
Keesokan harinya, ketika Rey bangun, dia bergumam.
"Aish! Berapa banyak aku minum tadi malam?!"
Rey duduk di tempat tidur, dia merasakan sakit kepala karena mabuk dan memegang kepalanya. Tempat tidurnya tampak berantakan total. Hitomi tidur di sebelahnya. Dia merasakan punggungnya terasa perih. Rey berdiri dan melangkah pelan menuju kamar mandi. Di depan cermin dia melihat beberapa goresan baru bekas kuku di punggungnya. Dia tidak bisa mengingat bagaimana hal ini bisa terjadi.
"Ini apaan?"
Dia mengacak rambut dengan tangannya dan menghela nafas dengan kepasrahan yang mendalam.
"Sepertinya aku terlalu kasar pada Hitomi saat bercinta kalau aku mabuk."
Sambil menggeleng, dia keluar dari kamar mandi dan memeriksa ponselnya. Waktu menunjukkan hampir pukul sembilan. Rey memutuskan untuk membersihkan diri. Ketika dia sedang menggosok gigi, suara akrab menyapanya.
DING!
[Selamat pagi tuan.]
...
...
...
Tidak ada kata kata lain dari sahabat dalam otaknya itu.
"Lah? Apaan sih! Hey sistem, apa yang terjadi?"
[Tidak ada tuan, sedang tidak ada masalah di sini.]
Apa maksudnya tidak ada masalah? Rey sedikit berpikir mengapa sistem tidak memberikan sesuatu, atau memberi informasi apapun. Banyak spekulasi terlintas di otaknya tentang apa sedang terjadi. Ketika sedang berpikir sedikit tentang misteri sistem, ponselnya berdering, muncul nama Rufio di layarnya.
[Apa?] tanya Rey mengangkat ponsel sambil masih berdiri di depan cermin setelah menyikat gigi.
[Eh? Rey, kenapa ketus begitu? Apa kamu kelelahan setelah bercinta?] tanya Rufio.
Rufio memang sudah sangat akrab dengan Rey dan juga dia memanggil nama Rey karena itu adalah permintaan Rey sendiri. Tapi karena moodnya sedang buruk, Rey hampir marah dengan bercandaan Rufio dan sedikit berteriak.
[Apaan sih! Ada apa! Langsung ke intinya saja!]
[Aish, oke oke, ini masalahnya. Kau adalah selebriti di internet sekarang!]
__ADS_1
Rudio mengatakan itu dengan sangat gembira. Dan Rey sendiri sedikit mengerutkan kening dan bertanya.
[Apa maksudmu? Apa karena aku berkelahi kemarin?]
[Bukan. Sepertinya videomu berkelahi telah tenggelam karena ada berita panas terbaru yang di goreng oleh seseorang.]
[Apa penting banget sampai kau harus menggangguku sepagi ini?]
[Yah, tidak ada cara yang lebih mudah untuk menjelaskannya sih. Cek google 'Empat Pangeran XTown' dan lihatlah sendiri apa yang terjadi.]
Rey mengerutkan kening mendengar ucapan Rufio dan menutup telpon begitu saja. Rey segera membasuh wajahnya dan berjalan menuju meja di sebelah tempat tidurnya. Dia mengambil sebuah tablet dan mencari kata kata yang di sebut oleh Rufio. Tiba tiba, berita terkait membanjiri pandangannya.
*==Mengejutkan! Siapakah 'Empat Pangeran XTown'?*==
==4P of Corano vs 4P of XTown*==*
*==Latar belakang di balik Empat Pangeran XTown yang misterius!*==
Itulah beberapa judul berita yang ada di internet. Kening Rey mengerut saat dia meng klik salah satu tautan. Setelah melihat lihat dengan cepat, akhirnya Rey menyadari apa yang sedang terjadi sekarang. Ternyata yang di sebut Empat Pangeran XTown ini mengacu pada Brayden, Jacob, Rey dan Ivan. Pada saat ini juga, kemarahan besar muncul di hatinya.
Hampir setiap detail kehidupannya di uraikan dalam artikel artikel ini. Ferrari Monza Sp2 dan Lamborghini Veneno yang baru di dapatnya juga terekspos. Rey benar benar dalam mood yang sangat buruk sekarang. Tidak di ragukan lagi hidupnya akan penuh dengan gangguan setelah terbongkarnya hal hal ini.
Untuk berita berita viral tentang Rey yang sebelumnya, Rey masih bisa memaklumi dan mengabaikannya. Karena berita viral yang lalu itu terbatas pada pengguna twitter, selain itu video video viralnya hanya rekaman rekaman buram yang agak susah di kenali. Informasinya masih aman.
Rey tidak masalah jika di berita itu dia ditempatkan setara dengan Brayden dan Jacob. Tapi Ivan? Siapa orang ini sebenarnya? Berani sekali orang ini menyamakan dirinya dengan ketiga orang teratas itu.
Tidak di ragukan lagi bahwa Brayden memiliki banyak sumber daya keuangan karena dia adalah penerus Morton Property. Dan menutu informasi, Jacob memiliki Royal Casino di kota Venturas, dimana ada banyak wanita seksi yang bekerja disana. Tapi memang keluarga Jacob tidak memasarkan bisnisnya secara online. Uang Brayden dan Jacob juga sangat banyak.
Tapi Ivan? Siapa dia? Manusia satu ini tercatat memiliki hutang hampir 105 miliar. Dia sering menipu gadis gadis dengan mengimingi mereka bermacam macam hal. Ivan ini seorang bajingan. Barang barang mewah yang sering di sombongkan bahkan bukan miliknya. Hutang yang sangat banyak itu bahkan belum ada yang di kembalikan. Dia punya keberanian untuk menganggap dirinya sebagai salah satu keluarga terkaya di kota XTown. Dia benar benar tidak punya malu.
Rey berpikir sejanak menggunakan logika terbaiknya dan akhirnya dia menyadari bahwa Ivan lah yang menyebarkan berita berita ini. Karena hal ini sangat jelas. Di antara semua berita yang memperkenalkan mereka berempat, hanya Ivan yang berita kekayaannya paling lengkap. Apalagi banyak pujian di berita itu untuk Ivan sendiri. Hal ini dipastikan bisa menggiring opini publik bahwa Ivan yang paling kaya di antara mereka.
Sudah jelas bukan? Siapa selain dia yang akan membuat berita seperti itu? Rey memicingkan matanya dan mendengus seram. Rey mengambil ponsel menelpon Rufio.
[Ini kelakuan Ivan. Dia yang melakukan ini bukan?]
Rey berkata dengan wajah gelap begitu telponnya diangkat Rufio. Mendengar ini Rufio menghela nafas dan mulai mengoceh.
[Siapa lagi yang akan melakukan ini? Kemarin kami mengobrol di grup. Kami sedang mempertimbangkan siapa yang bisa menjadi keluarga paling kaya keempat di kota XTown dengan menggunakan gelar orang orang kaya kota Corano sebagai patokan.]
[Lalu?]
__ADS_1
[Dan Ivan tanpa malu merekomendasikan dirinya untuk menjadi salah satu dari kalian. Kami semua mengira itu lelucon. Eh malah si idiot itu menyewa seseorang untuk menulis berita tentangnya.]
Percakapan Rey dan Rufio di telepon penuh dengan ejekan kepada Ivan. Jelas, semua orang muak dengan perilakunya. Mata Rey benar benar menyeramkan saat ini.
[Rey, apa kamu mau ngopi sejenak? Aku sedang di Cafe Mooney.] tanya Rufio.
[Oke, sepertinya tidak jauh dari tempatku, sebentar lagi aku ke sana. Otakku butuh udara segar.]
Rey menutup telpon setelah mengatakan itu. Rey menoleh ke arah Hitomi yang ternyata sudah sedikit terbangun dengan ekspresi mengantuk. Rey tersenyum melihatnya.
"Putri tidur, kembalilah tidur. Aku pergi sebentar, ada yang harus aku lakukan."
Hitomi mengangguk dan kembali tidur seperti yang di minta Rey. Rey keluar dari kamarnya dan langsung menuju garasi. Dengan cepat dia mengendarai mobilnya keluar dari mansion menuju tempat Rufio berada. Sesampai di cafe. Rey memesan secangkir es americano dan berjalan menuju Rufio.
"Halo Rey!" sapa Eddie hormat.
"Menunggu lama?" tanya Rey sambil duduk.
"Enggak juga, aku hanya santai sambil main game saja."
Rufio memamatikan ponselnya dan menaruhnya di atas meja. DIa melanjutkan bicaranya.
"Ivan sangat menjijikkan. Seriusan, si idiot itu tidak punya otak! Dia telah melakukan hal hal bodoh selama dua tahun ini. Banyak orang yang punya masalah dengannya. Dia selalu mencoba untuk memanfaatkan sesuatu dari orang lain. Banyak dari mereka yang di manfaatkan hanya menurut saja, karena malas bertengkar dengannya. Namamu juga di manfaatkan olehnya Rey!"
Rey hanya tersenyum mendengar kata kata Rufio. Memang benar orang lain tidak mau mencari masalah dengan Ivan karena mereka membutuhkan SSCC untuk memperluas pengaruh mereka. Rencana awal Rey bergabung juga begitu. Tapi sekarang, Rey tidak membutuhkannya. Karena identitas Rey sudah besar. Kings Club sendiri menyediakan Rey dengan banyak koneksi.
SSCC tidak berarti apa apa bagi Rey sekarang. Itulah sebabnya Rey ingin memberi pelajaran yang sulit kepada Ivan. Tiba tiba ponsel Rey di atas meja berdering. Rey dan Rufio serempak menoleh ke arah ponsel itu. Rufio terkejut menatap nomor cantik yang terlihat di layar ponsel Rey. Dia sangat tahu nomor itu. Itu nomor ponsel Ivan.
"Rey, itu nomor Ivan, dia menelponmu? Apa dia akan minta maaf?"
Rey mencibir dan berkata dengan datar.
"Babi tidak bisa mengubah baunya. Baguslah dia muncul, akan ku kejar dia walau bersembunyi di manapun."
Rey mengangkat ponselnya.
[Apa?]
Rey bertanya dengan suara dingin. Di sisi Ivan merasa malu dan mulai berbicara.
[Rey, apa kau tahu berita tentang kita berempat viral di internet? Tidak hanya itu, SSCC juga. Aku punya ide, mari kita menarik Brayden dan Jacob ke klub kita. Nanti kita bisa membuat theme song tentang SSCC dan mungkin film layar lebar. Aku bahkan sudah memilih Brad Pitt sebagai pemeran utama. Untuk theme song, kita akan memakai Troye Sivan dan Shawn Mendez.]
__ADS_1
Mendengar hal ini Rey mencibir dan menatap Rufio yang duduk di depannya. Suara di panggilan itu memang sengaja Rey pasang di loudspeaker agar Rufio juga mendengarnya. Rufio kaget bukan main. Dia tidak tahu betapa bodohnya Ivan. Sangat bodoh mungkin. Tadi dia hanya menebak apa yang dilakukan Ivan tanpa memiliki bukti apapun. Tapi sekarang ini, si idiot Ivan ini mengakui apa yang di lakukannya.