Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Privilege One


__ADS_3

Keesokan paginya, Rey membuka matanya dan menguap. Dia masuk ke dalam kamar mandi dan mulai membasuh dirinya.


DING!


[Selamat tuan anda mendapatkan hadiah dari system. Privilege One Yacht.]


[Akan tiba di XTown dalam waktu 2 hari.]


Rey bingung mendengar notifikasi sistem. Privilege One adalah sebuah kapal pesiar pribadi yang memiliki panjang kira kira 120 meter dan memiliki eksterior yang dirancang khusus oleh Privilege Shipyard. Fasilitas kapal ini sangat mewah. Dilengkapi enam mesin dengan empat percepatan knot. Delapan sekoci, enam jetski, dua helikopter, dan sebuah submarine kecil.


Juga dilengkapi dengan area berjemur, bar dan fitur mewah lainnya. Rey menghela nafas panjang. Dia senang mendapat hadiah ini, yang dia bingungkan adalah... Mau ditaruh dimana??? Dia tidak punya tempat untuk sebuah kapal seperti ini. Rey menghela nafas lagi. Setelah sarapan Rey berpamitan untuk pergi jalan jalan. Yang pada akhirnya dia hanya berkeliling tanpa tujuan.


Rey melihat Bella sedang berdiri di pinggir jalan sambil membawa ransel. Rey berhenti di depannya dan membunyikan klakson. Kemudian dia menurunkan kaca jendelanya. Bella terkejut melihatnya. Rey melambaikan tangan menyuruhnya untuk masuk ke dalam mobil. Bella mengangguk dan masuk ke dalam mobil Rey. Mereka melanjutkan perjalanan.


"Kau sudah akan kembali?"


"Iya, urusanku udah selesai... Lalu apa jadwalmu sekarang Rey?"


"Gak ada... Hidupku tanpa tujuan gini..." Rey mengangkat bahunya. Dia memang tidak ada kesibukan sama sekali. Perusahaannya dijalankan orang lain, dan dia juga tidak pernah peduli, dia hanya muncul ketika hal hal penting terjadi. Bella tersenyum.


"Javier punya sebuah proyek bagus. Detail proyeknya bisa di cek di platform Investor. Siapa tahu kau tertarik?" goda Bella.


"Benarkah?"


"Ya, CyberWar Live, sebuah arena game-streamer akan adu kemampuan dan akan disiarkan secara langsung. Apalagi Javier memasang hadiah tinggi di setiap turnamen, tau maksudku kan?"


CyberWar Live saat ini sedang populer di kalangan anak muda. Walau masih dalam tahap pengembangan dan belum bisa sebesar platform lain. Tapi CyberWar unggul dalam jumlah pengguna muda dan orang orang kaya. Karena diperlukan membership eksklusif, hasil pendapatan paltform ini lebih banyak dari yang lain. Mata Rey berbinar binar.

__ADS_1


Langkah yang diambil Javier ini menunjukkan bahwa dia ingin mendominasi industri hiburan online. Baik itu aplikasi chat, aplikasi jodoh dan produk aplikasi sosial lain. Aplikasi aplikasi yang diluncurkan SEAL Group bisa dibilang yang terbaik di genre nya. Apalagi sekarang mereka meluncurkan aplikasi siaran langsung untuk menarik semua gamer. Sepertinya Javier memang sengaja memancing Rey keluar. Javier tahu Rey senang bermain game ponsel. Kali ini penyelidikannya sedikit berguna.


Karena Javier belum terlalu dekat dengan Rey, dengan meluncurkan platform seperti ini, dia berharap Rey mau berinvestasi. Berdasarkan informasi yang dipegang Javier, walau Rey memegang kekuasaan di Mobs Game yang mana adalah developer game, pasti membutuhkan sebuah wadah untuk mempromosikan peluncuran setiap game baru.


Jika Rey berinvestasi di CyberWar Live, sudah dipastikan akan menjadi kampanye iklan terbesar Mobs Games. Dan otomatis akan mengikat Rey dan Javier. Saat ini Rey tersenyum senang. Rey juga tidak akan menolak suatu hal yang dia gemari dan menguntungkan bisnisnya. Apalagi kekuasaan Javier juga kuat.


Rey segera memeriksa jumlah rekening banknya. Sudah lama dia tidak memeriksanya. Belum lama ini dia juga sudah menerima deviden dari bisnisnya. Dia agak terkejut melihat rekening pribadinya. Dia sendiri tidak menyadari bahwa dia telah mendapatkan kekayaan lebih dari 30 trilyun.


"Oke! Bilang ke Javier aku akan invest CyberWar Live 5 trilyun lewat INVAX Assets."


Mendengar itu Bella tertegun, bahkan Javier saja baru mengeluarkan 4 trilyun untuk proyek ini secara total hingga saat ini. Apalagi Rey bilang uangnya di kirim dari INVAX Assets, perusahaan investasi terbesar di negara ini.


"Rey, kau bilang dananya dikirim oleh INVAX?"


"iya itu punyaku, mau gimana lagi bisnisku terlalu banyak...ada apa emangnya?" kata Rey dengan keren.


"Trus kapan Javier akan menemuiku, biar orangku bisa siap siap..." tanya Rey


"Lusa..." jawab Bella canggung,


"Oke kalo gitu sekarang kita makan...!" seru Rey.


Bella mengangguk dan mobil kembali berjalan. Mereka datang ke sebuah restoran terdekat. Rey memesan dua steak dan beberapa makanan yang lain.


"Gimana kerjaanmu di SEAL Group sekarang?" tanya Rey menatap Bella.


"Gak banyak sih, sekarang aku di bawah jajaran direksi... Gajuku emang naik tapi kerjaanku tambah banyak saja... Tau gak kenapa? Karena ada orang tiba tiba jadi pemegang saham tertinggi disana...."

__ADS_1


Rey nyengir bodoh mendengar kalimat terakhir Bella. Ya itu memang karena Rey.


"Sori Bell, kan aku gak tau..."


Mereka tertawa bersama. Mereka pun menikmati hidangan dengan tenang. Rey mengantar Bella ke stasiun untuk kembali ke XTown. Sedangkan Rey pulang ke rumah Ken. Sampai rumah, Rey duduk di sofa kamar tamu dan mulai bermain game di ponselnya. Rey melirik melihat ibu angkatnya sedang menyapu lantai. Rey berinisiatif untuk membantu. Tapi Ken menahannya.


Rey memberitahu mereka bahwa akan kembali ke XTown besok.


"Kapan kau kemari lagi bocah?" tanya Ken.


"Belum tau juga sih... Nanti pasti akan aku kabari..."


"Apa ibu bisa minta sesuatu saat kau kemari lagi nak? tanya Carmen.


"Kau ini mau minta apalagi dari Rey, apa tidak cukup?" tanya Ken kesal.


"Sudah lah pak tua, tidak apa apa... katakan saja bu..." jawab Rey.


"Apa kau bisa membawakan ibu seorang cucu?" tanya Carmen polos.


"EH?" Rey dan Ken terkejut bersamaan.


Ken tahu tahu Carmen memang sudah tidak bisa memiliki anak lagi semenjak rahimnya di angkat. Tapi dia juga tidak mengira akan meminta hal seperti itu. Rey yang tahu semua cerita dari Ken hanya tersenyum. Rey tidak mau menyakiti orang yang sudah dia anggap ibu ini.


"Aku tidak bisa berjanji bu, yang pasti ibu dan pak tua harus tetap hidup dan sehat hingga saat itu tiba..."


Perkataan ini mampu membuat semangat Carmen meningkat drastis. Dia tersenyum dan memeluk anak angkatnya itu. Setelah mengobrol sebentar, Rey tahu ternyata Carmen sering melihat para tetangganya yang memiliki keturunan banyak. Carmen hanya memimpikan hidup tenang di kelilingi cucu. Rey berjanji akan sering menghubungi ibunya itu ketika di XTown nanti. Rey juga memberitahu Ken untuk menyempatkan diri berkunjung sewaktu waktu, masalah biaya Rey yang akan menanggungnya.

__ADS_1


Karena Ken tahu Rey sangat sibuk, Ken hanya menjawab akan segera memberi kabar. Ken tidak ingin mengganggu kesibukan Rey. Malam pun tiba, Rey menghubungi Paul untuk bersiap kembali besok. Rey sengaja tidak mengabari dengan para wanitanya. Rey pun terlelap dengan cepat.


__ADS_2