
((Maaf karena cerita yang sebenarnya tidak lulus review karena terlalu vulgar, maka pergulatan panas mereka bertiga kita sensor saja.))
Setelah mereka bertiga bercinta. Akhirnya mereka tertidur bersama.
Waktu menunjukkan pukul 9 malam, Rey terbangun dari tidurnya dan bergegas ke kamar mandi. Sementara ketiga wanitanya itu masih tertidur dengan lelap.
Rey mandi untuk membersihkan tubuhnya dari keringat. Setelah selesai mandi Rey keluar dan memakai pakaiannya dengan santai.
Hitomi terbangun dari tidurnya dan melihat Rey sedang memakai pakaian setelah mandi.
"Sayang, kenapa aku tidak di bangunkan." kata Hitomi lembut dan berjalan ke arah Rey.
"Ah, kau mengagetkanku." kata Rey menatap Hitomi.
Hitomi memeluk Rey dengan lembut. Rey mencium kening Hitomi.
"Mandi sana, kita harus segera pulang." lanjut Rey mengelus rambut Hitomi.
"Baiklah, aku mandi dulu." jawab Hitomi patuh.
Hitomi pergi ke kamar mandi setelah membereskan pakaiannya yang berserakan di lantai. Rey mendekati Lita dan mencium keningnya. Lita terbangun dari tidurnya saat merasakan kecupan Rey di keningnya.
"Selamat malam, tuan Rey." kata Lita lembut.
"Kenapa kamu memanggilku tuan?!" seru Rey mengerutkan keningnya.
"Bukankah kamu sudah menjadi wanitaku?" lanjut Rey mengelus rambut Lita dengan lembut.
Lita tersenyum malu saat mengingat kejadian beberapa jam yang lalu.
"Lalu aku harus manggil apa?" tanya Lita memalingkan wajahnya dari Rey.
"Terserah, apapun nama yang kamu panggil aku akan senang asalkan jangan memanggilku tuan lagi. Apa kamu mengerti?" kata Rey meraih wajah Lita agar berbalik menatapnya.
"Hmmm, baiklah." jawab Lita.
Saat Rey menatap wajah Lita, terlihat kedua pipinya merah merona.
"Haish, apa kamu masih merasa malu kepadaku?" tanya Rey mencubit hidung Lita dengan lembut.
"Hah? Tentu saja tidak." jawab Lita menundukkan wajahnya.
Rey menggelengkan kepala dan tertawa senang.
__ADS_1
"Mandi sana, apa kamu mau ikut ke tempatku?" tanya Rey.
"Baiklah." jawab Lita malu malu.
Rey membangunkan Fafa yang sedang tertidur di samping Lita.
"Hey panda pemalas, bangun. Apa kamu tidak mau pulang ke mansion?" kata Rey menjepit hidung Fafa lembut.
Fafa terbangun dan segera bangkit dari tempat tidur.
"Sayang! Siapa panda pemalas!" seru Fafa.
"Mandi sana, kita harus segera pulang." kata Rey mengelus rambut Fafa.
"Ah. Jam berapa sekarang?" tanya Fafa melihat ke arah jam dinding.
"Apa! Sudah hampir jam 10 malam!" seru Fafa berlari ke arah kamar mandi.
Lita mengikuti Fafa ke arah kamar mandi. Hitomi yang sudah selesai mandi, sedang memakai pakaiannya dengan rapi dan mengambil pengering rambut.
"Sini, biar aku bantu." kata Rey berjalan ke arah Hitomi.
"Terima kasih sayang." kata Hitomi senang.
Rey mulai mengambil pengering rambut dan membantu Hitomi untuk mengeringkan rambutnya. Setelah selesai, Rey mengajak Hitomi ke ruang tamu untuk menunggu Lita dan Fafa yang belum selesai mandi.
"Terima kasih, Hitomi." kata Rey.
***
Di mansion Rey,
Xena, Sabrina dan Yuri sedang menemani ibu Xena di ruang santai sambil menonton televisi.
"Kenapa mereka belum pulang?" kata Xena melihat ke arah jam dinding.
"Hm, aku sangat khawatir kenapa mereka belum kembali." tambah Yuri melihat ponselnya.
Sementara, Sabrina tidak mengatakan apapun tapi merasakan hal yang sama seperti yang lainnya. Tiba tiba ada pesan masuk di ponsel Xena.
Xena melihat notifikasi di ponselnya dan ternyata itu pesan dari Rey. Xena membals pesan Rey dengan cepat.
"Siapa kak?" tanya Yuri.
__ADS_1
"Ini Rey, dia bilang sedang dalam perjalanan untuk pulang." jawab Xena senang.
"Syukurlah, akhirnya mereka pulang juga." seru Yuri semangat.
Sabrina merasakan hal yang sama saat mendengar Rey akan segera pulang, hati Sabrina juga merasakan kerinduan kepada Rey.
***
Lita dan Fafa menyusul Rey ke ruang tamu.
"Sayang, apa kita akan pulang sekarang?" tanya Fafa berjalan ke arah Rey.
"Aku khawatir dengan Xena dan yang lainnya, lagi pula besok aku juga ada acara. Tapi sebelum pergi ada yang harus aku bicarakan dengan Yoko." jawab Rey santai.
"O iya, Lita apa kamu mau tinggal di sini atau kamu mau ikut tinggal denganku?" lanjut Rey bertanya kepada Lita.
"Sepertinya aku sudah betah tinggal di sini, tapi apa kamu tidak keberatan jika aku tinggal di sini?" tanya Lita menundukkan kepalanya.
"Tentu saja tidak, kalau kamu mau tinggal di rumah ini, maka mulai hari ini, rumah ini milikmu." jawab Rey.
"Ah, benarkah?" tanya Lita penuh keterkejutan.
"Tentu saja." jawab Rey menganggukkan kepalanya.
"Hitomi, segera beritahu Yoko untuk segera menemuiku di sini." lanjut Rey.
"Baik sayang, aku akan menelponnya."
Hitomi menelpon Yoko dan mengatakan bahwa Rey ingin bertemu di tempat itu. Yoko, direktur utama XTown Commercial Street dengan semangat menuju ke alamat yang di beritahu Hitomi.
Sampai di rumah Lita, Yoko mengetuk pintu. Asisten rumah tangga membukakan pintu dan mengantarnya ke ruang tamu untuk bertemu dengan Rey.
"Selamat malam, tuan Rey, nona Rey." kata Yoko membungkukkan badan.
"Silahkan duduk, Yoko." kata Rey santai.
"Terima kasih, tuan Rey."
Yoko duduk di sofa seberang Rey dengan sopan. Rey membicarakan tentang beberapa hal yang harus di revisi perusahaan XTown Commercial Street ini dengan cepat.
"Yoko, mulai hari ini, rumah ini menjadi tempat tinggal pribadiku, dan aku meminta untuk memperbaiki semuanya dan sebuah gerbang harus di bangun di depan." kata Rey santai.
"Baik tuan Rey, saya mengerti." jawab Yoko.
__ADS_1
"Tuan Rey, kalau boleh menyarankan, sebaiknya anda menempati rumah nomor 1 untuk di tinggali, karena menurut saya di sana sangat cocok untuk anda, dengan berbagai fasilitas yang sangat memadai dan sangat nyaman." lanjut Yoko.
"Baiklah, tapi sepertinya aku harus berbicara dengan istriku terlebih dahulu." jawab Rey mengangguk santai.