Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Cyborg Syndicate


__ADS_3

Seperti biasa Rey bangun dari tidurnya, dia menatap Hitomi yang masih lelap di sampingnya, Rey berjalan ke arah kamar mandi. Setalah mandi Rey melihat bahwa Hitomi masih tidur, Rey berpikir pasti Hitomi kelelahan karena harus meladeni Rey sendiran semalam suntuk. Rey tidak ingin mengganggu Hitomi, dia membetulkan selimut Hitomi dan melangkah ke luar rumah.


Di luar rumah, Rey mencoba menghubungi Leon untuk menjemputnya di rumah Hitomi. Leon kaget menerima telepon dari Rey sepagi itu. Tanpa persiapan dia bergegas menjemput bosnya sesuai dengan lokasi yang dikirimkan. Leon tiba membawa mobil BMWnya karena dia memang berangkat dari rumah. Dengan wajah yang masih amburadul dia menyapa bosnya itu.


"Sori merepotkanmu Leon... Hahaha..." kata Rey.


"Sudah tugasku tuan..." jawab Leon tetap sopan.


Mereka menuju mansion Rey. Sesampai di sana Rey memerintah Leon untuk istirahat lagi karena memang belum ada pekerjaan lain. Rey masuk ke mansion, dan melihat bibi dan para pelayannya sudah mulai bekerja. Bibi menyapa Rey dan menyampaikan bahwa Yuri menginap di rumah Fafa karena bosan dan kesepian saat menunggu Rey pulang. Rey hanya tersenyum mendengar itu.


DING!


[Selamat tuan anda mendapatkan hadiah dari system. Lima belas Cyborg.]


Apa apaan ini? Mana ada teknologi seperti ini di masa sekarang. Saat otaknya bertanya tanya. Suara ketukan terdengar di pintu mansion. Karena Rey berdiri tak jauh dari sana, dia berjalan mendekat dan membuka pintu. Di luar pintu, 15 orang yang berbeda berdiri tegap. Seorang dengan tampilan seperti orang tua membungkukkan badan dan yang lainnya segera mengetahuinya. Dari gesturnya terlihat orang ini yang memimpin rombongan itu.


"Tuan, kami semua di sini siap melayani anda...."


Rey terdiam melihat ini, dia belum mencerna dengan jelas apa yang terjadi di sini.


"Apa? Apaan sih ini? Zero apa apaan ini semua?" tanya Rey bingung campur kesal dengan sistemnya.


Belum sempat Zero menjawab. Pria tuan di depan Rey segera menjawab.


"Tuan, tenanglah, kami semua adalah cyborg, kami bukan ancaman, kami hanya menuruti perintah untuk melindungi anda..."


"Siapa yang mengirim kalian dan kalian ini dari mana?"


"Maaf kami tidak di berikan jawaban untuk pertanyaan itu."


Rey menghela nafas, dia sadar tidak akan bisa mengorek info dari sebuah teknologi buatan manusia karena bagaimanapun mereka hanya program. Bahkan sistemnya saja tidak mau mengatakan dari mana dia berasal. Rey memandang lima belas orang itu dari atas ke bawah. Orang orang ini seperti manusia biasa. Tampilan mereka pun berbeda beda. Ada orang tua, ada yang berbadan besar penuh luka, bahkan dua di antara mereka ada yang berbentuk anak remaja berumur 15 tahunan dan anak kecil yang kira kira umur 10 tahun.


Walau cara berpakaian mereka berbeda beda tapi semua menggunakan sebuah lencana yang sama di dada kirinya.


"Kalau kalian melindungiku selama 24 jam, kalian cuma menggangguku saja!"


"Tidak perlu khawatir tuan, kami melindungi anda secara rahasia, dan kami hanya keluar di saat tuan panggil, tuan butuhkan dan kondisi tuan benar benar terancam. Kami disini sudah tahu kemampuan anda."


"Baguslah kalau gitu... Lalu aku harus memanggil kalian apa?"


"Panggil saja sesuai dengan nomor lencana kami tuan, Karena kami hanya program berbentuk fisik, kami tidak memiliki nama. Seperti di lencana ini, saya One." kata pria tua itu sambil menunjuk lencana yang di pakainya.


Rey mengerti dan mengamati lencana mereka satu persatu, terlihat ada nomor nomor di lencana emas mereka itu. Rey berpikir sejenak, nama mereka sesuai dengan nomornya... berarti itu...


"Apa diantara kalian ada yang bernama Zero?" tanya Rey.


One memiringkan kepalanya menunjukkan ekspresi bingung.


"Bukankan Zero sudah disini sebelum kami tuan? Bukankah anda bersamanya?"

__ADS_1


Ternyata dugaan Rey benar, siapapun pencipta cyborg ini, dia adalah orang yang menciptakan sistemnya juga, yang bernama Zero. Rey hanya tersenyum. Dia mengajak semua cyborg itu ke halaman belakang. Setelah Rey banyak bertanya pada One, Rey yahu bahwa level kekuatan para cyborg ini berbeda beda. Mereka layaknya manusia yang harus berlatih untuk mendapatkan skill baru dan naik level. Untuk saat ini One lah yang paling kuat di antara mereka.


Di halaman belakang Rey menguji kekuatan One. Dia tidak menyangka One hampir bisa menyamainya walau pada akhirnya One tumbang, untungnya mereka juga memiliki regenerasi yang baik. Rey juga yakin tidak akan banyak memakai tenaga mereka untuk saat ini. Rey memerintah One untuk memilih tiga di antara mereka untuk pergi melindungi keluarga Ken di JTown secara rahasia.


Meskipun Ken Wang sudah meninggalkan kehidupan mafia dan tinggal di pinggiran kota, tapi istrinya adalah orang biasa. Rey menyadari semakin tinggi namanya semakin banyak kemungkinan orang terdekatnya bisa di serang walaupun sistem sudah menghapus data Rey hingga menyisakan Nama dan asalnya saja. One segera memilih tiga orang untuk segera berangkat ke JTown dan menyebar yang lainnya di sekitar mansion. Sedangkan One tetap berdiri di sebelah bosnya tanpa bicara.


Telepon Rey berdering dengan menampilkan nomor asing di layarnya.


[Ya?]


[Tuan Rey, kami dari toko yacht cabang XTown. Kapal anda telah tiba di sini dari toko pusat. Apakah anda ada waktu untuk kemari?]


Rey bengong sejenak dan baru ingat bahwa dia punya sebuah kapal pesiar. Rey menjawab akan datang dengan segera dan menutup ponselnya.


***


Di lain tempat seseorang yang menelepon Rey tadi sedang kebingungan harus berbuat apa. Truk towing berukuran besar yang mengangkut kapal pesiar sepanjang 120 meter di halaman depan tokonya dengan kawalan beberapa petugas kepolisian. Dia hanya mengiyakan saja ketika toko pusat bilang akan mengantar sebuah kapal melalui jalur darat ke toko cabang. Dan tidak mengira sebesar ini.


Bahkan untuk membawa kapal ini melalui jalur darat harus di kawal beberapa mobil polisi. Pemilik bingung kenapa tidak di naiki saja dan lewat laut langsung menuju pelabuhan. Tapi demi jaminan kualitas, kapal spesial ini harus dalam kondisi benar benar baru ketika tiba. Pihak toko takut menyinggung pembeli kapal bernilai mengerikan itu.


Rey tiba di toko itu bersama One. Pihak toko menyarankan untuk menurunkan kapan di sebuah kanal besar tak jauh dari toko itu. Toko itu juga yang nanti akan menyelesaikan perijinan peluncuran kapalnya. Yang Rey pikirkan sekarang adalah dimana dia akan memarkir kapalnya itu, di pulau pribadinya terlalu jauh, di kanal tidak mungkin karena itu jalur keluar masuk kapal, di pelabuhan juga tidak bisa, karena tidak ada lahan yang di sewakan untuk umum dan sudah terlalu padat karena XTown sendiri adalah jalur perdagangan.


Rey menghela nafas berat dan memutuskan untuk memikirkannya nanti. Rey meninggalkan toko yacht menuju ke kanal yang di sebutkan. Kanal itu sebuah dermaga besar dan merupakan jalur dari dan keluar laut. Rey berpikir untuk uji coba kapal dan sekalian memeriksa pulau pribadinya saat ini. Mobil Rey tiba di kanal itu. Sedangkan rombongan pengangkut melaju lambat karena besarnya angkutan yang dibawa.


Terlihat sekelompok orang di kanal itu. Salah satunya adalah Rufio. Di sebelahnya ada beberapa orang kaya dengan pakaian mewah. Mereka berkumpul di sana dan merayakan pembelian sebuah kapal pesiar milik seseorang bernama Rice Johnson.


"Ah itu tidak mewah kok, tadi aku melihat kapal mewah yang lebih besar di toko yacht. Kapalku terlihat kecil di sampingnya.." kata Rice merendah.


"Wah yang benar saja, hanya sedikit orang yang mampu membelinya di kota ini..."


"Betul, di antara kita hanya tuan rice dan tuan rufio yang pasti mampu..."


Rice tersenyum mendengar pujian itu. Tiba tiba sebuah Koenigsegg CCXR berhenti di depan mereka. Mobil ini menarik perhatian orang orang.


"Apa itu koenigsegg? Apa di kota ini ada yang punya?"


"Ini bukannya limited edition? Siapa yang mampu!"


"Aku juga tidak tahu, apa tuan Rice mengundang orang lain?"


Kerumunan itu sedang berdiskusi. Mendengar obrolan ini, Rufio mencoba menebak nebak. Ketika Rufio sendang mengingat ingat, wajah Rice di sampingnya berubah menjadi masam. Dia berpikir seseorang merusak acaranya. Seseorang mencuri perhatian semua orang. Rice sangat kesal sekarang. Harusnya hari ini dia yang di puji puji.


Rice tidak perduli siapapun yang turun dari mobil itu nanti, dia akan mempermalukannya. Rice ingin memberi pelajaran orang yang merusak acaranya itu. Rey keluar dari mobil di ikuti oleh One yang kemudian berdiri di sampingnya.


"Siapa orang ini?"


"Ada yang kenal dengan orang ini?"


"Di antara kalian siapa yang tahu orang nyentrik ini?"

__ADS_1


"Lihat pakaiannya... Apa dia turis atau orang bertamasya?"


Saat itu, selusin anak kaya itu berbisik tentang Rey. Rufio sumringah melihatnya, dia berjalan menuju Rey dan menyapanya.


"Tuan Rey?" sapa Rufio dengan tatapan bingung, dia tidak menyangka bertemu Rey di sini.


"Tuan Rufio, apa anda mengenalnya?" tanya orang orang di belakang Rufio, kerumunan itu dipenuhi dengan rasa ingin tahu.


Lagipula hanya sedikit pemuda kaya yang mampu membeli mobil mewah seperti itu di XTown. Kerumunan itu mengenal semua orang dari keluarga kaya di XTown, tapi mereka tidak mengenal Rey. Mereka tertarik pada Rey.


"Beliau tuan Rey, kami bertemu beberapa kali...." jawab Rufio kepada teman temannya. Mereka hanya bingung ketika Rufio bersikap sangat sopan kepada pria itu.


Rey menoleh ke asal suara yang memanggil namanyam Rey melihat Rufio mendekat.


"Halo Rufio! Aku kebetulan beli kapal, aku akan menurunkannya di sini nanti..." jawab Rey sambil berdiri santai.


Rufio dan teman temannya kaget. Berbeda dengan Rice yang matanya berkobar karena marah. Orang ini melakukan hal sama. Dia memelototi Rey. Hari ini dia ada di kanal ini karena menurunkan kapal pesiar juga, dan Rice menganggap Rey menantangnya. Dia dipenuhi amarah dan emosi. Dia berjalan ke depan dan berdiri di sebelah Rufio.


"Bagaimana kalau kita turunkan bersama? Aku juga baru beli kapal pesiar, seberapa besar punyamu? Semoga tidak terlalu kecil... takutnya akan rusak tertabrak kapalku..." kata Rice sombong sambil menunjuk kapal pesiarnya.


Rufio menatap Rice dengan bingung, Rey tidak menanggapi ocehan Rice dan melihat ke arah kapal pesiar Rice.


"Yah kira kira besarnya sama...." jawab Rey santai.


Wajah Rice berubah menjadi dingin. Tidak ada yang mampu membeli kapal pesiar yang besarnya sama dengannya.


"Memangnya kau kerja apa bisa beli kapal seperti milikku?"


"Aku? Pengangguran sih... Maen game aja tiap hari..." jawab Rey memikirkan pekerjaannya.


Rufio mendengar itu hanya diam, Ya memang ada benarnya juga, karena walau bisnis Rey banyak, bukankah selama ini dia memang nganggur dan bosan setengah mati. Semua di urus oleh Hitomi dan Xena serta para direksinya.  Rice tersenyum menghina dan kerumunan itu kehilangan minat pada Rey. Dalam pikiran mereka Rey seorang streamer game online yang sedang menikmati bonus dari platform online nya.


"Rufio, aku baru tahu kalau temanmu ini tidak layak... bisa bisanya kau bergaul dengannya..." kata Rice menghina.


Ketika Rufio ingin menjawab kata kata Rice, dia dan teman temannya terkejut dan bengong melihat iring iringan mobil polisi mengawal sebuah truk yang mengangkut kapal pesiar besar. Sebuah mobil berhenti di depan Rey. Pemilik toko yacht turun dan berkata persiapan mereka telah selesai dan kapal siap di turunkan. Rice pucat saat itu juga. Kapal besar itu milik orang yang di hinanya.


Kapal pesiar itu di turunkan ke air sedikit demi sedikit. Ketika sudah keseluruhan diturunkan, kapal kapal lain terlihat kecil. Kapal pesiar Rey benar benar menjadi fokus semua orang di sana. Tangga mulai di turunkan. Beberapa pelayan yang akan bekerja di kapal itu juga telah di siapkan dari pihak toko yacht pusat.


"ah untungnya kapal kita tidak di turunkan bersama,, kapalku akan hancur tersenggol kapalmu kawan..." kata Rey kepada Rice. Rey menaiki kapal itu, kemudian dia menoleh kebelakang.


"Hey Rufio, apa kau mau ikut?" ajak Rey.


"Tentu saja!" jawab Rufio semangat.


Rufio berlari melewati Rice, menyusul Rey yang masih berdiri di tangga.


"Kalau mau kalian juga boleh ikut,,, santai saja..." kata Rey sebelum berbalik pergi di ikuti Rufio dan One.


Seketika selusin orang kaya dengan semangat menaiki kapal Rey meninggalkan Rice yang terpaku tak berdaya. Rey memerintah One untuk memanggil pengawal lain agar bertindak sebagai kru kapal. One mengambil alih komando, dua orang menjadi asisten dan navigator. Sedangkan yang tersisa menjaga di sekeliling kapal. Kapal itu mulai bergerak perlahan menjauh dari dermaga.

__ADS_1


__ADS_2