
Rey mengikuti Hitomi untuk mandi bersama.
Hitomi menuntun kedua tangan Rey agar memeluknya di bawah siraman shower.
"Sayang, tolong sabuni aku." kata Hitomi.
"Baiklah." Rey mengangguk patuh.
Rey mengambil sabun mandi dan menyabuni tubuh Hitomi dengan lembut.
Sementara itu, Lita memikirkan hal yang sama dengan Hitomi. Lita bergegas ke kamar Rey.
"Sepertinya dia masih di bawah." gumam Lita sambil berjalan ke arah kamar mandi Rey.
Lita melepas pakaiannya dan menggantinya dengan handuk setengah badan, membuat paha yang mulus itu terlihat dengan jelas.
Saat Lita membuka pintu kamar mandi Rey, Lita terkejut saat melihat Rey sedang menyabuni Hitomi.
"Li, apa kau juga mau aku bantu untuk mandi?" kata Rey saat melihat Lita yang baru masuk.
"Kemarilah, Li." kata Hitomi.
"Baiklah." Lita mengangguk dan bergabung bersama Hitomi.
Lita melepas handuknya dan menggantungnya di tempat gantungan pakaian yang ada di belakang pintu kamar mandi.
Rey terpana dengan pemandangan yang sangat indah di depannya.
Lita memiliki kulit putih, dada yang cukup besar dan pinggul yang menantang ke belakang. Dengan bulu yang sedikit dan tertata rapi, bagian itu terlihat sangat indah. Selain itu Lita memiliki tinggi badan yang cukup tinggi, yaitu 172 cm sedangkan Hitomi mempunyai tinggi badan sekitar 165 cm, tapi kedua wanita ini adalah wanita yang terbaik di antara wanita yang lainnya.
Rey baru satu kali merasakan bercinta dengan Lita, maka dari itu saat Rey melihat tubuh Lita tanpa mengenakan pakaian membuat Rey merasa kagum.
"Kemarilah." kata Rey lembut.
Lita berjalan ke arah Hitomi yang sedang di sabuni oleh Rey.
"Berbaliklah." kata Rey sambil membalikkan tubuh Lita ke arah dinding dan segera di basahi dengan shower.
Rey mengambilkan sabun dan melumuri punggung Lita.
Kedua tangan Rey dengan lembut menyabuni punggung kedua wanitanya.
"Li, bagaimana kalau kita tidur bersama malam ini?" tanya Hitomi sambil menatap Lita yang berada di sampingnya.
"Ide bagus." Lita mengangguk.
"Bagaimana menurutmu sayang?" tanya Hitomi kepada Rey yang sedang sibuk menyabuni kedua wanitanya.
"Tentu saja, tapi malam ini aku harus mengantarkan Xena terlebih dahulu untuk pulang ke rumahnya." jawab Rey santai.
"Tidak apa apa. Kami akan menunggumu." kata Lita.
"Berbaliklah." kata Rey kepada kedua wanitanya.
Kedua wanita itu membalikkan badannya menghadap Rey.
Rey mulai menyabuni bagian lekukan tubuh kedua wanitanya itu dengan gembira.
"Sayang, menurutmu bagian mana yang kamu sukai dari tubuhku?" tanya Hitomi.
"Hah? Pertanyaan macam apa itu?" jawab Rey dengan santai sambil menyabuni tubuh bagian atas dari kedua wanitanya itu.
"Jawab saja, aku juga penasaran." kata Lita.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan menjawabnya."kata Rey santai sambil menyabuni tangan Lita.
"Aku menyukai seluruh tubuh kalian dari atas sampai bawah, tidak ada satu bagian yang tidak aku suka dari kalian." jawab Rey.
"Benarkah? Tapi yang aku inginkan jawaban yang menurutmu spesial di antara bagian tubuhku." kata Lita santai.
"Mungkin yang spesial yang ini." jawab Rey sambil menunjuk ke arah kedua dada Lita dengan bercanda.
"Benarkah sayang?" tanya Lita sambil melihat kedua dadanya sendiri.
"Lalu bagaimana dengan bagian tubuhku?" tanya Hitomi.
"Buat kau yang paling aku suka darimu yaitu, saat kau bercinta denganku dan posisimu berada di atasku, itu terlihat sangat cantik menurutku." jawab Rey tersenyum.
"Bukan itu yang aku maksud sayang." seru Hitomi cemberut.
"Tapi itu yang paling aku sukai, saat kau bercinta dengan posisi di atas, kau terlihat agak nakal, tapi itu yang aku sukai." kata Rey sambil menyabuni tangan Hitomi secara bergantian.
"Haish! Dasar! Awas ya!" seru Hitomi sambil mencubit pinggang Rey.
"Sayang lihat! Ekormu berdiri!" seru Lita sambil menunjuk ke bawah.
"Ini normal namanya, bukankah si depanku ada kedua wanita cantik yang tanpa mengenakan pakaian." kata Rey melihat ekornya sendiri.
"Dih! Ada ada saja! Hahahaha." kata Lita sambil tertawa.
"Sayang, sini gantian." seru Hitomi sambil berjalan mengambil sabun mandi.
"Oke." Rey mengangguk dan berbalik dengan patuh.
Hitomi dan Lita menyabuni tubuh Rey dengan lembut.
"Sayang tubuhmu ini kenapa keras sekali seperti batu. Apa tidak sakit di penuhi tato seperti ini?" tanya Lita sambil menyabuni bagian perut Rey.
"Lihat! Bahkan ekormu besar sekali dan berotot, bolehkah aku memegangnya?" tanya Hitomi menunjuk ke bawah.
"Tentu saja, lakukan apapun yang kalian suka." jawab Rey santai.
Hitomi dan Lita segera memegang ekor Rey dengan lembut sambil tertawa geli dan cengengesan.
Mereka berdua seperti wanita polos yang baru pertama kali melihat ekor Rey, dengan senang mereka memegang dan memainkan ekor itu sambil tertawa dan bercanda satu sama lain.
***
Sementara itu, Lee menjadi kambing congek di depan pasangan yang sedang bermadu kasih di sofa belakang mansion Rey.
"Sialan! Sebaiknya aku pulang dulu, daripada tinggal di sini dan menjadi kambing congek di depan kalian." seru Lee yang menyaksikan Vonta dan Cameron yang sedang bermesraan di depannya.
"Hahaha. Makanya cepat cari gadis yang cantik biar nanti tidak menjadi kambing congek lagi." seru Xena yang sedang duduk di sofa sambil bermain ponsel.
"Tenang saja nona bos, suatu saat nanti aku pasti akan mendapatkan gadis yang cantik." seru Lee santai.
"Lee, memangnya gadis mana yang menyukaimu?" kata Vonta bercanda.
"Tentu saja ada! Lihat saja nanti tanggal mainnya." seru Lee cemberut.
"Hahahaha, baiklah baiklah, sebaiknya kau cepat pergi dan bawa gadis cantik ke sini." kata Vonta sambil tertawa.
"Tentu saja, aku pamit dulu nona bos, dan tolong sampaikan kepada bos kalau aku sudah pulang." kata Lee sambil berdiri dari duduknya.
"Tentu, hati hati di jalan, oke!" jawab Xena santai.
Lee bergegas untuk pulang tanpa memberitahu Rey yang sedang mandi di kamarnya.
__ADS_1
Sementara itu, Rey selesai mandi dan keluar dari kamar mandi bersama kedua wanitanya.
"Sayang, biar aku siapkan pakaian untukmu." kata Hitomi sambil membuka lemari.
"Sayang, apa perlu aku temani untuk ke rumah Xena?" tanya Lita.
"Tidak usah, lagipula kalian pasti capek setelah seharian penuh bekerja hari ini, kalian sebaiknya tunggu aku kembali saja." jawab Rey.
"Baiklah sayang, kami akan menunggumu kembali." kata Hitomi sambil menyiapkan pakaian untuk Rey.
"Sayang ini pakaianmu." lanjut Hitomi menyerahkan satu set pakaian santai kepada Rey.
"Oke. Terima kasih, Hito." kata Rey sambil menerima pakaian yang di berikan Hitomi.
"Biar aku bantu sayang." kata Lita yang baru saja selesai mengenakan **********.
Lita membantu Rey untuk mengenakan pakaiannya dengan rapi.
Sementara Hitomi kembali ke kamarnya untuk mengenakan pakaian tidurnya.
"Sudah sayang." kata Lita yang baru selesai membantu Rey mengenakan pakaiannya.
"Oke, terima kasih, Li." kata Rey sambil mencium kening Lita.
Lita mengenakan handuknya dan kembali ke kamarnya dengan santai.
Setelah selesai dengan pakaiannya, Rey menuju ke arah belakang mansion untuk mengantar Xena kembali ke rumahnya.
"Sayang, kamu tampan sekali." kata Xena saat melihat Rey yang baru selesai mandi.
"Memangnya biasanya tidak? Apakah kau sudah siap?" tanya Rey sambil mengelus rambut Xena.
"Sudah sayang." jawab Xena.
"Baiklah, dan hei, Vonta, kamar untuk tamu yang di depan itu gunakan saja semaumu." kata Rey santai.
"Terima kasih, bos." kata Vonta senang.
"Terima kasih banyak, tuan Rey." kata Cameron.
"Jangan sungkan, sebaiknya kalian istirahat terlebih dahulu, aku akan mengantarkan Xena pulang ke rumahnya." kata Rey sambil menggenggam tangan Xena.
"Baik bos, hati hati di jalan." jawab Vonta.
"Oke." Rey mengangguk.
***
Sementara itu, tiga gadis Rey masih asik dengan jalan jalannya untuk mencari sesuatu yang mereka sukai di mall itu.
"Sayang ada apa?" tanya pacar Affa sambil berjalan ke arah Affa bersama kedua wanita Baron.
"Tidak ada apa apa, aku hanya membicarakan masa lalu bersama Baron." jawab Affa santai.
"Oh."
"Sayang, bagaimana pakaian yang aku pilih ini?" tanya pacar Affa sambil memperlihatkan gaun berwarna merah kepada Affa.
"Pakaian ini sangat cocok untukmu." jawab Affa.
"Benarkah sayang?"
"Tentu saja." jawab Affa tersenyum.
__ADS_1
'Syukurlah mereka tidak mengetahuinya.' gumam Baron dalam hati senang.