
Ponsel Rey berdering ketika hari sudah mulai siang.
[Sayang! Maaf aku tidak membangunkanmu tadi pagi. Aku langsung ke Mobs Games untuk menyiapkan semua kesepakatanmu. Jangan telat kesini nanti. Aku mencintaimu!]
[Ya, terima kasih Hitomi.]
Rey bangun dan berjalan ke kamar mandi.
DING!
[Selamat tuan anda mendapatkan hadiah dari system. Sebuah Mobil Lamborghini Veneno.]
Rey kaget. Matanya berkedip. Lamborghini Veneno! Ini adalah salah satu supercar top di dunia. Ada empat belas mobil jenis ini di dunia. Di antara empat belas mobil hanya lima yang seri roadster. Dua roadster tidak untuk dijual. Dengan kata lain, hanya tiga orang di dunia yang memiliki lamborghini veneno roadster.
"Lamborghini Veneno?" gumam Rey sambil mengedipkan matanya. Dia menyunggingkan senyumnya.
"Menarik." bisik Rey lagi dan keluar dari kamar mandi.
Rey menyomot beberapa roti di meja makan untuk sarapan. Dia berjalan ke garasinya. Di sana, sebuah Lamborghini Veneno merah di parkir di sebelah McLaren nya. Rey dengan lembut mengelus body mobil sengan senyum di wajahnya. One muncul di sebelah Rey secara tiba tiba.
"One, aku yang nyetir hari ini."
Rey ingin merasakan mengendarai mobil semewah lamborghini veneno.
"Baiklah tuan."
One mengangguk dan duduk di kursi penumpang. Rey masuk ke dalam mobil. Dengan ringan dia menginjak pedal gas dan menjalankan mobilnya. Dengan suara gemuruh, mobil perlahan meninggalkan mansion. Dengan santai dia melajukan mobilnya di jalanan kota. Rey menambah kecepatan ketika dia masuk ke jalur lingkar pusat kota.
Banyak pengemudi terkejut dengan mobil mewah itu. Mereka dengan cepat memberi jalan kepadanya. Mereka mulai memperlambat kecepatan untuk menjaga jarak dari mobil Rey. Hal ini menyebabkan kemacetan. Rey menikmati performa mobil barunya. Jika tidak ada aturan batas kecepatan, dia bisa saja lebih ugal ugalan dari sekarang.
__ADS_1
"Hebat! Hahahaha!"
Rey menyeringai. Setelah keluar jalur lingkar pusat kota dia pergi ke kantor Mobs Games. Mobil Rey yang mempesona menarik banyak perhatian di taman teknologi itu. Mereka memandang mobil itu dengan iri. Rey memarkir mobilnya. Dia berjalan langsung menuju ke ruang konferensi. Hitomi sudah menunggunya disana. Jake Thompson dan tiga wakilnya juga sudah menunggu. Mereka berdiri satu persatu ketika Rey masuk.
"Tuan Rey,"
"Duduklah. Aku yakin kalau kalian sudah tahu isi kontrak itu jadi aku tidak akan membahasnya. Perwakilan dari SEAL Group dan CyberWar Live akan segera datang. Apa ada yang ingin bertanya?"
Semua orang bungkam, mereka tidak berani mengatakan apa apa. Pintu ruang konferensi di buka. Javier, Jason, Rob dan Kyle masuk.
"Javier! Jason! Akhirnya kalian datang!" sambut Rey kepada mereka.
Para eksekutif senior Mobs Games semua terkejut. Mereka menjadi semangat. Mereka tidak tahu CyberWar dan SEAL sangat menghargai kontrak milik bosnya itu. Pemimpin tertinggi mereka muncul secara langsung untuk menandatangani kontrak. Mereka mengira kedua perusahaan itu akan mengirim eksekutif senior mereka. Sangat mengejutkan Javier dan Jason datang ke sini secara langsung.
"Maaf telat Rey, tadi ada kemacetan di jalur lingkar pusat kota! Aku bertemu mereka dalam perjalanan kesini." kata Javier menunjuk Jason, Rob dan Kyle.
"Hahahaha,,Tidak apa apa! Ayo silahkan duduk!"
Mereka duduk bersama dan mulai menandatangani kontrak yang telah mereka sepakati. Semua persyaratan sudah selesai. Rey adalah pemegang saham dari ketiga perusahaan itu. Lagipula kerja sama itu akan mendatangkan keuntungan bagi mereka semua. Javier dan Jason memang bermaksud untuk menyanjung Rey. Mereka mengikuti protokol dan menandatangani kontrak.
Semua terjadi terlalu cepat dan tanpa basa basi. Para eksekutif senior di Mobs Games terkejut. Mereka pikir butuh beberapa hari negosiasi untuk menandatangani kontrak itu. Mereka sudah mempersiapkan diri untuk presentasi dengan baik, tapi sepertinya tidak di perlukan. Tiga orang itu menandatangani kontrak tanpa berpikir. Tiga orang itu kemudian berdiri dan bersalaman.
"Haruskan kita ke Kings Club untuk merayakannya?" tanya Jason kepada mereka.
Rey sedikit terkejut. Dia adalah ketua Kings Global Holdings. Tapi dia belum pernah kesana.
"Sepertinya menarik!" kata Javier mengangguk.
"Oke! Tapi aku bukan anggota mereka."
__ADS_1
Jason dan Javier terkejut bahwa orang sekaya Rey bukan anggota Kings Club. Ya memang bukan anggota, dia ketua dan pemilik saham terbesar di sana.
"Tidak masalah, aku VIP premium. Aku bisa membawa orang bersamaku dua kali setahun, aku saja yang membiayai pesta kita disana nanti." kata Jason.
"Wah,, terima kasih banyak Jason!" kata Rey.
Javier tidak mengatakan apa apa lagi. Mereka berangkat. Javier dan Jason kaget melihat mobil baru Rey. Padahal kemarin dia membawa McLaren P1, sekarang lamborghini veneno. Itu sangat mengerikan, apalagi semua mobil Rey itu supercar. Seberapa kaya dia? Mereka masuk ke mobil bertanya tanya.
Lokasi Kings Club tidak jauh dari Mobs Games. Mereka segera sampai di klub. Mereka memarkirkan mobil di tempat parkir. Rey memasuki Kings Club bersama Jason. Mereka mengadakan pesta di sana, bernyanyi dan minum minum. Setengah jam kemudian, Rey keluar dari ruang VIP pribadi dan menuju ke kamar kecil.
Di sebuah ruang pribadi lainnya. Rice ada di sana. Seorang pria dengan pakaian bergaya, duduk di sebelah Rice. Dia adalah Vincent, wakil manajer Kings Club di XTown. Rice tampak canggung di sana.
"Rice, kudengar kau di tipu orang di pelelangan?"
"Tuan Carter, jangan di bahas lagi. Bajingan itu, cepat atau lambat aku akan memberinya pelajaran." kata Rey di liputi amarah begitu dia memikirkan Rey.
Dia tampak lebih kesal setelah minum. Jika bukan karena Rey, dia tidak akan menghabiskan 180 milyar untuk sebuah vila yang biasa saja. Ayahnya memarahinya. Yang lebih parah akun banknya di blokir. Vincent tampak bingung melihat Rice begitu.
"Siapa orang ini? Beraninya dia membuatmu kesal?" tanya Vincent heran.
"Bukan siapa siapa. Dia pemilik Mobs Game dan memiliki saham di INVAX Assets! Dia hanya merasa dia orang penting!" kata Rice marah.
"Hahaha, baiklah aku akan memberinya pelajaran untukmu." kata Vincent sambil tersenyum.
Menurut Vincent, tidak ada salahnya dia membantu Rice. Apalagi keluarga Rice sangat berpengaruh di kota ini. Jika membantu Rice dapat mendekatkan dirinya dengan keluarga besarnya, ini adalah keuntungan berlipat ganda.
Rice bersemangat. Vincent bersedia membantunya. Mereka akan membalas dendam kepada Rey. Tak sengaja mata Rice melihat seseorang melewati pintu ruangan yang sedikit terbuka. Rice merasa beruntung saat ini. Dia tidak menyangkan akan bertemu dengan Rey secepat ini.
"Tuan Carter! Sepertinya kita memang sedang beruntung!."
__ADS_1