Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Pindah


__ADS_3

DING!


[Selamat tuan anda mendapatkan hadiah dari system. 100% saham dan kepemilikan Greenhill Real Estate Group.]


Rey terbangun mendengar notifikasi. Dia mendapatkan perumahan elit. Dia akan memeriksanya nanti. Rey melihat sekitar, para wanitanya masih tertidur pulas. Dia perlahan masuk ke kamar mandi. Ketika sedang mandi, ternyata Hitomi menyusul dan menggodanya. Pada Akhirnya mereka melakukan hal itu di dalam kamar mandi secara hati hati agar tidak membangunkan yang lain.


Rey keluar dari kamar mandi secara perlahan, dia merasa lega ketika melihat ketiga wanitanya masih tertidur pulas. Rey mengajak Hitomi ke taman belakang mansion untuk menikmati suasana pagi. Mereka berjalan sepanjang taman dan sesekali melemparkan sesuatu memberi makan ikan ikan di kolam. Hitomi juga tak jarang mengambil foto selfie mereka berdua.


Ketiga wanita itu akhirnya bangun dan menyadari bahwa Rey dan Hitomi sudah tidak ada di sana. Mereka bergegas ke kamar mandi untuk berbenah diri. Tapi ketika Fafa masuk ke kamar mandi, dia menemukan pengaman di tong sampah seperti baru saja di gunakan. Fafa curiga dengan kepada Rey dan Hitomi. Dia memberitahukan penemuannya kepada Xena dan Yuri. Yang kemudian berlari masuk ke kamar mandi.


"Apa ini baru aja di pakai?" tanya Yuri polos sambil menunjuk ke arah pengaman itu.


Xena dan Fafa mengangguk.


"Lalu kapan bagianku?" tanya Yuri lagi dengan polosnya.


Xena dan Fafa bertukar pandang dan tertawa akan kepolosan Yuri. Setelah mandi mereka bergegas turun dan mencari Rey. Mereka ke arah taman belakang setelah bertanya kepada Bibi. Rey dan Hitomi sedang berdiri menatap lahan kosong di belakang mansionnya. Lahan kosong itu seluas satu kilo dan kebelakang lagi ada sungai terluas di Xtown yang alirannya berakhir ke laut.


Yuri berlari kencang ke arah Rey dan menabrakkan tubuhnya ke Rey membuat Rey terbaring di rumput dan Yuri langsung ******* bibir Rey. Fafa yang melihat itu spontan menarik tubuh Yuri. Di antara para wanita itu sebenarnya Yuri yang paling polos, sehingga  dia sering melakukan hal konyol dengan spontan yang membuat semua orang selalu tertawa dengan kelakuannya.


"Yuri! Apa kau sudah gila!" teriak Fafa.


"Emang kenapa? Apa sekarang aku tidak boleh menciumnya!" jawab Yuri polos.


"Siapa yang nglarang? Apa kau mau bercinta di sini hah?"


Yuri lalu melihat sekeliling dan mulai menyadari bahwa tempat ini sangat terbuka. Yuri menundukkan kepalanya dan wajahnya merah karena malu. Hal ini membuat semua orang tertawa.


"Sayang, bukankah kita harus ke Golden Star Hotel?" tanya Hitomi.


"Oiya aku malah lupa...hahaha..." kata Rey santai sambil menepuk jidatnya.


"Kalau begitu kita sarapan dulu, nanti aku temani kesana..." kata Hitomi.


Mereka berlima berjalan ke ruang makan dimana bibi sudah mempersiapkan sarapan.


***


Di sisi lain, Leon dan ibunya sedang berkeliling di sebuah desa pegunungan yang sejuk dengan pemandangan yang indah.


"Kapan kita pulang nak?" tanya ibu Leon.


"Apa ibu sudah bosan?"


"Bukan begitu, ibu merasa tidak enak kalau lama lama disini, lagi pula kita sudah 2 hari di desa, tuan Rey pasti menunggumu..."


Leon tersenyum dan mengangguk, menuruti perintah ibunya.


***


Rey dan Hitomi segera bergegas menuju Golden Star Hotel. Fafa dan Xena pulang ke rumahnya. sedangkan Yuri kembali ke apartemennya untuk mengambil semua pakaian dan buku bukunya, dia memutuskan untuk tinggal bersama Rey mulai hari ini. Rey dan Hitomi tiba di hotel dan di sambut oleh Harry di depan pintu hotel. Harry memberi salam kemudian memimpin mereka nenuju lift untuk keruangan kantornya.


"Ceritakan apa yang terjadi..." kata Rey menatap Harry.

__ADS_1


"Jadi awalnya ada pelayan yang di lecehkan, dia menolak ajakan Teddy Larks untuk minum minum, dia di tampar keras sampai masuk ke rumah sakit sekarang..." jawab Harry menundukkan kepalanya.


"Lalu kenapa si Teddy ini kemari lagi?" tanya Rey santai.


"Keluarga pelayan itu melapor ke polisi, tapi Teddy terlalu kuat, keluarga Larks seperti kebal hukum, lalu mereka malah menuntut balik ke kita."


"Jadi mereka pengen bermain denganku... Saatnya berpesta... Hitomi, cari tau bisnis mereka...!" kata Rey menoleh kepada Hitomi di sertai anggukan kepala Hitomi.


Rey kemudian berpamitan kepada Harry. Dia pun mengantar Rey dan Hitomi hingga ke depan pintu hotel.


"Harry, beri kompensasi ke pelayan itu, kalo perlu 1 milyar, dan bilang gak perlu kawatir dengan keluarga Larks." kata Rey sebelum berbalik dan pergi dari sana.


Sesampai di mansion, Rey dan Hitomi segera bergegas ke ruang kerja yang berada di lantai dua. Disana Hitomi menjelaskan bahwa keluarga Larks mempunyai banyak dukungan bahkan dari pemerintah setempat, mereka di lindungi secara hukum. Keluarga Larks memiliki beberapa perusahaan besar, salah satunya adalah Larks Manufacture Company, perusahaan real estate terbesar di kota XTown.


Tapi bisnis mereka juga memiliki banyak hutang pinjaman kepada Capital Bank. Rey tersenyum mendengar nama bank miliknya di sebut. Rey menelepon pihak bank dan meminta customer service untuk menyebut namanya kepada direktur bank. Rey menutup teleponnya, tak lama kemudian ponselnya kembali berdering dan terlihat nomor asing di layarnya.


[Siapa?]


[Selamat siang tuan Rey, maaf saya belum sempat menghubungi anda. Saya May, direktur utama Capital Bank.]


[Gak masalah. Sori aku ganggu kerjaanmu.]


[Saya yang minta maaf tuan, sudah kewajiban saya harus melapor kepada anda.]


[Temui aku nanti malam, aku akan kirim lokasi nya.]


[Baik tuan..]


"Sayang, apa hubunganmu dengan direktur utama Capital Bank...?" tanya Hitomi curiga.


"Oh itu,, Capital Bank itu punyaku... Aku belum cerita ya?"


"APA!!! Benarkah!?"


"Kenapa kau teriak teriak... Kagetmu itu lebih bikin aku kaget..."


Hitomi selalu saja terkejut dengan identitas Rey, walau bersama, Hitomi merasa dia belum mengenal Rey sepenuhnya. Rey tertawa melihat ekspresi Hitomi, mereka berdua saling bercanda dan cubit cubitan seperti anak kecil yang sedang bermain. Hingga akhirnya Hitomi terjatuh di pelukan Rey dan terjadilah pergulatan panas di ruang kerja itu.


Sore harinya di mansion Rey, ponselnya berdering menunjukkan nama May Capital Bank disana. Rey segera mengangkat panggilan itu.


[Ya..]


[Maaf tuan Rey, saya sepertinya belum bisa ke tempat anda, karena ada bisnis penting yang biasanya harus saya langsung yang menangani...]


[Sepenting apa itu sampai kau yang turun tangan?]


[Itu penandatanganan kontrak pinjaman lagi untuk keluarga Larks tuan, bukankah dari dulu keluarga Larks nasabah prioritas kita tuan?]


[Apa kau bilang?!]


[Eh? Ada apa tuan?]


[Sekarang aku pemilik Capital Bank kalau kau lupa nona May! Di bawahku tidak ada keluarga manapun yang menjadi prioritas! Batalkan pinjaman mereka!]

__ADS_1


[Kenapa tuan? Apa ada masalah dengan mereka?]


[Mereka menyerang hotelku! Hentikan aliran dana untuk mereka! Kita selesaikan maslah ini dengan masalah! Keren kan?]


[Mengerti tuan! Kami akan tutup jalur keuangan mereka. Kami akan mengirim semua tagihan mereka dan memberi sangsi untuk menambah bunganya.]


[Bagus, sebenarnya itu sih yang aku ingin bicarakan kalau kau kemari...]


[Baik tuan, sudah tugas kami mendukung anda. Anda bosnya.]


Rey tertawa mengerikan dan menutup teleponnya. May Lee, direktur utama Capital Bank sudah menjabat selama 4 tahun. Di bawah kepemimpinannya saham Capital Bank melonjak tinggi dan menjadi bank terbaik dan terbesar ke tiga di negara ini.


Hari sudah malam saat Rey dan Hitomi keluar dari ruang kerjanya. Mereka turun menuju ke ruang santai. Dan ternyata Yuri sudah berada disana sambil menonton drama ditemani cemilan.


"Sejak kapan kau disini?" tanya Rey kaget. Di ikuti wajah heran Hitomi.


"Udah 2 jam yang lalu kayaknya, tadi aku mencarimu di kamar tapi kosong, ya sudah aku nonton aja disini..." jawab Yuri santai.


"Kenapa malam malam kesini." Rey duduk di sofa bersama Hitomi, di sebelah Yuri yang rebahan di kelilingi camilan.


"Aku akan tinggal disini seperti yang kamu bilang..."


Wajah Hitomi menjadi sedikit masam, Rey hanya menggaruk kepalanya tanpa berkata kata.


"Apa aku juga boleh tinggal disini?" bisik Hitomi pelan di telinga Rey. Rey hanya bisa mengangguk tak berdaya. Senyum Hitomi lebar kemudian dia bergegas pulang untuk mengambil barang barangnya. Rey mengajak Yuri untuk makan malam di ruang makan. Ponsel Rey berdering, nama Fafa terlihat.


[Ya...]


[Halooo sayang, lagi ngapain?]


[Lagi di rumah, ni lagi makan ama Yuri...]


[Dia di sana? Apa dia nginap di situ lagi?]


[Gak juga sih, katanya dia mau tinggal di sini mulai sekarang...]


[APAAA!!!!]


Terdengar nada cemburu di suara Fafa, dia agak jengkel Yuri tinggal bersama Rey. namun Fafa merasa tak berdaya karena dia tidak bisa melakukan hal yang sama seperti Yuri, karena dia masih terikat oleh keluarganya. Setelah makan malam selesai Rey beranjak ke kamarnya di ikuti oleh Yuri. Walau Rey sudah menyuruh Yuri untuk memilih kamar, untuk saat ini Yuri sedang ingin bermanja dengan Rey.


***


Hitomi sedang memasukkan beberapa pakaiannya ke dalam koper, Hitomi berencana untuk tinggal bersama Rey mulai hari ini,  makanya dia tadi buru buru berpamitan pulang, agar secepatnya dia bisa pindah di sana. Hitomi bergegas memasukkan kopernya ke dalam mobil dan segera menginjak pedal gasnya dengan cepat.


***


Rey dan Yuri sedang berbaring di tempat tidur sambil mengobrol dengan tenang. Yuri menanyakan perihal pengaman yang di temukan di kamar mandi. Rey kaget ternyata dirinya ketahuan. Yuri kemudian meminta jatah yang membuat Rey tertawa dengan kepolosan wanita ini. Tanpa menunggu lama Yuri segera menciumi Rey. Mereka berdua pun saling membalas serangan. Yuri yang polos dengan ceroboh membuka pakaian Rey dengan terburu buru. Rey hanya tertawa saat Yuri kesusahan membuka pakaian Rey.


Hitomi sudah tiba di mansion Rey sambil membawa koper bawaanya. Dia menyimpan kopernya di salah satu kamar di lantai dua. Hitomi dengan segera ke lantai tiga untuk ke kamar Rey. Dia tahu apa yang sedang terjadi di dalam kamar, dengan perlahan dia membuka kamar Rey. Hitomi melihat adegan antara Rey dan Yuri di ranjang.


Adegan itu tidak membuat Hitomi marah ataupun kesal, justru sebaliknya dia bergegas membuka pakaian lalu ikut bergabung bersama Yuri. Jelas hal itu membuat Rey dan Yuri kaget, tapi kemudian mereka tak perduli ketika tau yang bergabung dengan mereka adalah Hitomi. Mereka menambah keseruan di atas ranjang empuk yang terus bergoyang.


Karena stamina Rey lebih kuat dari orang awam, Rey tidak merasa lelah, bahkan Rey malah semakin ganas menghadapi dua wanita itu. Hingga akhirnya mereka bertiga terkulai lemas dan tertidur dengan pulas.

__ADS_1


__ADS_2