Raja Belantara Kota

Raja Belantara Kota
Jangan Remehkan Orang Lain


__ADS_3

Edith Kaget. Dia bertanya tanya, Rey benar benar pemilik Mobs Games.


Rey terlihat sangat muda! Dia luar biasa muda! Tapi dia memiliki status yang tinggi.


Edith di liputi keherananan. Dia percaya bahwa dua identitas lainnya pasti asli. Sebagai pemilik dari Mobs Games, dia tidak akan mengarang dua identitas lainnya. Seperti yang di harapkan, dua identitas lainnya terverivikasi.


Edith tercengang. Bagaimanapun, itu sangat membuatnya terkejut. Dia sudah yakin dengan identitas Rey yang lain tapi dia masih saja kaget saat akhirnya di konfirmasi.


"Dia menuliskan yang sebenarnya."


Edith linglung untuk sementara waktu. Dia berjalan menuju pintu dengan formulir aplikasi di tangannya. Orang orang menunggu di luar ruangan. Beberapa dari mereka siap untuk melihat bahwa Rey mempermalukan dirinya sendiri. Mereka berpikir bahwa Rey hanya seorang pria yang lahir si keluarga kaya dan tak akan pernah mampu membeli ferrari monza sp2.


Banyak orang memandang Edith saat dia keluar dari ruang belakang. Sebagian dari mereka tersenyum mengejek. Tapi kemudian mereka semua tercengang. Edith dengan hormat menyerahkan formulir aplikasi kepada Rey setelah dia keluar. Dia berbicara kepada Rey dengan sangat hormat.


"Tuan Rey, ini formulir aplikasi anda, Identitas anda telah terverifikasi. Anda berhak memesan ferrari monza sp2. Mohon tunggu sebentar, saya akan menghubungi staf terkait untuk mengurus berkas pembelian anda."


Rey mengangguk dengan tenang. Tapi semua orang tercengang. Semua orang menatap Rey keheranan.


Bagaimana? Bagaimana mungkin? Bagaimana ini bisa terjadi?


Semua orang terkejut menatap Rey, mereka menelan ludah mereka sendiri. Mereka menduga Rey melakukan penyogokan. Sangat jelas bahwa ferrari telah menetapkan standar ketat untuk siapa yang memenuhi syarat demi membeli monza. Tapi sekarang, Rey telah memesan mobil yang bahkan seorang Brayden gagal memesan. Brayden penasaran dengan identitas Rey sebenarnya.


"Tidak mungkin! Emang dia pikir dia siapa! Kenapa dia bisa membeli mobil yang tuan Morton tidak bisa!"


Seorang wanita gemuk dengan riasan tebal berteriak. Sebagai penggemar berat Brayden, dia selalu menganggap bahwa Brayden adalah satu satunya pemuda kaya. Dia berpikir bahwa Brayden bisa melakukan apapun tanpa hambatan.


Oleh karena itu, tidak menyenangkan baginya untuk menyaksikan bahwa ada seseorang dapat melakukan hal yang Brayden gagal lakukan. Itu sebabnya dia berteriak untuk bertanya.


Rey mengerutkan kening mendengar pertanyaan wanita itu. Tapi dia tidak perduli pada wanita itu, bagi Rey orang orang bodoh ini adalah hal biasa yang sering dia temui. Itu juga akan membuatnya lelah jika dia menjelaskan kepada mereka satu per satu.


Edith melirik dingin gadis gendut itu. Lalu dia berbicara pada gadis itu dengan keras.


"HEH! Beraninya kau meragukan identitas seorang Demonforge! Aku kasih tau kau! Tuan Rey adalah pemilik Mobs Games! Tuan Rey juga pemegang saham tertinggi di SEAL Group dan Winnier Group!!"


Perkataan Edith menimbulkan hantaman keras di otak orang orang yang hadir. Mob Games mungkin tidak terkenal bagi mereka yang tidak bermain game. Tapi SEAL Group dan Winner Group, sangat terkenal bagi mereka. Kedua perusahaan itu memiliki status sosial yang tinggi. Keduanya mendominasi hampir setiap aplikasi populer yang ada di ponsel seluruh dunia.

__ADS_1


Pria di hadapan mereka sekarang adalah pemegang saham kedua perusahaan ini. Itu berarti dia bukan orang biasa. Brayden akhirnya menyadari bahwa dia telah melihat Rey sebelumnya. Dia pernah melihat Rey saat membaca berita terbaru yang sedang panas belakangan ini. Berita ini mengatakan bahwa Rey adalah pemegang saham terbesar CyberWar Live.


Bahkan Brayden makan malam dengan ayahnya seminggu lalu. Ayahnya secara khusus menasehatinya untuk tidak memprovokasi orang bernama Rey Demonforge. Brayden kini tersentak heran. Lalu dia berteriak.


"Ya Tuhan!!! Apa kamu Rey Demonforge yang itu Rey? Pemegang saham terbesar CyberWar Live juga?!"


Brayden menyelesaikan kata katanya. Semua orang terdiam. Cahaya di mata mereka berubah saat mereka menatap Rey. Rufio juga terpaku saat ini.


Sejujurnya, banyak yang tahu bahwa Rey pemilik Mobs Games. Tapi kapan manusia ini menjadi pemegang saham SEAL Group dan Winner Group? Dan sekarang dia juga pemegang saham terbesar CyberWar Live.


Eddie dan teman temannya tidak tahu harus bersikap bagaimana karena mereka sudah lelah tercengang. Mereka tidak pernah menyangka bahwa Rey memiliki kekuatan yang luar biasa. Mereka melihat Rey dengan takjub seperti ingin menyembahnya. Mereka hanya tersenyum bodoh.


Wanita gemuk itu menatapnya linglung. Ada gairah di matanya. Dia keluar dari kerumunan dan berlari ke arah Rey. Dia mendekati Rey. Lalu dia berkata dengan keras tanpa tahu malu.


"Aku hanya bercanda sebelumnya, apa yang kamu pikir tentang aku? Apa aku tipe mu?"


Rey tidak tahu harus berkata apa. Wanita itu melanjutkan.


"Aku tahu banyak jenis posisi lho. Kamu dapat memilih apa pun yang kamu suka. Jadi posisi apa yang kamu sukai? Apakah kamu suka berada di atas atau di bawah? Aku tahu banyak lho."


"Apa yang kau lakukan di sini! Dia adalah suamiku! Tidak tahu malu kau berani mengodanya!"


Wanita gemuk itu menatap Hitomi saat berbicara. Saat Hitomi menyelesaikan kata katanya, dia menunjuk ke arahnya dan mulai menyindirnya.


"Jika dia memilihku, itu berarti kau tidak cukup terampil. Apa kalian pasangan suami istri? Jika tidak, aku masih punya kesempatan."


Setalah mengucapkan kata kata ini, dia mengedipkan mata pada Rey dengan senyum menggoda. Mendengar kata katanya, Hitomi terlalu marah untuk berbicara. Hitomi menoleh ke Rey.


"Apa kau tertarik dengannya?!" tanya Hitomi tajam.


Tentu saja Rey tidak tertarik! Wanita ini kualitasnya seperseribu dari para wanitanya. Rey tidak tahu harus berkata apa karena Rey sendiri tidak memahami kata kata wanita itu yang terlalu cepat seperti kereta. Rey menarik nafas panjang.


"ONE!"


Kata kata itu terlepas dari mulutnya, tiba tiba seorang tua dengan penampilan rapi sudah ada di belakangnya.

__ADS_1


"Saya di sini tuan."


Rey menatap wanita gemuk itu. Kemudian dia menghela nafas dan berkata dengan dingin.


"Keluarkan dia dari sini. Jauhkan dia dariku."


"Mengerti tuan."


One mulai mengambil tindakan, beberapa saat kemudian Two dan Three muncul di belakang wanita gemuk itu. Mereka menyeret dan menggendongnya pergi. Penonton kagum dengan pemandangan ini. Wanita itu setidaknya sekitar 200 kilogram lebih. Tapi dia digendong oleh dua orang yang satu terlihat kurus dan yang satu terlihat lemah. Dan bahkan wanita itu tidak bisa memberontak sama sekali.


Kerumunan yang menonton terkejut dan mereka bertanya tanya.


"Apaan mereka itu? Apa mereka manusia?"


Aksi Two dan Three menimbulkan banyak diskusi di antara kerumunan. Hitomi mendekatkan bibirnya ke telinga Rey.


"Sayang, aku tidak tahu posisi sebanyak dia, tapi aku terbuka untuk mempelajari beberpa jika kamu mau."


Setelah menyelesaikan kata katanya ini, wajahnya memerah. Rey butuh beberapa saat untuk mencerna dan bereaksi oleh kata kata Hitomi.


Eh? Apa yang Hitomi bicarakan? Yah, mungkin lebih baik jika dia tahu lebih banyak posisi. Rey membayangkan beberapa posisi di pikirannya. Dia mulai mengingat kembali hal gila yang dia lakukan bersama para wanitanya. Untungnya dia pandai mengendalikan diri.


Rey terbatuk batuk menahan diri untuk tidak memikirkan hal itu. Dia juga berhasil mempertahankan ekspresi wajahnya untuk tetap biasa saja. Kemudian Rey beranjak untuk membayar deposit untuk dua mobil dan menyelesaikan berkas pembelian. Brayden berseru kepada kerumunan di sana.


"Jangan pernah meremehkan orang yang tidak kalian kenal dengan baik! Ingat itu!"


Rufio juga menghela nafas.


"Ya, benar! Identitas tuan Rey sama banyaknya dengan supercar miliknya. Lamborghini veneno yang di luar itu miliknya. Terakhir kali kami bertemu dia mengendarai McLaren P1. Dia juga punya koenigsegg, tapi aku belum tahu kejutan apa lagi yang tuan Rey punya."


Brayden tercengang dengan kata kata Rufio. Nama nama yang di sebutkan tadi adalah supercar terhebat di dunia. Kevin yang berdiri di samping mereka juga ikut dalam pembicaraan ini. Dia berkata perlahan.


"Entah apa lagi nanti, aku curiga koleksinya cukup besar untuk pamrean mobil sendiri."


Brayden dan Rufio terdiam, dilihat dari apa yang terungkap dari identitas Rey selama ini, mereka pikir dugaan Kevin bisa saja benar.

__ADS_1


__ADS_2