Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Lita Marriot


__ADS_3

"Tidak ku sangka, seluruh jalan ini di miliki olehnya." kata Fafa kagum saat melihat pemandangan gedung bertingkat yang sangat tinggi dan rumah rumah hunian yang cukup besar.


Hitomi memperlambat laju mobilnya sehingga Lita menyusulnya di depan.


"Baiklah kak, ajak aku ke rumahmu." kata Fafa.


"Oke." jawab Lita mengangguk.


Lita membawa mereka ke rumahnya yang secara otomatis adalah milik Rey sekarang karena Lita menyewanya di XTown Commercial Street.


Mereka tiba di depan sebuah rumah tiga lantai yang cukup besar dan indah. Jika di lihat dari struktur bangunan, luasnya mencapai 1200 meter persegi. Di bangun dengan gaya barat. Seluruh area untuk tempat tinggal ini hampir semua bangunan memiliki tipe dan desain yang sama, agak sulit untuk membedakannya satu sama lain.


Lita menempati rumah nomor 16 dengan jarak hanya dua blok dari gerbang pemukiman elit ini. Lita turun dari mobil dan mengajak mereka masuk.


Saat Fafa melihat detail bangunan rumah itu, Fafa sangat menyukainya.


"Ah, kak! Nyaman sekali rumah ini." seru Fafa melihat sekeliling.


"Ini bukan rumahku, aku hanya menyewanya di sini." jawab Lita.


"Menurutku tidak begitu, rumah ini akan menjadi milikmu, jika kamu menginginkannya." kata Rey yang dari tadi memperhatikan Fafa dan Lita yang sedang mengobrol.


"Benar!" tambah Fafa merangkul bahu Lita dengan santai.


"Tentu saja, bukankah Lita itu calon salah satu dari kita." jawab Hitomi tersenyum kepada Lita.


"Ah, terima kasih nona Hitomi, tapi aku tidak bisa menerimanya." jawab Lita melirik Rey.


"Sudah aku bilang jangan seperti itu, ini bukan tempat kamu kerja." kata Rey menggelengkan kepalanya.


"Lita, bolehkan aku menanyakan sesuatu padamu?" tanya Hitomi menggeser duduknya hingga menempel pada Lita.


"Tentu nona Hitomi, apa yang bisa aku bantu?" jawab Lita.


"Jangan panggil aku nona, panggil saja namaku, kita seumuran." kata Hitomi tenang.


"Ah, baiklah, lalu apa yang ingin kamu tanyakan padaku, Hi-Hitomi?" tanya Lita masih tidak terbiasa.


"Lita, apakah kamu mau bergabung dengan kami?" tanya Hitomi lembut.


"Bergabung? Maksudnya bergabung untuk apa?" tanya Lita penasaran.


"Saat aku bertemu denganmu, aku sudah menyukaimu, kamu cantik, pintar dan berbakat, maka dari itu aku meminta kepada Rey agar menjadikanmu sebagai wanitanya yang ke enam, tapi jawaban Rey, dia bilang semua tergantung kamu." kata Hitomi memegang tangan Lita.


"Aah, a-apa? Yang benar?" kata Lita dalam hati.


Lita tidak menjawab pertanyaan dari Hitomi tapi Lita hanya menundukkan kepalanya karena dia merasa ini sangat tidak masuk akal baginya. Meskipun dalam hati kecil Lita mencintai Rey tapi Lita merasa sedikit ragu dan takut.


"Lita, ada apa? Apa kamu tidak menyukai Rey?" tanya Hitomi.


Sementara Rey pergi berkeliling dengan Fafa untuk melihat keseluruhan desain bangunan rumah itu sebelum Hitomi berbicara tentang hal ini dengan Lita.


"Tidak Hitomi, sebenarnya aku sudah mengenal Rey lama. Aku juga sudah lama menyukainya, tapi saat bertemu lagi dan tahu ternyata dia sudah memiliki pasangan, jadi aku mencoba untuk menghilangkan perasaanku pada Rey. Eh, malah bertemu lagi." jawab Lita menggelengkan kepalanya.


"Kenapa? Apa kamu takut aku marah padamu?" tanya Hitomi.


"Tentu saja Hitomi, aku tidak mau menjadi perusak hubungan orang lain. Wanita mana yang rela jika kekasihnya di rebut oleh wanita lain." jawab Lita.


"Aku mengerti. Tapi ini berbeda, aku sebagai wanita yang di pilih Rey sebagai wanita pertamanya, tidak merasa keberatan dengan kehadiranmu, bahkan aku yang memaksa Rey agar kamu di jadikan bagian dari kami." kata Hitomi menggenggam tangan Lita dengan lembut.


"Ah? Apa?" seru Lita kaget dengan apa yang di katakan oleh Hitomi.


"Tapi, aku tidak mau memaksamu, dan aku tidak mau jika kamu tidak menyayangi Rey dengan tulus." kata Hitomi.


"Aku tanya sekali lagi. Apa kamu benar benar mencintainya?" tanya Hitomi.

__ADS_1


Lita akhirnya mengangguk setelah berpikir dengan penuh pertimbangan, tapi perasaannya kepada Rey memang tulus tanpa melihat dengan kekayaan yang di miliki Rey sekarang.


"Baiklah kalau begitu, tapi aku ingin mengajukan satu syarat untuk meyakinkanku sebagai wanita pertamanya kepada kamu." kata Hitomi.


"Apa itu?" tanya Lita penasaran.


"Maukah kamu menunjukkan ketulusanmu kepada Rey di hadapanku dan Fafa?" tanya Hitomi.


"Menunjukkan ketulusanku?" tanya Lita mengerutkan kening karena sedikit tidak mengerti.


"Apa yang harus aku tunjukkan memangnya?" lanjut Lita bertanya dengan polos.


"Bisakah kamu berhubungan badan dengan Rey di depanku dan Fafa?" tanya Hitomi santai.


"Aaah! A-apa!?"


Lita merasa kaget dengan syarat aneh yang di berikan Hitomi kepadanya.


"Hitomi, apa ketulusan yang aku tunjukkan kepadamu harus seperti itu?" tanya Lita heran.


"Tentu saja! Itu satu satunya syarat yang sudah menjadi tradisi bagi keluarga kami." jawab Hitomi santai.


"Ah... Baiklah..." jawab Lita menundukkan kepalanya dengan malu hingga wajahnya terlihat menjadi merah merona.


"Terima kasih Lita." kata Hitomi menepuk tangan Lita dengan lembut.


Beberapa saat kemudian, Rey kembali ke ruang tamu bersama Fafa.


"Sayang, bagaimana dengan rumahnya?" tanya Hitomi berjalan ke arah Rey.


"Rumahnya cukup bagus. Aku suka." jawab Rey mengelus rambut Hitomi lembut.


Hitomi membawa Rey untuk duduk di sofa dan memberikan wine yang sudah di siapkan oleh asisten rumah tangga Lita.


"Sayang, bagaimana menurutmu tentang Lita?" tanya Hitomi


Rey pura pura terkejut saat mendengar apa yang di katakan oleh Hitomi.


"Bagaimana apanya?" lanjut Rey mengerutkan keningnya.


"Bukankah aku sudah mengatakannya padamu, aku mau Lita menjadi bagian dari kita." kata Hitomi manja.


"ah, itu ya." kata Rey mengelus rambut Hitomi.


"Hitomi, aku tidak mau memaksakan kehendak orang lain. Dan aku tidak bisa melakukannya tanpa meminta ijin kepada yang lainnya." lanjut Rey.


"Kalau begitu, aku yang bertanggung jawab dengan yang lainnya." jawab Hitomi.


"Hmm, baiklah, kalau begitu aku ingin bicara terlebih dahulu dengan Lita." kata Rey mengelus rambut Hitomi.


"Tidak perlu, Lita sudah setuju dengan apa yang aku bicarakan dengan satu syarat yang harus di penuhinya." jawab Hitomi santai.


"Ah, begitu ya." kata Rey pura pura terkejut.


"Kalau sudah seperti itu, aku serahkan padamu saja." lanjut Rey.


"Heei kak Lita, apa kamu sudah menerimanya?" tanya Fafa senang.


"Hah? Kenapa kamu malah senang sekali?" tanya Lita heran saat melihat Fafa yang begitu senang.


"Tentu saja! Aku senang saudariku bertambah. Apalagi kak Lita sangat cantik." jawab Fafa enteng.


Lita menggelengkan kepalanya sambil tertawa geli.


"Ikut aku!" seru Fafa menarik tangan Lita.

__ADS_1


"Hah? Kemana?" tanya Lita mengerutkan kening.


"Dimana kamarmu?" tanya Fafa masih menarik tangan Lita.


"Di atas." jawab Lita.


"Baiklah, ayo kita ke atas." jawab Hitomi menggandeng tangan Rey.


"Loh? Kenapa aku harus ikut?" tanya Rey.


"Sudah! Ikut saja!" seru Fafa menatap Rey.


"Aah.. Baiklah aku mengerti." kata Lita.


Lita tahu apa yang direncanakan oleh Hitomi dan Fafa hingga membuat wajah Lita sekarang merona merah.


Rey mengikuti mereka ke kamar Lita.


"Sayang, perlakukan Lita dengan baik." kata Fafa santai.


Mereka segera masuk ke kamar Lita.


"Lita, buka pakaianmu." kata Hitomi.


"Ah? Apa? Sekarang?" seru Lita kaget.


Hitomi mengangguk dan tersenyum, dengan perasaan malu, Lita mulai membuka kancing pakaiannya satu persatu.


"Baiklah, aku temani." kata Hitomi membuka pakaiannya.


Fafa mengikuti Hitomi dan Lita untuk membuka pakaiannya juga. Mereka bertiga sudah melepaskan pakaian mereka hingga tidak ada sehelai benangpun yang menempel di tubuh mereka yang sangat indah itu.


Rey melihat Lita yang begitu cantik tanpa mengenakan sehelai benang pun, Rey merasa kagum dengan keindahan yang Lita miliki.


"Kenapa kalian membuka pakaian?" tanya Rey bercanda.


"Haish, sayang, ayo cepat, kamu juga buka pakaianmu." seru Fafa menarik tangan Rey dan membantu membukakan pakaiannya.


Rey menggelengkan kepalanya dengan senang. Hitomi dan Fafa menarik Rey dan mencium bibirnya secara bergantian.


Lita yang masih malu malu untuk melakukan hal seperti itu, karena ini pertama kali baginya, namun ketika melihat Hitomi dan Fafa yang begitu agresif mencium bibir Rey, Lita mulai bergetar, Lita mulai mendekatkan dirinya kepada Rey yang sedang di serang oleh kedua wanitanya itu.


Rey menghentikan ciuman yang di berikan oleh Hitomi dan Fafa, lalu Rey dengan lembut menarik tangan Lita dan mulai mencium bibirnya.


Rey mulai membuat Lita bergetar dengan ciuman di bibirnya yang merah, Lita dengan cepat menyesuaikan dengan momen ini hingga Lita mulai membalas ciuman Rey dengan lembut.


Sementara itu, Hitomi dan Fafa mulai menyingkir dan berbaring di samping ranjang besar itu sambil menyaksikan Rey dan Lita yang sedang bercinta.


Rey mulai memainkan trik nya dengan mengubah arah ciumannya turun ke leher Lita sampai ke arah bukit yang masih segar dan ranum itu dengan lembut.


Lita mulai merasakan kenikmatan sentuhan yang di berikan oleh Rey sampai terdengar rintihan yang sangat merdu.


Lita tanpa sadar menjambak rambut Rey dan menariknya ke atas, membuat mulut Rey tepat berada di depan mulut Lita. Lita mencium bibir Rey dengan lembut dan penuh dengan kenikmatan.


Hitomi dan Fafa yang melihat adegan itu, mereka berdua saling bertukar pandang satu sama lain dan mulai tersenyum.


Setelah beberapa saat kemudian, Lita merasakan kenikmatan yang tak tertahankan dan ingin segera di jamah oleh Rey.


"Apa kamu sudah siap?" bisik Rey ke telinga Lita dengan lembut yang sudah mulai merah.


Lita mengangguk dan ingin sekali merasakan kenikmatan yang lebih setelah Rey memberikan pemanasan yang begitu nikmat.


Rey membaringkan Lita dan Lita dengan patuh berbaring. Rey menikmati seluruh tubuh Lita dengan lembut sampai akhirnya Rey sampai di titik sarang Lita yang sudah mulai basah oleh pelumas alaminya.


Keindahan sarang Lita yang masih tertutup dengan rapat tanpa di tumbuhi rerumputan hitam di sekitarnya. Rey dengan lembut mencium sarang Lita yang sudah basah itu membuat Lita merasakan kenikmatan sentuhan yang semakin membuatnya penasaran dengan apa yang selanjutnya akan dia dapatkan.

__ADS_1


Lita menjambak rambut Rey dengan lembut di sertai suara ******* yang sangat merdu. Lita menarik rambut Rey ke atas agar Lita mendapatkan kenikmatan berikutnya.


Rey mengikutinya dan mengerti apa yang Lita inginkan. Dengan hati hati, Rey menuntun ekor naga yang sudah keras sejak tadi ke arah sarang Lita yang sudah basah.


__ADS_2