
DING!
[Selamat tuan anda mendapatkan hadiah dari system. 100% saham dan kepemilikan Capital Bank.]
"Eh buset dah..." mata Rey terbuka lebar dari tidurnya saat melihat notifikasi dari sistem. Rey senang mendapatkan sebuah bank dari sistem, tapi dia curiga dengan masalah yang akan menerpanya juga. Tapi apapun yang akan terjadi, kalau takut bukan Rey namanya. Rey membuka beberapa pesan masuk di ponselnya.
[Pagi sayaaaaanngg,,,muaaaachhh..] @Yuri_Black.
[Pagi sayang!] @Xena_Kassandra.
[Pagi sayangku... Jangan lupa makan...] @Fafa_Amore.
Membaca semuanya Rey hanya geleng geleng kepala. Setelah mandi, dia turun ke ruang makan untuk sarapan. Sementara itu di tempat lain, Hitomi dan Xena pergi menuju Oico Group untuk bertemu manager. Di perjalanan Hitomi memulai video call grup bersama Yuri dan Fafa, mereka ngobrol dengan senang sambil menemani perjalanan Hitomi ke Oico Group.
Di kantor Oico Group, manager sedang duduk di kursi empuknya sambil menyilangkan kedua kakinya bersama dua sekertaris wanitanya. Dia merasa sangat senang karena telah menjual aset Oico Group di bagian negara C dengan harga 1,4 trilyun dan masuk ke rekeningnya.
"Ah, nikmat benar hidup ini, tanpa susah susah cari uang..." ucapnya sambil membelai rambut salah satu sekertarisnya.
"Tuan, kapan aku di belikan rumah?" tanya salah satu sekertaris itu genit.
"Iya,,sama perhiasaan juga..." kedua sekertaris itu dengan genit menagih janji yang di katakan managernya.
"Tenang saja, segera akan ku belikan untuk kalian.." kata manager itu sambil tangannya bermain di tubuh sekertarisnya itu. Manager itu bahkan berani melakukan pelecehan terhadap kedua sekertarisnya itu, namun mereka tidak marah karena menantikan pemberian manager yang telah di janjikan. Namun kebahagian manager itu tidak lama karena saat ini Hitomi dan Xena menuju ke kantornya.
Hitomi dan Xena masuk ke kantor manager tanpa mengetuk pintu, dengan wajah dingin yang disajikakn Hitomi dan Xena. Manager itu pun serentak berdiri hingga kedua sekertaris yang sedang duduk di pangkuannya terdorong ke lantai.
"Tuan manager yang terhormat, menurutmu kedatanganku kesini untuk apa?" tanya Hitomi dengan wajah dinginnya.
"Sialan! Apa maksudmu masuk tanpa mengetuk pintu! Dasar wanita tak berpendidikan!" seru manager itu dengan tatapan marah.
"Sudahlah! Kami sudah tahu apa yang kau lakukan disini!"
"Apa apan maksudmu!"
"Hah? Jangan pura pura! Mana laporanmu tentang penjualan aset Oico Group!" tanya Hitomi tegas.
"Siapa yang jual aset!" Manager itu mengelak. Xena bergegas membuka laptopnya di depan manager itu dan menunjukkan tepat pada jam dua dini hari transaksi penjualan cabang Oico Group di bagian negara C.
"Lalu apa ini?" tunjuk Hitomi ke layar laptop kemudian menyilangkan tangannya. Manager itu hanya diam dan terkejut ternyata berkasnya terdeteksi. Tapi dia berusaha menutupi keterkejutannya itu.
"Kalian menuduh aku yang menjual aset perusahaan!" seru manager itu tetap mengelak. Xena menyipitkan matanya ke arah manager, lalu memperlihatkan jejak transfer sejumlah uang ke rekening pribadi manager itu. Manager itu sudah tidak bisa berkelit lagi. Dia terlihat sangat cemas sekarang.
"Kalo iya memang kenapa? Kalian mau membawaku ke penjara? Jangan bodoh! Aku di lindungi hukum, dengan satu panggilan saja aku bisa menghancurkan perusahaan ini!!" kata manager itu dengan mengancam.
Xena diam diam sudah merekam semua percakapan Hitomi dan manager itu. Hitomi mengangguk ke Xena dengan memberi tanda untuk melakukan rencana penangkapan manager itu.
"Kau kira kau tokoh utama di cerita ini hah!" seru Hitomi dengan senyum dingin. Selang beberapa menit terdengar banyak derap langkah kaki terdengar dari luar menuju kantor manager. Mereka adalah para penegak hukum dari kepolisian pusat kota XTown yang sedang bergegas masuk ke kantor manager.
__ADS_1
Manager itu ditangkap tanpa melawan, bahkan dirinya ketakutan setengah mati, karena dia memang bukan tokoh utama cerita ini jadi apapun ancamannya tidak akan berguna untuk siapapun. Sedangkan dua wanita sekertaris manager itu hanya terdiam di sudut ruangan dengan ketakutan. Kedua wanita itu di pecat oleh Hitomi dengan tidak hormat. Dengan beberapa bukti yang cukup kuat, sudah dipastikan manager itu akan mendekam di penjara dalam waktu yang lama.
Di mansion, Rey sedang menonton televisi dengan beberapa cemilan dan minuman yang di siapkan oleh bibi dengan santai. Ponselnya berdering dan dia mengangkatnya.
[Ya Hitomi! Gimana?]
[Ya karena itu aku menelponmu sayang!]
[Gimana orang itu?]
[Sudah ditangkap, dengan bukti kuat itu akan mudah, rekeningnya juga di bekukan dan akan di proses oleh pihak bank untuk pengembalian dana ke perusahaan kita.]
[Oke oke... lalu apa rencana untuk Oico? Apa sudah ada pengganti?]
[Sementara ini biar di pegang Xena sampai ada kandidat yang memenuhi syarat.]
[Bagus bagus! Terima kasih kerja kerasnya.]
[Bukankah memang itu sudah tugasku sebagai nona Rey?]
[Hhahaha kau memang yang terbaik nona Rey! Okelah aku percayakan semua padamu!]
Rey menyudahi teleponnya. Dia benar benar telah menjadi seorang raja. Dia kembali dengan kegiatannya tadi, menonton televisi dan ngemil dengan tenang. Sementara Fafa sedang menunggu ibunya Xena di rumah sakit. Yuri dengan ferrari-nya berkeliling kota dengan senang sebelum memutuskan untuk pergi menemani fafa menunggui ibunya Xena.
Yuri berhenti di supermarket untuk membeli beberapa buah yang akan di bawa ke rumah sakit. Dengan wajah cantik dan tubuh yang bagus, tidak hanya laki laki yang memperhatikannya, para wanita pun demikian. Setelah itu dia bergegas ke rumah sakit dan tiba di sana dengan cepat.
"Sengaja lah... Gimana keadaan ibu kak Xena?" tanya Yuri sambil meletakkan kantong buah di atas meja.
"Sudah membaik tapi kata dokter belum bisa di temui..."
Fafa dan Yuri lanjut ngobrol dan berhenti ketika ponsel Fafa berdering, ternyata Rey yang menelepon.
[Ada apa sayang?] Fafa mengucapkan salam.
[Gimana ibunya Xena?]
[Udah baikan sih, tapi belum boleh ditemui...]
[Baguslah kalo gitu, lalu kau gimana?]
[Gak masalah lagian Yuri barusan datang.]
[Ya udah kalo gitu, kau jadi gak kesepian. Sori tadi menyuruhmu tiba tiba, soalnya Xena harus nemenin Hitomi ke Oico, ada masalah di sana.]
[Gak masalah sayang! Dan kamu jangan bekerja terlalu keras...]
Rey mengakhiri teleponnya. Dia memikirkan kata kata Fafa, siapa yang kerja keras? Rey kan tidak melakukan apa apa. Rey tidak tahu harus tertawa atau menangis dengan kata kata itu. Tidak lama kemudian Leon datang ke mansion dengan membawa BMW hasil dari ganti rugi orang yang pura pura menabrak Rey kemarin hari. Mobil itu telah di perbaiki dan kembali seperti baru lagi.
__ADS_1
"Tuan Rey, BMW yang kemarin sudah beres..."
"Kalo gitu, buatmu aja itu...." jawab Rey santai.
"Eh? Tidak perlu tuan..."
"Udah ambil aja, dari pada kau mondar mandir kemari naek sepeda gitu....ini perintah!"
"Terima kasih banyak tuan Rey!" jawab Leon senang.
Leon pun membungkuk dan berpamitan untuk pulang. Rey memandang kepergian Leon sambil tersenyum. Rey berpikir bahwa Leon benar benar pekerja yang baik. Rey mengambil ponselnya dan mentransfer uang ke rekening Leon sebanyak 20 juta. Kemudian mengirimi pesan ke Leon.
[Hei bocah! Jangan lupa ajak ibumu jalan jalan. Ambilah libur beberapa hari dan temani ibumu!] @Rey_Dmnf
Di perjalanan Leon dengan senang mengendarai BMW nya. Saat tiba di rumahnya, dia menemui ibunya sedang duduk di kursi belakang sambil merajut.
"Ibu! Lihat apa yang aku bawa!" seru Leon sambil menunjuk ke arah mobil BMW yang terparkir di depan.
"Ha? Mobil siapa itu nak?"
"Itu pemberian tuan Rey..."
"Ah baik sekali tuan Rey,, jangan pernah mengecewakannya nak! Jangan jadi sombong!"
"Iya ibu, beliau memang terlalu baik, dia juga memberiku uang untuk mengajak ibu berlibur.."
Ibunya Leon tersentuh dengan kata kata itu, tanpa sadar air matanya menetes. Ibu dan anak itu akhirnya merencanakan pergi berlibur. Tidak pernah menyangka akan ada hari dimana mereka bisa menikmati waktu. Leon mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada Rey.
[Terima kasih atas pemberiannya Tuan Rey, saya akan mengajak ibu saya berlibur beberapa hari ke depan.] @Leon_Braid.
Rey tidak membalas pesan dari Leon, begitu juga pesan dari keempat wanita yang mengucapkan selamat malam kepadanya. Ditempat lain, Hitomi menatap layar ponselnya lama, tetap tidak ada balasan dari Rey. Hitomi kemudian membuka chat grup yang berisi keempat wanita Rey.
[Apa kalian udah pada tidur?] @Hitomi_Wales
[Aku gak bisa tidur! Mana pesanku gak di balas!] @Fafa_Amore
[Aku masih di Oico! Lembur nih! Pesanku juga di cuekin.] @Xena_Kassandra
[Kayaknya Rey udah tepar deh... Mungkin dia habis kerja tadi...] @Hitomi_Wales
[Aku mau tidur aja, ngantuk nih, kau gimana Fa? Mau cabut?] @Yuri_Black
Mereka ngobrol di grup hingga mengantuk dan mengakhiri obrolan tapi tidak ada balasan apapun dari Fafa lagi. Ternyata diam diam Fafa sudah berada di dalam mobilnya menuju ke mansion Rey. Setibanya di depan gerbang kedua penjaga segera membuka gerbang, mereka sudah tahu bahwa Fafa salah satu wanita bos nya. Fafa membuka jendela mobilnya dan memberikan bungkusan makanan yang sempat di belinya tadi untuk para penjaga di depan.
Bibi menunggu Fafa di depan pintu dan mempersilahkan masuk. Fafa juga membelikan makanan untuk bibi dan pelayan lainnya. Sebelum Fafa pergi ke mansion, Fafa sudah menelepon bibi untuk menunggunya datang. Fafa masuk ke kamar Rey secara perlahan, Fafa berjalan mendekati Rey yang sedang tertidur dengan lelap. Fafa duduk di samping Rey sambil memperhatikan wajah Rey yang tampan walau seram itu. Fafa tersenyum manis lalu berbaring dan memeluk Rey hingga tertidur.
Di pagi harinya, Rey terbangun dari tidurnya sambil mengusap kedua matanya dan menguap. Ketika Rey mau beranjak ke kamar mandi dia baru menyadari ada tangan yang melingkar di pinggangnya. Rey kaget kemudian berbalik untuk melihat ke belakang punggungnya.
__ADS_1
"Loh Fafa? Sejak kapan dia di sini?" guman Rey dengan sedikit heran. Rey tidak mau mengganggu Fafa yang sedang tidur. Dia beranjak dari tempat tidurnya dengan perlahan dan menuju ke kamar mandi. Setelah selesai mandi dia keluar dan melihat Fafa duduk di kasur dengan muka bantalnya. Rey menyapa Fafa kemudian mengecup keningnya. Rey berjalan ke arah pintu kamar sambil menyuruh Fafa segera mandi untuk sarapan bersama.