
Lee dengan senang hati berdiri dan menyalami Rey lalu pergi keluar bar. Rey memesan makanan untuknya dan kedua wanitanya di sana. Teddy sedang merencanakan untuk menyergap Rey di dalam bar.
"Bos, itu mereka di dalam bar." seru salah satu anak buah Teddy.
"Oke, apa semua sudah di atur?"
"Sudah bos, dengan uang anda semua beres. Saat ini seluruh sudut bar sudah di kepung, bahkan jika ada orang yang akan masuk mereka akan kami hadang juga."
Anak buah Teddy segera menutup bar itu sehingga tidak ada yang bisa masuk maupun keluar dari bar.
"Hm?" gumam Rey mengerutkan kening ketika melihat banyak orang menjaga pintu bar.
Teddy dengan santai duduk tidak jauh dari Rey dan mengangkat kakinya ke atas meja.
"Sepertinya ini akan seru!" kata Teddy sambil menatap Rey.
Beberapa orang yang baru datang dan akan masuk bar di hentikan oleh anak buah Teddy, sehingga banyak orang yang kesal dengan kejadian ini. Tapi anak buah Teddy ini teralu banyak, mereka tidak bisa berbuat apa apa.
Rey tetap duduk santai sambil memakan makanan bersama kedua wanitanya. Teddy merasa semakin geram ketika melihat Rey yang tidak perduli.
George berjalan menuju meja Rey dan kedua wanitanya.
PRANG!
Tiba tiba makanan yang ada di atas meja Rey di lemparkan. One yang sebenarnya ada di dalam ruangan itu akan bergerak tapi Rey menahan One dengan kode lirikan mata. Lirikan itu mengandung arti bahwa Rey masih bisa mengatasi masalah ini. Rey berdiri dan menatap George dengan dingin.
"Apa yang kau lihat! Apa kau sudah merasa hebat sudah mengalahkanku?!" seru George dengan arogan.
Teddy segera berjalan ke arah George dengan santai.
"Hey jangan terlalu kasar." kata Teddy sambil mengangkat tangannya ke pundak George.
"Aku tidak terlalu kasar bukan?" George mencibir dengan tangan mengepal.
Fafa dan Yuri ketakutan melihat suasana ini. Apalagi orang orang ini terlalu banyak.
"Kalian sembunyilah di belakang meja bar. One! Lindungi wanitaku! AKu akan bereskan semuanya sendiri!"
Fafa dan Yuri berjalan cepat bersembunyi di belakang meja bar dan One tiba tiba muncul di dekat mereka.
__ADS_1
"Tenang nona, saya di sini untuk melindungi anda sesuai perintah tuan."
Fafa dan Yuri mengangguk dengan tubuh mereka yang masih gemetar. Sedangkan di sisi lain, Teddy memberi kode kepada anak buahnya untuk segera menghabisi Rey.
"Serang!"
Semua anak buah Teddy segera menyerang Rey dengan brutal. Dengan aba aba itu mereka menyerang dari segala arah. Rey segera menghindar dengan cepat ketika kepalan tangan anak buah Teddy menyerang dengan serempak. Rey sedikit merasa kewalahan dengan serangan mereka. Rey bergegas menuju ke luar bar dengan mendobrak pintu yang di jaga oleh anak buah Teddy.
Pintu itu pun roboh, Rey keluar dari tempat sempit itu dengan leluasa. Rey berlari melewati parkiran dengan sesekali meledek orang orang yang mengejarnya agar mereka terpancing. Rey sengaja menarik mereka keluar sejauh mungkin dari SSCC lebih tepatnya menjauh dari kedua wanitanya. Sementara anak buah Teddy terus mengejar Rey hingga akhirnya Rey terkepung di sebuah taman agak jauh di dari markas SSCC.
Karena merasa jarak ini cukup untuk menjaga kedua wanitanya dengan aman. Rey segera bergerak dengan cepat membalas pukulan yang mereka lakukan. Satu persatu anak buah Teddy terbang beberapa meter, sampai Rey merasa kewalahan lagi. Jika di hitung mungkin ada 4 sampai 5 orang yang menyerang secara bersamaan.
Semua orang yang melihat kejadian itu segera berkumpul di sana bahkan beberpa dari mereka ada yang merekam kejadian itu. Teddy dan George hanya menyaksikan dari pinggir lapangan dengan merasa puas.
"Terus hajar dia!" teriak George kepada anak buahnya.
Rey yang kewalahan dengan serangan tanpa jeda itu, terkena beberapa pukulan hingga akhirnya dia terpojok.
"Baiklah. Sepertinya aku tidak perlu menahan diri kalau begini."
Rey memejamkan mata sejenak, dia merasakan hangat yang menyegarkan di tubuhnya. Pancaran mata Rey berubah menjadi tatapan kemarahan. Dengan cepat Rey membalas pukulan mereka satu persatu dengan ringan, hingga anak buah Teddy dan George satu persatu berjatuhan di taman, sekarang tinggal tersisa 21 orang.
Orang orang yang melihat dengan mata kepalanya sendiri bingung antara percaya dan tidak percaya.
Teddy mengerahkan anak buahnya lagi dengan tangan mengepal keras.
"Serang terus!" teriak Teddy dengan geram.
Anak buah Teddy yang tersisa menyerang kembali dengan ganas. Setalah peningkatan adrenalin, ketangkasan Rey lebih ringan dan semakin cepat. Serangan anak buah Teddy begitu ganas dengan pukulan bertubi tubi kepada Rey tapi dia dengan cepat menangkis semua pukulan itu dengan santai. Rey kembali membalasnya dengan kepalan tinju ke arah mereka.
BUG!
BUG!
BUG!
Delapan orang terlempar beberapa meter dari serangan itu, Rey segera melangkah dengan cepat dan sisa anak buah Teddy terkapar tak berdaya di tanah. Menyisakan dua orang saja.
"Sialan! Apa dia monster!" seru salah satu anak buah Teddy mulai panik.
__ADS_1
Teddy melihat semuanya dengan mata kepalanya sendiri hingga membuatnya bergetar hebat ketakutan. Begitu juga dengan George, dia bahkan segera berlari menjauh dari taman itu. Kedua anak buah Teddy saling bertukar pandang dan segera berlutut kepada Rey.
"Maafkan kami tuan! Ampuni kami!"
Beberapa anggota SSCC yang mengikuti mereka ke taman dan melihat kejadian itu merasa sangat kagum kepada Rey hingga mereka berlari ke arahnya dan segera menjabat tangannya dengan penuh kehebohan mereka.
"Anda hebat sekali tuan Rey!"
"Ya anda sangat hebat! Harusnya anda bisa berkuasa di sini!"
"Mulai sekarang aku akan menjadi pengikutmu tuan Rey!"
"Hamili aku tuan Rey!!"
"Rahimku untukmu bos!"
"Bagi kontaknya dong ganteng!"
Teriak orang orang itu sambil berkerumun menuju ke arah Rey dengan antusias. Rey sekarang kewalahan menghadapi sekumpulan manusia penjilat dan bingung dengan apa yang terjadi. Mereka mulai berteriak dan menjabat tangan Rey seperti bertemu seorang idola. Sedangkan kedua anak buah Teddy, mereka di bawa oleh beberapa para anggota SSCC ke parkiran club.
"Teman taman, sudah jangan menghajar mereka!" teriak Rey.
Para anggota SSCC menyeret kedua anak buah Teddy ke hadapan Rey lagi.
"Maafkan kami tuan tuan, kami hanya di bayar oleh Teddy Larks, kami mohon ampun tuan."
"Bajingan orang itu! Cari Teddy sampai ketemu!" teriak salah satu anggota senior dengan geram.
"Tidak perlu, biarkan saja dia bebas sementara." kata Rey santai.
"Tuan Rey, saya kagum dengan keberanian anda. Perkenalkan saya Lucky. Salah satu senior di sini." katanya sambil mengulurkan tangannya.
"Jangan terlalu sopan, kau senior di sini bukan. Panggil saja namaku." Rey menjabat tangan Lucky.
"Baiklah, semuanya bubar sekarang!" teriak Lucky.
Mereka segera membubarkan diri kembali dengan kegiatan masing masing dengan masih membawa kekaguman kepada Rey.
"Eh, Rey maaf aku tidak membantumu tadi, aku baru saja datang dan menyusul ke taman tadi, dan malah menemukan mereka sudah bertebaran di sana." kata Lucky sambil berjalan di samping Rey menuju ke dalam bar.
__ADS_1
Fafa dan Yuri masih merasakan ketakutan dengan apa yang terjadi tadi sehingga mereka hanya berdiri diam di dekat meja bar tanpa melakukan apa apa. Dan One masih berdiri tenang di sisi mereka. Ketika melihat Rey kembali mereka berdua segera melompat ke arah Rey dengan perasaan lega.
"Sayang! Apa kau baik baik saja?" tanya Fafa sambil berjalan mengelilingi Rey memeriksa kondisi lelakinya itu.