sebuah paviliun. Di bagian belakang terdapat kolam renang yang cukup besar. Di lantai dua terdapat empat kamar tidur lengkap, ruang santai dengan mini bar, home theater. Untuk lantai tiga merupakan kamar tidur utama dan ruang penyimpanan untuk barang barang berharga dengan sistem keamanan yang tinggi.


Keseluruhan mansion di kelilingi taman dan kolam ikan yang besar, halaman depan ada taman besar yang indah, pos keamanan dan ruang pemantau cctv lalu di halaman belakang ada garasi besar yang mampu menampung lebih dari sepuluh mobil, ada sebuah bangunan yang hampir mirip dengan rumah kos, dengan 10 kamar untuk para pekerja, di sebelahnya ada perkebunan kecil berisi dengan tanaman berbagai macam buah buahan.


"Menarik sekali nona...berapa harganya?"


"Emmm...sekitar 567 miliar tuan..." kata Hitomi sedikit ragu.


"Baiklah...bisakah kau urus surat surat nya? Aku akan mengambil mansion ini.."


"Eh? ba-baik tuan! Saya akan mengambil surat suratnya di kantor sekarang..." seru Hitomi terkejut campur semangat kemudian bergegas pergi.


Lima belas menit kemudian Hitomi datang membawa berkas berkas untuk ditanda tangani oleh Rey, serta beberapa surat pengalihan nama yang akan diurus agen propety itu nanti. Setelah melakukan semua hal dan pembayaran. Rey kemudian menatap sekeliling dan sadar mansion ini terlalu besar untuk ditinggali sendirian. Hanya ada dua orang penjaga keamanan di depan.


"Ah nona, apa anda bisa menolongku untuk mencari orang untuk bekerja disini?"


"Sebenarnya ada dua orang yang selama ini mengurus mansion ini tuan."


Kemudian Hitomi menelepon mereka untuk segera datang ke mansion Rey. Beberapa saat kemudian datang seorang wanita paruh baya dan seorang pemuda tegap di hadapan Rey. Rey tanpa basa basi menjadikan wanita itu kepala pelayan dan pemuda itu sebagai kepala keamanan mansion. Rey menugaskan mereka untuk mencari beberapa orang untuk bekerja, mereka pun menyanggupi dan memulai pekerjaannya.


Hitomi berpamitan untuk kembali ke kantor mengurus pengalihan nama pemilik mansion baru Rey. Rey berjalan menuju ruang santai. Dia duduk santai di sofa dan menyalakan rokoknya.


"Ah... nyaman sekali... sekarang enaknya aku nagapain ya? Bosan sekali... ah aku akan nyobain berbisnis... siapa tau menarik..." kata Rey dalam hati. Rey yang merasakan kebosanan akhirnya tertidur di sofa itu. Rey terbangun ketika ada notifikasi dari system.


DING!

__ADS_1


[Selamat tuan anda mendapatkan hadiah dari system. Sebuah mobil Ford Shelby GT500.]


Rey tersenyum mendengarnya, dia memang sedang butuh kendaraan. Tentu saja dia senang karena mendapatkannya secara cuma cuma. Rey ingin berjalan jalan sekalian mencoba mobil barunya. Dia mengambil ponselnya dan mencari sebuah restoran. Pilihannya jatuh pada sebuah restoran yang berada di dalam hotel berbintang, Golden Star Hotel.


Dengan cepat Rey meraih kunci mobilnya dan memacu keluar dari mansion. Rey berkendara santai mengikuti GPS mobilnya menuju Golden Star Hotel. Sesampainya disana Rey memesan ruangan VVIP agar acara makan siangnya tidak terganggu. Rey malas dengan keramaian. Pelayan melayaninya dengan baik, ketika makanan yang dipesan datang dan Rey mencicipinya. Matanya terbuka lebar. Menurutnya makanan ini sangat enak.


"Pelayan panggilkan manager mu..."


Pelayan itu kaget, dia ketakutan Rey ingin bertemu managernya. Pelayan itu berpikir ada yang salah dengan layanan atau makanannya. Dengan menjawab terbata bata, dia kemudian keluar dari ruangan Rey dan memanggil managernya. Managernya tentu langsung menuju ke ruangan Rey, siapa yang tidak takut dipanggil dengan orang yang memesan ruangan VVIP hanya untuk makan. Orang ini pasti bukan orang sembarangan.


"Ada yang bisa saya bantu tuan..." kata manager ketakutan.


"Rey...panggil aku Rey..."


"Baik tuan Rey, maaf apa ada yang salah?"


"Tidak..."


Manager yang bernama Harry Gates itu mulai bingung.


"Apa kau berniat untuk menjual hotel ini?"


"Eh?" Harry terkejut dengan pertanyaan itu. Selain Harry, dua orang pelayan yang berdiri dibelakannya juga tercengang.


"Apa aku sedang mengajakmu bercanda? Jika kau jual aku akan membelinya. Apanya yang lucu?" Kata Rey serius.


"Tuan Rey, hotel ini memiliki aset lebih dari 100 miliar belum termasuk harga tanahnya. Apa anda yakin?"


"Tentu! Katakan saja harganya tapi kalau tidak ada niat menjualnya, ya lupakan saja.."


Harry memandang Rey sambil berpikir. Siapa orang ini, kalau dari kalangan orang kaya seharusnya Harry mengenalnya.


"Tuan Rey, bukannya hotel ini tidak dijual tapi saya perlu membicarakan dengan para direktur. Lagipula saham hotel ini bukan milik satu orang saja."


"Baiklah,,silahkan saja. Aku butuh jawaban secepatnya." kata Rey cuek sambil melanjutkan makannya.


"Kalau begitu saya permisi tuan..." kata Harry, menundukkan kepala sebentar lalu berbalik keluar ruangan. Dengan cepat dia kembali ke kantornya. Dia mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan ke grup jajajaran pemilik hotel yang berisi empat orang.


[Harry : Teman teman ada yang tertarik dengan hotel kita... Apa kalian mau menjualnya?]


[Donny : Siapa? Jangan jangan cuma penipu!]

__ADS_1


[Harry : Memangnya aku seperti orang yang mudah di tipu gitu?]


[Baron : Iya!]


[Harry : Brengsek kau! Aku tidak bercanda. Dia menunggu jawabanku. Kalian mau jual tidak?]


[Donny : terserah padamu, sahammu paling besar diantara kita.]


[Harry : Hey kita membangun hotel ini bersama. Walau aku mau jual tapi kalau kalian tidak mau, aku juga tidak akan mau.]


[Juan : Bagaimana kalau kita selidiki dulu?]


[Baron : Jangan! Orang yang mau mengeluarkan uang banyak pasti latar belakangnya tidak sembarangan. Kalau kita ketahuan, kita semua malah akan hancur.]


[Harry : Baiklah kalau begitu. Kalian mau tidak?]


[Baron : Berapa penawarannya?]


[Harry : Dia memintaku buka harga.]


[Baron : Kalian gimana? Aku sih ngikut saja. Kalian tidak butuh uang kah? Kalau benar dia akan beli, kenalkan aku padanya Harry.]


[Juan : Oke oke... aku pikir kita bisa minta di angka 180 miliar, Tahun lalu hotel ini terhitung bernilai 120 miliar, bukankah tahun ini peningkatan kita sangat bagus?  180 miliar itu sepadan, kita masih untung banyak.]


[Donny : Ya aku setuju, Harry, kau bisa pasang harga 200 miliar padanya. Jika dia nego, tolak segera harga dibawah 180 miliar. Aku tidak mau dibawah itu.]


[Harry : Oke setuju! aku akan buka harga di angka 200 miliar. Aku akan menemuinya sekarang. Nanti aku kabari lagi.]


Setelah berdiskusi, Harry membuat persiapan untuk menuju lantai bawah dan membahas penjualan hotel dengan Rey. Harry melangkah cepat ke arah ruangan VVIP Rey. Di depan pintu dia mengetuk dan lansung masuk ketika dipersilahkan. Rey mempersilahkan Harry duduk di depannya.


"Tuan Rey, apakah anda benar ingin membeli hotel ini?" Tanya Harry sambil mendudukan dirinya.


"Tentu tuan...."


"Nama saya Harry Gates."


"Oke. Jadi?"


"Saya baru saja membicarakannya dengan para pemegang saham. Jika anda memang benar ingin membelinya, kami menawarkan harga dua ratus miliar. Bagaimana menurut anda? Kata Harry sambil menunjukkan dua jarinya.


"Hotel ini terletak di bagian paling makmur dari kota ini. Dekorasi dan arsitektur sesuai dengan standar internasional, dan juga laba meningkat setiap tahunnya. Adnda tidak akan rugi dengan harga yang kami tawarkan." Lanjut Harry.

__ADS_1


"Oke, deal! Tapi aku tak tahu banyak tentang urusan pindah tangan. Nanti aku akan menghubungi orang yang akan mengurusnya." Kata Rey cuek. Dua ratus miliar bukan masalah baginya, kemarin dia baru saja menghabiskan uang hampir enam ratus miliar. Kemudian Harry memanggil bagian keuangan hotel untuk segera ke ruangan itu.


Ketika bagian keuangan datang Harry memberitahukan bahwa kepemilikan akan berpindah tangan kepada Rey. Harry meminta agar administrasi Rey langsung ke bagian keuangan. Setelah proses selesai, cara harry memandang Rey juga berubah. Rey kembali ke mansion. Di ruang santai dia berpikir bahwa dirinya membutuhkan seseorang untuk membantu mengurus bisnis.


__ADS_2