
"Bos, terima kasih banyak, maaf, aku sudah membuatmu susah." kata Vonta menatap Rey yang duduk di kursi penumpang.
"Tidak masalah, bukankah sekarang hidupmu adalah tanggung jawab ku." jawab Rey santai menatap Vonta yang sedang mengemudi,
"Hei, Von, kenapa kau tidak berterima kasih kepadaku juga." seru Lee yang duduk di kursi belakang sambil menepuk pundak Vonta.
"Hah? Memangnya apa yang kau lakukan?" tanya Vonta sambil melihat ke kaca spion tengah.
"Hei, sejak awal, bukankah aku yang mengenalkanmu kepada bos, dan untuk kemarin aku juga membantu mencarimu seharian." kata Lee cemberut.
"Hahaha! Baiklah baiklah, terima kasih tuan Lee!" seru Vonta tertawa.
Mereka tertawa bersama dengan gembira di dalam mobil itu hingga akhirnya mereka tiba di mansion Rey.
"Bos, sepi sekali." kata Vonta sambil melihat sekeliling saat memasuki gerbang mansion.
"Ya, di mansion hanya ada Xena, sedangkan Fafa, Sabrina dan Yuri ke mall." jawab Rey santai.
"Lalu nona Rey yang lainnya?" tanya Vonta sambil memarkirkan mobil di garasi mansion.
"Maksudmu Hitomi dan Lita?" tanya Rey.
"Iya."
"Hitomi dan Lita pergi ke kantor untuk membantuku mengurus semua perusahaanku, bukannya kau tahu tentang itu." jawab Rey mengerutkan keningnya.
"Oiya, aku lupa." kata Vonta tersenyum.
Rey menggelengkan kepala sambil membuka pintu dan keluar dari mobil itu.
"Sayang!!" seru Cameron saat melihat Vonta yang baru keluar dari mobil.
Cameron segera berlari saat melihat Vonta yang sudah bebas dan meninggalkan Xena yang sedang bersamanya di belakang mansion.
"Hah? Kenapa kau ada di sini!" seru Vonta senang.
Cameron melompat ke pelukan Vonta dengan senang sambil menangis.
"Hei, kenapa kau menangis?" tanya Vonta sambil memeluk tubuh Cameron.
"Aku sangat merindukanmu, maafkan aku sudah membuatmu seperti ini." kata Cameron sambil meneteskan air matanya.
"Sudah, jangan menangis, aku tidak apa apa dan aku juga merindukanmu." kata Vonta sambil memeluk Cameron dengan erat.
"Uhuk!"
"Aaah! Lepaskan aku, aku lupa kalau di sini ada beberapa orang." kata Cameron saat mendengar Lee yang pura pura batuk.
Vonta melepaskan pelukannya dengan rasa malu dan kembali seperti semula seperti tidak ada yang terjadi apa apa.
__ADS_1
"Hahaha, sebaiknya kalian pesan kamar dulu sebelum kebablasan di luar." seru Lee sambil tertawa.
"Bilang saja kamu iri melihat orang lain bermesraan, sedangkan kamu belum pernah sama sekali menyentuh gadis." kata Hitomi yang baru pulang dari kantor.
"Hahahaha, sepertinya begitu." tambah Lita mengejek Lee.
"Oke oke! Aku kalah!" seru Lee sambil berbalik dan pergi.
"Sayang, aku pulang." kata Hitomi sambil berjalan ke arah Rey di ikuti Lita di belakangnya.
"Hm, sebaiknya kalian istirahat dulu, nanti aku akan menyusul kalian." kata Rey.
"Baiklah." Hitomi mengangguk patuh dan bergegas menuju ke kamarnya begitupun juga dengan Lita.
"Bos, kau sungguh beruntung memiliki gadis yang sangat cantik cantik." kata Lee yang kembali dari dapur setelah melihat Hitomi dan Lita pergi.
"Tentu saja aku sangat beruntung, memangnya kau." kata Rey.
"Hahahaha!" Vonta tertawa saat melihat ekspresi wajah Lee yang sangat masam.
"Baiklah baiklah, aku kalah lagi!" seru Lee sambil duduk di sofa depan kolam renang.
Rey menggeleng kepala senang saat melihat kedua temannya semakin akrab dan berkumpul bersama.
"Bi, tolong bawakan kami minuman." kata Xena sambil berjalan ke arah Rey yang sedang duduk di sofa.
***
"Hahaha, Baron, baru kali ini aku menemukan gadis yang telah menolakmu." kata Affa yang telah kembali ke arah Baron sambil tertawa.
"Ya, ini akan menjadi sejarah baru, ini pertama kalinya aku di abaikan oleh para gadis." jawab Baron santai.
"Gadis? Gadis yang mana sayang?" seru salah satu wanita Baron yang baru kembali setelah menemukan pakaian yang cocok untuknya.
"Bukan apa apa, aku sedang mengobrol dengannya, biasa, mengenang masa lalu." kata Baron panik dan berbohong sambil membalikkan badan menatap wanita itu.
'Sialan! Hampir saja aku tertangkap basah!' seru Baron dalam hati kaget.
"Oh begitu ya, sayang, lihat ini bagus tidak?" tanya wanita itu sambil menunjukkan sebuah celana jeans yang ketat.
"Bagus, itu terlihat cocok denganmu." jawab Baron cepat.
"Ugh, untung saja dia kembali sedikit telat, tidak bisa di bayangkan jika dia melihat apa yang di lakukan oleh kita barusan." kata Affa sambil mengelus dada.
***
Sementara itu, tiga gadis Rey sudah selesai dengan pembayaran untuk pakaian mereka dan berjalan bersama dengan gembira ke arah toko perhiasan di ujung mall.
Mereka masuk ke toko perhiasan itu dengan santai.
__ADS_1
"Hei, Brie, lihat! Bukankah kalung itu edisi terbaru!" seru Yuri sambil menunjuk ke arah lemari kaca.
"Sepertinya bukan, sejak lama kalung itu sudah ada di sini." jawab Fafa sambil melihat ke arah lemari kaca.
"Masa sih? Kok aku lupa?" kata Yuri.
"Ya, aku juga tadinya mau bilang seperti itu tapi Fafa sudah mendahuluiku untuk mengatakannya." kata Sabrina sambil melihat sekeliling.
"Sepertinya tidak ada yang baru." kata Fafa saat melihat lemari kaca itu dengan santai.
"Ya, sebaiknya kita cari lagi di toko yang lainnya." tambah Sabrina sambil berjalan menuju keluar toko perhiasan itu.
Yuri segera mengikuti Sabrina dan Fafa untuk mencari toko yang lain.
***
Bibi membawakan minuman rasa jeruk ke belakang mansion.
"SIlahkan, tuan." kata bibi sopan.
"Terima kasih, bi." jawab Rey.
"Sayang, sepertinya aku harus pulang." kata Xena.
"Pulang? Kenapa pulang?" tanya Rey mengerutkan keningnya.
"Ibuku tadi menelpon, dia bilang tidak ada teman, pelayan sedang cuti, maka dari itu ibuku memintaku untuk menemaninya selama pelayan itu pulang kampung."
"Begitu ya." kata Rey enggan membiarkan Xena pulang.
"Baiklah, bagaimana kalau aku mengantarmu nanti setelah aku selesai mandi." kata Rey sambil mengelus rambut Xena dengan lembut.
"Baiklah, terima kasih sayang." jawab Xena lembut.
"Eh, ayo di minum." seru Xena kepada semua orang yang ada di sana.
"Oke!" seru Lee semangat.
"Aku mandi dulu." kata Rey berdiri dari duduknya dan menuju ke kamarnya di lantai tiga.
"Sayang, aku merindukanmu, aku takut kamu akan menjauh dariku setelah apa yang telah ibuku lakukan padamu." kata Cameron merangkul tangan Vonta dengan erat.
"Sudah aku bilang, jangan khawatir, aku tidak apa apa." jawab Vonta sambil menghapus air mata Cameron yang mengalir di pipinya dengan lembut.
Sementara itu, Rey yang sudah tiba di kamarnya bergegas menuju kamar mandi tanpa mengenakan pakaiannya dan langsung masuk.
"Hitomi?" seru Rey kaget saat masuk ke kamar mandi dan menemukan Hitomi yang sedang berdiri di bawah siraman shower dengan tenang.
"Sayang, sini." kata Hitomi menarik tangan Rey ke arah shower.
__ADS_1