
"Hei! Mau kemana kalian!" teriak Leon saat melihat anak buah Allen melarikan diri melalui pintu belakang.
"SIalan! Mereka melarikan diri!" kata Vonta geram.
Sementara itu, Rey merasa kelelahan setelah bertarung dengan Allen yang menguras banyak staminanya.
"Sialan! Ayo masuk! Serbu!" seru Lee berlari ke arah pintu hotel bersama teman temannya.
Tapi saat Lee memasuki hotel itu, hanya ada Rey, Vonta dan Leon yang sedang duduk di sofa lobi.
"Lah? Kemana mereka?" tanya Lee melihat sekeliling.
"Kau terlambat! Mereka baru saja melarikan diri." seru Vonta menggeleng.
"Waah, banyak sekali orang yang kamu bawa." kata Leon melihat ke teman teman Lee yang baru datang.
"Sial! Aku terlambat!" kata Lee.
"Bos, apa kamu tidak apa apa?" lanjut Lee bertanya sambil berjalan ke arah Rey.
"Tidak, aku tidak apa apa." jawab Rey santai.
"Hei, Lee karena kau dan teman temanmu sudah di sini, tolong bantu bereskan orang orang itu dan buang mereka ke tempat aman." lanjut Rey menunjuk ke anak buah Allen yang tergeletak di lantai.
"Baik bos, serahkan saja padaku." kata Lee semangat.
"O iya, aku lupa, di lantai tujuh juga masih ada, sebaiknya kalian bereskan juga." kata Rey.
"Hah? Baiklah." jawab Lee kaget.
Rey memberikan uang kepada teman teman Lee agar membereskan semua anak buah Allen yang pingsan dan mati.
Mereka gembira menerima uang yang cukup banyak bagi mereka dan bergegas membereskan semuanya.
"Baiklah, Leon, antar aku pulang." kata Rey santai.
"Baik kakak bos!" jawab Leon semangat.
"Bos, aku di sini dulu untuk membantu Lee membereskan semuanya." kata Vonta.
"Oke." jawab Rey mengangguk.
Rey mengikuti Leon dan masuk ke dalam Rolls-Royce Phantom nya.
"Leon, terima kasih sudah membantuku." kata Rey.
"Tidak masalah kak, bukankah itu sudah menjadi kewajibanku." jawab Leon semangat.
"Hmm, baiklah Leon, terima kasih, aku tidak menyangka kalau kau pandai berkelahi." kata Rey.
"Aah, aku juga pernah nakal, kak. Dulu sewaktu aku masih di jalan sering sekali bertemu dengan musuh, makanya aku sedikit bisa bertarung." kata Leon senang.
"Wah, sepertinya kau preman yang sangat ahli dalam bertarung ya." kata Rey menatap Leon yang sedang mengemudi.
"Hahaha, tidak seperti itu juga kak, aku bahkan pingsan saat ibu melemparku dengan panci." seru Leon tertawa.
__ADS_1
"Hahahaha." Rey tertawa dengan geli.
Rey tiba di depan gerbang mansionnya dan di sambut oleh kedua penjaga dengan hormat.
"Selamat datang, tuan." seru penjaga itu membungkuk hormat.
Rey menganggukkan kepalanya ke arah para penjaga itu.
Rey di antar oleh Leon sampai depan pintu mansion.
"Terima kasih, Leon." kata Rey.
"Sama sama kakak bos. Kalau begitu aku pamit untuk menjemput kak Lita." kata Leon kembali masuk ke dalam mobil.
"Oke." jawab Rey mengangguk.
Rey menatap Leon yang pergi keluar dari mansion.
'Zero, panggil one dan two kemari.'
Tiba tiba kedua pengawal cyborg itu muncul di depan Rey tepat ketika dia menoleh ke belakang.
"Bangsat!" seru Rey kaget.
"Halo tuan." kata kedua cyborg itu sambil membungkuk hormat.
"Kalau muncul jangan tiba tiba dong! Kalian mau membunuhku ya!"
"Apa kalian bisa berubah bentuk sesuai keinginanku?" tanya Rey.
"Tentu tuan, program kami sangat canggih. Lalu bentuk apa yang anda inginkan?" tanya One sopan.
"Baik tuan, kami akan berubah sesuai keinginan anda."
Rey mengangguk puas. Tiba tiba mereka berdua berubah menjadi dua anjing siberian husky yang terlihat sangat bagus untuk seorang pengawal.
"Nah, kalau seperti ini maka kalian akan terlihat normal dan tidak membuat semua orang merasa aneh." kata Rey mengelus kedua anjing itu.
"Baiklah, apa kalian bisa menggonggong seperti anjing biasa?" tanya Rey sambil berdiri.
"Baik tuan." seru kedua anjing itu hormat.
Mereka pun menggonggong seperti anjing biasa.
"Bagus! Sebaiknya kalau kalian ingin berbicara denganku, gunakan jaringan seluler saja, agar masuk ke dalam ponselku." kata Rey.
Mereka mencoba menggunakan jaringan seluler dan segera terhubung dengan ponsel Rey.
"Bagus, kalau begitu mulai hari ini, kalian menjadi pengawalku sebagai anjing peliharaan." kata Rey.
Rey membawa kedua anjing itu masuk ke mansionnya.
"Aaah, tuan, kenapa anda membawa anjing ke dalam rumah?" tanya bibi ketakutan saat melihat kedua anjing besar yang mirip serigala itu.
"Tidak apa apa bi, beok aku akan menyuruh orang untuk membuatkan rumah anjing, tapi malam ini aku sengaja membawanya masuk untuk di kenalkan pada semuanya." kata Rey.
__ADS_1
"Ah, baiklah tuan." kata bibi sopan.
Rey menuju ruang santai dimana para wanitanya sedang berkumpul di sana.
"Sayang, kamu sudah kembali." seru Fafa berlari dan memeluk Rey.
"Bagaimana Hitomi?" tanya Rey kepada Fafa.
"Kak Hitomi sudah baik baik saja."
"Syukurlah, lalu di mana dia?" tanya Rey.
"Sepertinya lagi mandi." jawab Fafa lembut.
"Sayang, kenapa aku tidak di tanyakan?" seru Yuri cemberut.
"Hahaha, baiklah, sini, hari ini aku belum memelukmu." kata Rey lembut.
Yuri melompat ke arah Rey tapi dia kaget saat melihat kedua anjing besar yang berada di belakang Rey.
"Aaaaaah!" teriak Yuri saat ingin memeluk Rey.
"Sayang, anjing siapa itu?" tanya Yuri memeluk Rey erat.
"Sayang, mereka lucu sekali!" seru Sabrina berlari untuk mengelus kedua anjing itu dengan gemas.
"Aku baru saja membelinya dari pet shop di samping Golden Star Hotel." jawab Rey ngawur.
"Sayang, apa mereka sudah punya nama?" tanya Fafa sambil mengelus kepala salah satu anjing itu dengan gemas.
"Aku sudah memberikan mereka nama." jawab Rey berjongkok ke arah kedua anjing itu.
"Siapa namanya?" tanya Sabrina senang.
"Yang besar namanya One, dan yang lebih kecil namanya Two." jawab Rey santai.
"Bolehkan Two bersamaku?" tanya Sabrina senang.
"Tentu saja." kata Rey senang.
"Terima kasih, sayang." seru Sabrina senang dan mencium pipi Rey lembut.
"Hei, Yuri, apa kamu tidak menginginkannya?" tanya Rey.
"Tidak! Aku tidak mau!" seru Yuri masih ketakutan.
"Hahaha, kenapa seperti itu?" tanya Rey mengelus rambut Yuri dengan lembut.
"Aku lebih suka kucing, aku takut anjing!" kata Yuri cemberut.
"Kalau begitu biar nanti aku belikan untukmu." kata Rey santai.
"Fafa, apa kamu mau memeliharanya?" tanya Rey.
"Aku tidak terlalu suka, tapi kalau lihat anjing yang seperti ini, aku mau." seru Fafa senang.
__ADS_1
"Baiklah, biar kamu yang mengurusnya." kata Rey.
Rey sedang mengatur semua pasukan cyborgnya agar tidak perlu sembunyi dalam mengatur penjagaan, pasalnya kemunculan mereka terlalu ekstrim dan bisa menimbulkan kecurigaan pihak pihak tertentu. Rey tidak mau banyak pertanyaan pertanyaan yang sekiranya sulit untuk di jelaskan secara logika.