Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Kaya Itu Membosankan


__ADS_3

Rombongan itu tiba di mansion dengan cepat karena hari masih pagi, dan jalanan masih lenggang. Mereka beristirahat di ruang santai menunggu bibi selesai menyiapkan sarapan.


DING!


[Selamat tuan anda mendapatkan hadiah dari system. Sebuah mobil McLaren P1.]


Rey hanya diam dan sedikit tersenyum, agar tidak ada yang memperhatikan. Ponsel Fafa berdering, ternyata panggilan dari dewan kampusnya untuk mengingatkan acara forum mahasiswa pagi ini, Fafa kemudian sekedar mengingatkan Rey. Rey berencana untuk berangkat ke kampus Fafa sendirian, Rey tahu para wanitanya itu masih lelah dan menyuruh mereka agar istirahat dengan baik.


Rey segera menuju ke garasinya, dia kan mencoba mobil barunya. Dengan cepat Rey meninggalkan mansion, sepanjang perjalanan banyak orang yang kagum dengan mobil ini. Tak memakan waktu lama Rey sampai di depan gerbang kampus Fafa. Rey memarkir mobil di tempat parkir di depan auditorium. Para mahasiswa terkejut.


Mereka bermimpi kapan memiliki mobil seperti itu. Menurut mereka mengendarai supercar di sekitar kampus akan menjadi keren. Forum akan dimulai sekitar 10 menit lagi, Rey berjalan menuju auditorium. Ketika hendak masuk seorang satpam menghentikannya.


"Serahkan kartu mahasiswamu."


"Tidak ada... aku bukan mahasiswa." Rey menggelengkan kepalanya.


"Bukan mahasiswa? Lalu apa yang anda lakukan disini? Jangan mentang mentang orang kaya anda masuk seenaknya." Satpam itu menatap sinis.


Walau satpam itu melihat Rey mengendarai mobil mewah, satpam itu tidak perduli. Rey berpikir bahwa kampus ini sangat bagus dan profesional, tidak perduli dari kalangan mana, aturan tetap aturan.


"Aku kesini karena ada forum mahasiswa.." Rey agak bingung menjelaskan.


"Ada surat undangannya? Setidaknya kalau bukan mahasiswa, anda punya surat undangan. Tanpa itu saya tidak bisa membiarkan anda masuk."


Di sini Rey menyadari dia hanya menuruti permintaan Fafa, Rey tidak tahu ada surat undangan atau semacamnya. Kebetulan ada anggota dewan mahasiswa melihatnya. Ketika dia melihat Rey, matanya langsung berbinar dan dengan cepat mendekatinya.


"Maaf tuan mengapa anda masih di sini?"


"Aku gak punya undangan. Mau gimana lagi?"


Anggota dewan mahasiswa terlihat agak malu. Dia sendiri terlalu semangat hingga melupakan hal penting, undangan resmi. Karena itu, dia menemani Rey dan memimpin masuk ke auditorium dengan malu malu. Belasan tamu duduk di tiga baris teratas. Sedangkan Rey memilih barisan paling belakang. Saat Rey duduk semua orang meliriknya.


Karena Rey jarang menghadiri kegiatan acara pengusaha kaya, tidak banyak orang yang mengenalinya. Orang orang yang tahu Rey hanya menatapnya dengan terkejut tapi tidak ada yang berani berkata kata. Seorang pria gemuk datang dan duduk di dekat Rey.


"Hey bung, aku Tony Harrell, siapa namamu?"

__ADS_1


Rey hanya menoleh sekilas tapi tidak menjawab. Melihat wajah itu Tony merasa pernah melihatnya, tapi dia tidak yakin.


"Dimana kau bekerja?" Tony bertanya lagi.


"Aku? Gak ngapa ngapain sih... Nganggur aja." Jawab Rey santai.


Memang semua bisnis milik Rey bukan dia yang mengurus, jadi Rey tidak merasa salah untuk menjawab seperti itu. Dan juga tidak ada hal yang penting yang dia pernah lakukan bukan? Mendengar itu, Tony menunjukkan ekspresi yang agak menghina. Sedang Rey hanya tersenyum tanpa bicara.


Segera forum di mulai. Seorang ketua kemahasiswaan memberikan pidato panjang lebar yang menurut Rey tidak penting. Acara selanjutnya proyek investasi untuk wirausaha mahasiswa di umumkan. Beberapa perusahaan mulai membuat penawaran investasi. Pertama, seorang eksekutif senior sebuah perusahaan naik ke panggung, dia menawarkan investasi sebesar 8 juta.


Kemudian seorang anak orang kaya menawarkan investasi sebesar 5 juta. Setelah itu hanya beberapa investasi kecil yang di tawarkan orang orang berikutnya. Bahkan pria gemuk di dekat Rey hanya menawarkan 20 juta saja. Ambasador University adalah kampus terkemuka di XTown, investasi dengan nominal seperti itu seperti menghina martabat almamater mereka, forum ini bertujuan untuk menarik investor kegiatan bisnis mahasiswa bukan untuk menarik sumbangan suka rela.


Padahal dari investasi ini banyak keuntungan yang akan di dapat, selain mendapat saham, apabila sukses, kegiatan bisnis mahasiswa ini akan menjadikan investor otomatis mendapat anak perusahaan yang berkembang dengan berisikan orang orang calon lulusan kampus terkemuka. Perusahaan ini akan berdiri khusus sebagai tempat magang mahasiswa kampus ini. Jadi para mahasiswa tidak perlu susah susah mencari tempat magang.


Kini giliran Rey maju, dengan penampilannya seperti itu, jelas menambah para jajaran dewan mahasiswa menggerutu di dalam hati. Toni mencibir saat melihat Rey di depan. Rey yang mendengar tampak tidak perduli. Rey memulai pidatonya.


"Sebelum aku menyebut nominal, aku akan membuat persyaratan dulu...."


Semua orang mendengar itu hanya berbisik bisik dengan raut wajah tidak senang. Mereka pikir hanya untuk investasi sedikit tapi berani mengajukan syarat adalah hal konyol.


Auditorium tiba tiba tenggelam dalam kesunyian. Bahkan tidak ada suara yang terdengar. Beberapa detik kemudian semua orang terkejut setelah mencerna dengan baik nominal yang ditawarkan. Jajaran dewan mahasiswa melongo mendengar itu.


"Tuan, apa anda serius?" Pembawa acara bertanya dengan gemetar.


"Tentu... Aku akan meminta orangku untuk mengurusnya nanti. Dan orangku juga yang akan mengawasi penggunaan dana itu." kata Rey santai di ikuti anggukan kepala jajaran dewan mahasiswa yang masih bingung.


"Hebat sekali! Bahkan aku tidak berani sepertimu! Aku Robert, dari Mud Electro. Siapa nama anda?" tanya seorang pengusaha berdiri dan bertepuk tangan. Dia menatap Rey takjub. Dia memperlakukan Rey dengan layak.


"Rey... Rey Demonforge!" jawab Rey sambil menganggukkan kepala ke arah Robert.


"Ja-Jadi.... Jadi anda pemimpin Mobs Games?!" seru Robert dengan keras karena terkejut mendengar nama itu. Dan Rey hanya nyengir menanggapi keterkejutan orang orang.


"APA?!"


"Jadi dia pemimpin Mobs Games?"

__ADS_1


"Benarkah? Dia ketuanya? Dia pemimpin developer game?"


Semua orang memandang Rey dengan heran. Semua orang terkejut. Para anak anak orang kaya bahkan menatap Rey dengan ketakutan namun kagum. Lagipula mereka tahu banyak identitas lain dari Rey. Banyak yang tidak menyangka akan bertemu Rey di tempat ini. Tony terdiam ketakutan sekarang, dia telah menyianyiakan kesempatan. Ayahnya baru saja memperingatkan beberapa hari yang lalu untuk tidak pernah menyinggung Rey Demonforge. Tony menyesal.


Tiba saat acara berbagi pengalaman bisnis. Beberapa pengusaha berbagi pengalaman mereka dan sekarang giliran Rey karena banyak yang meminta dia bercerita. Siapa yang tak mau mendengar cerita sukses seorang Rey Demonforge.


"Karena kalian sudah mendengar beberapa cerita sebelumku, aku hanya bilang kalau yang mereka tadi ceritakan semua itu benar..."


Hening.


"Mereka bilang usaha tidak akan mengkhianati hasil... itu benar... Tapi yang paling penting adalah keberuntungan..." kata Rey sok bijak.


"Contohnya aku saja, aku gak ngapa ngapain, uang datang, bisnisku dijalankan para sekertaris dan karyawanku. Kalian tau gak kalo sehari hari aku jadi nganggur dan bosan..."


"Jadi aku senang melihat kalian bergerak... ada kegiatan... ada kesibukan..."


"Sedangkan aku? Aku serius gak ngapa ngapain, tiap hari mencari kegiatan, aku benar benar bisa mati karena bosan, kaya itu membosankan sekali....."


"Ya omonganku ini gak usah di pikirin sih... udah gitu saja..."


DOOEEEEEENGGG!!!!!!


Semua orang pun kaget. Para Dewan mahasiswa juga kehilangan kata kata. Apa apaan orang ini. Orang rasional tidak akan pernah bicara omong kosong seperti itu. Mana ada orang yang tidak ingin kaya. Dan dia bilang bosan. Ingin rasanya orang orang itu melemparkan sepatunya ke arah Rey. Sebelum berjalan turun panggung, Rey berhenti sejenak.


"Oiya sebagai calon pebisnis muda, kegagalan adalah hal biasa. Kalian semua saat ini akan belajar, walau gagal kalian tidak akan rugi, dan jika beruntung, kalian akan menjadi seperti aku...."


Semua orang kini terdiam dengan kata kata terakhir Rey. Mereka malah menyimpulkan bahwa Rey berjuang dari kegagalan yang berulang kali hingga dirinya bisa seperti sekarang. Bagi mereka Rey merindukan saat saat menuju ke puncak kesuksesan. Mereka menganggap Rey tadi memberi contoh bahwa kalau berusaha dengan keras tanpa menyerah bisa membuat mereka hidup santai seperti Rey.


Padahal yang Rey maksud adalah dia beruntung mendapat sistem lalu menjadi kaya. Kalau saja Rey bisa membaca pikiran mereka pasti Rey sudah tertawa terbahak bahak. Acara pun selesai. Setelah sebentar menyapa orang orang kemudian Rey pulang menuju mansionnya.


Dalam perjalanan pulang, Rey sedang berpikir bahwa dia memerlukan sebuah kantor lembaga hukum. Sulit baginya untuk menangani begitu banyak masalah keuangan uang berkaitan dengan asetnya saat ini hanya dengan bantuan Hitomi dan Xena. Rey melajukan mobilnya dengan kencang berharap para wanita itu masih di mansionnya.


Sesampai di mansion Rey menemui keempat wanitanya yang sedang berkumpul di ruang santai. Rey berbicara serius dengan Hitomi sementara yang lain hanya mendengarkan. Rey meminta Hitomi untuk membeli kantor lembaga hukum terbaik di XTown. Dari pada harus selalu menyewa orang dari lembaga hukum, Rey memilih untuk membeli sekalian. Menurutnya hal ini adalah metode terbaik untuk jangka panjang.


Rey memberi ijin Hitomi untuk menggunakan uang sebanyak mungkin untuk masalah ini. Rey berencana untuk berkunjung ke JTown setelah semua selesai. Tak terasa hari telah malam dan Rey mengajak para wanitanya ke kamar untuk beristirahat. Di kamar Rey menceritakan bahwa dirinya akan pergi ke Jtown dalam waktu dekat.

__ADS_1


Rey tidak mengajak para wanitanya karena Yuri dan Fafa belum masa liburan, sedangkan Hitomi dan Xena masih banyak pekerjaan yang harus di lakukan. Lagipula Rey beralasan ini adalah perjalanan bisnis. Padahal dia hanya bosan saja. Akhirnya mereka berlima tidur dengan pulas tanpa melakukan adegan panas.


__ADS_2