
Sementara itu, orang misterius kembali ke kantornya dan menanyakan kepada penasehat tentang rencananya.
Penasehat itu membicarakan rencana untuk membuat MegaCore Tech hancur berantakan dengan dalih undangan pelelangan, orang misterius itu sengaja memberikan 10 undangan kepada MegaCore Tech agar identitas Rey terbongkar di khalayak umum.
Orang misterius itu tahu kalau Rey mempunyai enam wanita dan dua pengawal, di tambah sopir pribadi yang sangat di percaya oleh Rey.
Maka dari itu, rencana yang di sarankan oleh penasehatnya telah di jalankan dan menanti hasilnya.
Adapun masalah tentang kecurigaan kepada penasehatnya dia pinggirkan terlebih dahulu agar rencananya berjalan dengan lancar, tapi orang misterius itu mempunyai rencana lain di balik semuanya.
Dengan santai orang misterius itu duduk di kursi direktur utama dengan kedua kaki di atas meja.
"Tuan, undangannya sudah di kirim, dan mereka sudah menerimanya, kita hanya tinggal menunggu waktu saja." kata penasehat itu sopan.
"Bagus, aku harap rencanamu kali ini berhasil." jawab orang misterius itu santai.
"Baiklah, aku akan keluar siang ini dan tolong siapkan para sekretaris untuk menemaniku siang ini." kata orang misterius itu.
"Baik tuan."
Penasehat mengangguk dan memanggil para sekretaris untuk memberitahu mereka.
Penasehat mengumpulkan ketiga sekretaris dan memerintahkan mereka untuk membawa penyadap saat mengikuti orang misterius itu.
"Ingatlah segera melaporkan kepadaku dengan apa yang telah dia lakukan." kata penasehat itu.
"Maaf tuan, maksud anda, kami harus melaporkan tentang apa?" tanya salah satu sekretaris.
"Selama ini kalian di bayar olehku, dan kalian bekerja untukku, maka dari itu kalian harus menyelidikinya dengan cepat, aku tahu dia itu hanya penghalang bagiku, maka dari itu, kalian harus memanfaatkannya, jika ada kesempatan, racuni dia." kata penasehat itu sambil menyerahkan bungkusan kecil kepada para sekretarisnya.
"Tuan, apa ini?" tanya salah satu sekretaris kaget.
"Tuan, bukan pekerjaanku untuk membunuhnya, kenapa tuan tidak menyewa pembunuh bayaran saja." tambah temannya.
"Apa kalian tidak menurutiku lagi!" seru penasehat itu marah.
"Jika aku menyewa pembunuh bayaran, kemungkinan dia akan mengetahuinya jika akulah yang mengirim pembunuh itu." kata penasehat itu.
"Kan kalian tahu, jika dia sudah lama mencurigaiku sebagai pembunuh ayahnya, maka dari itu aku memilih kalian untuk memanfaatkan kelengahannya."
"Tuan, bolehkan aku bertanya?"
"Tentu, tanyakan saja." jawab penasehat itu.
"Apa ayahnya di bunuh olehmu?"
"Baiklah, karena aku percaya pada kalian semua, maka aku akan menceritakannya kepada kalian, awalnya aku tidak berniat membunuhnya, tapi setelah aku mendengarkan rencananya dengan tidak sengaja, dia berencana memecatku dengan tuduhan korupsi di perusahaan."
"Dan niatku mulai tumbuh untuk membunuhnya dengan memakai sianida." kata penasehat itu tenang.
Salah satu sekretaris dengan sengaja merekam percakapan penasehat itu dengan ponsel.
__ADS_1
Penasehat itu memerintahkan kepada sekretaris kepercayaannya untuk membunuh orang misterius itu dengan racun saat mereka memiliki kesempatan.
Tapi penasehat itu tudak tahu bahwa ketiga sekretaris itu adalah wanita orang misterius itu.
'Kena kau!' gumam salah satu sekretaris itu dalam hati sambil tersenyum.
Ketiga sekretaris itu pergi ke ruangan masing masing untuk menunggu panggilan dari orang misterius itu untuk menemaninya siang ini.
Dengan perasaan gembira, mereka bertiga akan memberitahukan semuanya kepada orang misterius itu.
***
Rey mengajak Lee untuk menjemput tiga gadisnya di kampus untuk makan siang bersama. Mereka pergi ke kedai kecil langganan mereka yang berada di dekat tempat latihan Rey. Saat ini mereka sedang menunggu Lee yang sedang numpang di toilet sasana.
Tiba tiba ponsel Rey berdering.
'Siapa ini, nomor asing?' kata Rey sambil mengerutkan kening.
Rey menjawab panggilan telponnya.
[Selamat siang, tuan Rey.]
"Ya, selamat siang, maaf, ini siapa?"
[Tuan Rey, ini saya, komandan polisi.]
"Oh, maaf komandan, aku kira siapa."
"Tidak, aku saat ini sedang santai." kata Rey berjalan dengan ketiga gadisnya menuju kedai kecil favorit mereka bersama Lee juga.
"Lalu bagaimana dengan tawaranku?" tanya Rey santai.
[Itulah mengapa saya menelpon anda, tuan. Atasan saya setuju untuk menerima tawaran anda, tapi atasan saya ingin bertemu dengan anda nanti sore, apakah anda bisa datang?]
"Tentu, jam berapa?" tanya Rey santai.
[Jam 4 sore ini.]
"Baiklah, sampai jumpa sore nanti." kata Rey tenang,
[Baik tuan Rey, terima kasih, saya akan segera memberitahu atasan saya.]
"Oke." jawab Rey dan mengakhiri teleponnya.
"Bos, bagaimana?" tanya Lee.
"Bagaimana apanya?" tanya Rey santai.
"Bukankah barusan komandan yang menelpon?" tanya Lee.
"Ya." jawab Rey singkat.
__ADS_1
"Lalu?" tanya Lee penasaran.
"Lalu apanya?" tanya Rey.
"Ah, Bos, maksudku bagaimana dengan Vonta." seru Lee penasaran.
"Lihat! Bukankah itu gadis cantik?" seru Rey tanpa memperdulikan pertanyaan Lee.
Sementara ketiga gadis Rey hanya bisa menahan tawa dengan menutup mulutnya dengan kedua tangan saat melihat wajah Lee yang sangat kesal setelah di kerjai oleh Rey.
"Bos, jangan mengalihkan!" seru Lee.
"Hah? Apanya yang di alihkan?" jawab Rey.
"Aarrrggghh!!! Sudah lupakan saja!" seru Lee kesal.
"Hahaha."
Ketiga gadis itu sudah tidak bisa menahan tawa saat melihat Lee kesal akhirnya mereka bertiga tertawa terbahak bahak.
Mereka masuk ke kedai itu dan memesan makanan untuk mereka bermpat.
Pemilik kedai sudah biasa dengan kedatangan mereka, dengan semangat dia segera menyiapkan semuanya.
***
Di JTown, Teddy dan Xia di jemput oleh sopir walikota untuk melihat lihat seluruh tanah yang akan segera mereka bangun.
Teddy tiba di lokasi yang akan menjadi proyeknya.
Saat turun dari mobil, Teddy dan Xia di sambut oleh walikota dan beberapa pejabat setempat dengan hormat.
"Selamat datang, tuan Larks." kata para pejabat itu sambil mengarahkan tangan untuk berjabat tangan.
Mereka saling bergantian untuk berjabat tangan dengan Teddy.
Setelah mereka selesai dengan perkenalan, mereka membawa Teddy berkeliling di area lahan yang cukup luas itu.
"Tuan Larks, luas tanah ini 70 ribu meter persegi dengan berbagai lahan yang masih di tinggali oleh para penduduk di sini." kata walikota itu sambil menunjuk ke arah rumah rumah itu.
"Tuan, lalu bagaimana dengan penghuni lahan ini nanti?" tanya Teddy.
"Tenang saja, tanah ini dulunya memang akan di bangun pemukiman oleh seseorang, tapi tidak di lanjutkan karena saat itu ada masalah yang lebih penting dan para penghuni sudah sepakat ketika proyek ini di lanjutkan, mereka akan segera pindah." kata walikota itu santai.
Mereka berkeliling area itu sambil menerangkan keadaan di area lahan yang akan menjadi mega proyek di kota ini.
Teddy sangat senang dengan warga yang tinggal di sini karena mereka semua sangat ramah kepadanya.
"Sayang, pantas saja tuan Rey begitu baik dan pengertian, apa itu bawaan dari kota ini?" tanya Xia berbisik kepada Teddy.
"Sepertinya begitu, aku juga mulai menyukai para penduduk di sini, mereka sangat ramah." jawab Teddy mengangguk.
__ADS_1