Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Hujan


__ADS_3

Ketika Rey tiba di mansion ternyata Hitomi telah tiba di sana. Mereka membahas penemuan bukti yang terjadi di Oico Group. Rey tidak memaksa Hitomi untuk segera menyelesaikannya, bagi Rey yang penting semua maslah selesai, mengenai waktu tidak terlalu di perdulikannya selama kerugiannya tidak berbahaya. Tapi Hitomi tidak begitu, dia harus segera menyelesaikan. Itulah perbedaan Rey dan seorang pekerja keras.


"Oiya sayang, banyak presiden perusahaan di XTown mengirimimu undangan. Lalu nanti malam tuan Clark mengundangmu untuk ikut acara lelang amal."


"Oh Rufio? Oke kita berdua kesana nanti..."


Hitomi pun bergegas mandi di kamar Rey untuk bersiap siap pergi ke acara lelang nanti malam. Rey yang tidak peduli penampilan tetap merokok santai di ruang santai lantai satu sambil menonton televisi. Paul menelepon Rey menceritakan keterkejutannya dan berterima kasih pada Rey yang hanya ditanggapi dengan tertawa oleh Rey.


Malam pun tiba, Hitomi sudah terlihat sangat cantik dan anggun, sedangkan Rey jangan di tanya. Walau pakaiannya mahal tetap saja pilihannya adalah pakaian santai. Rey mengendarai Koenigsegg-nya yang belum sempat di coba, mereka menuju ke sebuah hotel di sepanjang sungai XTown. Ada banyak mobil mewah di tempat parkir hotel.


Acara amal ini adalah acara besar. Selebriti dan orang orang dari keluarga kaya hadir. Apalagi acaranya di selenggarakan oleh Clark Department Store. Clark memiliki beberapa department store kelas atas di XTown. Nilai pasar properti mereka mencapai 1,5 triliun. Koenigsegg milik Rey menarik perhatian semua orang. Supercar itu adalah yang teratas dari semua mobil mewah di acara amal itu.


Rey dan Hitomi keluar dari mobil. Kemudian mereka masuk ke dalam hotel. Beberapa orang mengalihkan perhatian mereka ke Rey begitu dia melangkah ke pintu. Tetapi mereka tidak mengenali Rey karena dia baru pertama kali hadir di acara seperti itu. Mereka hanya berpikir Rey hanya calon pewaris keluarga kaya. Rufio memperhatikan sejenak dan berjalan ke arah Rey.


"Tuan Rey!" Rufio menyapa sambil tersenyum.


"Rufio!" kata Rey santai membalas senyumnya.


"Aku senang anda datang, oiya aku tidak tau kalau anda adalah pemimpin di -" Rufio tidak melanjutkan bicaranya ketika melihat Rey menggelengkan kepala.


"Jangan bilang bilang... Biarkan saja untuk saat ini..."


Pemimpin Mobs Games akan menjadi fokus perhatian utama. Jika dia menunjukkan identitasnya sekarang, pasti banyak penjilat di sekitarnya. Bagi Rey, itu sangat menyiksa, dia lebih suka menyendiri daripada menjadi perhatian publik. Rufio tertegun sejenak dan menganggukkan kepalanya. Rufio mempersilahkan Rey untuk menikmati pestanya terlebih dahulu.


Rey mengambil segelas jus ketika seorang pelayan lewat di sebelahnya dan diam diam pergi ke pojok untuk merokok. Tidak jauh dari situ, seorang pria berdiri dengan gelas di tangan. Dia sepertinya tertarik dengan Hitomi saat melihatnya. Raut wajahnya berubah dingin saat melihat Rey. Dia berjalan ke arah Hitomi dengan temannya.


"Nona aku Ryan Anderson, bolehkah aku minum denganmu?" Pemuda itu berkata dengan sedikit mengangkat gelas dan menatap Hitomi. Dia tidak perduli ada Rey di situ. Hitomi memandang Ryan dengan ekspresi jijik. Dia tidak memperdulikan Ryan, membuat Ryan jadi canggung.


"Heh cewek tak tahu diri, ini sebuah kehormatan tuan Anderson tertarik padamu,  Dan kau ngapain disini? Pergi sana! Wanita ini milik Tuan Anderson." kata temannya yang berdiri di sebelah Ryan.


"Apa kau bilang?" Rey menatap kedua pria itu sambil menahan amarah.

__ADS_1


Banyak orang yang ada disana terkejut mendengar kata kata itu. Mereka mulai menoleh satu persatu. Mereka tahu bahwa itu adalah Ryan Anderson, penerus Anderson Property. Perusahaan properti menengah di kota XTown dengan nilai pasar hampir 1 trilyun. Mereka tahu keluarganya cukup kaya.  Tapi mereka tidak tahu siapa Rey, orang yang berani menanggapi ocehan pihak Ryan. Senyuman sarkas muncul di wajah mereka.


"Kau tahu siapa aku? Kau akan tetap aman kalau kau pergi sekarang,,," kata Ryan sombong.


"Temperamenku tu buruk loh... Mending kau yang pergi..." kata Rey cuek.


"Kau!...Lihat aja nanti!" Ryan menarik nafas dalam dalam, berbalik kemudian pergi. Temannya masih memelototi Rey dan bergegas menyusul Ryan.


"Tuan, kau membiarkannya begitu saja?"


"Tujuanku malam ini membeli lukisan Hujan di pelelangan. Aku punya 45 miliar untuk menawarnya demi ayahku. Ayahku pasti sangat gembira nanti. Saat itu aku bisa memberi pelajaran kepada orang itu.!" kata Ryan dingin.


Akhirnya acara utama akan segera di mulai. Rey mengambil tempat agak di belakang. Hitomi terus menunjuk dan menjelaskan orang orang yang di ketahuinya.


"Sayang, orang yang duduk di kursi ke enam itu adalah Felix Brownlee, kepala Koperasi Pertambangan. Wanita di sebelahnya itu pemilik dari Berni Beauty Center, lalu di belakangnya ada bagian dari Ealian Technology Group." Jelas Hitomi pelan. Rey hanya mengangguk saja, nama nama itu tadi adalah nama beberapa undangan yang diterima Rey.


"Nanti kita temui mereka..." jawab Rey santai.


Barang itu adalah sebuah lukisan langka yang di lukis seorang maestro beberapa hari sebelum dia meninggal. Judulnya Hujan. Tentu saja ini menjadi barang yang di minati banyak orang. Juru lelang membuka harga lukisan itu sebanyak 4,5 milyar. Penonton mulai menawarkan harganya. Hingga saat ini sudah mencapai 10 milyar. Hitomi terpesona dengan kejadian itu. Dia menoleh ke arah Rey dan melihat bahwa gelas minuman Rey sudah kosong, Hitomi menawarkan diri untuk mengambilkan minum tapi Rey menolak.


"11 milyar." Ryan mengangkat tangannya saat ini. Semua orang menjadi hening saat tahu penawarnya adalah Ryan. Mereka seperti enggan untuk menyinggung keluarga Anderson. Ryan tersenyum angkuh. Dia merasa bisa membeli lukisan itu dengan mudah. Ryan sangat puas.


"13 milyar!" kata Rey dengan tenang sambil mengangkat tangannya. Semua orang tercengang di sana. Mereka mulai melihat Rey. Mereka tahu tadi Rey berdebat dengan Ryan di lobi. Mereka mulai mengoceh. Wajah Ryan berubah kelam karena marah.


"Kau mau bersaing hah?" kata Ryan dingin.


"Bersaing denganmu? yang benar saja bocah!" kata Rey sambil tersenyum. Lukisan ini langka, pembuatnya telah meninggal. Dia ingat si tua Ken Wang, mantan lima pilar daerah kumuh JTown tertarik dengan lukisan seperti ini. Rey ingin mengirim lukisan itu padanya.


"Kau mempertaruhkan lehermu! 13,5 milyar!" Ryan mulai kesal dan menaikkan tawaran.


"Halah cuma tambah segitu? Minta lagi sama ayahmu sana! 17 milyar!" kata Rey santai dengan nada mengejek.

__ADS_1


"Kau!" Ryan sangat marah, dia punya 45 milyar, cara Rey menawar sangat mengerikan, tapi Ryan tidak mau kalah.


"20 milyar!"


"30 milayar!" Rey langsung menambahkan 10 milyar. Semua orang menelan ludah. Apa orang ini sangat kaya. Ryan duduk dan gemetar.


"Oke! Itu maumu kan? 45 milyar!" seru Ryan. Matanya merah karena marah. Selain itu, dia hanya memiliki uang segitu. Dia tidak bisa melawan kalau Rey menaikkan harganya. Tapi Ryan yakin Rey tidak akan mampu. Dia tahu seorang anak orang kaya pun tak akan memiliki uang sebanyak itu. Ryan tahu semua anak orang kaya di kota ini. Tapi dia tidak tahu Rey. Rey bukan anak orang kaya. Rey lah orang kaya yang sebenarnya.


"50 milyar!" kata Rey santai. Ryan tercengang. Semua orang terkejut. Mereka belum pernah bertemu dengan Rey. Wajah Ryan memerah. Dia menghembuskan nafasnya dengan berat.


"Apa apan ini! Siapa dia! Tidak mungkin dia memiliki uang sebanyak itu! Aku meragukan saldo dan asetnya! Dia hanya ingin mengacau di sini! Aku ingin dia di usir sekarang juga! Pengacau ini sangat memalukan!" Ryan berteriak sambil menunjuk Rey. Rey tetap santai tidak perduli. Rufio mewakili pihak penyelenggara berdiri dengan wajah gelap,


Ryan tersenyum melihat Rufio berdiri, dia pikir Rufio pasti akan membantunya. Ryan meminta Rufio  segera memanggil keamanan.


"DIAM!" Rufio tidak tahan dan berteriak dengan marah. Ryan bengong dan kelabakan dengan tatapan kosong.


"Rufio... kau?!"


"Apa yang salah! Apa kau tahu siapa dia?! Dia adalah tuan Rey! Rey Demonforge." Rufio berteriak dengan keras dan marah. Semua orang terkejut. Beberapa anak anak orang kaya di sana tahu nama itu dari ayah mereka. Tapi banyak juga yang belum mengenal Rey. Beberapa orang mulai membahas semua aset milik Rey dan kekuatan bisnisnya. Semua orang pucat memandang Rey. Apalagi Ryan saat itu terduduk dengan ketakutan.


Ryan panik. Dia sangat shock. Dia sudah mendengar tentang Rey. Kekayaan yang keluarganya miliki jelas tidak layak bersaing dengan kekayaan Rey. Ryan tidak percaya dengan yang dia dengar, tapi kata kata ini jelas di ucapkan oleh Rufio, penyelenggara pelelangan. Ryan ketakutan kabur dengan cepat meninggalkan acara itu. Dia sadar menyinggung orang yang salah.


"Tuan Rey, ini lah kenapa saya tidak mau merahasiakan identitasmu. Pasti tidak akan seperti ini." kata Rufio sopan. Rey hanya tersenyum, sambil memandang kerumunan yang heboh.


"Halo semua! Aku sudah menerima undangan kalian. Kalo ada waktu luang nanti kita akan ngobrol! Hehehe." kata Rey keras untuk menenangkan kerumunan itu.


Untuk beberapa saat semua orang tersenyum dan mengangguk kepada Rey. Semua orang memandang Rey dengan hormat. Jika mereka tidak melihat kejadian ini dengan mata kepala sendiri, mereka tidak akan percaya sama sekali. Mereka berpikir bahwa Rey adalah petinggi yang kuat. Dia memegang banyak saham perusahaan besar. Mereka berniat untuk mendekatinya. Acara amal berakhir, Rey meninggalkan hotel setelah menyapa para presiden perusahaan yang hadir di acara itu.


"Sayang, pilihanmu menarik, lukisan tadi itu mahakarya, di tunggu sebentar saja pasti harganya akan naik. Kau nanti pasti untung kalo di jual saat itu." kata Hitomi, dia mengira Rey akan menjualnya karena setahu Hitomi, Rey tidak pernah berminat dengan barang seperti itu.


"Aku gak niat jual kok, nanti aku kirim ke temanku, dia sangat suka barang seni.. Dia pasti senang." jawab Rey santai. Hitomi terkejut. Rey menghabiskan 50 milyar hanya untuk menyenangkan temannya. Luar biasa.

__ADS_1


Rey berencana untuk berlibur ke JTown. Bagaimanapun itu kampung halamannya. Sekali kali dia ingin merasakan dengan yang namanya liburan di kampung halaman. Setelah mengantar Hitomi, Rey pulang ke mansion dan tidur dengan cepat. Hari ini sangat melelahkan.


__ADS_2