Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Pulau Wisata Estillo


__ADS_3

Suara ketukan pintu terdengar memecah keheningan suasana pagi.


"Tuan, sarapannya sudah siap." seru bibi sambil mengetuk pintu.


"Mmm,, baik bibi!" seru Hitomi sambil bangun dari tidurnya.


Bibi menggelengkan kepalanya mendengar jawaban dari kamar tuannya tapi yang menjawab adalah Hitomi.


"Selamat pagi sayang." kata Hitomi mencium pipi Rey.


Rey sedikit membuka matanya dan menjawab dengan malas.


"Hm." Rey tidur lagi.


Hitomi menghela nafas melihat kelakuan lelakinya itu, dan membuka selimut yang di pakai Rey. Hitomi berteriak lalu menutup mulutnya ketika melihat ada sesuatu di celana Rey.


"Apaan sih!" seru Rey terkejut sampai terduduk mendengar teriakan Hitomi. Menatap Hitomi sambil sambil mengedipkan matanya yang mengantuk lalu ambruk sambil menarik selimut, dan tidur lagi.


Tanpa meminta izin kepada Rey, Hitomi langsung menyerang Rey dengan gemas. Hitomi menciumi pundak Rey dengan lembut sambil memeluk tubuh Rey yang berada di bawah selimut. Hitomi menahan diri dari semalam, karena Rey mabuk berat dan terkapar tidak sadar. Akhirnya Hitomi mendapatkan kesempatan ini sekarang.


Hitomi segera melepaskan hasratnya untuk segera bercinta dengan Rey. Walau masih mengantuk, Rey mengerti apa yang di inginkan oleh Hitomi, maka dari itu Rey segera memuaskan hasrat Hitomi yang sudah tidak terbendung.


Hitomi merasakan sesuatu di dalam dirinya akan meledak. Akhirnya kedua insan itu saling menembakkan ledakan diri mereka. Hitomi berbalik dan memeluk Rey dengan erat sambil membisikkan ucapan terima kasih.


Setelah mandi dan berpakaian mereka menuju ke ruang makan. Tak lama kemudian Yuri yang juga sudah mandi menyusul mereka. Mereka pun sarapan pagi bersama.


DING!


[Selamat tuan anda mendapatkan hadiah dari system. Kepemilikan Estillo Island. Sebuah pulau wisata di lepas pantai XTown.]


"Eh? Pulau lagi?" kata Rey dalam hati.


Rey hanya menggelengkan kepalanya dengan senang hati.


"Sayang, aku harus pergi ke Oico Group hari ini untuk mengurus semua kebutuhan yang diperlukan disana." kata Hitomi.


"Hm Oke lah, Maaf aku tidak bisa menemanimu kali ini." jawab Rey mencium kening Hitomi.

__ADS_1


"Tidak apa apa sayang, kau lebih sibuk daripada aku bukan? Lagipula ini kewajibanku sebagai sekretarismu." kata Hitomi lembut.


Rey mengangguk, setelah selesai dengan sarapannya, mereka berangkat dengan kegiatan masing masing. Hitomi masih mengendarai porsche nya untuk menuju ke perusahaan Oico Group. Sedangkan Rey dan Yuri berniat untuk pergi ke markas SSCC karena nganggur, mau bagaimana lagi?


Ketika Rey sampai di parkiran ternyata di sana sudah ada Fafa yang sudah menunggunya karena mendapat kabar dari Yuri kalau mereka akan nongkrong di sana. Fafa mengucapkan salam dan mencium pipi Rey, di balas dengan belaian lembut di rambutnya dari Rey. Mereka bertiga melangkah menuju bar SSCC.


George yang dari tadi sudah di sana segera mengirim pesan kepada Teddy Larks dan mengabarkan jika Rey sudah datang. Tak lama kemudian Teddy yang baru tiba dengan lamborghini nya segera turun dari mobil dan bergegas menuju bar.


"Hai! Boleh minta kontakmu?" Seorang wanita berdiri di depan Teddy. Dia adalah Sabrina.


Sabrina adalah wanita cantik yang sangat menawan, tubuhnya mungil dengan kulit seputih salju. Dia adalah salah satu selebriti di sebuah aplikasi live streaming yang sedang tren di negara Jamkha.


Teddy menurunkan sedikit kacamatanya dan menatap Sabrina dengan kagum. Tanpa basa basi dia menghampiri Sabrina dan memberikan kontaknya.


"Siapa namamu?" tanya Teddy.


"Namaku Sabrina." jawabnya dengan lembut.


"Nama yang indah seperti orangnya."


"Oke,, terima kasih kontaknya."


"Tentu saja."


Tiba tiba sebuah pesan masuk ke ponsel Teddy. Dia segera membuka ponsel dan melihat isi pesan yang dikirim oleh George.


[Bagus! Tunggu perintah dariku! Jangan sampai kalian gegabah dan merusak rencanaku!] @Teddy_Larks


Sementara di bar, Rey duduk dengan santai sambil bermain game ponselnya ketika Sabrina masuk ke dalam bar dan duduk tak jauh dari mereka bertiga.


"Sayang, aku menemui temanku dulu." kata Yuri.


Rey hanya mengangguk tapi matanya tetap fokus dengan ponselnya.


"Hai na, gimana kabarmu?" tanya Yuri santai sambil berjalan ke sebelah kursi Sabrina.


"Baik kok." jawab Sabrina senang.

__ADS_1


"Yuri, apa Rey sekarang pacarmu?"


"Yap! Kami pacaran dan tinggal bersama."


"Apa?! Kalian tinggal bersama.


"Memangnya kenapa??"


"Tidak apa apa sih, kaget saja. Kalian baru beberapa waktu berpacaran dan sudah tinggal bersama."


Sabrina sebenarnya iri karena dia memiliki perasaan terhadap Rey sejak awal Rey menginjakkan kaki di SSCC. Meskipun tidak mengenalnya entah kenapa daya tariknya semakin besar untuk Rey.


"HA!" Rey menengok ke arah Sabrina dengan spontan, karena daya peka Rey melebihi manusia biasa, dia mampu menyadari ketertarikan Sabrina padanya.


"Ada apa sayang?" tanya Fafa di sampingnya karena terkejut.


"Eh? Tidak ada apa apa."


Sabrina dan Yuri mengobrol dengan senang karena Sabrina adalah teman satu apartemen Yuri sebelum dia pindah ke mansion Rey. Jadi sudah lumayan lama mereka tidak sempat mengobrol seperti itu.


Seorang pemuda masuk ke bar dan duduk berjarak satu meja dari Rey. Rey menoleh ke arah pemuda itu dan pemuda itu nyengir bodoh ketika Rey menatapnya. Dia adalah Lee Jenkins.


Lee adalah pemuda biasa yang bekerja sebagai keamanan di bar SSCC. Sebenarnya petugas keamanan SSCC tidak berguna sama sekali, karena semabuk mabuknya orang orang di sana dan berulah di bar, mereka tidak bisa mengusir pengacau itu karena keluarga mereka kaya. Dan mau tidak mau keamanan di sini ujung ujungnya hanya bekerja sebagai tukang parkir mobil mobil mewah di sana.


"Hey tuan, anda sangat berbakat, saya melihat anda menghajar George beberapa waktu lalu, apa anda tertarik untuk berkunjung ke sasana saya?" seru Lee santai.


Orang ini siapa sih? Kenapa santai sekali? Rey menetap tajam mata pria itu, hanya satu hal yang Rey temukan dari sekilas pandangan masa depannya. Pemuda ini... POLOS! Melihat kepolosan pria di depannya itu, Rey merasa kasihan dengannya.


"Sasana apa maksudmu?" tanya Rey.


"Mmm... apa ya tuan? Seperti tinju, kickboxing atau semacamnya begitu..."


"Apa di sasanamu itu tarung bebas seperti MMA juga termasuk?"


"Tentu saja tuan."


"Aah... Lalu gimana caranya bergabung?"

__ADS_1


"Mmm, kebetulan saya juga bergabung di sana sih. Jadi saya bisa mengantar anda kesana."


"Oke! Kalau gitu antar aku kesana nanti siang!"


__ADS_2