Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Penjahat Mesum


__ADS_3

Di dalam ruangan VIP, Javier dan Jason sedikit khawatir setelah lama menunggu.


"Apa yang membuat Rey begitu lama?" tanya Jason bingung.


"Itukah yang aku ingin tahu. Dia sudah pergi sekitar 20 menit kan?" Javier melihat arlojinya dengan kebingungan yang melintas di matanya.


Saat itulah Rey membuka pintu dan menjelaskan kepada keduanya sambil tersenyum.


"Maaf teman teman, aku bertemu dengan dua pembuat masalah tadi."


"Eh? Apa? Pembuat masalah? Beraninya orang orang bodoh itu macam macam denganmu?"


Mata Javier menjadi dingin. Rey mengangkat bahunya.


"Mereka bukan siapa siapa. Lupakan saja. Mari kita bersenang senang."


Rey melambaikan tangannya dan meringankan suasana. Ketika mereka sedang minum minum dan pintu kembali dibuka. Javier terkejut ketika melihat Abner masuk. Jason langsung melompat berdiri dengan keterkejutan di wajahnya.


"Tuan Sussano? Apa yang membuatmu kemari?"


"Halo tuan Golston."


Setelah menyapa Jason, Abner langsung menuju ke dua orang lainnya yang duduk di kursi mereka. Jason mengangkat alis melihat tingkah Abner. Kemudian dia melayangkan tatapan bertanya kepada Javier. Javier menggeleng penasaran. Di bawah tatapan mencari tahu Javier dan Jason, Abner mendekati Rey. Kemudian dia berbicara dengan sangat hormat.


"Tuan Rey, ini semua berkas Kings Club yang anda minta. Dan saya perhatikan bahwa anda tidak memiliki kartu anggota, jadi aku membawakan satu untuk anda."


Dengan itu, dia menyerahkan berkas itu kepada Rey. Di atas berkas berkas itu ada kartu hitam ber mata emas. Rey mengangguk menatap pada kartu itu. Kemudian dia membuka sebuah dokumen dan membacanya sekilas.


"Kerja bagus! Kau boleh pergi sekarang."


"Terima kasih tuan."


Setelah mengatakan itu, Abner pergi dan menutup pintu dengan hati hati. Javier dan Jason menjatuhkan rahang mereka. Itu adalah kartu emas hitam dari Kings Club di kota XTown. Itu adalah kartu paling mulia di semua kartu VIP. Dikatakan bahwa jumlah pemilik kartu semacam itu kurang dari seratus secara global. Selain itu, Abner datang sendiri untuk mengantarkan kartu dan berkas klub kepada Rey.


Belum lagi sikap hormat Abner kepada Rey. Serius, siapa Rey? Keduanya terkejut! Dan mereka semakin penasaran dengan identitas Rey!


"Re..Rey, apa hubunganmu dengan Kings Club?"


Javier bertanya meskipun dirinya memiliki kesimpulan sendiri. Dia memiliki tebakan liar jauh di lubuk hatinya. Dia pikir Rey pasti menjadi pemegang saham Kings. Tapi dia menyadari pemikiran itu sangat tidak masuk akal. Lagipula itu adalah Kings Global Holdings! Javier belum pernah mendengar bahwa salah satu rekan senegaranya bisa mendapatkan sahamnya.


"Eh? Tidak ada yang istimewa sih, Aku hanya pemilik Kings Global Holdings. Dan secara teknis, klub ini milik perusahaanku bukan?" jawab Rey dengan entengnya.


Kata katanya sangat mengejutkan. Javier merasa seperti di sambar petir! Pikirannya terhempas sampai offline! Hanya ada dengungan di telinganya! Dia telah menganggap pemikirannya tidak masuk akal dan tidak realistis. Tapi kebenarannya jauh lebih mengerikan! Rey sama sekali bukan pemegang saham. Dia adalah bos dari Kings Global Holdings!


Kata kata Itu tadi! Itu benar benar ledakan dasyat! Karena Kings Global Holdings sangat berpengaruh! Javier menelan ludah. Dia percaya itu akan menjadi berita terbaru jika orang luar mengetahui tentang kebenaran ini. Bagaimanapun, mereka semua tahu perusahaan seperti apa Kings Global Holdings itu. Itu adalah klub bisnis top kelas dunia. Ini memberikan layanan untuk pebisnis terkaya di dunia, atlet terkenal, selebriti ternama dan bahkan para bangsawan. Tapi bos perusahaan raksasa seperti itu berasal dari negara ini, negara Jamkhat.


Keduanya merasa seperti terlempar ke dunia asing di mana semua yang mereka tahu tidak seberapa.


"Ada apa?"

__ADS_1


Rey menatap dua orang di depannya dengan bingung.


"Ah tidak... Tidak ada apa apa..."


Javier nyengir bodoh. Kemudian ketiganya kembali berpesta. Javier dan Jason mulai melunakkan Rey. Memang benar bahwa mereka adalah yang terkaya di negara Jamkhat, dan Kings Global Holdings belum tentu lebih menguntungkan daripada perusahaan mereka. Tapi Kings jelas lebih kuat! Karena itu, keduanya mencoba menjalin hubungan baik dengan Rey. Tak lama kemudian pesta selesai.


Dan ketiganya pergi. Dengan berkas di tangannya, Rey pergi ke tempat parkir. Setelah masuk ke dalam mobil, ponselnya berdering, nama Hitomi terlihat disana.


[Sayaang, apakah acaramu masih lama?]


[Tidak, aku sudah mau pulang. Ada apa?]


[Bisakah menjemputku di Mobs Games? Mobilku di bawa Yuri karena mobilnya masih di bengkel. Dan aku baru saja menyelesaikan berkas berkas yang tadi.]


[Oke, tunggu sebentar. Aku kesana sekarang.]


Rey memacu mobilnya menuju ke Mobs Games untuk menjemput Hitomi, sampai sana ternyata Hitomi sudah menunggunya di pintu masuk kantor. Hitomi segera masuk mobil ke mobil Rey.


"Eh? Mobil baru lagi?"


"Hehehe.. Dari tadi pagi kan aku bawa ini."


"Masa sih?"


"Apa kau mau jalan jalan? Atau ke bioskop mungkin?" Rey mengalihkan pembicaraan tentang mobilnya.


"Tentu! Aku sudah lama tidak menonton film. Kira kira ada film apa sekarang?"


Rey menyalakan mobil dan menuju ke sebuah mall terdekat yang ada bioskopnya. Sedangkan Hitomi, dia mengeluarkan ponselnya dan mulai mencari film yang menarik. Segera, dia memutuskan akan menonton film tentang superhero yang baru baru ini di rilis. Rey membeli tiket ketika keduanya sampai di bioskop. Film akan di mulai satu jam dari sekarang. Jadi keduanya memutuskan untuk berjalan jalan dulu di mall.


Mereka menuju ke sebuah arena permainan. Sudah lama Hitomi tidak pergi ke arena permainan seperti ini. Jadi keduanya masuk. Rey membeli koin sebanyak 50 ribu. Kemudian dia menuju permainan dengan Hitomi. Hitomi sangat senang di temani oleh Rey, dia bertingkah seperti anak kecil. Sepertinya arena permainan ini tidak modern seperti arena yang lain. Di sana masih ada permainan permainan yang membuat Rey merasa nostalgia. Ding dong, tembak tembakan, balapan dan lain lain.


Hitomi benar benar menikmati waktunya, lalu dia melihat mesin capit boneka di samping.


"Wow! boneka di dalam itu sangat menggemaskan!"


Hitomi menunjuk ke mesin dan menoleh ke Rey dengan kegembiraan tertulis di seluruh wajahnya.


"Kamu suka?"


"Iya."


Hitomi mengangguk dan Rey tersenyum. Dia beranjak dan melihat ada sepasang kekasih di depan mesin capit. Mereka sedang bertengkar karena si lelaki tidak mampu untuk mengambilkan sebuah boneka untuk wanitanya. Mereka berdebat terus menerus, bahkan pergi dari sana pun mereka masih bertengkar. Rey gelelng geleng kepala melihat pasangan muda itu.


Rey mendekati mesin capit itu. Dia memasukkan sebuah koin. Mengarahkan pada boneka terbesar, Rey mengendalikan capit untuk meraihnya dan melemparkannya keluar. Alhasil, boneka itu langsung mendarat di lobang di bagian bawah mesin. itu adalah boneka pertama. Satu per satu, Rey mengeluarkan boneka yang lebih besar berturut turut. Boneka yang banyak itu di bawanya ke hadapan Hitomi. Hitomi sangat senang melihat itu.


"Filmnya akan segera di mulai, ayo taruh boneka ini di mobil dulu."


Rey melihat arlojinya dan berkata kepada Hitomi.

__ADS_1


"Oke sayang!"


Dengan boneka di pelukannya, Hitomi mengangguk sambil tersenyum. Jadi keduanya kembali ke parkiran dan meninggalkan boneka di dalam mobil. Kemudian mereka kembali ke bioskop. Setelah membeli popcorn dan dua gelas soda, keduanya masuk ke ruang tonton. Selera Hitomi memang bagus, Rey mengakuinya. Mereka sangat menikmati film itu.


Setelah selesai, keduanya keluar. Di luar sudah gelap. Itu sekitar jam sembilan malam. Rey meminta Hitomi untuk memilih restoran untuk makan malam. Dan keputusan Hitomi di luar ekspetasi Rey. Dia memilih restoran barbeque kecil di pinggir jalan yang hanya berjarak 5 menit dari mansion. Rey melajukan mobilnya menuju restoran yang dimaksud.


Mendengar deru mobil sport, banyak pelanggan di dalamnya terkejut. Manajer restoran itu memperhatikan mobil itu dengan rahang ternganga. Karena khawatir dia pergi keluar restoran dan bergegas membantu di parkiran. Walaupun tidak tahu berapa harga mobil itu, dia tahu itu mobil mahal. Dia takut mobil itu tergores dan akan menyinggung si pengemudi.


Rey dan Hitomi keluar dari mobil dan menuju ke restoran. Setelah Hitomi memesan, keduanya menunggu makan malam mereka. Makan malam itu sangat menyenangkan. Mereka ngobrol dengan santai, hampir dua jam mereka disana, bahkan karena manajer restoran itu memberikan wine secara cuma cuma, karena Rey menghargai pemberian itu, Rey mau meminumnya, padahal di Kings Club tadi dia sudah minum sangat banyak. Alhasil Rey mabuk sekarang.


Karena sedikit sempoyongan, Rey tidak bisa mengendarai mobilnya. Untung saja, mansionnya tidak jauh dari sana. Jadi mereka memutuskan untuk pulang dengan berjalan kaki. Sepertinya Rey juga merindukan hari hari dia menjadi orang biasa.


"ONE!"


Rey bersender di mobil untuk menahan tubuhnya. Detik berikutnya One muncul tiba tiba entah dari mana. Hitomi terkejut hampir melompat.


"Jangan takut. Dia pengawalku. Dia selalu sembunyi melindungiku."


"Eh?"


Hitomi tidak tahu sejak kapan Rey punya pengawal, Rey juga tidak pernah cerita apapun, tapi dalam hati kecil dia merasa lega juga bahwa lelakinya itu akan selalu aman. Tapi tetap saja dia terkejut. Apa benar pria tua ini pengawal. Dia tidak terlihat kuat di mata Hitomi. Tapi dari posisinya yang tidak terdeteksi Hitomi merasa yakin.


"One, bawa mobilku pulang. Aku mau jalan kaki."


"Baik tuan."


Dia mengangguk dan mengambil kunci mobil, menyalakan dan pergi dari restoran itu. Hitomi menatap mobil yang semakin menjauh.


"Sayang, dia terlihat hebat. Apa benar begitu?"


Hitomi merasa aura pria tua tadi tidak biasa. Jauh berbeda dari orang biasa.


"Benar, dia itu kuat, sedikit di bawahku. Dia bertanggung jawab atas keselamatanku dari belakang."


Sambil tersenyum, Rey merangkul pinggang Hitomi.


"Dan dia akan bertanggung jawab atas keselamatanmu nanti."


Hitomi memerah mendengar kata kata itu. Dan dia juga tersentuh. Sebagai wanita muda biasa, dia naif dan sederhana. Karena itulah, dia akan sangat terharu dengan satu kalimat dari Rey.


"Sayang, kamu selalu baik padaku.."


Dia bersandar di pelukan Rey dan berkata dengan lembut. Mulut Rey tersenyum mendengar kata katanya. Detik berikutnya dia berbisik kepada Hitomi.


"Kau tahu tidak? Daripada sayang bagaimana kalau kau panggil aku papa di malam hari."


Wajah Hitomi tiba tiba memerah dengan panas mendidih.


"Sayaaaannng!! Kamu ini apaaan sih! Dasar penjahat mesum!"

__ADS_1


Rey terkekeh mendengar komentar Hitomi. Keduanya pun akhirnya tiba di mansion. Hitomi memapah Rey yang sedikit sempoyongan ke kamar Rey. Tak lama kemudian terdengar lenguhan lenguhan panjang dari kamar itu.


__ADS_2