Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Mabuk Kepayang


__ADS_3

Sementara itu, ibu Fafa dan Teddy Larks makan malam tanpa adanya Fafa.


"Maaf tuan muda Larks, sepertinya Fafa tidak bergabung dengan kita." kata ibu Fafa sopan.


"Ah, tidak apa apa, aku mengerti." jawab Teddy santai.


Teddy sengaja membuat kesan baik di depan ibu Fafa, memang pada saat ini dia tidak bersikap seperti biasanya di depan ibu Fafa, bahkan Teddy dengan jujur mengatakan kepada ibu Fafa untuk melamar Fafa.


Teddy berjanji akan memberi saham kepada ibu Fafa jika nanti Fafa menerimanya menjadi suami.


Ibu Fafa sangat senang mendengar apa yang di katakan Teddy, lalu ibunya segera menuju ke kamar Fafa untuk membujuknya.


"Fafa, buka pintunya! Ibu mau bicara!" kata ibu Fafa sambil mengetuk pintu kamar Fafa.


"Tidak bu! Sudah tidak ada yang harus kita bicarakan!" teriak Fafa dari dalam kamar.


"Maafkan ibu nak, ibu menamparmu tadi, dan itu semua di luar kendali ibu, buka pintunya nak, ijinkan ibu bicara sebentar."


Fafa membukakan pintunya sambil menangis.


"Jangan menangis nak, ibu tidak serius untuk memarahimu tadi."


"Bu, sejak kecil ibu tidak pernah memperlakukanku dengan buruk, apalagi sampai menamparku!"


"Maafkan ibu nak, ibu tadi terbawa emosi karena ucapanmu terhadap tamu, itu benar benar tidak sopan."


"ya, aku mengerti bu, tapi tahukah ibu apa yang dilakukan Teddy terhadapku? Bahkan dia mengeroyok pacarku tadi siang!"


"Hm, ibu mengerti, tapi ibu harap kamu bisa melupakan kejadian itu untuk saat ini dan ikut makan malam bersama, ibu mohon lakukan ini demi ibu dan ayahmu."


"Tidak bu, aku tidak mau makan malam dengannya!"


"Nak, tolong ayah dan ibu yang sudah bersusah payah membesarkanmu selama ini, ini hanya makan malam saja, tolonglah ibu nak."


"Sudah aku bilang aku tidak mau makan malam dengannya!"


"Jika kamu tidak makan malam bersama maka perusahaan keluarga kita akan bangkrut. Tolonglah nak sekali ini saja, ibu mohon."


"Sialan! Bagaimana jika perusahaan keluargaku sampai bangkrut!" kata Fafa dalam hati.


"Ah, baiklah bu, tapi ini yang terakhir! Selanjutnya aku tidak mau jika bisnis ayah melibatkanku seperti ini! Ibu harus janji padaku!"


"Ibu janji nak, hanya sekali ini saja."


Fafa dan ibunya akhirnya berjalan menuju ke ruang makan mereka.


"Ah! Hai Fa!" kata Teddy berdiri dari duduknya.


Fafa dengan dingin menuju kursi dan segera duduk tanpa menghiraukan Teddy.

__ADS_1


"Maaf menunggu tuan muda, mari silahkan, makanannya tidak enak jika menunggu dingin." kata ibu Fafa sopan.


"Baiklah nyonya." jawab Teddy melihat ke arah Fafa.


Merekapun melanjutkan acara makan malam itu.


"Fafa, makanlah yang banyak." kata Teddy sambil mengambilkan ikan untuk Fafa.


"Jangan sok akrab dan jangan panggil aku Fafa! Aku nona muda Amore!" kata Fafa dingin.


"Nak jangan begitu, tuan muda sudah sangat baik mengambilkan makanan untukmu." kata ibu Fafa.


"Tidak apa apa nyonya, Fafa mungkin masih marah padaku. Oiya, Fa, aku ada hadiah untukmu!" kata Teddy mengeluarkan kotak merah kecil.


"Aku tidak berminat!"


"Nak, tolong jaga sikapmu."


"Fa, ini hanya hadiah, aku tidak bermaksud apa apa."


Teddy memberikan kotak itu kepada Fafa, tapi tidak di pedulikan sama sekali oleh Fafa, menoleh pun tidak. Ibu Fafa sampai meminta maaf berkali kali karena sikap anaknya itu. Teddy merasa kesal karena benar benar tidak di perdulikan oleh Fafa hingga wajahnya kini berubah menjadi masam.


***


Di lain tempat, Rey sudah selesai makan malam bersama keluarga Xena, mereka mulai berbincang satu sama lain dengan senang.


Yuri telah kembali ke mansion setelah mengantarkan Sabrina ke apartemennya, dia menuju ke ruang santai ssan menonton televisi di sana sambil menunggu Rey pulang.


***


Di rumah keluarga Amore.


"Baiklah nyonya sepertinya aku harus segera pulang." kata Teddy santai.


"Ah tuan muda, jangan terburu buru, bersantailah di sini dulu bersama Fafa." jawab ibu Fafa sopan.


"A-apa maksudmu bu!" seru Fafa.


"Nak, temani tuan muda Larks, dia jauh jauh ke sini ingin mengunjungimu, bersikap sopanlah kepadanya."


"Maaf bu, aku sudah punya pacar! Jadi tidak pantas untukku menemani laki laki lain!"


PLAK!


Tiba tiba pipi Fafa mendapatkan tamparan lagi dari ibunya.


"Dasar anak bodoh! Tidak tahu terima kasih! Pergi ke kamarmu sekarang! Mulai besok kau tidak boleh keluar rumah lagi dan jangan pernah menemui laki laki itu!" teriak ibu Fafa.


Fafa berlari menuju kamarnya sambil menangis.

__ADS_1


"Maaf tuan muda, sepertinya anakku telah banyak menyinggungmu, tapi jangan khawatir, Fafa pasti akan menjadi milik tuan muda."


"Hm? Tidak apa apa nyonya, terima kasih telah mengundangku makan malam, kalu begitu aku pamit pulang dulu."


"Baiklah tuan muda, jangan sungkan untuk mengunjungi kami."


"Tentu nyonya, dan kesepakatan kita tidak akan berubah."


Teddy Larks menuju ke Rolls-Royce nya dan meninggalkan rumah Fafa dengan kecewa. Ibu Fafa merasa bersalah kepada Teddy, dia segera menyusul Fafa ke kamarnya dan memarahinya.


"Apa kau sudah gila! Apa kau tahu jika kau menolak pria tampan dan kaya! Apa kau tau konsekuensinya jika kau menolak ajakan tuan muda Larks?!" teriak ibu Fafa penuh amarah.


"Bu! Aku bisa membuat perusahaan keluarga kita bangkit lagi tanpa harus mengemis kepada laki laki seperti dia! Pacarku itu lebih kaya darinya! Ibu juga tahu pacarku membelikanku ferrari itu! Apa ibu tahu pacarku memberiku banyak perhiasan bahkan uang di rekeningku tidak akan habis untuk memecahkan kebangkrutan yang di alami keluarga kita!"


"Hentikan omong kosongmu! Apa ada laki laki lain yang lebih kaya dari Teddy Larks! Dia adalah pewaris tunggal dari keluarga Larks!"


"Pikiran ibu terlalu sempit di dunia yang luas ini! Banyak yang lebih kaya dari Teddy Larks!"


"Berhenti mengajari ibumu! Jika kau masih ingin di anggap sebagai anakku, maka turuti perintahku!"


Ibu Fafa berteriak marah dan berjalan keluar dari kamar Fafa dengan rasa jengkel yang teramat sangat.


"Baik! Jika itu yang ibu inginkan! Maka aku akan pergi dari sini!" teriak Fafa sambil menutup pintu kamarnya dengan keras dan menguncinya.


***


Di sisi lain, Rey berpamitan kepada ibu Xena untuk pulang. Xena mengantarkan Rey sampai depan pintu rumahnya. Setelah berpelukan sejenak, pasangan itu pun berpisah. Rey melajukan kendaraannya menjauh dari kediaman Xena.


Di mansion, Hitomi yang baru saja tiba sedang memarkirkan mobil di garasi. Tak lama dari belakangnya mobil Rey juga baru saja tiba dari rumah Xena. Hitomi menunggu Rey selesai memarkir mobilnya. Mereka berdua berjalan bersama memasuki mansion. Di ruang santai, Yuri yang dari tadi menunggu Rey sedang tertidur pulas di sofa depan televisi.


Rey menggelengkan kepalanya ketika melihat wanitanya yang paling polos itu tertidur disana. Rey menggendong Yuri dan membawanya ke tempat tidur di kamar Yuri.


"Hehe, ternyata wajahmu lucu sekali saat tidur pulas begini." gumam Rey pelan.


Setelah mengecup kening Yuri, Rey keluar dari kamar Yuri dan disana Hitomi sudah menunggunya.


"Sayang, apa kamu mau tidur?" tanya Hitomi.


"Belum. Aku mau ke ruang santai sebentar untuk minum wine."


"Baiklah, kalau begitu aku akan menemanimu."


Mereka berdua berjalan menuju ke ruang santai di lantai tiga yang terdapat bar kecil di sana dan minum wine untuk sedikit melepas lelah.


"Sayang apa kamu mau aku pijat?" tanya Hitomi.


"Ah, tidak usah, kau sudah seharian bekerja kan? Apa kau tidak lelah." tanya Rey sambil memeluk Hitomi dengan lembut.


"Tidak ada kata lelah untukmu, sayang." kata Hitomi tersenyum.

__ADS_1


Hitomi merasa tersentuh dengan perhatian Rey meskipun untuk hal yang sekecil itu. Merekapun mengobrol dan bercanda sambil minum wine hingga larut malam. Mereka berdua telah mabuk dan di kuasai alkohol yang membuat mereka berakhir di kamar pribadi Rey. Tak lama mulai terdengar suara suara tidak asing dari arah kamar itu.


__ADS_2