Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Belum Jelas


__ADS_3

"Biarkan mereka pergi tanpa membawa mobil dan ponselnya." kata Vonta.


"Apa?! Kau membiarkannya pergi begitu saja?!" tanya Lee.


"Sudah, lakukan saja perintahku." jawab Vonta santai.


"Baiklah... Pergi dari sini cepat!" seru Lee sambil menendang pantat Affa.


"Sialan! Tunggu pembalasanku!" seru Affa menunjuk Lee.


"Ayo sayang, kita pergi dari sini." kata Jacqueline menarik baju Affa.


Mereka pergi dengan tergesa gesa tanpa memikirkan mobil dan ponselnya lagi.


"Baiklah, ayo kita kembali lebih dulu." kata Vonta berbalik dan pergi.


Lee sedikit kesal dan mengikuti Vonta menuju ke mansion Rey.


***


Kediaman Baron.


Sementara itu, Baron berangkat menuju ke perusahaannya dengan tergesa gesa.


Tapi saat Baron akan masuk ke dalam mobil, tiba tiba ponselnya berdering.


"Siapa ini?" gumam Baron melihat nomor baru di layar ponselnya.


Baron mengangkat telponnya.


[Halo? Bos! Ini aku Affa.]


"Kenapa kau memakai nomor baru?" tanya Baron masuk ke dalam mobilnya.


[Maaf bos, ini nomor milik Jacqueline, ponselku di tahan oleh anak buah pria yang aku mata matai.]


"Sialan! Berani sekali mereka! Lalu, bagaimana dengan pengintaiannya? Apa kau berhasil menemukan sesuatu yang penting?" tanya Baron sedikit marah.


[Maaf bos, aku ketahuan lebih dulu, jadi belum mendapatkan informasi sedikit pun.]


"Baiklah, masih banyak waktu untuk menyelidikinya lagi di lain hari, lalu, apa kau terluka?" tanya Baron sedikit kecewa.


[Tidak bos, hanya tanganku saja yang terkilir dan aku akan pergi ke rumah sakit lebih dulu.]


"Baiklah, obati lukamu dan nanti malam kita bertemu di rumahku." kata Baron tenang.


[Baik, bos.]


Affa mengakhiri panggilan telponnya kepada Baron dan pergi ke rumah sakit terdekat.


***


Gedung Perusahaan The Green Group.


Hitomi dan Lita sedang mengadakan konferensi pers bersama para karyawan termasuk keamanan dan para sopir pribadi yang bekerja di perusahaan itu setelah kembali dari makan siang.


Hitomi mengumumkan bahwa mulai hari ini Hitomi dan Lita akan memegang jabatan direktur utama dan wakilnya di perusahaan ini.


Bahkan Hitomi memberikan kenaikan gaji bagi seluruh karyawan sebesar 65% dari gaji sebelumnya.


Para karyawan senang dengan pemberitahuan kenaikan gaji dan bertepuk tangan dengan serentak.

__ADS_1


Setelah pertemuan selesai para karyawan kembali ke pekerjaannya masing masing dengan semangat.


"Syukurlah, akhirnya gaji kita naik setelah beberapa tahun terakhir gaji kita di bawah standar kota XTown."


"Ya, benar. Aku berencana untuk mencari pekerjaan lain di akhir bulan ini, tapi ternyata Tuhan berkehendak lain, Beliau mengirimkan seorang dewi yang bijaksana dan membuat kesejahteraan karyawan semakin baik."


Para karyawan membicarakan tentang apa yang telah di berikan oleh bos baru mereka dengan semangat.


"Akira, sepertinya semua sudah selesai, aku harap ke depannya, ini semua akan menjadi tanggung jawabmu, dan kamu harus menyiapkan laporannya untuk kita." kata Hitomi.


"Baik nyonya, serahkan padaku dan aku akan menjalankan tugas ini dengan sepenuh hati." jawab Akira senang.


"Bagus! Baiklah, aku akan kembali beberapa hari lagi untuk mendengar laporan darimu." kata Hitomi santai.


"Baik nyonya." jawab Akira semangat.


Hitomi dan Lita mengangguk dan keluar dari kantor itu dengan santai.


Ketika Hitomi dan Lita keluar dari pintu lift kantornya, para karyawan menyambut mereka berdua dengan sangat hormat di sepanjang ruangan lobi hingga ke tempat parkir mobil.


Para karyawan yang di temui oleh Hitomi dan Lita selalu memberi hormat hingga mereka berdua merasa tersanjung dengan pemandangan seperti ini.


Hitomi dan Lita mengangguk ke arah para karyawannya.


Hitomi menuju ke tempat parkir dan masuk ke dalam mobil Ferrari Lita.


"Baiklah, ayo kita lihat rumahmu." kata Hitomi melihat Lita yang duduk di kursi pengemudi.


Lita mengangguk.


Mereka berdua menjauh dari perusahaan The Green Group menuju ke XCS.


***


Rey dan ketiga gadisnya sedang mandi bersama dengan senang.


"Sayang, biar aku bantu untuk menyabunimu." kata Sabrina mengoleskan sabun ke punggung Rey dengan lembut.


"Terima kasih." jawab Rey.


Fafa dan Yuri sedang berendam di bathub sambil bercanda satu sama lain.


"Sayang, masuk sini." kata Fafa saat melihat Rey yang baru selesai di mandikan oleh Sabrina.


"Tunggu sebentar, aku akan membantu Sabrina mandi lebih dulu." kata Rey lembut.


Rey berbalik dan mulai meluluri tubuh Sabrina perlahan.


Sementara itu, Vonta dan Lee masuk ke dalam mansion.


"Bi, di mana bos?" tanya Vonta santai.


"Sepertinya tuan Rey sedang mandi di atas." jawab bibi sopan.


"Begitu ya, terima kasih bi." kata Vonta.


"Sama sama tuan." jawab bibi sopan.


"Hei, Lee, sebaiknya kau tunggu bos di sini, aku akan menemui Cameron lebih dulu." kata Vonta.


"Oke." jawab Lee santai.

__ADS_1


Vonta menuju ke kamar untuk tamu yang telah di tempati Cameron selama tinggal di sini bersamanya.


"Sayang, kau sudah kembali." kata Cameron senang.


"Iya." Vonta mengangguk dan duduk di samping Cameron dengan tenang.


"Ada apa sayang? Kenapa wajahmu terlihat aneh?" tanya Cameron saat melihat wajah Vonta yang sedikit tidak enak di lihat.


"Cam, bolehkah aku bertanya padamu?" tanya Vonta serius.


"Tentu saja." jawab Cameron lembut.


"Saat kau pergi dari rumah dan kemari, apakah ada seseorang yang tahu?" tanya Vonta.


"Tentu saja tidak ada." jawab Cameron cepat.


"Memangnya ada apa, sayang?" lanjut Cameron bertanya.


"Dari semalam, ada yang mengintai gerak gerik di mansion ini, tapi aku telah berhasil mengusirnya dari sini, apa kau tahu siapa orang yang menyuruhnya untuk mengintai mansion ini?" tanya Vonta.


"Tentu saja, aku tidak tahu, sayang." jawab Cameron yang semakin penasaran.


"Orang yang telah menyuruh untuk mengintai mansion ini adalah keluarga Diaz." kata Vonta.


"Apa? Apakah ibuku?" kata Cameron kaget saat mendengar bahwa ibunya mengirim mata mata ke mansion ini.


"Ya, sepertinya begitu." kata Vonta lembut.


"Jadi ibuku sudah tahu jika aku pergi ke sini." kata Cameron menundukkan kepala.


"Aku pikir juga begitu." kata Vonta mengelus rambut Cameron.


"Lalu apa yang akan kita lakukan, sayang?" tanya Cameron.


"Biar aku meminta Rey untuk memberikan saran kepada kita." jawab Vonta.


"Iya, aku setuju dan apa pun yang terjadi, aku tidak akan meninggalkanmu." kata Cameron menggenggam tangan Vonta.


"Baiklah, ayo kita temui tuan Rey." kata Cameron beranjak dari duduknya.


"Ya, baiklah." jawab Vonta sambil berjalan mengikuti langkah Cameron.


Mereka bergegas menuju ke ruang belakang mansion.


Sementara itu, Rey masih asik berendam bersama ketiga gadisnya.


"Sayang, apa kak Xena tidak tinggal di sini lagi?" tanya Sabrina.


"Untuk sementara ini dia tidak akan tinggal di sini karena harus menjaga ibunya yang masih sakit." jawab Rey sambil berdiri dari bathub dan mengambil handuknya.


"Oh begitu." kata Sabrina santai.


"Sayang mau kemana?" tanya Fafa saat melihat Rey keluar dari bathub dan memakai handuk.


"Aku sudah selesai." jawab Rey melihat Fafa dan Yuri yang masih asik bercanda.


"Kalau begitu aku juga." kata Yuri berdiri dan mengambil handuknya.


Fafa dan Sabrina mengikutinya dan memakai handuk dengan cepat.


Merek keluar dari kamar mandi dan menuju ke kamar masing masing untuk berganti pakaian.

__ADS_1


Sementara Sabrina tidak mengikuti Fafa dan Yuri ke kamarnya tapi Sabrina membantu Rey terlebih dahulu untuk menyiapkan pakaiannya.


__ADS_2